14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
June 5, 2026
in Khas
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya tertinggal zaman, dan peralatannya lebih cocok masuk museum daripada ruang praktik, maka masa depan yang terlihat dari sana tentu tidak akan terlalu jelas.

Karena itulah program revitalisasi sekolah yang saat ini terus digencarkan pemerintah menjadi salah satu langkah strategis yang patut diapresiasi. Tidak hanya menyasar sekolah umum, program ini juga memberikan perhatian besar kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai ujung tombak pendidikan vokasi yang menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap bersaing.

Acara Pembukaan Bimtek oleh Direktur SMK

Revitalisasi bukan sekadar mengecat ulang tembok atau mengganti genteng yang bocor. Lebih dari itu, revitalisasi adalah upaya menghadirkan lingkungan belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bengkel praktik yang lebih modern, laboratorium yang lebih representatif, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas penunjang yang mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dari ruang Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK yang dilaksanakan oleh Direktorat SMK, kita bisa menyaksikan sesuatu yang menarik. Di layar ditayangkan gambar-gambar bangunan sekolah sebelum dan setetalh revit, spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, hingga mekanisme pelaporan. Semuanya tampak sangat-sangat teknis. Namun sesungguhnya, yang sedang dibahas sebenarnya bukan hanya soal gedung sekolah. Yang sedang dirancang adalah masa depan.

Pemerintah melalui Direktorat SMK saat ini terus mengakselerasi program revitalisasi sekolah. Bahkan pelaksanaan Bimtek telah memasuki Tahap 7 dan akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi nasional. Ini menunjukkan bahwa revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan tahunan yang selesai setelah gunting pita dan foto bersama, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tentu saja, langkah ini layak diapresiasi. Sulit membayangkan lahirnya lulusan yang siap menghadapi dunia industri modern jika mereka belajar di ruang praktik yang peralatannya lebih senior daripada gurunya. Dunia industri sudah berbicara tentang otomatisasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things, sementara sebagian sekolah masih berjuang menghadapi stop kontak yang longgar dan atap yang bocor saat musim hujan.

Revitalisasi hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut. Bengkel praktik diperbaiki, laboratorium diperbarui, ruang belajar ditata ulang, dan fasilitas pendukung ditingkatkan. Harapannya sederhana tetapi sangat penting: menciptakan lingkungan belajar yang layak agar peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Pemaparan Materi oleh Narasumber Direktorat SMK

Namun sebagaimana lazimnya sebuah kebijakan publik, revitalisasi tidak boleh hanya dilihat dari sisi yang indah-indah. Sebab gedung yang baru belum tentu melahirkan pembelajaran yang baru. Cat yang masih mengilap belum tentu mampu menutupi pola pikir yang kusam.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Pertama, tantangan pemanfaatan. Tidak sedikit sekolah yang begitu bangga menunjukkan bangunan baru, tetapi lupa memastikan fasilitas tersebut digunakan secara maksimal. Laboratorium terkunci rapat demi alasan keamanan. Peralatan praktik dibungkus plastik agar tetap terlihat baru saat akreditasi. Akibatnya, yang berkembang bukan kompetensi siswa, melainkan keterampilan menjaga inventaris. Padahal alat praktik dibuat untuk dipakai, bukan dipamerkan.

Kedua, tantangan sumber daya manusia. Revitalisasi bangunan harus berjalan seiring dengan revitalisasi kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Sebab mesin modern tidak akan banyak manfaatnya jika operatornya masih menggunakan cara berpikir lama. Dalam dunia pendidikan, perangkat keras tanpa pembaruan perangkat lunak sering kali hanya menghasilkan kemewahan yang sepi manfaat.

Ketiga, tantangan budaya mutu. Revitalisasi sering dipahami sebagai kegiatan konstruksi. Padahal makna revitalisasi jauh lebih luas daripada urusan pembangunan fisik. Revitalisasi seharusnya menyentuh budaya kerja, tata kelola, pelayanan pendidikan, kemitraan industri, hingga semangat inovasi di sekolah.

Yang juga menarik untuk dicermati adalah posisi sekolah swasta dalam program ini. Oleh karena itu, keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada kepala sekolah atau tim pelaksana, tetapi juga pada komitmen yayasan sebagai penyelenggara pendidikan.

Yayasan seyogianya tampil sebagai mitra strategis yang ikut memastikan keberlanjutan hasil revitalisasi. Sebab bangunan yang sudah diperbarui tetap membutuhkan perawatan, fasilitas yang sudah tersedia tetap membutuhkan pengembangan, dan kualitas pendidikan tetap membutuhkan investasi jangka panjang.

Suasana konsultasi Tim Perencana dan Fasilitator Direktorat SMK

Dalam konteks ini, revitalisasi adalah ujian kepemimpinan bagi yayasan. Pemerintah dapat memberikan stimulus dan dukungan, tetapi keberlanjutan tetap memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

Di tengah berbagai tantangan itu, optimisme tetap harus dijaga. Program revitalisasi yang terus dilaksanakan pemerintah menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun pendidikan vokasi yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman. Langkah ini menjadi bagian penting dari ikhtiar besar menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Satu hal yang menarik dari program revitalisasi SMK saat ini adalah pendekatan kolaboratif yang dibangun sejak tahap perencanaan. Program ini tidak menempatkan kepala sekolah sebagai “pemain tunggal” yang harus memahami seluruh aspek teknis pembangunan. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah didukung oleh tim yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala sekolah wajib melibatkan Tim Perencana dan Pengawas yang memiliki kualifikasi, sertifikasi, pengalaman yang memadai mengenai teknis bangunan.

Menariknya lagi, proses tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Dalam Bimbingan Teknis yang diselenggarakan Direktorat SMK, kepala sekolah dan tim perencana duduk bersama dalam satu forum. Mereka berdiskusi, bertukar gagasan, mengkaji dokumen, bahkan tidak jarang berdebat secara konstruktif mengenai kebutuhan riil sekolah masing-masing. Semua proses itu didampingi oleh fasilitator berpengalaman yang telah disiapkan Direktorat SMK untuk memastikan setiap keputusan yang diambil memiliki dasar teknis, administratif, dan regulatif yang kuat.

Jika di ruang kelas dikenal istilah pembelajaran kolaboratif, maka di ruang Bimtek revitalisasi ini yang terjadi adalah “pembangunan kolaboratif”. Bedanya, yang diuji bukan kemampuan menjawab soal, melainkan kemampuan menyusun perencanaan yang akurat, realistis, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh melanggar hukum.

Hasilnya tentu sangat praktis dan konkret. Melalui proses yang terbuka dan partisipatif, lahirlah kesepakatan bersama yang dituangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kepala sekolah dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMK sebagai representasi pemerintah. Bersamaan dengan itu disusun pula desain perencanaan, gambar teknis, spesifikasi pekerjaan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah melalui pembahasan dan mendapatkan persetujuan dari fasilitator.

Proses semacam ini menjadi bukti bahwa revitalisasi SMK bukan pekerjaan yang dilakukan secara serampangan. Setiap rupiah direncanakan, setiap pekerjaan dihitung, dan setiap tahapan dirancang secara sistematis untuk menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi sekolah dan peserta didik.

Namun, sebagaimana prinsip tata kelola yang baik, transparansi wajib menjadi atensi semua pihak. Transparansi harus hidup sepanjang proses pelaksanaan hingga pertanggungjawaban akhir. Publik tidak hanya ingin melihat bangunan yang berdiri megah, tetapi juga ingin memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berlangsung secara akuntabel, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks inilah revitalisasi sesungguhnya mengajarkan nilai yang lebih besar daripada sekadar membangun gedung. Ia mengajarkan pentingnya kolaborasi, profesionalisme, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Sebuah pelajaran yang sesungguhnya juga sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan itu sendiri.

Oleh karena itu, ketika gedung diperbarui, harapan memang ikut dicat ulang. Tetapi setelah cat mengering, pekerjaan besar sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, revitalisasi SMK bukan sekadar urusan memperbaiki gedung. Yang sedang diperkuat adalah kepercayaan diri sekolah dan masa depan bangsa melalui mimpi peserta didik yang berhasil diwujudkan.

Jadi, di ruang Bimtek revitalisasi, yang dibangun bukan hanya gambar kerja dan RAB. Lebih dari itu juga adalah kepercayaan bahwa setiap rupiah anggaran pendidikan harus bermuara pada mutu dan masa depan peserta didik.

“Tembok yang baru memang enak dipandang, tetapi lulusan yang kompeten jauh lebih membanggakan. Karena itulah, revitalisasi sekolah harus dimaknai bukan sebagai proyek pembangunan semata, melainkan investasi peradaban.” [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: PendidikanSMK
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Next Post

Puisi-puisi Ama Gaspar

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Ama Gaspar

Puisi-puisi Ama Gaspar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co