10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
in Panggung
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Sejak Padi Mengakar karya Gus Bang Sada (2025)

“Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis pengalaman tubuh, tanah, dan perubahan lanskap agraris Bali.”

*

KOMUNITAS seni Bang Dance memasuki fase lanjutan sekaligus tahap akhir dalam proses pengembangan karya Sejak Padi Mengakar melalui Inkubasi Karya Tahap III yang berlangsung pada 16–19 April 2026 di Sekretariat Bang Dance, Singapadu, Gianyar. Tahap ini menjadi bagian akhir dari rangkaian Inkubasi Pengembangan Karya Sejak Padi Mengakar / Workshop Dramaturgi & Koreografi Sosial yang berlangsung selama periode Februari–April 2026.

Sejak Padi Mengakar merupakan proyek artistik Bang Dance yang berangkat dari upaya membaca ulang hubungan tubuh dengan tanah, subak, lanskap agraris, dan perubahan sosial dalam konteks Bali hari ini. Karya ini tidak dibangun melalui citra atau simbol agraris semata, melainkan melalui pengalaman yang menubuh dan terus dinegosiasikan dalam proses artistik.

Jika pada tahap sebelumnya proses berfokus pada produksi material gerak melalui pengalaman tubuh, maka dalam Inkubasi Tahap III Bang Dance mulai mematangkan struktur dramaturgi sekaligus merumuskan posisi artistik karya secara lebih utuh. Inkubasi tidak lagi hanya beroperasi pada level eksplorasi, tetapi bergerak menuju organisasi komposisi, pembacaan kritis terhadap tubuh, serta penajaman koreografi sebagai arena pengetahuan dan politik tubuh.

Selama empat hari pelaksanaan, proses kerja diarahkan pada penyusunan struktur pertunjukan yang tidak bergantung pada alur cerita linear. Dramaturgi Sejak Padi Mengakar dibangun melalui perubahan kondisi tubuh, ritme, intensitas, durasi, dan relasi antar elemen performatif.

Dramaturg & Narasumber Inkubasi – Wayan Sumahardika

Dalam proses ini, dramaturgi tidak dipahami sebagai rangkaian kejadian naratif, melainkan sebagai sistem pengalaman. Tubuh-tubuh yang pada tahap sebelumnya telah menghasilkan material melalui metode pengalaman kini ditempatkan dalam konfigurasi yang saling berhubungan, membentuk komposisi yang dinamis, tidak linear, dan terbuka terhadap perubahan.

Karya mulai dipahami sebagai peristiwa yang berlangsung, bukan sebagai cerita yang dipentaskan. Perubahan kecil dalam ritme, distribusi energi, arah tubuh, kualitas gerak, atau relasi antar tubuh menjadi dasar pembentukan struktur. Tensi tidak lagi muncul dari konflik dramatik, tetapi dari akumulasi intensitas, repetisi, durasi, dan ketidakstabilan yang dipertahankan dalam waktu.

Dengan pendekatan tersebut, penonton tidak diarahkan untuk mengikuti alur cerita tertentu, tetapi diajak mengalami kondisi yang terus berubah. Pertunjukan menjadi ruang di mana tubuh, waktu, energi, dan relasi bekerja bersama untuk menghadirkan pengalaman yang bersifat sensorik, afektif, dan reflektif.

Dalam Inkubasi Tahap III, Bang Dance menegaskan bahwa Sejak Padi Mengakar tidak dimaksudkan untuk menggambarkan realitas agraris Bali secara literal. Karya ini dikembangkan untuk menghadirkan bagaimana perubahan lanskap, tekanan terhadap tanah, keterputusan generasi, dan memori agraris bekerja di dalam tubuh.

Gusbang Sada, koreografer Sejak Padi Mengakar sekaligus pendiri Bang Dance, menjelaskan bahwa tahap ketiga ini menjadi momentum penting untuk mengikat material tubuh yang telah ditemukan pada tahap sebelumnya ke dalam struktur pertunjukan yang lebih utuh.

“Pada tahap ini, kami mulai melihat bagaimana material tubuh yang sudah muncul dapat hidup sebagai struktur. Kami tidak menyusunnya sebagai cerita, tetapi sebagai perubahan kondisi: bagaimana tubuh menahan, mengulang, kehilangan orientasi, lalu membangun relasi baru dengan tubuh lain dan ruang,” ujar Gusbang Sada.

Menurut Gusbang, proses ini menjadi penting karena koreografi tidak hanya bekerja melalui bentuk yang terlihat, tetapi juga melalui tekanan, durasi, dan pengalaman yang dirasakan.

“Kami ingin pertunjukan ini tidak hanya dilihat, tetapi dialami. Tubuh penonton juga penting dalam proses ini, karena karya tidak berhenti pada apa yang terjadi di panggung, tetapi pada bagaimana pengalaman itu bekerja di tubuh orang yang menyaksikannya,” tambahnya.

Tahap ini juga memperdalam eksplorasi terhadap strategi afektif dalam pertunjukan. Pengalaman penonton menjadi bagian penting dari kerja artistik. Repetisi, tekanan, durasi panjang, perubahan intensitas, serta gangguan terhadap ekspektasi digunakan sebagai perangkat untuk mengaktifkan respons tubuh penonton secara langsung.

Dengan demikian, karya tidak lagi berfungsi semata sebagai medium penyampaian pesan. Sejak Padi Mengakar diarahkan sebagai sistem yang memproduksi pengalaman sensorik dan afektif. Penonton tidak hanya menerima gagasan, tetapi ikut merasakan ketegangan, jeda, perubahan energi, dan ketidakstabilan yang dibangun dalam komposisi.

Suasana inkubasi

Pendekatan ini memperluas cara membaca pertunjukan tari kontemporer. Koreografi tidak hanya dipahami sebagai susunan gerak, tetapi juga sebagai cara mengorganisasi perhatian, waktu, energi, dan pengalaman. Dalam konteks Sejak Padi Mengakar, strategi ini menjadi cara Bang Dance menghadirkan persoalan agraris Bali bukan sebagai wacana yang dijelaskan, melainkan sebagai kondisi yang dapat dialami.

Selain menyusun struktur pertunjukan, Inkubasi Tahap III menjadi ruang untuk membaca ulang posisi tubuh dalam relasi kuasa dan konteks sosialnya. Tubuh tidak dipahami sebagai medium netral, melainkan sebagai entitas yang telah dibentuk oleh sejarah, disiplin, kebiasaan, dan norma tertentu.

Dalam proses ini, gerak tidak dilihat sebagai ekspresi bebas semata. Gerak dipahami sebagai hasil negosiasi antara kebiasaan tubuh, struktur sosial, memori personal, dan kemungkinan baru yang dibuka melalui praktik artistik. Tubuh membawa jejak dari lingkungan tempat ia tumbuh, cara ia bekerja, cara ia dibentuk oleh keluarga, desa, tradisi, pendidikan, dan perubahan sosial di sekitarnya.

Melalui pembacaan tersebut, koreografi ditempatkan tidak hanya sebagai kerja estetik, tetapi juga sebagai praktik produksi pengetahuan. Tubuh tidak sekadar menampilkan sesuatu, tetapi berpikir melalui gerak, memproses pengalaman, dan menghasilkan pemahaman yang tidak selalu dapat dirumuskan secara verbal.

Karya tidak lagi bertujuan menjelaskan realitas secara langsung. Sebaliknya, karya menghadirkan kondisi di mana realitas tersebut dapat dialami, dirasakan, dan dipertanyakan kembali oleh penonton.

Pelaksanaan Inkubasi Tahap III di Sekretariat Bang Dance, Br. Mukti No. 14, Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, menjadi bagian integral dari proses pematangan karya ini. Ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi latihan, tetapi juga sebagai lingkungan kerja yang memungkinkan pertemuan antara tubuh, metode, memori, dan pengalaman berlangsung secara intens.

Sebagai ruang yang tumbuh dari ekosistem Bang Dance sendiri, Sekretariat Bang Dance menjadi tempat untuk menguji kedekatan karya dengan konteks artistik, sosial, dan kultural yang melahirkannya. Interaksi antar peserta, pengolahan durasi, eksplorasi relasi ruang, serta kedekatan dengan lingkungan kerja komunitas menjadi bagian dari pembentukan struktur karya secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, ruang inkubasi tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan bentuk akhir, tetapi juga menjadi medan untuk memperdalam perhatian, menguji relasi, dan merumuskan posisi artistik karya sebelum memasuki fase presentasi publik.

Melalui Inkubasi Tahap III, Bang Dance menegaskan arah penciptaan Sejak Padi Mengakar sebagai praktik koreografi kontemporer yang tidak berangkat dari representasi, tetapi dari pengalaman, relasi, dan kondisi tubuh.

Tahap ini menjadi fase krusial sebelum memasuki presentasi publik, ketika seluruh material gerak, struktur dramaturgi, relasi ruang, strategi afektif, dan posisi artistik yang telah dikembangkan sepanjang proses inkubasi akan diwujudkan dalam bentuk pertunjukan.

Sejak Padi Mengakar, versi 2025

Hasil pengembangan karya Sejak Padi Mengakar akan dipresentasikan kepada publik pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 27 Mei 2026
 Waktu: 19.00 WITA
 Tempat: Geoks Singapadu, Gianyar
 Format Acara: Presentasi pertunjukan dan diskusi pasca-pertunjukan
 Akses Publik: Gratis

Pertunjukan yang didukung oleh Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Kategori Penciptaan Karya Kreatif dan Inovatif ini akan menjadi ruang pertemuan antara proses artistik, pengalaman tubuh, dan percakapan publik mengenai tanah, subak, perubahan lanskap agraris, serta kemungkinan manusia hari ini untuk tetap berakar di tengah perubahan ruang hidup yang terus berlangsung.

Tentang Program

Inkubasi Pengembangan Karya Sejak Padi Mengakar / Workshop Dramaturgi & Koreografi Sosial merupakan program pengembangan artistik Bang Dance yang berlangsung pada periode Februari–April 2026. Program ini dirancang sebagai ruang riset, eksplorasi, dan penciptaan koreografi yang berangkat dari isu agraria, subak, tubuh, memori, keterputusan generasi, dan perubahan sosial di Bali.

Melalui program ini, Bang Dance berupaya memperluas praktik koreografi sebagai kerja artistik yang tidak hanya menghasilkan bentuk pertunjukan, tetapi juga membuka ruang penelitian, percakapan, dan produksi pengetahuan berbasis pengalaman tubuh.

Rangkaian inkubasi ini dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama berfokus pada pembukaan konteks dan pembacaan tubuh. Tahap kedua diarahkan pada pendalaman metode kerja tubuh dan penyusunan awal struktur koreografi. Tahap ketiga menjadi ruang pematangan dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebelum memasuki presentasi publik.

Tentang Bang Dance

Bang Dance adalah sebuah perkumpulan seni yang bergerak pada bidang penciptaan tari kontemporer. Komunitas ini berdiri pada 29 April 2020 dan beralamat di Br. Mukti No. 14, Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Bang Dance hadir untuk mewadahi kreativitas seniman tari, khususnya di Bali, melalui konsep laboratorium tari. Selain menjadi ruang penciptaan, Bang Dance juga berfungsi sebagai tempat bertukar-tangkap pengetahuan lintas disiplin seni dalam menyuarakan isu-isu lingkungan dan sosial melalui karya tari kontemporer.

Struktur pengelola Bang Dance terdiri dari I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra sebagai Ketua, Ida Ayu Adi Tri Wiranti sebagai Sekretaris, dan Raden Ajeng Renata Astria sebagai Bendahara. Anggota Bang Dance meliputi Pande Putu Kevin Dian Muliarta, I Wayan Gede Artha Saputra, dan Kadek Agung Arya Krisna Kusmawa.

Sejak berdiri, Bang Dance mengembangkan kerja-kerja artistik yang berangkat dari praktik tubuh, riset sosial, dan pembacaan atas isu lingkungan, budaya, serta perubahan masyarakat. Melalui pendekatan tari kontemporer, Bang Dance berupaya membuka ruang penciptaan yang eksperimental, reflektif, dan terhubung dengan konteks Bali maupun percakapan seni pertunjukan yang lebih luas.

Tentang Gusbang Sada

I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra, S.Sn., M.Sn., atau dikenal sebagai Gusbang Sada, adalah penari, koreografer, dan pendiri Bang Dance. Lahir di Denpasar pada 29 April 1993, Gusbang tumbuh dari tradisi tari Bali sejak usia dini di lingkungan keluarga seniman di Desa Singapadu, Gianyar.

Ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama dalam penciptaan seni tari. Dalam perjalanan akademiknya, Gusbang lulus dengan predikat cumlaude dan meraih predikat lulusan terbaik se-institut pada tahun 2015.

Koreografer – Gusbang Sada (paling kanan)

Perjalanan artistiknya berkembang ke arah tari kontemporer sejak 2014. Sejak itu, ia terus menciptakan berbagai karya tari untuk panggung nasional maupun internasional. Beberapa karya yang pernah ia ciptakan dan terlibat di dalamnya antara lain La Danse Macabre, Tubuh Astral, Rajapala, Bang Bungkem, Sejak Padi Mengakar, proyek kolaborasi internasional RAMAYANA di Philadelphia pada 2024, serta keterlibatannya dalam film SAMSARA garapan Garin Nugroho.

Pada tahun 2020, Gusbang mendirikan Bang Dance sebagai ruang kreatif dan laboratorium penciptaan tari kontemporer yang juga menjadi wadah lintas disiplin seni. Melalui Bang Dance, ia aktif mendorong pengembangan ekosistem tari eksperimental dan lintas budaya.

Gusbang juga pernah dipercaya sebagai kurator dan penanggung jawab artistik Indonesia Bertutur 2024, sebuah program nasional dari Kemendikbudristek RI. Dalam perjalanan artistiknya, ia telah mewakili Indonesia dalam berbagai festival seni di lebih dari 10 negara, termasuk Portugal, Jepang, Turki, Taiwan, Australia, dan Malaysia. Dedikasinya terhadap seni pertunjukan tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga dalam bidang pendidikan, produksi, kuratorial, serta pengembangan ekosistem seni di Indonesia.

Informasi dan Kontak

Bang Dance
Alamat Sekretariat: Br. Mukti No. 14, Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
Email: bang.dance.official@gmail.com
Instagram: @bangdance_

Tags: agrarisGus Bangseni pertunjukanseni tariTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

Next Post

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

Read moreDetails

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

Read moreDetails

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
0
Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti...

Read moreDetails

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
0
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

Read moreDetails

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
0
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

Read moreDetails

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
0
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

Read moreDetails

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
0
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

Read moreDetails

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co