14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
in Khas
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

 Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, Bali

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma ikan bakar bercampur angin laut, suara obrolan wisatawan terdengar lagi, dan matahari terbenam tetap menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Sekilas, semuanya tampak baik-baik saja. Kedonganan ramai lagi.

Namun di balik keramaian itu, ada pertanyaan penting yang sering luput dari perhatian: “Apakah pelaku usaha di Kedonganan benar-benar siap menghadapi cara baru wisatawan memilih tempat makan?”

Dulu, wisatawan datang karena rekomendasi sopir, cerita teman, atau sekadar mengikuti keramaian. Kini polanya berubah. Sebelum berangkat, orang membuka ponsel lebih dulu. Mereka mengetik “seafood terbaik di Bali”, membaca ulasan, melihat foto makanan, mengecek harga, lalu membandingkan beberapa tempat sebelum memutuskan datang. Artinya, persaingan hari ini tidak hanya terjadi di tepi pantai, tetapi juga di layar digital.

Di sinilah tantangan Kedonganan mulai terlihat. Banyak usaha kuliner di Kedonganan sebenarnya memiliki kualitas rasa yang baik, lokasi strategis, dan pengalaman makan yang sulit ditandingi. Namun keunggulan tersebut sering kali belum diikuti dengan kehadiran digital yang kuat. Ada usaha yang sulit ditemukan di Google Maps, ada restoran dengan foto yang kurang menarik, dan ada pula yang belum aktif merespons ulasan pelanggan. Padahal hari ini, tidak muncul di pencarian digital hampir sama dengan tidak terlihat.

Karena itu, digital marketing bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar. Google Business Profile menjadi pintu masuk utama bagi banyak wisatawan untuk menemukan lokasi, melihat jam operasional, membaca ulasan, dan menilai reputasi usaha. Media sosial pun bukan lagi hanya tempat unggah foto, tetapi telah menjadi etalase digital, ruang promosi, dan sarana membangun hubungan dengan pelanggan.

Melihat kebutuhan tersebut, Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hadir memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan dan optimalisasi Google Business Profile, pengelolaan media sosial, teknik fotografi produk sederhana, hingga strategi branding digital yang relevan dengan karakter usaha kuliner pesisir. Peserta kegiatan adalah 24 Seafood Café di Pantai Kedonganan, Bendesa Adat Kedonganan, LPM Kedonganan, Lurah Kedonganan, Kelian Adat Desa Kedonganan, Kepala Lingkungan Kelurahan Kedonganan, LPD Desa Adat Kedonganan, Perwakilan BPKP2K, Pansel BUPDA, Ketua The Bangsal, Ketua Pasar Adat Kedonganan.

 Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital. Kegiatan ini bekerja sama dengan BPKP2K, dimana BPKP2K sendiri memiliki peran penting sebagai pengelola kawasan kuliner, penghubung antar pelaku usaha, serta motor koordinasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata kuliner Kedonganan.

Melalui dukungan BPKP2K, pelatihan dapat menjangkau pelaku usaha lebih luas dan lebih tepat sasaran. Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital.

Kedonganan sebenarnya sudah punya modal besar: nama yang kuat, pengalaman autentik, dan daya tarik alam yang nyata. Tinggal bagaimana kekuatan itu diterjemahkan ke dalam bahasa digital yang mudah dijangkau wisatawan masa kini. Jika digitalisasi dilakukan secara kolektif, manfaatnya akan jauh lebih besar. Bayangkan jika seluruh pelaku usaha di Kedonganan aktif menampilkan identitas kawasan yang sama: seafood segar, suasana pantai, kisah nelayan lokal, dan pengalaman makan khas Bali. Maka yang dipromosikan bukan hanya satu restoran, tetapi seluruh Kedonganan sebagai destinasi kuliner.

Pada akhirnya, masa depan Kedonganan tidak hanya ditentukan oleh indahnya senja, segarnya seafood, atau ramainya pengunjung saat liburan. Masa depan kawasan ini akan ditentukan oleh seberapa cepat ia mampu membaca perubahan dan berani beradaptasi. Tradisi, keramahan, dan cita rasa lokal tetap menjadi jiwa utama, tetapi di era sekarang semua itu perlu hadir juga di ruang digital.

Jika Kedonganan mampu memadukan kekuatan lokal dengan inovasi baru, maka kawasan ini tidak sekadar akan bertahan, tetapi melangkah lebih jauh sebagai contoh bagaimana destinasi pesisir tumbuh cerdas, kuat, dan relevan. Karena dunia boleh berubah, tetapi tempat yang siap berubah akan selalu punya masa depan. [T]

Penulis: Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KedonganandigitalIPB InternasionalPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

Next Post

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti, SST.Par., M.Par. lahir di Denpasar pada tanggal 17 Juni 1991. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma IV pada Jurusan Manajemen Perhotelan di STP Nusa Dua Bali. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Udayana dengan konsentrasi Pemasaran. Sebelum berkiprah di dunia akademik, ia memiliki pengalaman profesional di industri hospitality, khususnya pada bidang Sales and Marketing Department di hotel. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang pemasaran dan pengelolaan industri perhotelan. Saat ini, beliau aktif sebagai dosen di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dan mengampu mata kuliah Manajemen Pemasaran Hospitaliti serta Manajemen MICE. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri yang dimiliki, beliau terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan pariwisata dan bisnis, khususnya di bidang hospitality dan pemasaran.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co