15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
in Panggung
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan dari karya pembuka usai menggema, perhatian penonton kembali tertuju ke tengah panggung. Enam penari dengan kostum bernuansa merah menyala dan keemasan memasuki arena pertunjukan. Gerak mata tegas, kibasan kipas ritmis, serta formasi yang terus berubah menghadirkan energi yang langsung memikat perhatian.

Malam itu, karya tari kreasi kekebyaran berjudul ‘Nalaskara’ tampil sebagai karya kedua dalam Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali.

Kegiatan yang menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik. Diseminasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mereka dalam mengolah ide, mengembangkan kreativitas artistik, mengelola proses produksi, hingga membangun kerja sama yang solid demi menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh.

Khusus di Program Studi Pendidikan Sendratasik, tugas akhir kini dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan. Meski demikian, setiap karya tetap dilengkapi laporan tugas akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif sekaligus penjelasan mengenai relevansi karya dengan pembelajaran seni budaya maupun pendidikan seni budaya secara umum.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

 

Di antara lima karya yang ditampilkan malam itu, ‘Nalaskara’ hadir dengan tema kuat dan dekat dengan tradisi Bali. Karya ciptaan I Kadek Oke Prawira Wibawa atau yang akrab disapa Oka ini mengangkat inspirasi dari ritual Siat Geni yang hidup di Desa Adat Tuban, Badung.

Bagi Oka, Siat Geni bukan sekadar tradisi yang diwariskan turun-temurun. Ritual tersebut menyimpan nilai-nilai filosofis yang sangat kaya dan relevan dengan kehidupan manusia hingga saat ini. Karena itulah ia memilih menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan karya tari kreasi kekebyaran.

“Tradisi Siat Geni di Desa Tuban memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan tradisi yang ada di Bali. Selain itu, sejauh yang saya ketahui belum ada yang mengangkat tradisi ini menjadi sebuah karya tari kekebyaran. Karena itu saya tertarik menjadikannya sebagai karya tari kreasi kekebyaran yang ekspresif, sekaligus menghadirkan kelembutan sebagai pemanis dalam garapan,” ujar Oka.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Judul ‘Nalaskara’ sendiri memiliki makna yang sarat filosofi. Nama tersebut berasal dari dua kata, yakni ‘Anala’ berarti api dan ‘Askara’ berarti sinar cahaya agung dan suci. Keduanya kemudian menyatu menjadi simbol energi kehidupan yang menjadi roh utama dalam karya ini.

Melalui gerak dinamis dan penuh semangat, ‘Nalaskara’ merepresentasikan perjuangan manusia dalam mengendalikan diri demi mencapai keseimbangan dan harmoni hidup. Api yang menjadi simbol utama tidak hanya dimaknai sebagai unsur fisik yang membakar, melainkan juga sebagai kekuatan spiritual yang menerangi, membersihkan, dan memberi kehidupan.

Inspirasi tersebut berangkat dari tradisi Siat Geni yang dilakukan masyarakat Desa Tuban sebagai bagian dari rangkaian upacara keagamaan. Ritual ini menggunakan api sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari berbagai bentuk keburukan maupun pengaruh negatif.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mengarak api menuju tempat-tempat tertentu sebagai bentuk pembaruan energi positif sekaligus memohon keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi tersebut umumnya dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam kalender Bali, termasuk menjelang Hari Raya Galungan maupun upacara-upacara besar lainnya.

Secara simbolis, Siat Geni menggambarkan proses pembakaran yang membersihkan segala hal negatif dan membuka ruang bagi keberkahan serta kehidupan yang baru. Api yang digunakan dalam ritual itu tidak hanya berfungsi sebagai media fisik, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk mengusir roh-roh jahat dan melindungi masyarakat.

Melalui ritual tersebut, masyarakat mengungkapkan rasa syukur, memohon kedamaian dan kesejahteraan, sekaligus menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Nilai-nilai itulah yang kemudian diterjemahkan Oka ke dalam bahasa tari. Di atas panggung, api tidak dihadirkan secara literal, melainkan melalui karakter gerak yang tegas, dinamis, dan penuh energi. Sesekali gerakan para penari tampak meledak-ledak, menggambarkan kekuatan api yang membakar. Namun pada bagian lain, gerak berubah menjadi lebih lembut dan mengalir, menghadirkan kesan cahaya yang menuntun manusia menuju keseimbangan.

Pergantian tempo, perubahan formasi, serta ekspresi para penari menciptakan dinamika yang membuat karya ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang ingin dibangun oleh koreografernya.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Di balik penampilan yang memukau, perjalanan penciptaan ‘Nalaskara’ ternyata tidak selalu berjalan mulus. Oka mengaku menghadapi berbagai tantangan selama proses penggarapan, terutama dalam mengatur jadwal latihan para penari.

“Kendala terbesar selama proses penciptaan adalah mengatur jadwal latihan para penari karena mereka memiliki kesibukan masing-masing. Di tengah proses, dua penari mengalami kecelakaan sehingga saya harus mencari pengganti. Setelah mendapatkan pengganti, ternyata masih ada kendala pengaturan waktu sehingga saya kembali harus mencari penari lain agar proses penciptaan karya ‘Nalaskara’ bisa tetap berjalan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai hambatan, proses kreatif tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. Dukungan dari banyak pihak menjadi salah satu faktor penting yang membuat karya ini berhasil dipentaskan sesuai rencana.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pertunjukan berakhir dan tepuk tangan penonton memenuhi wantilan, rasa lega bercampur bangga tampak jelas dirasakan Oka. Setelah melewati proses panjang penuh tantangan, ia akhirnya berhasil membawa gagasan yang selama ini ada dalam pikirannya menjadi sebuah karya yang utuh di atas panggung.

“Perasaan saya setelah diseminasi karya tentu sangat lega karena akhirnya bisa menyelesaikan dan mementaskan karya yang lahir dari hasil keringat sendiri. Saya juga bangga bisa sampai di tahap ini. Yang paling membuat saya bersyukur adalah dukungan yang begitu besar dari keluarga, sahabat, saudara, rekan kerja, adik tingkat, dan banyak pihak lainnya,” ungkapnya.

Melalui ‘Nalaskara’, Oka tidak hanya menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa Sendratasik UPMI Bali. Ia juga menghadirkan sebuah tafsir baru atas tradisi Siat Geni yang selama ini hidup di tengah masyarakat Desa Tuban. Dengan memadukan semangat tari kreasi kekebyaran dan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ritual tersebut, ia menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu. Tradisi dapat terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk-bentuk baru yang tetap berakar pada nilai aslinya. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: kesenian baliseni tariUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cukup Telulas?

Next Post

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

Read moreDetails

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co