25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
June 5, 2026
in Khas
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya tertinggal zaman, dan peralatannya lebih cocok masuk museum daripada ruang praktik, maka masa depan yang terlihat dari sana tentu tidak akan terlalu jelas.

Karena itulah program revitalisasi sekolah yang saat ini terus digencarkan pemerintah menjadi salah satu langkah strategis yang patut diapresiasi. Tidak hanya menyasar sekolah umum, program ini juga memberikan perhatian besar kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai ujung tombak pendidikan vokasi yang menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap bersaing.

Acara Pembukaan Bimtek oleh Direktur SMK

Revitalisasi bukan sekadar mengecat ulang tembok atau mengganti genteng yang bocor. Lebih dari itu, revitalisasi adalah upaya menghadirkan lingkungan belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bengkel praktik yang lebih modern, laboratorium yang lebih representatif, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas penunjang yang mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dari ruang Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK yang dilaksanakan oleh Direktorat SMK, kita bisa menyaksikan sesuatu yang menarik. Di layar ditayangkan gambar-gambar bangunan sekolah sebelum dan setetalh revit, spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, hingga mekanisme pelaporan. Semuanya tampak sangat-sangat teknis. Namun sesungguhnya, yang sedang dibahas sebenarnya bukan hanya soal gedung sekolah. Yang sedang dirancang adalah masa depan.

Pemerintah melalui Direktorat SMK saat ini terus mengakselerasi program revitalisasi sekolah. Bahkan pelaksanaan Bimtek telah memasuki Tahap 7 dan akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi nasional. Ini menunjukkan bahwa revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan tahunan yang selesai setelah gunting pita dan foto bersama, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tentu saja, langkah ini layak diapresiasi. Sulit membayangkan lahirnya lulusan yang siap menghadapi dunia industri modern jika mereka belajar di ruang praktik yang peralatannya lebih senior daripada gurunya. Dunia industri sudah berbicara tentang otomatisasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things, sementara sebagian sekolah masih berjuang menghadapi stop kontak yang longgar dan atap yang bocor saat musim hujan.

Revitalisasi hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut. Bengkel praktik diperbaiki, laboratorium diperbarui, ruang belajar ditata ulang, dan fasilitas pendukung ditingkatkan. Harapannya sederhana tetapi sangat penting: menciptakan lingkungan belajar yang layak agar peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Pemaparan Materi oleh Narasumber Direktorat SMK

Namun sebagaimana lazimnya sebuah kebijakan publik, revitalisasi tidak boleh hanya dilihat dari sisi yang indah-indah. Sebab gedung yang baru belum tentu melahirkan pembelajaran yang baru. Cat yang masih mengilap belum tentu mampu menutupi pola pikir yang kusam.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Pertama, tantangan pemanfaatan. Tidak sedikit sekolah yang begitu bangga menunjukkan bangunan baru, tetapi lupa memastikan fasilitas tersebut digunakan secara maksimal. Laboratorium terkunci rapat demi alasan keamanan. Peralatan praktik dibungkus plastik agar tetap terlihat baru saat akreditasi. Akibatnya, yang berkembang bukan kompetensi siswa, melainkan keterampilan menjaga inventaris. Padahal alat praktik dibuat untuk dipakai, bukan dipamerkan.

Kedua, tantangan sumber daya manusia. Revitalisasi bangunan harus berjalan seiring dengan revitalisasi kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Sebab mesin modern tidak akan banyak manfaatnya jika operatornya masih menggunakan cara berpikir lama. Dalam dunia pendidikan, perangkat keras tanpa pembaruan perangkat lunak sering kali hanya menghasilkan kemewahan yang sepi manfaat.

Ketiga, tantangan budaya mutu. Revitalisasi sering dipahami sebagai kegiatan konstruksi. Padahal makna revitalisasi jauh lebih luas daripada urusan pembangunan fisik. Revitalisasi seharusnya menyentuh budaya kerja, tata kelola, pelayanan pendidikan, kemitraan industri, hingga semangat inovasi di sekolah.

Yang juga menarik untuk dicermati adalah posisi sekolah swasta dalam program ini. Oleh karena itu, keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada kepala sekolah atau tim pelaksana, tetapi juga pada komitmen yayasan sebagai penyelenggara pendidikan.

Yayasan seyogianya tampil sebagai mitra strategis yang ikut memastikan keberlanjutan hasil revitalisasi. Sebab bangunan yang sudah diperbarui tetap membutuhkan perawatan, fasilitas yang sudah tersedia tetap membutuhkan pengembangan, dan kualitas pendidikan tetap membutuhkan investasi jangka panjang.

Suasana konsultasi Tim Perencana dan Fasilitator Direktorat SMK

Dalam konteks ini, revitalisasi adalah ujian kepemimpinan bagi yayasan. Pemerintah dapat memberikan stimulus dan dukungan, tetapi keberlanjutan tetap memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

Di tengah berbagai tantangan itu, optimisme tetap harus dijaga. Program revitalisasi yang terus dilaksanakan pemerintah menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun pendidikan vokasi yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman. Langkah ini menjadi bagian penting dari ikhtiar besar menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Satu hal yang menarik dari program revitalisasi SMK saat ini adalah pendekatan kolaboratif yang dibangun sejak tahap perencanaan. Program ini tidak menempatkan kepala sekolah sebagai “pemain tunggal” yang harus memahami seluruh aspek teknis pembangunan. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah didukung oleh tim yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala sekolah wajib melibatkan Tim Perencana dan Pengawas yang memiliki kualifikasi, sertifikasi, pengalaman yang memadai mengenai teknis bangunan.

Menariknya lagi, proses tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Dalam Bimbingan Teknis yang diselenggarakan Direktorat SMK, kepala sekolah dan tim perencana duduk bersama dalam satu forum. Mereka berdiskusi, bertukar gagasan, mengkaji dokumen, bahkan tidak jarang berdebat secara konstruktif mengenai kebutuhan riil sekolah masing-masing. Semua proses itu didampingi oleh fasilitator berpengalaman yang telah disiapkan Direktorat SMK untuk memastikan setiap keputusan yang diambil memiliki dasar teknis, administratif, dan regulatif yang kuat.

Jika di ruang kelas dikenal istilah pembelajaran kolaboratif, maka di ruang Bimtek revitalisasi ini yang terjadi adalah “pembangunan kolaboratif”. Bedanya, yang diuji bukan kemampuan menjawab soal, melainkan kemampuan menyusun perencanaan yang akurat, realistis, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh melanggar hukum.

Hasilnya tentu sangat praktis dan konkret. Melalui proses yang terbuka dan partisipatif, lahirlah kesepakatan bersama yang dituangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kepala sekolah dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMK sebagai representasi pemerintah. Bersamaan dengan itu disusun pula desain perencanaan, gambar teknis, spesifikasi pekerjaan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah melalui pembahasan dan mendapatkan persetujuan dari fasilitator.

Proses semacam ini menjadi bukti bahwa revitalisasi SMK bukan pekerjaan yang dilakukan secara serampangan. Setiap rupiah direncanakan, setiap pekerjaan dihitung, dan setiap tahapan dirancang secara sistematis untuk menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi sekolah dan peserta didik.

Namun, sebagaimana prinsip tata kelola yang baik, transparansi wajib menjadi atensi semua pihak. Transparansi harus hidup sepanjang proses pelaksanaan hingga pertanggungjawaban akhir. Publik tidak hanya ingin melihat bangunan yang berdiri megah, tetapi juga ingin memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berlangsung secara akuntabel, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks inilah revitalisasi sesungguhnya mengajarkan nilai yang lebih besar daripada sekadar membangun gedung. Ia mengajarkan pentingnya kolaborasi, profesionalisme, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Sebuah pelajaran yang sesungguhnya juga sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan itu sendiri.

Oleh karena itu, ketika gedung diperbarui, harapan memang ikut dicat ulang. Tetapi setelah cat mengering, pekerjaan besar sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, revitalisasi SMK bukan sekadar urusan memperbaiki gedung. Yang sedang diperkuat adalah kepercayaan diri sekolah dan masa depan bangsa melalui mimpi peserta didik yang berhasil diwujudkan.

Jadi, di ruang Bimtek revitalisasi, yang dibangun bukan hanya gambar kerja dan RAB. Lebih dari itu juga adalah kepercayaan bahwa setiap rupiah anggaran pendidikan harus bermuara pada mutu dan masa depan peserta didik.

“Tembok yang baru memang enak dipandang, tetapi lulusan yang kompeten jauh lebih membanggakan. Karena itulah, revitalisasi sekolah harus dimaknai bukan sebagai proyek pembangunan semata, melainkan investasi peradaban.” [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: PendidikanSMK
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Next Post

Puisi-puisi Ama Gaspar

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Ama Gaspar

Puisi-puisi Ama Gaspar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co