26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
in Panggung
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi Mendak Hujan yang hidup di tengah masyarakat itulah I Putu Rizky Anggara Putra menemukan gagasan menciptakan ‘Temurun Warsa’, sebuah tabuh baleganjur kreasi yang menggambarkan perjalanan batin manusia saat menanti turunnya hujan.

Karya berjudul ‘Temurun Warsa’ menjadi penutup rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, itu menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka di bidang seni pertunjukan.

Sebagaimana karya-karya lain yang dipentaskan malam itu, ‘Temurun Warsa’ tidak sekadar menjadi bagian dari ujian akademik. Diseminasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke dalam bentuk artistik, mengelola proses produksi, hingga membangun kolaborasi untuk menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh.

Di Program Studi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan yang tetap dilengkapi laporan akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif dan keilmuan. Karena itu, setiap karya yang tampil bukan hanya menunjukkan kemampuan artistik mahasiswa, tetapi juga menjadi hasil dari proses riset dan penggalian gagasan yang mendalam.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

 

Sebagai karya penutup, ‘Temurun Warsa’ hadir membawa tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat Pecatu. Rizky, yang berasal dari Desa Adat Pecatu, memilih mengangkat tradisi yang tumbuh dan hidup di kampung halamannya sendiri. Ketertarikannya pada tradisi Mendak Hujan menjadi titik awal lahirnya karya ini.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki keunikan tersendiri karena menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Di tengah kondisi alam yang kerap menghadapi musim kering, Mendak Hujan menjadi wujud ikhtiar spiritual masyarakat dalam memohon turunnya hujan sebagai sumber kehidupan.

“Karena saya sangat tertarik dengan tradisi Mendak Hujan di desa saya. Setahu saya, hanya di sini ada tradisi tersebut. Saya memilih menggunakan gamelan Baleganjur Semarandana supaya bisa mengolah nada-nada yang saya inginkan,” ujar Rizky.

Dari tradisi itulah lahir ‘Temurun Warsa’. Judul tersebut mengandung makna turunnya hujan yang dinanti masyarakat. Namun dalam karya ini, hujan tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam semata. Hujan menjadi simbol kehidupan, harapan, dan anugerah yang selalu ditunggu ketika alam mulai kehilangan kesuburannya.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Dalam sinopsis karya dijelaskan bahwa ‘Temurun Warsa’ lahir dari refleksi spiritual masyarakat Bali terhadap alam semesta melalui prosesi upacara Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu. Karya baleganjur kreasi ini menghadirkan perjalanan batin manusia saat langit mulai hening, tanah mengering, dan doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap demi turunnya hujan sebagai sumber kehidupan. Di balik dentuman ritme, gemuruh kendang, dan dinamika musikal yang terus bergerak, tersimpan suara kegelisahan, keyakinan, sekaligus pengharapan masyarakat kepada alam dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Gagasan tersebut diterjemahkan melalui komposisi baleganjur yang bergerak dinamis dari awal hingga akhir pertunjukan. Ritme yang dibangun secara bertahap menghadirkan suasana yang menggambarkan perubahan perasaan manusia ketika menghadapi kemarau panjang. Ada kegelisahan saat hujan tak kunjung datang, harapan yang terus dipanjatkan melalui doa, dan ada keyakinan bahwa alam pada akhirnya akan kembali menghadirkan kehidupan.

Pilihan menggunakan Baleganjur Semarandana menjadi salah satu unsur penting dalam karya ini. Menurut Rizky, media tersebut dipilih karena mampu mewadahi berbagai kebutuhan musikal yang ingin diwujudkannya.

“Karena saya mengambil bagian iringan atau iring-iringan melasti mendak hujan, jadi saya memakai Baleganjur Semarandana,” katanya.

Melalui perpaduan karakter baleganjur yang dinamis dengan kemungkinan pengolahan nada yang lebih luas, Rizky berusaha menghadirkan suasana musikal yang mampu menggambarkan perjalanan emosional masyarakat dalam menanti datangnya hujan.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Di balik penampilannya malam itu, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Rizky selama proses penciptaan adalah keterbatasan waktu.

“Kendala saat penggarapan yaitu waktu berproses yang sedikit. Jadi saya mencoba mencari waktu sebaik mungkin. Untuk pementasan tidak ada kendala, semuanya aman,” bebernya.

Meski waktu yang tersedia tidak banyak, proses kreatif tetap dapat berjalan berkat dukungan berbagai pihak. Dalam penggarapan karya ini, Rizky didukung oleh Saih Pitu Art Community dan Sekaa Gong Yowana Swara Dharma Pertiwi. Dukungan juga datang dari Sitara Costum dan Adianom Costum untuk kebutuhan kostum, sementara gamelan yang digunakan berasal dari Banjar Kauh Pecatu, Badung.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan gagasan yang selama ini ada dalam benak sang pencipta. Bersama para pendukung karya, Rizky berusaha menerjemahkan tradisi yang hidup di masyarakatnya ke dalam sebuah komposisi musikal yang dapat dinikmati oleh khalayak.

Pementasan tabuh baleganjur kreasi ‘Temurun Warsa’ karya I Putu Rizky Anggara Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pertunjukan mencapai penghujung, tepuk tangan penonton menggema memenuhi wantilan. Bagi Rizky, malam itu bukan hanya akhir dari sebuah pementasan, tetapi juga penanda berakhirnya perjalanan panjang dalam menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa.

“Perasaan saya sangat bangga karena baru di angkatan saya ada tugas akhir seperti ini. Pengalaman ini menambah wawasan saya dalam proses penggarapan. Saya juga senang karena bisa mengolah ide-ide yang selama ini ada di pikiran menjadi sebuah karya,” tandasnya.

Melalui ‘Temurun Warsa’, I Putu Rizky Anggara Putra tidak hanya menuntaskan kewajiban akademiknya. Ia juga membawa sepotong cerita dari Desa Adat Pecatu ke atas panggung. Cerita tentang masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, doa-doa yang dipanjatkan ketika langit enggan menurunkan hujan, dan keyakinan bahwa setiap harapan akan menemukan jalannya sendiri.[T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurDesa Adat Pecatukesenian baliTradisiUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Next Post

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co