2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu dipadati penonton. Di tengah suasana hening, para penari memasuki arena dengan langkah perlahan. Gerak tubuh mereka mengalun lembut, nyaris tanpa hentakan, seolah mengikuti irama yang hanya dapat didengar oleh mereka sendiri. Sesekali tatapan para penari menerobos ke kejauhan, menghadirkan kesan seolah sedang berada di dimensi yang berbeda.

Suasana itu menjadi pintu masuk menuju ‘Madedari’, tari kreasi garapan Putu Ayu Kartika Dewi yang tampil dalam Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 tersebut menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka di bidang seni pertunjukan.

Sebagaimana karya-karya lainnya, ‘Madedari’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu menjadi ruang bagi mahasiswa menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke bentuk artistik, sekaligus mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh. Di Program Studi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir memang dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan yang tetap dilengkapi laporan akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif dan keilmuan.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Di antara lima karya yang dipentaskan malam itu, ‘Madedari’ hadir dengan nuansa berbeda. Karya ini terinspirasi dari tradisi sakral Dedari di Desa Duda Utara, Karangasem. Dari fenomena tersebut, Putu Ayu Kartika Dewi membangun sebuah karya yang menelusuri perjalanan batin manusia dalam ruang spiritual, ruang yang mempertemukan kesadaran manusia dengan kekuatan yang diyakini hadir di luar diri. Melalui gerak yang lembut dan ekspresif, ‘Madedari’ merefleksikan nilai kesucian, keseimbangan, dan spiritualitas yang hidup dalam masyarakat Bali.

Dalam sinopsis karya dijelaskan bahwa ‘Madedari’ menghadirkan perjalanan batin para penari dalam ruang sakral ketika tubuh dan rasa perlahan larut dalam keadaan ngelanting manah. Dari gerak yang lembut, dedari seolah hadir menuntun tubuh yang mengalun di antara batas sadar dan trance.

Gagasan itu tidak lahir secara instan. Kartika Dewi mengaku ketertarikannya terhadap tradisi Dedari berawal dari rasa ingin tahu. Namun semakin jauh ia menggali, semakin banyak hal yang ditemukan di balik tradisi tersebut.

“Awalnya saya hanya tahu sekilas. Namun semakin saya mencari tahu, ternyata sejarah, fungsi sosial, dan proses pelaksanaannya sangat menarik dan kompleks. Hal itu memicu rasa ingin tahu saya untuk membedahnya lebih lengkap, sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal kita memiliki kualitas dan nilai seni yang tinggi, layak dijadikan karya dalam tugas akhir ini,” ujarnya.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

 

“Saya ingin tradisi ini tetap dikenal dan dihargai, sekaligus berkontribusi menjaga warisan budaya daerah,” kata Kartika Dewi.

Keinginan itu kemudian diterjemahkan ke dalam koreografi yang menempatkan tubuh sebagai medium utama untuk menghadirkan suasana spiritual. Tidak ada upaya menghadirkan tradisi Dedari secara harfiah. Sebaliknya, Kartika Dewi memilih menangkap esensi dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Gerak-gerak lembut, tatapan yang terkadang kosong, perubahan dinamika tubuh perlahan, hingga komposisi kelompok yang terus berubah menjadi cara untuk menggambarkan perjalanan manusia ketika memasuki ruang antara kesadaran dan ketidaksadaran.

Dalam beberapa bagian, penonton seolah diajak menyaksikan tubuh yang masih sepenuhnya berada dalam kendali diri. Namun perlahan suasana berubah. Musik yang digarap oleh Dega Pande membangun atmosfer yang semakin dalam, sementara gerak para penari bergerak menuju ruang yang lebih intuitif dan spiritual. Di titik itulah batas antara dunia fisik dan dunia batin terasa semakin tipis.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Meski pertunjukan yang tampil malam itu terlihat mengalir dengan baik, proses penciptaannya ternyata tidak selalu berjalan mudah. Kartika Dewi mengakui bahwa perjalanan menyelesaikan tugas akhir menjadi salah satu tantangan terbesar selama masa kuliahnya.

Menurutnya, berbagai kendala muncul sejak tahap awal pengerjaan. Mulai dari kesulitan mengembangkan konsep, keterbatasan materi pendukung, perubahan arah karya akibat masukan pembimbing, hingga berbagai persoalan teknis dalam penyusunan laporan. Belum lagi tantangan mengatur waktu dan menjaga kondisi mental di tengah berbagai tuntutan akademik yang harus diselesaikan secara bersamaan.

Menjelang pementasan, tantangan lain kembali muncul. Persiapan yang terbatas, kemungkinan kendala teknis saat hari pelaksanaan, tekanan ketika harus tampil di hadapan penguji dan penonton, hingga kebutuhan menjaga kekompakan tim menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

“Dari kendala-kendala itulah kita jadi belajar banyak dan semakin bangga ketika akhirnya bisa menyelesaikannya,” ungkapnya.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Keberhasilan menghadirkan ‘Madedari’ di atas panggung juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Dalam karya ini, Kartika Dewi didukung oleh Ni Luh Putu Diah Prasetya Dewi, Ni Luh Made Della Anjelita Dewi, Ni Koming Tia Antari, Ni Putu Ayu Febrianti, Gede Narayana Parawangsa, dan I Made Pasek Pramana. Tata rias dipercayakan kepada Sekarutama Makeup, kostum didukung SPK Art Collection, serta tata cahaya ditangani Widia Widnyana. Dukungan juga datang dari keluarga besar dan teman-teman, Dakshata Production, Sintyadewi Makeup, Sanggar Santi Lestari, Starcamera, dan Widia Lighting.

Ketika pertunjukan berakhir dan tepuk tangan penonton memenuhi wantilan, rasa lega tampak menyelimuti Kartika Dewi. Berbulan-bulan berproses kreatif, latihan, revisi, dan berbagai tantangan akhirnya bermuara pada satu malam yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang tersebut.

“Rasanya seperti melepaskan beban berat yang sudah dipikul sekian lama. Ada rasa lega yang sangat dalam, bercampur dengan kebanggaan karena akhirnya berhasil menuntaskan tantangan terbesar selama masa kuliah,” pungkas Kartika Dewi.

Melalui ‘Madedari’, Putu Ayu Kartika Dewi tidak hanya menuntaskan tugas akhirnya sebagai mahasiswa. Ia juga menghadirkan tafsir artistik tentang kesucian yang hidup dalam tradisi. Di atas panggung Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan malam itu, tubuh-tubuh yang menari seolah menjadi jembatan antara dunia yang terlihat dan yang tak terlihat. Sebuah pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, masih ada ruang-ruang sunyi tempat manusia belajar memahami diri.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: seni tariUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Next Post

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co