3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
in Khas
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

 Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, Bali

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma ikan bakar bercampur angin laut, suara obrolan wisatawan terdengar lagi, dan matahari terbenam tetap menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Sekilas, semuanya tampak baik-baik saja. Kedonganan ramai lagi.

Namun di balik keramaian itu, ada pertanyaan penting yang sering luput dari perhatian: “Apakah pelaku usaha di Kedonganan benar-benar siap menghadapi cara baru wisatawan memilih tempat makan?”

Dulu, wisatawan datang karena rekomendasi sopir, cerita teman, atau sekadar mengikuti keramaian. Kini polanya berubah. Sebelum berangkat, orang membuka ponsel lebih dulu. Mereka mengetik “seafood terbaik di Bali”, membaca ulasan, melihat foto makanan, mengecek harga, lalu membandingkan beberapa tempat sebelum memutuskan datang. Artinya, persaingan hari ini tidak hanya terjadi di tepi pantai, tetapi juga di layar digital.

Di sinilah tantangan Kedonganan mulai terlihat. Banyak usaha kuliner di Kedonganan sebenarnya memiliki kualitas rasa yang baik, lokasi strategis, dan pengalaman makan yang sulit ditandingi. Namun keunggulan tersebut sering kali belum diikuti dengan kehadiran digital yang kuat. Ada usaha yang sulit ditemukan di Google Maps, ada restoran dengan foto yang kurang menarik, dan ada pula yang belum aktif merespons ulasan pelanggan. Padahal hari ini, tidak muncul di pencarian digital hampir sama dengan tidak terlihat.

Karena itu, digital marketing bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar. Google Business Profile menjadi pintu masuk utama bagi banyak wisatawan untuk menemukan lokasi, melihat jam operasional, membaca ulasan, dan menilai reputasi usaha. Media sosial pun bukan lagi hanya tempat unggah foto, tetapi telah menjadi etalase digital, ruang promosi, dan sarana membangun hubungan dengan pelanggan.

Melihat kebutuhan tersebut, Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hadir memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan dan optimalisasi Google Business Profile, pengelolaan media sosial, teknik fotografi produk sederhana, hingga strategi branding digital yang relevan dengan karakter usaha kuliner pesisir. Peserta kegiatan adalah 24 Seafood Café di Pantai Kedonganan, Bendesa Adat Kedonganan, LPM Kedonganan, Lurah Kedonganan, Kelian Adat Desa Kedonganan, Kepala Lingkungan Kelurahan Kedonganan, LPD Desa Adat Kedonganan, Perwakilan BPKP2K, Pansel BUPDA, Ketua The Bangsal, Ketua Pasar Adat Kedonganan.

 Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital. Kegiatan ini bekerja sama dengan BPKP2K, dimana BPKP2K sendiri memiliki peran penting sebagai pengelola kawasan kuliner, penghubung antar pelaku usaha, serta motor koordinasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata kuliner Kedonganan.

Melalui dukungan BPKP2K, pelatihan dapat menjangkau pelaku usaha lebih luas dan lebih tepat sasaran. Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital.

Kedonganan sebenarnya sudah punya modal besar: nama yang kuat, pengalaman autentik, dan daya tarik alam yang nyata. Tinggal bagaimana kekuatan itu diterjemahkan ke dalam bahasa digital yang mudah dijangkau wisatawan masa kini. Jika digitalisasi dilakukan secara kolektif, manfaatnya akan jauh lebih besar. Bayangkan jika seluruh pelaku usaha di Kedonganan aktif menampilkan identitas kawasan yang sama: seafood segar, suasana pantai, kisah nelayan lokal, dan pengalaman makan khas Bali. Maka yang dipromosikan bukan hanya satu restoran, tetapi seluruh Kedonganan sebagai destinasi kuliner.

Pada akhirnya, masa depan Kedonganan tidak hanya ditentukan oleh indahnya senja, segarnya seafood, atau ramainya pengunjung saat liburan. Masa depan kawasan ini akan ditentukan oleh seberapa cepat ia mampu membaca perubahan dan berani beradaptasi. Tradisi, keramahan, dan cita rasa lokal tetap menjadi jiwa utama, tetapi di era sekarang semua itu perlu hadir juga di ruang digital.

Jika Kedonganan mampu memadukan kekuatan lokal dengan inovasi baru, maka kawasan ini tidak sekadar akan bertahan, tetapi melangkah lebih jauh sebagai contoh bagaimana destinasi pesisir tumbuh cerdas, kuat, dan relevan. Karena dunia boleh berubah, tetapi tempat yang siap berubah akan selalu punya masa depan. [T]

Penulis: Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KedonganandigitalIPB InternasionalPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

Next Post

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti, SST.Par., M.Par. lahir di Denpasar pada tanggal 17 Juni 1991. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma IV pada Jurusan Manajemen Perhotelan di STP Nusa Dua Bali. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Udayana dengan konsentrasi Pemasaran. Sebelum berkiprah di dunia akademik, ia memiliki pengalaman profesional di industri hospitality, khususnya pada bidang Sales and Marketing Department di hotel. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang pemasaran dan pengelolaan industri perhotelan. Saat ini, beliau aktif sebagai dosen di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dan mengampu mata kuliah Manajemen Pemasaran Hospitaliti serta Manajemen MICE. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri yang dimiliki, beliau terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan pariwisata dan bisnis, khususnya di bidang hospitality dan pemasaran.

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co