3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
in Panggung
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Sejak Padi Mengakar karya Gus Bang Sada (2025)

“Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis pengalaman tubuh, tanah, dan perubahan lanskap agraris Bali.”

*

KOMUNITAS seni Bang Dance memasuki fase lanjutan sekaligus tahap akhir dalam proses pengembangan karya Sejak Padi Mengakar melalui Inkubasi Karya Tahap III yang berlangsung pada 16–19 April 2026 di Sekretariat Bang Dance, Singapadu, Gianyar. Tahap ini menjadi bagian akhir dari rangkaian Inkubasi Pengembangan Karya Sejak Padi Mengakar / Workshop Dramaturgi & Koreografi Sosial yang berlangsung selama periode Februari–April 2026.

Sejak Padi Mengakar merupakan proyek artistik Bang Dance yang berangkat dari upaya membaca ulang hubungan tubuh dengan tanah, subak, lanskap agraris, dan perubahan sosial dalam konteks Bali hari ini. Karya ini tidak dibangun melalui citra atau simbol agraris semata, melainkan melalui pengalaman yang menubuh dan terus dinegosiasikan dalam proses artistik.

Jika pada tahap sebelumnya proses berfokus pada produksi material gerak melalui pengalaman tubuh, maka dalam Inkubasi Tahap III Bang Dance mulai mematangkan struktur dramaturgi sekaligus merumuskan posisi artistik karya secara lebih utuh. Inkubasi tidak lagi hanya beroperasi pada level eksplorasi, tetapi bergerak menuju organisasi komposisi, pembacaan kritis terhadap tubuh, serta penajaman koreografi sebagai arena pengetahuan dan politik tubuh.

Selama empat hari pelaksanaan, proses kerja diarahkan pada penyusunan struktur pertunjukan yang tidak bergantung pada alur cerita linear. Dramaturgi Sejak Padi Mengakar dibangun melalui perubahan kondisi tubuh, ritme, intensitas, durasi, dan relasi antar elemen performatif.

Dramaturg & Narasumber Inkubasi – Wayan Sumahardika

Dalam proses ini, dramaturgi tidak dipahami sebagai rangkaian kejadian naratif, melainkan sebagai sistem pengalaman. Tubuh-tubuh yang pada tahap sebelumnya telah menghasilkan material melalui metode pengalaman kini ditempatkan dalam konfigurasi yang saling berhubungan, membentuk komposisi yang dinamis, tidak linear, dan terbuka terhadap perubahan.

Karya mulai dipahami sebagai peristiwa yang berlangsung, bukan sebagai cerita yang dipentaskan. Perubahan kecil dalam ritme, distribusi energi, arah tubuh, kualitas gerak, atau relasi antar tubuh menjadi dasar pembentukan struktur. Tensi tidak lagi muncul dari konflik dramatik, tetapi dari akumulasi intensitas, repetisi, durasi, dan ketidakstabilan yang dipertahankan dalam waktu.

Dengan pendekatan tersebut, penonton tidak diarahkan untuk mengikuti alur cerita tertentu, tetapi diajak mengalami kondisi yang terus berubah. Pertunjukan menjadi ruang di mana tubuh, waktu, energi, dan relasi bekerja bersama untuk menghadirkan pengalaman yang bersifat sensorik, afektif, dan reflektif.

Dalam Inkubasi Tahap III, Bang Dance menegaskan bahwa Sejak Padi Mengakar tidak dimaksudkan untuk menggambarkan realitas agraris Bali secara literal. Karya ini dikembangkan untuk menghadirkan bagaimana perubahan lanskap, tekanan terhadap tanah, keterputusan generasi, dan memori agraris bekerja di dalam tubuh.

Gusbang Sada, koreografer Sejak Padi Mengakar sekaligus pendiri Bang Dance, menjelaskan bahwa tahap ketiga ini menjadi momentum penting untuk mengikat material tubuh yang telah ditemukan pada tahap sebelumnya ke dalam struktur pertunjukan yang lebih utuh.

“Pada tahap ini, kami mulai melihat bagaimana material tubuh yang sudah muncul dapat hidup sebagai struktur. Kami tidak menyusunnya sebagai cerita, tetapi sebagai perubahan kondisi: bagaimana tubuh menahan, mengulang, kehilangan orientasi, lalu membangun relasi baru dengan tubuh lain dan ruang,” ujar Gusbang Sada.

Menurut Gusbang, proses ini menjadi penting karena koreografi tidak hanya bekerja melalui bentuk yang terlihat, tetapi juga melalui tekanan, durasi, dan pengalaman yang dirasakan.

“Kami ingin pertunjukan ini tidak hanya dilihat, tetapi dialami. Tubuh penonton juga penting dalam proses ini, karena karya tidak berhenti pada apa yang terjadi di panggung, tetapi pada bagaimana pengalaman itu bekerja di tubuh orang yang menyaksikannya,” tambahnya.

Tahap ini juga memperdalam eksplorasi terhadap strategi afektif dalam pertunjukan. Pengalaman penonton menjadi bagian penting dari kerja artistik. Repetisi, tekanan, durasi panjang, perubahan intensitas, serta gangguan terhadap ekspektasi digunakan sebagai perangkat untuk mengaktifkan respons tubuh penonton secara langsung.

Dengan demikian, karya tidak lagi berfungsi semata sebagai medium penyampaian pesan. Sejak Padi Mengakar diarahkan sebagai sistem yang memproduksi pengalaman sensorik dan afektif. Penonton tidak hanya menerima gagasan, tetapi ikut merasakan ketegangan, jeda, perubahan energi, dan ketidakstabilan yang dibangun dalam komposisi.

Suasana inkubasi

Pendekatan ini memperluas cara membaca pertunjukan tari kontemporer. Koreografi tidak hanya dipahami sebagai susunan gerak, tetapi juga sebagai cara mengorganisasi perhatian, waktu, energi, dan pengalaman. Dalam konteks Sejak Padi Mengakar, strategi ini menjadi cara Bang Dance menghadirkan persoalan agraris Bali bukan sebagai wacana yang dijelaskan, melainkan sebagai kondisi yang dapat dialami.

Selain menyusun struktur pertunjukan, Inkubasi Tahap III menjadi ruang untuk membaca ulang posisi tubuh dalam relasi kuasa dan konteks sosialnya. Tubuh tidak dipahami sebagai medium netral, melainkan sebagai entitas yang telah dibentuk oleh sejarah, disiplin, kebiasaan, dan norma tertentu.

Dalam proses ini, gerak tidak dilihat sebagai ekspresi bebas semata. Gerak dipahami sebagai hasil negosiasi antara kebiasaan tubuh, struktur sosial, memori personal, dan kemungkinan baru yang dibuka melalui praktik artistik. Tubuh membawa jejak dari lingkungan tempat ia tumbuh, cara ia bekerja, cara ia dibentuk oleh keluarga, desa, tradisi, pendidikan, dan perubahan sosial di sekitarnya.

Melalui pembacaan tersebut, koreografi ditempatkan tidak hanya sebagai kerja estetik, tetapi juga sebagai praktik produksi pengetahuan. Tubuh tidak sekadar menampilkan sesuatu, tetapi berpikir melalui gerak, memproses pengalaman, dan menghasilkan pemahaman yang tidak selalu dapat dirumuskan secara verbal.

Karya tidak lagi bertujuan menjelaskan realitas secara langsung. Sebaliknya, karya menghadirkan kondisi di mana realitas tersebut dapat dialami, dirasakan, dan dipertanyakan kembali oleh penonton.

Pelaksanaan Inkubasi Tahap III di Sekretariat Bang Dance, Br. Mukti No. 14, Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, menjadi bagian integral dari proses pematangan karya ini. Ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi latihan, tetapi juga sebagai lingkungan kerja yang memungkinkan pertemuan antara tubuh, metode, memori, dan pengalaman berlangsung secara intens.

Sebagai ruang yang tumbuh dari ekosistem Bang Dance sendiri, Sekretariat Bang Dance menjadi tempat untuk menguji kedekatan karya dengan konteks artistik, sosial, dan kultural yang melahirkannya. Interaksi antar peserta, pengolahan durasi, eksplorasi relasi ruang, serta kedekatan dengan lingkungan kerja komunitas menjadi bagian dari pembentukan struktur karya secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, ruang inkubasi tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan bentuk akhir, tetapi juga menjadi medan untuk memperdalam perhatian, menguji relasi, dan merumuskan posisi artistik karya sebelum memasuki fase presentasi publik.

Melalui Inkubasi Tahap III, Bang Dance menegaskan arah penciptaan Sejak Padi Mengakar sebagai praktik koreografi kontemporer yang tidak berangkat dari representasi, tetapi dari pengalaman, relasi, dan kondisi tubuh.

Tahap ini menjadi fase krusial sebelum memasuki presentasi publik, ketika seluruh material gerak, struktur dramaturgi, relasi ruang, strategi afektif, dan posisi artistik yang telah dikembangkan sepanjang proses inkubasi akan diwujudkan dalam bentuk pertunjukan.

Sejak Padi Mengakar, versi 2025

Hasil pengembangan karya Sejak Padi Mengakar akan dipresentasikan kepada publik pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 27 Mei 2026
 Waktu: 19.00 WITA
 Tempat: Geoks Singapadu, Gianyar
 Format Acara: Presentasi pertunjukan dan diskusi pasca-pertunjukan
 Akses Publik: Gratis

Pertunjukan yang didukung oleh Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Kategori Penciptaan Karya Kreatif dan Inovatif ini akan menjadi ruang pertemuan antara proses artistik, pengalaman tubuh, dan percakapan publik mengenai tanah, subak, perubahan lanskap agraris, serta kemungkinan manusia hari ini untuk tetap berakar di tengah perubahan ruang hidup yang terus berlangsung.

Tentang Program

Inkubasi Pengembangan Karya Sejak Padi Mengakar / Workshop Dramaturgi & Koreografi Sosial merupakan program pengembangan artistik Bang Dance yang berlangsung pada periode Februari–April 2026. Program ini dirancang sebagai ruang riset, eksplorasi, dan penciptaan koreografi yang berangkat dari isu agraria, subak, tubuh, memori, keterputusan generasi, dan perubahan sosial di Bali.

Melalui program ini, Bang Dance berupaya memperluas praktik koreografi sebagai kerja artistik yang tidak hanya menghasilkan bentuk pertunjukan, tetapi juga membuka ruang penelitian, percakapan, dan produksi pengetahuan berbasis pengalaman tubuh.

Rangkaian inkubasi ini dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama berfokus pada pembukaan konteks dan pembacaan tubuh. Tahap kedua diarahkan pada pendalaman metode kerja tubuh dan penyusunan awal struktur koreografi. Tahap ketiga menjadi ruang pematangan dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebelum memasuki presentasi publik.

Tentang Bang Dance

Bang Dance adalah sebuah perkumpulan seni yang bergerak pada bidang penciptaan tari kontemporer. Komunitas ini berdiri pada 29 April 2020 dan beralamat di Br. Mukti No. 14, Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Bang Dance hadir untuk mewadahi kreativitas seniman tari, khususnya di Bali, melalui konsep laboratorium tari. Selain menjadi ruang penciptaan, Bang Dance juga berfungsi sebagai tempat bertukar-tangkap pengetahuan lintas disiplin seni dalam menyuarakan isu-isu lingkungan dan sosial melalui karya tari kontemporer.

Struktur pengelola Bang Dance terdiri dari I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra sebagai Ketua, Ida Ayu Adi Tri Wiranti sebagai Sekretaris, dan Raden Ajeng Renata Astria sebagai Bendahara. Anggota Bang Dance meliputi Pande Putu Kevin Dian Muliarta, I Wayan Gede Artha Saputra, dan Kadek Agung Arya Krisna Kusmawa.

Sejak berdiri, Bang Dance mengembangkan kerja-kerja artistik yang berangkat dari praktik tubuh, riset sosial, dan pembacaan atas isu lingkungan, budaya, serta perubahan masyarakat. Melalui pendekatan tari kontemporer, Bang Dance berupaya membuka ruang penciptaan yang eksperimental, reflektif, dan terhubung dengan konteks Bali maupun percakapan seni pertunjukan yang lebih luas.

Tentang Gusbang Sada

I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra, S.Sn., M.Sn., atau dikenal sebagai Gusbang Sada, adalah penari, koreografer, dan pendiri Bang Dance. Lahir di Denpasar pada 29 April 1993, Gusbang tumbuh dari tradisi tari Bali sejak usia dini di lingkungan keluarga seniman di Desa Singapadu, Gianyar.

Ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama dalam penciptaan seni tari. Dalam perjalanan akademiknya, Gusbang lulus dengan predikat cumlaude dan meraih predikat lulusan terbaik se-institut pada tahun 2015.

Koreografer – Gusbang Sada (paling kanan)

Perjalanan artistiknya berkembang ke arah tari kontemporer sejak 2014. Sejak itu, ia terus menciptakan berbagai karya tari untuk panggung nasional maupun internasional. Beberapa karya yang pernah ia ciptakan dan terlibat di dalamnya antara lain La Danse Macabre, Tubuh Astral, Rajapala, Bang Bungkem, Sejak Padi Mengakar, proyek kolaborasi internasional RAMAYANA di Philadelphia pada 2024, serta keterlibatannya dalam film SAMSARA garapan Garin Nugroho.

Pada tahun 2020, Gusbang mendirikan Bang Dance sebagai ruang kreatif dan laboratorium penciptaan tari kontemporer yang juga menjadi wadah lintas disiplin seni. Melalui Bang Dance, ia aktif mendorong pengembangan ekosistem tari eksperimental dan lintas budaya.

Gusbang juga pernah dipercaya sebagai kurator dan penanggung jawab artistik Indonesia Bertutur 2024, sebuah program nasional dari Kemendikbudristek RI. Dalam perjalanan artistiknya, ia telah mewakili Indonesia dalam berbagai festival seni di lebih dari 10 negara, termasuk Portugal, Jepang, Turki, Taiwan, Australia, dan Malaysia. Dedikasinya terhadap seni pertunjukan tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga dalam bidang pendidikan, produksi, kuratorial, serta pengembangan ekosistem seni di Indonesia.

Informasi dan Kontak

Bang Dance
Alamat Sekretariat: Br. Mukti No. 14, Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
Email: bang.dance.official@gmail.com
Instagram: @bangdance_

Tags: agrarisGus Bangseni pertunjukanseni tariTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

Next Post

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails
Next Post
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co