5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 5, 2026
in Esai
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Peserta workshop literasi di SMAN 2 Kuta Utara

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu cukup? Atau ketika semua adalah hiburan dan canda ria? Mungkin cukup kalau ditakar dengan suatu alat tertentu tapi mungkin tidak kalau diukur dengan alat yang lain.  Memang aktivitas membaca yang mandiri berkelanjutan, utuh, mendalam semakin jarang dilakukan. Mendapatkan berbagai informasi di media sosial dengan cara yang lebih menarik kalau dibandingkan dengan membaca adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Siapa saja mengandalkan media sosial untuk mendapatkan berbagai informasi. Entah informasi itu bermanfaat sejauh mana atau sebatas hiburan yang bisa dibilang dangkal atau sebaliknya sangat berat.

Tapi beralih kepada dunia sekolah dunia yang memiliki tujuan dengan suatu idealisme mendidik. Di sini guru-guru bekerja untuk tujuan itu. Ada hal idealis mulia yang harus dipertahankan dan meyogyanya diperjuangkan. Misalnya bagaimana sekolah membentuk siswa pembaca, siswa yang membaca buku bukan hanya siswa yang menikmati media sosial saja sepanjang waktu. Bukan berarti media sosial itu dipertentangkan tetapi diterima dengan kontrol dan daya kritis bahwa ada masalah pada kandungan media sosial tersebut.

Literasi identik dengan sekolah karena berkaitan dengan pemerolehan informasi, pengolahan, dan penggunaan. Jika lantas guru tidak tahu bagaimana membaca pastilah dia tidak bisa mengajari membaca yang benar. Inilah yang menjadi tema workshop dalam rangka review kurikulum tahun 2026 yang salah satu materinya adalah workshop literasi bagi guru yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 2 Kuta Utara (awal Juni 2026). Dalam kegiatan ini yang menjadi fokus penting bagi guru adalah bagaimana dia menjadi pembaca atau guru yang senantiasa membaca. Tuntutan sekolah agar workshop ini praktis menerjemahkan apa yang harus dibaca guru tiada lain adalah buku. Media sosial dalam hal ini sejatinya sudah selesai, tidak dapat ditawar lagi dan final. Rasanya demikian karena menjadi dunia yang mutlak.

Ritual foto bersama di era kekinian: peserta workshop

Aktivitas membaca buku adalah pilihan baru yang bahkan harus dimulai dengan satu prinsip: hal ini sangat penting. Membaca buku bukan untuk dipertentangkan dengan menikmati media sosial. Membaca buku adalah konvergensi dari perilaku yang sangat dominan oleh media sosial. Mengapa guru harus membaca buku? Karena bertugas di hadapan siswa sehingga guru datang dengan satu idealisme. Inilah perlu dipupuk bersama.

Kalau sebuah sekolah ingin dikembangkan menjadi sekolah yang berbudaya baca dan betapa siapapun paham membaca buku adalah hal yang asing dan sudah tidak dilakukan maka ada pendobrakan yang harus dilakukan. Gurulah yang harus memulai dari dirinya sendiri. Jika guru tidak memulai dari dirinya sendiri maka kondisi yang saat ini terjadi tak akan mengalami perubahan dan semakin jauh dari aktivitas membaca dan semakin memuja konten-konten di media sosial.

Dunia Buku, Kertas

Workshop kali ini membuka wawasan guru tentang dunia buku. Buku ditulis tidak secara instan tetapi melalui pergulatan dan perjuangan intelektual yang gigih. Buku dibangun dari pengetahuan yang luas dan mendalam seorang pengarangnya. Buku ditulis dari pengalaman panjang melakukan riset ke negeri asing dan mengumpulkan serangga di negeri-negeri tropis. Buku ditulis dari petualangan mencari tanah impian seperti yang dilakukan oleh Stuart Walker atau terkenal dengan nama pemberian ayah angkatnya yang seorang raja di Bali, K’tut Tantri; sehingga lahirlah buku Revolusi di Nusa Damai.

Buku itu ditulis oleh Yati Maryati wartawati majalah Femina pergi ke Denpasar tepatnya ke Pantai Sanur tepatnya lagi ke rumah Ni Nyoman Polok untuk melakukan wawancara. Bukunya yang kelak lahir diberi judul Ni Polok, Model dari Desa Kelandis;  berisi pengalaman yang disembunyikan dan itu buruk yang dialami oleh seorang perempuan Bali yang menikah dengan bangsawan Belgia, Le Mayeur. Perempuan penari legong yang cantik menjadi model seorang pelukis dunia tetapi sekaligus itu merenggut esensi perempuan Bali dalam rumah tangga yang ia bangun. Ni Polok tidak boleh punya anak karena kehamilan, menyusui akan membuat tubuhnya rusak, tidak indah lagi jika dilukis. Ni Polok tidak menggunakan rahimnya untuk mengandung dan tidak pernah memberikan susunya kepada anaknya. Pengalaman dan penderitaan ini hanya bisa dibaca dalam buku dan tidak pada yang lain.

Peserta workshop

Terlalu banyak buku hebat yang tidak bisa dijangkau. Tetapi dengan kembali kepada buku dan kesadaran kepada buku maka ada sedikit buku penting yang berjodoh dengan seseorang. Jangan berharap bisa menjangkau semua buku terbaik yang ada di atas perpustakaan bumi. Karena itu menemukan satu buku yang hebat dan cocok dengan diri adalah pencapaian literasi dan pembuktian betapa nikmatnya menjadi pembaca buku. Kenikmatan bertualang dalam dunia buku ini tidak dimiliki karena itu lalu beralih kepada petualangan di dunia digital, di dunia media sosial.

Karena itulah workshop ini menjadi guru pembaca atau guru yang membaca buku sangat penting. Sekolah dibangun di atas idealisme dan para guru harus menjadi agen-agen yang idealis termasuk dalam hal ini, bagaimana mulai membaca buku. Sebagai guru membaca buku pada awalnya mungkin perjuangan untuk dirinya sendiri tetapi buah perjuangan ini, pengalaman menjadi pembaca buku, akan ditularkan kepada siswa sehingga yang dihasilkan di sekolah ini adalah insan membaca.

Guru-guru di sekolah ini yang sangat muda dan inovatif tentu saja tidak terlalu sulit merealisasikan ide menjadi guru membaca namun perlu dimulai dengan langkah pemaksaan diri. Hal ini ditegaskan pula oleh kepala sekolah, bahwa pada intinya, dengan guru-guru generasi sekarang seorang kepala sekolah mesti mengajari guru. Ditekankan dalam workshop: pada hari-hari awal memulai membaca buku, harus memaksakan diri karena membaca adalah memasukkan diri ke dalam ruang sunyi di dalam dunia buku. Dengan menyadari betapa pentingnya membaca maka akan ada motivasi dan kekuatan untuk bertahan dalam kesunyian.

Adalah mustahil mencetak insan pembaca tanpa model dan di sini guru diharapkan nanti menjadi model bagaimana menjadi pembaca buku. Ada banyak sekali cara menjadi pembaca buku bagi guru. Pertama, guru mungkin memilih buku tertentu lalu membacanya dengan perlahan dan tidak boleh melakukan lompatan-lompatan karena mengatasi rasa bosan. Guru bisa memulai dengan proyek membuat kutipan lalu membacakan kutipan itu di depan kelas. Guru bisa juga membuat proyek membaca bersama. Dalam satu semester siswa memilih buku dan membaca buku itu bersama-sama secara terjadwal,  sehingga hampir semua siswa akan mendapatkan pengalaman membaca. Membaca walaupun banyak ditolak, apapun alasannya sungguh sangat penting artinya bagi diri manusia. jika tidak membaca memang tidak menyebabkan dampak-dampak fisik dan bahkan banyak kita tidak peduli dengan dampak-dampak dari tidak membaca itu. Karenanya ketika membaca dianggap sulit maka pilihan kita adalah abai dan beralih.

Beralih dari dunia membaca dengan alasan bahwa membaca itu memberatkan memang masih sangat mungkin di dunia media sosial. Media sosial seolah menjadi pelarian tetapi kesadaran betapa pentingnya membaca tidak harus berlari atau melarikan diri secara mutlak kepada media sosial. Buku masih harus ada dalam agenda sehari-hari. Buku berdiri sendiri secara lebih terhormat dengan melihat sejarah penulisannya dan bagaimana proses sebuah buku dilahirkan.

Media sosial tentu saja tidak bisa menandingi itu karena proses penciptaan berbagai materi di media sosial belum teruji. Apapun bisa muncul dan siapapun bisa memproduksi sesuatu. Apakah hal ini cukup dinikmati dan dianggap benar dan dianggap pengetahuan yang memiliki standar tertentu. Ternyata tidak dan itu harus dikembalikan kepada Fondasi lain pengetahuan kita yaitu bersumber pada buku.[T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: LiterasiPendidikanSMAN 2 Kuta Utara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Next Post

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails
Next Post
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co