15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari atas panggung. Berpadu dengan suara suling, kendang, dan instrumen pendukung lainnya. Penonton yang sejak awal memenuhi area wantilan tampak larut mengikuti setiap perkembangan musikal yang disajikan.

Di tengah rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, karya tabuh kreasi berjudul ‘Samagama’ hadir membawa satu pesan sederhana namun mendalam: tentang kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan masyarakat yang bersatu dalam menjalankan tradisi.

Karya tersebut merupakan garapan I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra, yang akrab disapa Gung Lanang. Pemuda yang tinggal di Padangsambian Kelod, Denpasar, dan berasal dari Desa Menanga, Karangasem itu menjadikan tradisi di kampung halamannya sebagai sumber inspirasi penciptaan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Sebagaimana karya-karya lain yang ditampilkan dalam diseminasi tersebut, ‘Samagama’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke dalam bentuk artistik, serta mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh.

Bagi Gung Lanang, gagasan tentang ‘Samagama’ berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat di Desa Menanga, khususnya saat pelaksanaan tradisi Ngusaba Desa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan memperlihatkan bagaimana nilai kebersamaan masih dijaga kuat hingga saat ini.

Dari tradisi itulah lahir judul ‘Samagama’. Secara harfiah, kata tersebut mengandung makna pertemuan, kebersamaan, atau berkumpulnya banyak orang dalam satu tujuan yang sama. Makna itu kemudian menjadi landasan utama dalam penggarapan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Menurut Gung Lanang, ketertarikannya mengangkat tradisi tersebut tidak lepas dari kedekatan emosional yang dimilikinya sebagai bagian dari masyarakat Menanga.

“Alasan saya memilih tradisi ini karena kebetulan tradisi ini ada di daerah asal saya di Karangasem. Selain itu, karya tugas akhir ini juga diharuskan mengangkat tradisi yang berkaitan dengan unsur-unsur kependidikan. Dari tradisi ini saya melihat bagaimana antusiasme masyarakat saling membantu dan bergotong royong dalam melaksanakan yadnya. Itu yang saya jadikan acuan sebagai konsep dan bahan ide dalam karya ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Ngusaba Desa, masyarakat tidak hanya hadir sebagai peserta upacara. Mereka terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian persiapan maupun pelaksanaan upacara. Mulai dari menyiapkan sarana, menyusun perlengkapan ritual, hingga berbagai pekerjaan lainnya dilakukan secara bersama-sama.

Semangat kolektif itulah yang menjadi ruh utama dalam ‘Samagama’. Melalui bahasa musik, Gung Lanang berusaha menerjemahkan suasana kebersamaan tersebut ke dalam komposisi yang menonjolkan dialog antarinstrumen, saling mengisi, merespons, dan bergerak menuju satu tujuan musikal yang sama.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Secara musikal, karya ini menggunakan barungan Selonding sebagai media utama. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selonding merupakan salah satu gamelan tua yang memiliki karakter suara khas, sakral, sekaligus sarat nilai historis. Karakter bunyinya yang dalam dan berwibawa dinilai mampu menghadirkan nuansa yang sesuai dengan tema yang diangkat.

Meski demikian, Gung Lanang tidak membatasi diri hanya pada instrumen Selonding. Untuk memperkaya warna musikal, ia mengolaborasikan berbagai instrumen pendukung sehingga menghasilkan komposisi yang lebih dinamis. Dipadukan dengan sejumlah instrumen, seperti gong, kempur, klenang, klentong, riong pencon, nyongnyong alit, nyongnyong ageng, patuduh atau ugal, kajar, kecek, suling, kendang lanang-wadon, serta instrumen tambahan berupa kulkul dan gumanak.

Di atas panggung, komposisi berkembang secara bertahap. Alunan Selonding membuka pertunjukan dengan suasana yang tenang dan penuh penghormatan. Seiring perjalanan karya, ritme mulai bergerak lebih dinamis. Dialog antarbagian gamelan semakin rapat, membentuk gambaran aktivitas masyarakat yang saling berinteraksi dalam semangat kebersamaan.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Pada bagian tertentu, permainan kendang dan instrumen ritmis menghadirkan energi yang lebih kuat, menggambarkan antusiasme warga ketika bekerja bersama. Di bagian lain, melodi suling dan vokal memberikan ruang reflektif yang memperlihatkan sisi spiritual dari pelaksanaan yadnya. Keseluruhan struktur karya bergerak menuju satu kesimpulan yang menegaskan pentingnya persatuan dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Di balik penampilan malam itu, proses penciptaan ‘Samagama’ juga diwarnai sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Gung Lanang adalah persoalan waktu.

“Kendalanya hanya pada masalah waktu. Jadwal pementasan sangat berdekatan dengan kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga banyak hal yang sulit diatur. Banyak pendukung atau personel juga terlibat dalam kegiatan PKB. Itu menjadi salah satu kendala terbesar selama proses penggarapan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, proses penciptaan tetap dapat berjalan hingga tahap pementasan. Dukungan dari berbagai komunitas dan kelompok seni menjadi faktor penting dalam mewujudkan karya tersebut.

Dalam pementasannya, Gung Lanang didukung oleh Komunitas Swarapala Pancer Langit sebagai pendukung gamelan. Selain itu, proses penggarapan juga melibatkan Komunitas Super Saiyan, UKM Pepalit Mahadewa, serta Seka Gong Satya Yowana Gistara Kayana.

Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi cerminan nyata dari tema yang diangkat. Semangat kebersamaan yang menjadi pesan utama ‘Samagama’ tidak hanya hadir dalam konsep musikal, tetapi juga terwujud dalam proses kreatifnya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pementasan mencapai bagian akhir, tepuk tangan penonton pun mengalun panjang. Bagi Gung Lanang, momen tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah pertunjukan, melainkan juga akhir dari perjalanan panjang menyelesaikan tugas akhir yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

“Perasaan saya tentu senang dan bangga karena bisa menuntaskan tugas akhir melalui jalur non-skripsi dan dapat menuangkan ide-ide yang saya miliki ke dalam sebuah karya,” tandas Gung Lanang.

Melalui ‘Samagama’, Gung Lanang tidak hanya menghadirkan sebuah komposisi tabuh kreasi. Ia juga membawa sepotong kehidupan masyarakat Desa Menanga ke atas panggung. Nilai-nilai yang selama ini hidup dalam tradisi Ngusaba Desa diterjemahkan menjadi tabuh kreasi yang dapat dinikmati siapa saja.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: Desa Menangakarangasemkarawitan balikesenian baliUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Next Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co