16 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu dipadati penonton. Di tengah suasana hening, para penari memasuki arena dengan langkah perlahan. Gerak tubuh mereka mengalun lembut, nyaris tanpa hentakan, seolah mengikuti irama yang hanya dapat didengar oleh mereka sendiri. Sesekali tatapan para penari menerobos ke kejauhan, menghadirkan kesan seolah sedang berada di dimensi yang berbeda.

Suasana itu menjadi pintu masuk menuju ‘Madedari’, tari kreasi garapan Putu Ayu Kartika Dewi yang tampil dalam Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 tersebut menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka di bidang seni pertunjukan.

Sebagaimana karya-karya lainnya, ‘Madedari’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu menjadi ruang bagi mahasiswa menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke bentuk artistik, sekaligus mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh. Di Program Studi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir memang dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan yang tetap dilengkapi laporan akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif dan keilmuan.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Di antara lima karya yang dipentaskan malam itu, ‘Madedari’ hadir dengan nuansa berbeda. Karya ini terinspirasi dari tradisi sakral Dedari di Desa Duda Utara, Karangasem. Dari fenomena tersebut, Putu Ayu Kartika Dewi membangun sebuah karya yang menelusuri perjalanan batin manusia dalam ruang spiritual, ruang yang mempertemukan kesadaran manusia dengan kekuatan yang diyakini hadir di luar diri. Melalui gerak yang lembut dan ekspresif, ‘Madedari’ merefleksikan nilai kesucian, keseimbangan, dan spiritualitas yang hidup dalam masyarakat Bali.

Dalam sinopsis karya dijelaskan bahwa ‘Madedari’ menghadirkan perjalanan batin para penari dalam ruang sakral ketika tubuh dan rasa perlahan larut dalam keadaan ngelanting manah. Dari gerak yang lembut, dedari seolah hadir menuntun tubuh yang mengalun di antara batas sadar dan trance.

Gagasan itu tidak lahir secara instan. Kartika Dewi mengaku ketertarikannya terhadap tradisi Dedari berawal dari rasa ingin tahu. Namun semakin jauh ia menggali, semakin banyak hal yang ditemukan di balik tradisi tersebut.

“Awalnya saya hanya tahu sekilas. Namun semakin saya mencari tahu, ternyata sejarah, fungsi sosial, dan proses pelaksanaannya sangat menarik dan kompleks. Hal itu memicu rasa ingin tahu saya untuk membedahnya lebih lengkap, sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal kita memiliki kualitas dan nilai seni yang tinggi, layak dijadikan karya dalam tugas akhir ini,” ujarnya.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

 

“Saya ingin tradisi ini tetap dikenal dan dihargai, sekaligus berkontribusi menjaga warisan budaya daerah,” kata Kartika Dewi.

Keinginan itu kemudian diterjemahkan ke dalam koreografi yang menempatkan tubuh sebagai medium utama untuk menghadirkan suasana spiritual. Tidak ada upaya menghadirkan tradisi Dedari secara harfiah. Sebaliknya, Kartika Dewi memilih menangkap esensi dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Gerak-gerak lembut, tatapan yang terkadang kosong, perubahan dinamika tubuh perlahan, hingga komposisi kelompok yang terus berubah menjadi cara untuk menggambarkan perjalanan manusia ketika memasuki ruang antara kesadaran dan ketidaksadaran.

Dalam beberapa bagian, penonton seolah diajak menyaksikan tubuh yang masih sepenuhnya berada dalam kendali diri. Namun perlahan suasana berubah. Musik yang digarap oleh Dega Pande membangun atmosfer yang semakin dalam, sementara gerak para penari bergerak menuju ruang yang lebih intuitif dan spiritual. Di titik itulah batas antara dunia fisik dan dunia batin terasa semakin tipis.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Meski pertunjukan yang tampil malam itu terlihat mengalir dengan baik, proses penciptaannya ternyata tidak selalu berjalan mudah. Kartika Dewi mengakui bahwa perjalanan menyelesaikan tugas akhir menjadi salah satu tantangan terbesar selama masa kuliahnya.

Menurutnya, berbagai kendala muncul sejak tahap awal pengerjaan. Mulai dari kesulitan mengembangkan konsep, keterbatasan materi pendukung, perubahan arah karya akibat masukan pembimbing, hingga berbagai persoalan teknis dalam penyusunan laporan. Belum lagi tantangan mengatur waktu dan menjaga kondisi mental di tengah berbagai tuntutan akademik yang harus diselesaikan secara bersamaan.

Menjelang pementasan, tantangan lain kembali muncul. Persiapan yang terbatas, kemungkinan kendala teknis saat hari pelaksanaan, tekanan ketika harus tampil di hadapan penguji dan penonton, hingga kebutuhan menjaga kekompakan tim menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

“Dari kendala-kendala itulah kita jadi belajar banyak dan semakin bangga ketika akhirnya bisa menyelesaikannya,” ungkapnya.

Pementasan tari kreasi ‘Madedari’ karya Putu Ayu Kartika Dewi│Foto: Dok. UPMI Bali

Keberhasilan menghadirkan ‘Madedari’ di atas panggung juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Dalam karya ini, Kartika Dewi didukung oleh Ni Luh Putu Diah Prasetya Dewi, Ni Luh Made Della Anjelita Dewi, Ni Koming Tia Antari, Ni Putu Ayu Febrianti, Gede Narayana Parawangsa, dan I Made Pasek Pramana. Tata rias dipercayakan kepada Sekarutama Makeup, kostum didukung SPK Art Collection, serta tata cahaya ditangani Widia Widnyana. Dukungan juga datang dari keluarga besar dan teman-teman, Dakshata Production, Sintyadewi Makeup, Sanggar Santi Lestari, Starcamera, dan Widia Lighting.

Ketika pertunjukan berakhir dan tepuk tangan penonton memenuhi wantilan, rasa lega tampak menyelimuti Kartika Dewi. Berbulan-bulan berproses kreatif, latihan, revisi, dan berbagai tantangan akhirnya bermuara pada satu malam yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang tersebut.

“Rasanya seperti melepaskan beban berat yang sudah dipikul sekian lama. Ada rasa lega yang sangat dalam, bercampur dengan kebanggaan karena akhirnya berhasil menuntaskan tantangan terbesar selama masa kuliah,” pungkas Kartika Dewi.

Melalui ‘Madedari’, Putu Ayu Kartika Dewi tidak hanya menuntaskan tugas akhirnya sebagai mahasiswa. Ia juga menghadirkan tafsir artistik tentang kesucian yang hidup dalam tradisi. Di atas panggung Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan malam itu, tubuh-tubuh yang menari seolah menjadi jembatan antara dunia yang terlihat dan yang tak terlihat. Sebuah pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, masih ada ruang-ruang sunyi tempat manusia belajar memahami diri.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: seni tariUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Next Post

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co