5 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
June 5, 2026
in Khas
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya tertinggal zaman, dan peralatannya lebih cocok masuk museum daripada ruang praktik, maka masa depan yang terlihat dari sana tentu tidak akan terlalu jelas.

Karena itulah program revitalisasi sekolah yang saat ini terus digencarkan pemerintah menjadi salah satu langkah strategis yang patut diapresiasi. Tidak hanya menyasar sekolah umum, program ini juga memberikan perhatian besar kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai ujung tombak pendidikan vokasi yang menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap bersaing.

Acara Pembukaan Bimtek oleh Direktur SMK

Revitalisasi bukan sekadar mengecat ulang tembok atau mengganti genteng yang bocor. Lebih dari itu, revitalisasi adalah upaya menghadirkan lingkungan belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bengkel praktik yang lebih modern, laboratorium yang lebih representatif, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas penunjang yang mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dari ruang Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK yang dilaksanakan oleh Direktorat SMK, kita bisa menyaksikan sesuatu yang menarik. Di layar ditayangkan gambar-gambar bangunan sekolah sebelum dan setetalh revit, spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, hingga mekanisme pelaporan. Semuanya tampak sangat-sangat teknis. Namun sesungguhnya, yang sedang dibahas sebenarnya bukan hanya soal gedung sekolah. Yang sedang dirancang adalah masa depan.

Pemerintah melalui Direktorat SMK saat ini terus mengakselerasi program revitalisasi sekolah. Bahkan pelaksanaan Bimtek telah memasuki Tahap 7 dan akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi nasional. Ini menunjukkan bahwa revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan tahunan yang selesai setelah gunting pita dan foto bersama, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tentu saja, langkah ini layak diapresiasi. Sulit membayangkan lahirnya lulusan yang siap menghadapi dunia industri modern jika mereka belajar di ruang praktik yang peralatannya lebih senior daripada gurunya. Dunia industri sudah berbicara tentang otomatisasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things, sementara sebagian sekolah masih berjuang menghadapi stop kontak yang longgar dan atap yang bocor saat musim hujan.

Revitalisasi hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut. Bengkel praktik diperbaiki, laboratorium diperbarui, ruang belajar ditata ulang, dan fasilitas pendukung ditingkatkan. Harapannya sederhana tetapi sangat penting: menciptakan lingkungan belajar yang layak agar peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Pemaparan Materi oleh Narasumber Direktorat SMK

Namun sebagaimana lazimnya sebuah kebijakan publik, revitalisasi tidak boleh hanya dilihat dari sisi yang indah-indah. Sebab gedung yang baru belum tentu melahirkan pembelajaran yang baru. Cat yang masih mengilap belum tentu mampu menutupi pola pikir yang kusam.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Pertama, tantangan pemanfaatan. Tidak sedikit sekolah yang begitu bangga menunjukkan bangunan baru, tetapi lupa memastikan fasilitas tersebut digunakan secara maksimal. Laboratorium terkunci rapat demi alasan keamanan. Peralatan praktik dibungkus plastik agar tetap terlihat baru saat akreditasi. Akibatnya, yang berkembang bukan kompetensi siswa, melainkan keterampilan menjaga inventaris. Padahal alat praktik dibuat untuk dipakai, bukan dipamerkan.

Kedua, tantangan sumber daya manusia. Revitalisasi bangunan harus berjalan seiring dengan revitalisasi kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Sebab mesin modern tidak akan banyak manfaatnya jika operatornya masih menggunakan cara berpikir lama. Dalam dunia pendidikan, perangkat keras tanpa pembaruan perangkat lunak sering kali hanya menghasilkan kemewahan yang sepi manfaat.

Ketiga, tantangan budaya mutu. Revitalisasi sering dipahami sebagai kegiatan konstruksi. Padahal makna revitalisasi jauh lebih luas daripada urusan pembangunan fisik. Revitalisasi seharusnya menyentuh budaya kerja, tata kelola, pelayanan pendidikan, kemitraan industri, hingga semangat inovasi di sekolah.

Yang juga menarik untuk dicermati adalah posisi sekolah swasta dalam program ini. Oleh karena itu, keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada kepala sekolah atau tim pelaksana, tetapi juga pada komitmen yayasan sebagai penyelenggara pendidikan.

Yayasan seyogianya tampil sebagai mitra strategis yang ikut memastikan keberlanjutan hasil revitalisasi. Sebab bangunan yang sudah diperbarui tetap membutuhkan perawatan, fasilitas yang sudah tersedia tetap membutuhkan pengembangan, dan kualitas pendidikan tetap membutuhkan investasi jangka panjang.

Suasana konsultasi Tim Perencana dan Fasilitator Direktorat SMK

Dalam konteks ini, revitalisasi adalah ujian kepemimpinan bagi yayasan. Pemerintah dapat memberikan stimulus dan dukungan, tetapi keberlanjutan tetap memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

Di tengah berbagai tantangan itu, optimisme tetap harus dijaga. Program revitalisasi yang terus dilaksanakan pemerintah menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun pendidikan vokasi yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman. Langkah ini menjadi bagian penting dari ikhtiar besar menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Satu hal yang menarik dari program revitalisasi SMK saat ini adalah pendekatan kolaboratif yang dibangun sejak tahap perencanaan. Program ini tidak menempatkan kepala sekolah sebagai “pemain tunggal” yang harus memahami seluruh aspek teknis pembangunan. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah didukung oleh tim yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Kepala sekolah wajib melibatkan Tim Perencana dan Pengawas yang memiliki kualifikasi, sertifikasi, pengalaman yang memadai mengenai teknis bangunan.

Menariknya lagi, proses tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Dalam Bimbingan Teknis yang diselenggarakan Direktorat SMK, kepala sekolah dan tim perencana duduk bersama dalam satu forum. Mereka berdiskusi, bertukar gagasan, mengkaji dokumen, bahkan tidak jarang berdebat secara konstruktif mengenai kebutuhan riil sekolah masing-masing. Semua proses itu didampingi oleh fasilitator berpengalaman yang telah disiapkan Direktorat SMK untuk memastikan setiap keputusan yang diambil memiliki dasar teknis, administratif, dan regulatif yang kuat.

Jika di ruang kelas dikenal istilah pembelajaran kolaboratif, maka di ruang Bimtek revitalisasi ini yang terjadi adalah “pembangunan kolaboratif”. Bedanya, yang diuji bukan kemampuan menjawab soal, melainkan kemampuan menyusun perencanaan yang akurat, realistis, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh melanggar hukum.

Hasilnya tentu sangat praktis dan konkret. Melalui proses yang terbuka dan partisipatif, lahirlah kesepakatan bersama yang dituangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kepala sekolah dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMK sebagai representasi pemerintah. Bersamaan dengan itu disusun pula desain perencanaan, gambar teknis, spesifikasi pekerjaan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah melalui pembahasan dan mendapatkan persetujuan dari fasilitator.

Proses semacam ini menjadi bukti bahwa revitalisasi SMK bukan pekerjaan yang dilakukan secara serampangan. Setiap rupiah direncanakan, setiap pekerjaan dihitung, dan setiap tahapan dirancang secara sistematis untuk menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi sekolah dan peserta didik.

Namun, sebagaimana prinsip tata kelola yang baik, transparansi wajib menjadi atensi semua pihak. Transparansi harus hidup sepanjang proses pelaksanaan hingga pertanggungjawaban akhir. Publik tidak hanya ingin melihat bangunan yang berdiri megah, tetapi juga ingin memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berlangsung secara akuntabel, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks inilah revitalisasi sesungguhnya mengajarkan nilai yang lebih besar daripada sekadar membangun gedung. Ia mengajarkan pentingnya kolaborasi, profesionalisme, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Sebuah pelajaran yang sesungguhnya juga sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan itu sendiri.

Oleh karena itu, ketika gedung diperbarui, harapan memang ikut dicat ulang. Tetapi setelah cat mengering, pekerjaan besar sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, revitalisasi SMK bukan sekadar urusan memperbaiki gedung. Yang sedang diperkuat adalah kepercayaan diri sekolah dan masa depan bangsa melalui mimpi peserta didik yang berhasil diwujudkan.

Jadi, di ruang Bimtek revitalisasi, yang dibangun bukan hanya gambar kerja dan RAB. Lebih dari itu juga adalah kepercayaan bahwa setiap rupiah anggaran pendidikan harus bermuara pada mutu dan masa depan peserta didik.

“Tembok yang baru memang enak dipandang, tetapi lulusan yang kompeten jauh lebih membanggakan. Karena itulah, revitalisasi sekolah harus dimaknai bukan sebagai proyek pembangunan semata, melainkan investasi peradaban.” [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: PendidikanSMK
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Next Post

Puisi-puisi Ama Gaspar

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Ama Gaspar

Puisi-puisi Ama Gaspar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co