16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
in Panggung
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi Mendak Hujan yang hidup di tengah masyarakat itulah I Putu Rizky Anggara Putra menemukan gagasan menciptakan ‘Temurun Warsa’, sebuah tabuh baleganjur kreasi yang menggambarkan perjalanan batin manusia saat menanti turunnya hujan.

Karya berjudul ‘Temurun Warsa’ menjadi penutup rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, itu menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka di bidang seni pertunjukan.

Sebagaimana karya-karya lain yang dipentaskan malam itu, ‘Temurun Warsa’ tidak sekadar menjadi bagian dari ujian akademik. Diseminasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke dalam bentuk artistik, mengelola proses produksi, hingga membangun kolaborasi untuk menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh.

Di Program Studi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan yang tetap dilengkapi laporan akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif dan keilmuan. Karena itu, setiap karya yang tampil bukan hanya menunjukkan kemampuan artistik mahasiswa, tetapi juga menjadi hasil dari proses riset dan penggalian gagasan yang mendalam.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

 

Sebagai karya penutup, ‘Temurun Warsa’ hadir membawa tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat Pecatu. Rizky, yang berasal dari Desa Adat Pecatu, memilih mengangkat tradisi yang tumbuh dan hidup di kampung halamannya sendiri. Ketertarikannya pada tradisi Mendak Hujan menjadi titik awal lahirnya karya ini.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki keunikan tersendiri karena menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Di tengah kondisi alam yang kerap menghadapi musim kering, Mendak Hujan menjadi wujud ikhtiar spiritual masyarakat dalam memohon turunnya hujan sebagai sumber kehidupan.

“Karena saya sangat tertarik dengan tradisi Mendak Hujan di desa saya. Setahu saya, hanya di sini ada tradisi tersebut. Saya memilih menggunakan gamelan Baleganjur Semarandana supaya bisa mengolah nada-nada yang saya inginkan,” ujar Rizky.

Dari tradisi itulah lahir ‘Temurun Warsa’. Judul tersebut mengandung makna turunnya hujan yang dinanti masyarakat. Namun dalam karya ini, hujan tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam semata. Hujan menjadi simbol kehidupan, harapan, dan anugerah yang selalu ditunggu ketika alam mulai kehilangan kesuburannya.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Dalam sinopsis karya dijelaskan bahwa ‘Temurun Warsa’ lahir dari refleksi spiritual masyarakat Bali terhadap alam semesta melalui prosesi upacara Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu. Karya baleganjur kreasi ini menghadirkan perjalanan batin manusia saat langit mulai hening, tanah mengering, dan doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap demi turunnya hujan sebagai sumber kehidupan. Di balik dentuman ritme, gemuruh kendang, dan dinamika musikal yang terus bergerak, tersimpan suara kegelisahan, keyakinan, sekaligus pengharapan masyarakat kepada alam dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Gagasan tersebut diterjemahkan melalui komposisi baleganjur yang bergerak dinamis dari awal hingga akhir pertunjukan. Ritme yang dibangun secara bertahap menghadirkan suasana yang menggambarkan perubahan perasaan manusia ketika menghadapi kemarau panjang. Ada kegelisahan saat hujan tak kunjung datang, harapan yang terus dipanjatkan melalui doa, dan ada keyakinan bahwa alam pada akhirnya akan kembali menghadirkan kehidupan.

Pilihan menggunakan Baleganjur Semarandana menjadi salah satu unsur penting dalam karya ini. Menurut Rizky, media tersebut dipilih karena mampu mewadahi berbagai kebutuhan musikal yang ingin diwujudkannya.

“Karena saya mengambil bagian iringan atau iring-iringan melasti mendak hujan, jadi saya memakai Baleganjur Semarandana,” katanya.

Melalui perpaduan karakter baleganjur yang dinamis dengan kemungkinan pengolahan nada yang lebih luas, Rizky berusaha menghadirkan suasana musikal yang mampu menggambarkan perjalanan emosional masyarakat dalam menanti datangnya hujan.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Di balik penampilannya malam itu, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Rizky selama proses penciptaan adalah keterbatasan waktu.

“Kendala saat penggarapan yaitu waktu berproses yang sedikit. Jadi saya mencoba mencari waktu sebaik mungkin. Untuk pementasan tidak ada kendala, semuanya aman,” bebernya.

Meski waktu yang tersedia tidak banyak, proses kreatif tetap dapat berjalan berkat dukungan berbagai pihak. Dalam penggarapan karya ini, Rizky didukung oleh Saih Pitu Art Community dan Sekaa Gong Yowana Swara Dharma Pertiwi. Dukungan juga datang dari Sitara Costum dan Adianom Costum untuk kebutuhan kostum, sementara gamelan yang digunakan berasal dari Banjar Kauh Pecatu, Badung.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan gagasan yang selama ini ada dalam benak sang pencipta. Bersama para pendukung karya, Rizky berusaha menerjemahkan tradisi yang hidup di masyarakatnya ke dalam sebuah komposisi musikal yang dapat dinikmati oleh khalayak.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pertunjukan mencapai penghujung, tepuk tangan penonton menggema memenuhi wantilan. Bagi Rizky, malam itu bukan hanya akhir dari sebuah pementasan, tetapi juga penanda berakhirnya perjalanan panjang dalam menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa.

“Perasaan saya sangat bangga karena baru di angkatan saya ada tugas akhir seperti ini. Pengalaman ini menambah wawasan saya dalam proses penggarapan. Saya juga senang karena bisa mengolah ide-ide yang selama ini ada di pikiran menjadi sebuah karya,” tandasnya.

Melalui ‘Temurun Warsa’, I Putu Rizky Anggara Putra tidak hanya menuntaskan kewajiban akademiknya. Ia juga membawa sepotong cerita dari Desa Adat Pecatu ke atas panggung. Cerita tentang masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, doa-doa yang dipanjatkan ketika langit enggan menurunkan hujan, dan keyakinan bahwa setiap harapan akan menemukan jalannya sendiri.[T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurDesa Adat Pecatukesenian baliTradisiUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Next Post

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
0
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

Read moreDetails

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

Read moreDetails

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

Read moreDetails

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
0
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

Read moreDetails

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
0
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

Read moreDetails

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

Read moreDetails

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails
Next Post
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co