2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
in Panggung
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 itu menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka.

Bagi I Made Upadana, mahasiswa asal Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, malam itu memiliki makna yang lebih dalam. Ia tidak hanya menampilkan karya tugas akhir, melainkan juga mempersembahkan tafsir artistiknya terhadap tradisi yang tumbuh dan hidup di kampung halamannya.

Tak sekadar menjadi bagian dari ujian akademik, diseminasi tersebut menjadi panggung pembuktian kemampuan mahasiswa dalam mengolah gagasan, mewujudkan kreativitas artistik, mengelola produksi, hingga membangun kolaborasi untuk menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh. Khusus di Prodi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir kini dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan. Meski demikian, setiap karya tetap dilengkapi laporan tugas akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif sekaligus penjelasan mengenai relevansinya dengan pembelajaran seni budaya maupun pendidikan seni budaya secara umum.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Dalam konteks itulah ‘Ruwating Bumi’ lahir. Karya tabuh kreasi ini terinspirasi dari tradisi sakral Perang Gandu di Desa Adat Tumbak Bayuh, sebuah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai simbol penyucian, rasa syukur, dan keseimbangan alam semesta. Tradisi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Tumpek Uye sebagai bentuk penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Rare Angon, sekaligus menjadi sarana memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat.

Dari tradisi itulah Upadana menggali gagasan utama karyanya. Ia mengangkat konsep Rwa Bhineda – filosofi tentang keberadaan dua kekuatan berbeda namun saling melengkapi. Dalam ‘Ruwating Bumi’, konsep tersebut diterjemahkan menjadi gambaran kehidupan manusia yang selalu berada di antara dua kutub berlawanan, yakni baik dan buruk, Purusa dan Pradana, serta hubungan antara manusia dengan alam semesta. Melalui bahasa musik, pertarungan dua kekuatan tersebut tidak dihadirkan sebagai konflik yang berujung pada kemenangan salah satu pihak. Sebaliknya, keduanya diarahkan menuju keseimbangan yang menjadi inti kehidupan.

Secara musikal, karya ini dibangun melalui alur yang runtut dan dramatik. Garapan diawali dengan suasana hening dan sakral. Nada-nada yang muncul perlahan membangun kesan kontemplatif, seolah mengajak penonton memasuki ruang spiritual tempat manusia merefleksikan diri di hadapan alam dan Sang Pencipta. Memasuki bagian berikutnya, musik berkembang menjadi lebih dinamis. Permainan ritme yang semakin rapat, aksen sinkopasi, serta dialog antarinstrumen menghadirkan ketegangan yang terus meningkat. Bagian ini merepresentasikan semangat dan energi yang hidup dalam tradisi Perang Gandu.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketegangan mencapai puncaknya ketika seluruh elemen musikal berpadu dalam ledakan bunyi yang menggambarkan prosesi perang simbolis. Dalam tafsir Upadana, perang tersebut bukanlah bentuk permusuhan, melainkan pelepasan energi negatif sekaligus proses penyucian bumi. Setelah mencapai klimaks, musik perlahan kembali tenang. Suasana harmonis kembali hadir sebagai simbol terciptanya keseimbangan baru dan harapan bagi kehidupan manusia. Penonton seolah diajak menyaksikan perjalanan dari kegelisahan menuju ketenteraman, dari pertentangan menuju harmoni.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Upadana memilih menggunakan gamelan Semar Pegulingan. Pilihan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, karakter Semar Pegulingan memiliki kemampuan menghadirkan berbagai suasana musikal yang dibutuhkan dalam karya tersebut.

“Saya memilih barungan Semar Pegulingan karena suasana yang dibutuhkan dalam aransemen karya ini bisa terwadahi semuanya, tidak hanya pada patet yang umum. Karena itu saya memilih Semar Pegulingan untuk menggarap ‘Ruwating Bumi’ yang berangkat dari konsep tradisi Perang Gandu,” ujarnya.

Melalui pilihan instrumen tersebut, Upadana berupaya menghadirkan kekayaan ekspresi musikal yang mampu menggambarkan perjalanan emosional dan spiritual dalam karya. Di tangannya, Semar Pegulingan tidak hanya menjadi media bunyi, tetapi juga medium untuk menyampaikan nilai-nilai yang hidup dalam tradisi masyarakat Tumbak Bayuh. Ia berharap karya tersebut dapat memberi manfaat sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Perang Gandu kepada masyarakat luas.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Di balik pementasan malam itu, terdapat proses panjang yang tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Upadana selama proses penciptaan adalah mengatur jadwal para pendukung karya. Hal itu menjadi semakin rumit karena proses persiapan berlangsung pada bulan Mei, saat banyak pendukung karya terlibat dalam kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Kendala terbesar ada pada penabuh dan pendukung karya. Mengatur jadwal dengan mereka cukup rumit karena bertepatan dengan persiapan dan kegiatan Pesta Kesenian Bali. Jadi tantangannya adalah menyesuaikan waktu latihan dengan seluruh pendukung karya,” ungkapnya.

Meski demikian, berbagai hambatan tersebut berhasil dilalui berkat dukungan banyak pihak. Dalam proses penggarapannya, Upadana melibatkan Komunitas Seni Semara Astagina, UKM Pepalit Mahadewa, SKG Menur Agung, serta dukungan keluarga dan kru yang turut menyukseskan pertunjukan. Gamelan yang digunakan berasal dari Sukmalaras Gong, sementara kebutuhan kostum didukung oleh Kicuk Collection dan Swarapala.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pertunjukan berakhir, rasa lega sekaligus bahagia tampak jelas dari wajah Upadana. Baginya, malam itu menjadi momen yang sangat berarti. Ia berhasil menuntaskan ujian tugas akhir sekaligus menjadi bagian dari sejarah baru di Prodi Sendratasik UPMI Bali yang mulai menerapkan tugas akhir non-skripsi dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan.

“Saya sangat bahagia karena bisa melewati ujian ini dengan baik. Ini juga menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena untuk pertama kalinya di Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Bali ada ujian tugas akhir non-skripsi yang dipentaskan secara langsung. Syukur, semuanya bisa berjalan lancar dan sukses,” tandasnya.

Melalui ‘Ruwating Bumi’, Upadana tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademiknya. Ia juga menunjukkan bahwa tradisi yang diwariskan leluhur dapat terus hidup melalui sentuhan kreatif, yaitu berkarya. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: Desa Tumbak Bayuhkarawitan balikesenian baliUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

Next Post

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co