4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 5, 2026
in Esai
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Peserta workshop literasi di SMAN 2 Kuta Utara

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu cukup? Atau ketika semua adalah hiburan dan canda ria? Mungkin cukup kalau ditakar dengan suatu alat tertentu tapi mungkin tidak kalau diukur dengan alat yang lain.  Memang aktivitas membaca yang mandiri berkelanjutan, utuh, mendalam semakin jarang dilakukan. Mendapatkan berbagai informasi di media sosial dengan cara yang lebih menarik kalau dibandingkan dengan membaca adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Siapa saja mengandalkan media sosial untuk mendapatkan berbagai informasi. Entah informasi itu bermanfaat sejauh mana atau sebatas hiburan yang bisa dibilang dangkal atau sebaliknya sangat berat.

Tapi beralih kepada dunia sekolah dunia yang memiliki tujuan dengan suatu idealisme mendidik. Di sini guru-guru bekerja untuk tujuan itu. Ada hal idealis mulia yang harus dipertahankan dan meyogyanya diperjuangkan. Misalnya bagaimana sekolah membentuk siswa pembaca, siswa yang membaca buku bukan hanya siswa yang menikmati media sosial saja sepanjang waktu. Bukan berarti media sosial itu dipertentangkan tetapi diterima dengan kontrol dan daya kritis bahwa ada masalah pada kandungan media sosial tersebut.

Literasi identik dengan sekolah karena berkaitan dengan pemerolehan informasi, pengolahan, dan penggunaan. Jika lantas guru tidak tahu bagaimana membaca pastilah dia tidak bisa mengajari membaca yang benar. Inilah yang menjadi tema workshop dalam rangka review kurikulum tahun 2026 yang salah satu materinya adalah workshop literasi bagi guru yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 2 Kuta Utara (awal Juni 2026). Dalam kegiatan ini yang menjadi fokus penting bagi guru adalah bagaimana dia menjadi pembaca atau guru yang senantiasa membaca. Tuntutan sekolah agar workshop ini praktis menerjemahkan apa yang harus dibaca guru tiada lain adalah buku. Media sosial dalam hal ini sejatinya sudah selesai, tidak dapat ditawar lagi dan final. Rasanya demikian karena menjadi dunia yang mutlak.

Ritual foto bersama di era kekinian: peserta workshop

Aktivitas membaca buku adalah pilihan baru yang bahkan harus dimulai dengan satu prinsip: hal ini sangat penting. Membaca buku bukan untuk dipertentangkan dengan menikmati media sosial. Membaca buku adalah konvergensi dari perilaku yang sangat dominan oleh media sosial. Mengapa guru harus membaca buku? Karena bertugas di hadapan siswa sehingga guru datang dengan satu idealisme. Inilah perlu dipupuk bersama.

Kalau sebuah sekolah ingin dikembangkan menjadi sekolah yang berbudaya baca dan betapa siapapun paham membaca buku adalah hal yang asing dan sudah tidak dilakukan maka ada pendobrakan yang harus dilakukan. Gurulah yang harus memulai dari dirinya sendiri. Jika guru tidak memulai dari dirinya sendiri maka kondisi yang saat ini terjadi tak akan mengalami perubahan dan semakin jauh dari aktivitas membaca dan semakin memuja konten-konten di media sosial.

Dunia Buku, Kertas

Workshop kali ini membuka wawasan guru tentang dunia buku. Buku ditulis tidak secara instan tetapi melalui pergulatan dan perjuangan intelektual yang gigih. Buku dibangun dari pengetahuan yang luas dan mendalam seorang pengarangnya. Buku ditulis dari pengalaman panjang melakukan riset ke negeri asing dan mengumpulkan serangga di negeri-negeri tropis. Buku ditulis dari petualangan mencari tanah impian seperti yang dilakukan oleh Stuart Walker atau terkenal dengan nama pemberian ayah angkatnya yang seorang raja di Bali, K’tut Tantri; sehingga lahirlah buku Revolusi di Nusa Damai.

Buku itu ditulis oleh Yati Maryati wartawati majalah Femina pergi ke Denpasar tepatnya ke Pantai Sanur tepatnya lagi ke rumah Ni Nyoman Polok untuk melakukan wawancara. Bukunya yang kelak lahir diberi judul Ni Polok, Model dari Desa Kelandis;  berisi pengalaman yang disembunyikan dan itu buruk yang dialami oleh seorang perempuan Bali yang menikah dengan bangsawan Belgia, Le Mayeur. Perempuan penari legong yang cantik menjadi model seorang pelukis dunia tetapi sekaligus itu merenggut esensi perempuan Bali dalam rumah tangga yang ia bangun. Ni Polok tidak boleh punya anak karena kehamilan, menyusui akan membuat tubuhnya rusak, tidak indah lagi jika dilukis. Ni Polok tidak menggunakan rahimnya untuk mengandung dan tidak pernah memberikan susunya kepada anaknya. Pengalaman dan penderitaan ini hanya bisa dibaca dalam buku dan tidak pada yang lain.

Peserta workshop

Terlalu banyak buku hebat yang tidak bisa dijangkau. Tetapi dengan kembali kepada buku dan kesadaran kepada buku maka ada sedikit buku penting yang berjodoh dengan seseorang. Jangan berharap bisa menjangkau semua buku terbaik yang ada di atas perpustakaan bumi. Karena itu menemukan satu buku yang hebat dan cocok dengan diri adalah pencapaian literasi dan pembuktian betapa nikmatnya menjadi pembaca buku. Kenikmatan bertualang dalam dunia buku ini tidak dimiliki karena itu lalu beralih kepada petualangan di dunia digital, di dunia media sosial.

Karena itulah workshop ini menjadi guru pembaca atau guru yang membaca buku sangat penting. Sekolah dibangun di atas idealisme dan para guru harus menjadi agen-agen yang idealis termasuk dalam hal ini, bagaimana mulai membaca buku. Sebagai guru membaca buku pada awalnya mungkin perjuangan untuk dirinya sendiri tetapi buah perjuangan ini, pengalaman menjadi pembaca buku, akan ditularkan kepada siswa sehingga yang dihasilkan di sekolah ini adalah insan membaca.

Guru-guru di sekolah ini yang sangat muda dan inovatif tentu saja tidak terlalu sulit merealisasikan ide menjadi guru membaca namun perlu dimulai dengan langkah pemaksaan diri. Hal ini ditegaskan pula oleh kepala sekolah, bahwa pada intinya, dengan guru-guru generasi sekarang seorang kepala sekolah mesti mengajari guru. Ditekankan dalam workshop: pada hari-hari awal memulai membaca buku, harus memaksakan diri karena membaca adalah memasukkan diri ke dalam ruang sunyi di dalam dunia buku. Dengan menyadari betapa pentingnya membaca maka akan ada motivasi dan kekuatan untuk bertahan dalam kesunyian.

Adalah mustahil mencetak insan pembaca tanpa model dan di sini guru diharapkan nanti menjadi model bagaimana menjadi pembaca buku. Ada banyak sekali cara menjadi pembaca buku bagi guru. Pertama, guru mungkin memilih buku tertentu lalu membacanya dengan perlahan dan tidak boleh melakukan lompatan-lompatan karena mengatasi rasa bosan. Guru bisa memulai dengan proyek membuat kutipan lalu membacakan kutipan itu di depan kelas. Guru bisa juga membuat proyek membaca bersama. Dalam satu semester siswa memilih buku dan membaca buku itu bersama-sama secara terjadwal,  sehingga hampir semua siswa akan mendapatkan pengalaman membaca. Membaca walaupun banyak ditolak, apapun alasannya sungguh sangat penting artinya bagi diri manusia. jika tidak membaca memang tidak menyebabkan dampak-dampak fisik dan bahkan banyak kita tidak peduli dengan dampak-dampak dari tidak membaca itu. Karenanya ketika membaca dianggap sulit maka pilihan kita adalah abai dan beralih.

Beralih dari dunia membaca dengan alasan bahwa membaca itu memberatkan memang masih sangat mungkin di dunia media sosial. Media sosial seolah menjadi pelarian tetapi kesadaran betapa pentingnya membaca tidak harus berlari atau melarikan diri secara mutlak kepada media sosial. Buku masih harus ada dalam agenda sehari-hari. Buku berdiri sendiri secara lebih terhormat dengan melihat sejarah penulisannya dan bagaimana proses sebuah buku dilahirkan.

Media sosial tentu saja tidak bisa menandingi itu karena proses penciptaan berbagai materi di media sosial belum teruji. Apapun bisa muncul dan siapapun bisa memproduksi sesuatu. Apakah hal ini cukup dinikmati dan dianggap benar dan dianggap pengetahuan yang memiliki standar tertentu. Ternyata tidak dan itu harus dikembalikan kepada Fondasi lain pengetahuan kita yaitu bersumber pada buku.[T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: LiterasiPendidikanSMAN 2 Kuta Utara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Next Post

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co