14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
in Panggung
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

Pertunjukan Bunyi Mata Ugra Sanggar Bajradnyana Music Teater bersama Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu terbuka ruang bagi kasih yang melampaui batas-batas permusuhan. Gagasan itulah yang menjadi ruh pertunjukan Bunyi Mata Ugra, produksi Sanggar Bajradnyana Music Teater yang berkolaborasi dengan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII.

Pertunjukan berdurasi sekitar 80 menit ini dipentaskan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, pada Rabu, 22 Juli 2026. Meski masih banyak kursi yang kosong, penonton yang hadir tampak terpesona oleh akting dan ekspresi para pemain yang begitu kuat. Walaupun kisah yang diangkat terkesan serius, para pemain tetap mampu menyelipkan adegan-adegan jenaka yang mencairkan suasana tanpa mengurangi bobot dramatiknya.

Pertunjukan Bunyi Mata Ugra Sanggar Bajradnyana Music Teater bersama Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Bunyi Mata Ugra merupakan karya teater pakeliran yang berangkat dari esensi teater tradisi Bali. Garapan ini memadukan tari, drama, tembang, musik, dan tutur dalam satu kesatuan artistik yang lentur. Struktur dramatiknya mengadopsi pola penceritaan wayang kulit sehingga ruang imajinasi penonton dibangun melalui perpindahan adegan, narasi, serta simbol-simbol visual yang saling menguatkan.

Kekuatan pertunjukan juga terletak pada tata musikalnya. Sebanyak 42 penari dan pemusik menghadirkan komposisi yang memadukan instrumen gamelan dengan biola, perkusi, dan handpan. Unsur gamelan tidak disajikan dalam satu barungan utuh, melainkan melalui beberapa ricikan seperti bonang, gender, gong, dan suling gambuh. Perpaduan bunyi tradisi dan instrumen modern tersebut berhasil membangun atmosfer dramatik yang memperkuat setiap adegan.

Pertunjukan Bunyi Mata Ugra Sanggar Bajradnyana Music Teater bersama Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pertunjukan dibuka dengan alunan tembang berbahasa Kawi yang berpadu dengan lirik berbahasa Indonesia. Suara biola dan suling saling bersahutan, diselingi ritme perkusi yang mengingatkan pada gendang India, lalu ditutup dentuman gong yang memberi penegasan suasana. Tata cahaya bernuansa biru mengawali perjalanan dramatik sebelum para pemain memasuki panggung dan menghidupkan kisah.

Secara artistik, Bunyi Mata Ugra menghadirkan pendekatan modern tanpa meninggalkan akar tradisi Bali. Garapan ini disutradarai sekaligus ditulis oleh I Gusti Putu Sudarta, dengan dramaturgi oleh Ni Wayan Suratni, tata cahaya oleh I Gusti Ngurah Sudibya, koreografi oleh I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra, koordinasi produksi oleh I Kadek Bhaswara Dwitiya, desain kostum oleh I Dewa Ayu Galuh Intan Raka Siwi, serta manajemen panggung oleh Ni Putu Ratna Dewi Gayatri.

Pertunjukan Bunyi Mata Ugra Sanggar Bajradnyana Music Teater bersama Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menurut I Gusti Putu Sudarta, pertunjukan ini mengangkat perjalanan spiritual manusia menuju pencerahan. Kesadaran manusia bergerak dari citta dan manah, berkembang menjadi budhi, melampaui ego (ahamkara), hingga mencapai subudhi, yakni kesadaran yang melampaui pikiran dan emosi. Melalui perjalanan batin tersebut, manusia diajak menemukan kasih sebagai jalan menuju kebijaksanaan.

Gagasan tersebut selaras dengan tema Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026, “Atma Kerthi: Kembara Sukma”, yang dimaknai sebagai pengembaraan menuju kesucian jiwa. Karena itu, Bunyi Mata Ugra tidak hanya menawarkan pengalaman estetis, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai kemanusiaan, cinta kasih, dan nilai-nilai budi pekerti.

Pertunjukan Bunyi Mata Ugra Sanggar Bajradnyana Music Teater bersama Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Garapan ini berkisah tentang peperangan antara Wangsa Arya dan Wangsa Dasiu di Negeri Bharata. Di tengah pertikaian itu tumbuh benih cinta antara Ugra, putri Raja Shambara, dan Wishwaratha, putra mahkota Wangsa Arya yang menjadi tawanan perang. Pertemuan mereka menghapus prasangka dan menumbuhkan keyakinan bahwa kasih mampu mengakhiri permusuhan. Namun, cinta mereka ditentang Resi Agastya karena perbedaan asal-usul kedua wangsa.

Demi mengakhiri pertikaian dan pengorbanan yang terus berlanjut, Ugra memilih mengakhiri hidupnya. Kepergiannya menjadi titik balik bagi Wishwaratha yang melepaskan takhta demi mengabdikan hidup untuk menyebarkan cinta kasih. Sementara itu, Agastya akhirnya menyadari bahwa pencerahan sejati lahir dari kasih yang melampaui kebencian.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Sanggar Bajradnyana Music TeaterTeater Institut Seni Indonesia (ISI) Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Keakraban Berbuntut Teror

Next Post

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co