DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan kegiatan pendampingan bertajuk Pendampingan Storynomics Tourism Berbasis Storytelling dan Kearifan Lokal Desa Pedawa di Wantilan Desa Pedawa. Kegiatan ini menghadirkan dua komunitas sebagai peserta utama, yakni Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul.
Acara yang dimulai pukul 14.30 WITA ini dibuka secara resmi oleh Ketua Sekolah Adat Manik Empul Wayan Sadnyana, M.Si. dan sambutan hangat disampaikan oleh Ketua PkM Dr. Kadek Sonia Piscayanti, M.Pd., yang menekankan pentingnya penguatan identitas budaya lokal sebagai fondasi pengembangan pariwisata berbasis cerita atau storynomics.
Pemaparan materi dibagi menjadi dua kelompok sesuai tingkatan peserta. Kelompok SD dan SMP mendapatkan materi Storynomics Berbasis Storytelling dengan fokus pada sejarah Desa Pedawa yang disampaikan oleh Dr. Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, kelompok SMA dan umum memperoleh materi yang lebih mendalam mengenai peninggalan sarkofagus dan narasi budaya Pedawa, yang dibawakan langsung oleh Dr. Kadek Sonia Piscayanti, M.Pd. Narasi-narasi kaya tentang Desa Pedawa—mulai dari asal-usul hingga kebanggaan masyarakat adat terhadap warisan leluhurnya—menjadi jantung dari seluruh sesi materi.
Setelah sesi pemaparan, peserta dari kedua komunitas melaksanakan latihan berkelompok. Setiap kelompok didampingi dan dinilai langsung oleh Prof. Dr. IGA Lokita Purnamika Utami, S,Pd., M.Pd, Dr. Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd., dan Adnania Nugra Heni, S.S., M.Li. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk merangkai cerita berbasis kearifan lokal Desa Pedawa secara mandiri, memadukan kemampuan bertutur dengan nilai-nilai budaya yang telah mereka miliki sejak lahir. Antusiasme peserta dari Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul tampak nyata dalam setiap kelompok yang berlomba menyajikan kisah terbaik mereka.



Program PkM ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Pedawa dalam merancang narasi wisata yang autentik dan berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan storynomics—yakni membangun nilai ekonomi dari cerita—diharapkan masyarakat mampu menjadi pewaris sekaligus pencerita aktif budayanya sendiri kepada dunia. Bagi Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar generasi melalui tutur lisan yang hidup.
Antusiasme peserta terlihat dari upaya peserta belajar, mendengar, menyerap dan mempresentasikan storytelling dalam waktu yang cukup singkat. Mereka menceritakan kembali materi sejarah desa Pedawa dengan memikat. Sabina dan Dian, peserta dari kelompok SD mampu menjelaskan sejarah desa Pedawa dalam Bahasa Inggris. Sementara itu Febri dari kelompok umum mendapat materi sarkofagus Pedawa yang juga disampaikan dalam Bahasa Inggris. Ketua Sekolah Adat, Wayan Sadyana, M.Si mengatakan bahwa program ini penting untuk melihat kembali Pedawa sebagai sebuah inspirasi yang tak ada habisnya dipelajari dari berbagai perspektif. Storynomics dengan storytelling juga menekankan value atau nilai moral yang kompleks, yang reflektif.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara tim akademisi Undiksha dan masyarakat Desa Pedawa. Acara resmi ditutup pada pukul 17.00 WITA. Kehadiran PkM di Desa Pedawa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi menjadi titik awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi wisata budaya yang berpijak pada jati diri lokal. [T]
Reporter/Penulis: Wahyu/Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole






























