22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
in Panggung
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

Gelar karya dan usaha memperingati Hari Kartini di Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung, tetapi aktivitas di lingkungan sekolah justru berjalan lebih riuh dari biasanya. Sejumlah siswa terlihat sibuk menata meja, menempel dekorasi, hingga menyiapkan produk di stan masing-masing.

Hari itu, kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Seluruh siswa terlibat dalam peringatan Hari Kartini yang dikemas melalui kegiatan gelar karya dan usaha. Aula sekolah menjadi pusat kegiatan pertunjukan, sementara area di luar aula dimanfaatkan sebagai lokasi bazar mini yang diikuti oleh seluruh kelas.

Di area luar, stan-stan bazar berdiri berjejer dengan tampilan beragam. Ada yang dihias sederhana, ada pula yang dirancang lebih tematik untuk menarik perhatian. Produk yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga aksesori buatan tangan.

Gelar karya dan usaha memperingati Hari Kartini di Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Beberapa siswa kelas XI tampak lebih aktif mengelola stan. Mereka mengimplementasikan langsung hasil pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di kelas XI. Produk yang sebelumnya hanya menjadi bahan presentasi di kelas, kini dipasarkan secara langsung kepada warga sekolah.

Di salah satu stan minuman, dua siswi terlihat membagi tugas. Satu meracik minuman, sementara yang lain melayani pembeli dan mengatur pembayaran. Interaksi berlangsung cepat, terutama saat pengunjung mulai berdatangan. Aktivitas serupa juga terlihat di stan lain, dengan siswa saling membantu agar pelayanan tetap berjalan lancar.

Situasi bazar cukup dinamis. Beberapa siswa tampak menawarkan produk kepada teman-temannya, sementara yang lain memilih berkeliling sebelum memutuskan membeli. Antrean kecil sempat terbentuk di beberapa stan yang ramai pengunjung.

 

Gelar karya dan usaha memperingati Hari Kartini di Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Di dalam aula, suasana berbeda berlangsung. Rangkaian acara ditampilkan secara bergantian di atas panggung. Peragaan busana menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian. Siswa yang terlibat tampil mengenakan busana bernuansa tradisional dengan berbagai variasi.

Mereka berlenggak-lenggok di atas panggung dengan iringan musik. Para siswa dan guru yang memenuhi aula mengikuti jalannya acara dengan tertib, sesekali memberikan tepuk tangan setelah penampilan selesai.

Selain itu, pembacaan puisi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Seorang siswi tampil membacakan puisi bertema perjuangan perempuan. Ia membaca dengan intonasi yang terjaga, sesekali menatap penonton, sementara sebagian siswa lain menyimak dengan saksama.

Gelar karya dan usaha memperingati Hari Kartini di Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

 

Pementasan teater oleh Teater Media Tepi Kesbam turut melengkapi rangkaian acara. Mereka menampilkan mini operette bertajuk, “The Detective Who Knew Too Little”, yang membuat rangkaian peringatan hari itu kian semarak.

Kegiatan di aula dan bazar berlangsung secara bersamaan. Perpindahan siswa dari satu area ke area lain terlihat cukup intens. Sebagian memilih menyaksikan penampilan di aula, sementara yang lain tetap berada di luar untuk mengelola atau mengunjungi stan.

Ketua OSIS Kesbam, Adelia Trianti, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi ruang bagi siswa agar dapat berpartisipasi secara aktif.

Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kreativitas.

“Perayaan Hari Kartini hari ini tidak hanya sekadar memperingati perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga mendorong siswa, khususnya perempuan, untuk lebih percaya diri, kreatif, dan berani berkarya,” ujarnya.

Adelia menambahkan bahwa keberagaman kegiatan, mulai dari peragaan busana hingga bazar, memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai dapat membantu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas siswa.

 Gelar karya dan usaha memperingati Hari Kartini di Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

Hal senada turut disampaikan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Ia menilai bahwa gelar karya dan usaha merupakan bentuk implementasi nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks pendidikan saat ini.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide serta merealisasikannya dalam bentuk nyata. Ia juga mengapresiasi keterlibatan OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dalam menginisiasi kegiatan tersebut.

“Kegiatan gelar karya dan usaha ini adalah wujud nyata implementasi perjuangan Kartini masa kini. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghargai setiap karya dan kerja keras. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk membangun karakter siswa, termasuk dalam hal tanggung jawab dan kerja sama,” jelas Komang Rika.

Gelar karya dan usaha memperingati Hari Kartini di Kesbam│Foto: OSIS Kesbam

 

Menjelang siang, aktivitas di kedua area masih berlangsung. Gerimis yang sempat turun di pagi hari tidak berkembang menjadi hujan deras, sehingga kegiatan dapat berjalan tanpa gangguan berarti.

Di area bazar, beberapa stan masih ramai dikunjungi. Siswa terlihat berkelompok, sebagian menikmati makanan yang dibeli, sementara yang lain masih aktif menawarkan produk. Di dalam aula, rangkaian penampilan terus berjalan hingga mendekati akhir acara.

Ketika kegiatan mulai berakhir, siswa perlahan membereskan stan masing-masing. Meja dibersihkan, perlengkapan dirapikan, dan sisa produk dikumpulkan kembali. Aula pun mulai lengang setelah penampilan terakhir selesai.

Peringatan Hari Kartini di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar tahun ini berlangsung dengan melibatkan berbagai aktivitas yang terintegrasi. Melalui stan kreatif dan gelar karya, siswa tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga terlibat langsung dalam proses yang mereka jalani.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini dapat dikemas dalam bentuk yang lebih aplikatif, dengan menggabungkan unsur seni, kreativitas, dan kewirausahaan dalam satu rangkaian kegiatan di lingkungan sekolah. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari KartiniSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

Next Post

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

Menanam Waktu di Tubuh Bumi ---Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co