28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari atas panggung. Berpadu dengan suara suling, kendang, dan instrumen pendukung lainnya. Penonton yang sejak awal memenuhi area wantilan tampak larut mengikuti setiap perkembangan musikal yang disajikan.

Di tengah rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, karya tabuh kreasi berjudul ‘Samagama’ hadir membawa satu pesan sederhana namun mendalam: tentang kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan masyarakat yang bersatu dalam menjalankan tradisi.

Karya tersebut merupakan garapan I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra, yang akrab disapa Gung Lanang. Pemuda yang tinggal di Padangsambian Kelod, Denpasar, dan berasal dari Desa Menanga, Karangasem itu menjadikan tradisi di kampung halamannya sebagai sumber inspirasi penciptaan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Sebagaimana karya-karya lain yang ditampilkan dalam diseminasi tersebut, ‘Samagama’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke dalam bentuk artistik, serta mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh.

Bagi Gung Lanang, gagasan tentang ‘Samagama’ berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat di Desa Menanga, khususnya saat pelaksanaan tradisi Ngusaba Desa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan memperlihatkan bagaimana nilai kebersamaan masih dijaga kuat hingga saat ini.

Dari tradisi itulah lahir judul ‘Samagama’. Secara harfiah, kata tersebut mengandung makna pertemuan, kebersamaan, atau berkumpulnya banyak orang dalam satu tujuan yang sama. Makna itu kemudian menjadi landasan utama dalam penggarapan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Menurut Gung Lanang, ketertarikannya mengangkat tradisi tersebut tidak lepas dari kedekatan emosional yang dimilikinya sebagai bagian dari masyarakat Menanga.

“Alasan saya memilih tradisi ini karena kebetulan tradisi ini ada di daerah asal saya di Karangasem. Selain itu, karya tugas akhir ini juga diharuskan mengangkat tradisi yang berkaitan dengan unsur-unsur kependidikan. Dari tradisi ini saya melihat bagaimana antusiasme masyarakat saling membantu dan bergotong royong dalam melaksanakan yadnya. Itu yang saya jadikan acuan sebagai konsep dan bahan ide dalam karya ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Ngusaba Desa, masyarakat tidak hanya hadir sebagai peserta upacara. Mereka terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian persiapan maupun pelaksanaan upacara. Mulai dari menyiapkan sarana, menyusun perlengkapan ritual, hingga berbagai pekerjaan lainnya dilakukan secara bersama-sama.

Semangat kolektif itulah yang menjadi ruh utama dalam ‘Samagama’. Melalui bahasa musik, Gung Lanang berusaha menerjemahkan suasana kebersamaan tersebut ke dalam komposisi yang menonjolkan dialog antarinstrumen, saling mengisi, merespons, dan bergerak menuju satu tujuan musikal yang sama.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Secara musikal, karya ini menggunakan barungan Selonding sebagai media utama. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selonding merupakan salah satu gamelan tua yang memiliki karakter suara khas, sakral, sekaligus sarat nilai historis. Karakter bunyinya yang dalam dan berwibawa dinilai mampu menghadirkan nuansa yang sesuai dengan tema yang diangkat.

Meski demikian, Gung Lanang tidak membatasi diri hanya pada instrumen Selonding. Untuk memperkaya warna musikal, ia mengolaborasikan berbagai instrumen pendukung sehingga menghasilkan komposisi yang lebih dinamis. Dipadukan dengan sejumlah instrumen, seperti gong, kempur, klenang, klentong, riong pencon, nyongnyong alit, nyongnyong ageng, patuduh atau ugal, kajar, kecek, suling, kendang lanang-wadon, serta instrumen tambahan berupa kulkul dan gumanak.

Di atas panggung, komposisi berkembang secara bertahap. Alunan Selonding membuka pertunjukan dengan suasana yang tenang dan penuh penghormatan. Seiring perjalanan karya, ritme mulai bergerak lebih dinamis. Dialog antarbagian gamelan semakin rapat, membentuk gambaran aktivitas masyarakat yang saling berinteraksi dalam semangat kebersamaan.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Pada bagian tertentu, permainan kendang dan instrumen ritmis menghadirkan energi yang lebih kuat, menggambarkan antusiasme warga ketika bekerja bersama. Di bagian lain, melodi suling dan vokal memberikan ruang reflektif yang memperlihatkan sisi spiritual dari pelaksanaan yadnya. Keseluruhan struktur karya bergerak menuju satu kesimpulan yang menegaskan pentingnya persatuan dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Di balik penampilan malam itu, proses penciptaan ‘Samagama’ juga diwarnai sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Gung Lanang adalah persoalan waktu.

“Kendalanya hanya pada masalah waktu. Jadwal pementasan sangat berdekatan dengan kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga banyak hal yang sulit diatur. Banyak pendukung atau personel juga terlibat dalam kegiatan PKB. Itu menjadi salah satu kendala terbesar selama proses penggarapan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, proses penciptaan tetap dapat berjalan hingga tahap pementasan. Dukungan dari berbagai komunitas dan kelompok seni menjadi faktor penting dalam mewujudkan karya tersebut.

Dalam pementasannya, Gung Lanang didukung oleh Komunitas Swarapala Pancer Langit sebagai pendukung gamelan. Selain itu, proses penggarapan juga melibatkan Komunitas Super Saiyan, UKM Pepalit Mahadewa, serta Seka Gong Satya Yowana Gistara Kayana.

Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi cerminan nyata dari tema yang diangkat. Semangat kebersamaan yang menjadi pesan utama ‘Samagama’ tidak hanya hadir dalam konsep musikal, tetapi juga terwujud dalam proses kreatifnya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pementasan mencapai bagian akhir, tepuk tangan penonton pun mengalun panjang. Bagi Gung Lanang, momen tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah pertunjukan, melainkan juga akhir dari perjalanan panjang menyelesaikan tugas akhir yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

“Perasaan saya tentu senang dan bangga karena bisa menuntaskan tugas akhir melalui jalur non-skripsi dan dapat menuangkan ide-ide yang saya miliki ke dalam sebuah karya,” tandas Gung Lanang.

Melalui ‘Samagama’, Gung Lanang tidak hanya menghadirkan sebuah komposisi tabuh kreasi. Ia juga membawa sepotong kehidupan masyarakat Desa Menanga ke atas panggung. Nilai-nilai yang selama ini hidup dalam tradisi Ngusaba Desa diterjemahkan menjadi tabuh kreasi yang dapat dinikmati siapa saja.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: Desa Menangakarangasemkarawitan balikesenian baliUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Next Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co