3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
in Panggung
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Konferensi pers Ubud Food Festival 2026

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner ini akan menghadirkan sederetan kolaborasi seru dari pada chef terbaik Asia Tenggara. Bertempat di Taman Kuliner, festival ini akan mempertemukan chef, petani, produsen artisan, seniman, dan para pecinta kuliner dalam perayaan makanan yang meriah dan penuh warna.

“Program tahun ini benar-benar istimewa, dengan deretan talenta internasional yang sayang untuk dilewatkan. Kolaborasi spesial yang mempertemukan chef terbaik Indonesia dengan para chef ternama dari berbagai negara di Asia menjadi salah satu hal paling menarik di Ubud Food Festival tahun ini,” ujar Pendiri dan Direktur Janet DeNeefe dalam konferensi pers di Artotel Sanur, Rabu 13 Mei 2026.

Selain Janet DeNeefe, konferensi itu juga menghadirkan pembicara lain, seperti Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati, Dr. Drs. I Ketut Suardana, M.Fil.H,; pelopor pertanian organik, akademisi, dosen dan peneliti di Universitas Udayana Prof. Ni Luh Kartini; ahli mixologi Bili Wirawan, dan pemimpin Syrco BASÈ, Chef Syrco Bakker serta dimoderatori oleh Dwi Ermayanthi yang juga Manajer Festival.

Ubud Food Festival yang mengangkat tema Farmers: Guardians of Land and Sea itu akan menghadirkan beragam program mulai dari Demo Memasak, Food Talks, Special Events, Chef’s Table, Masterclass, hingga Food Market gratis yang menjadi favorit pengunjung, dan masih banyak lagi. “Menyambung tahun ini, Ubud Food Festival akan menghadirkan banyak program dan benar-benar memberi kesempatan bagi para petani keren untuk berbicara,” ucap Janet DeNeefe berbahagia.

Ketut Suardana

Ketut Suardana mengatakan, Ubud Food Festival ke-11 menjadi ajang untuk mempromosikan Bali ke dunia Internasional. Chef-chef dari berbagai negara akan menampilkan hidangan modern dengan tetap mengedepankan pendekatan dari nilai estetik. “Kami memilih Ubud sebagai tempat berkreasi kuliner, karena memiliki peta stategis dan back round yang panjang melakoni kegiatan pariwisata. Jika terkait dengan bisnis, lokasi ini memiliki nilai tawar tinggi. Dari Ubud berkontribusi untuk kuliner,” paparnya.

Ubud menjadi ikon pariwisata Bali, bahkan pawisata Indonesia. Jauh sebelum Indonesia ada, yakni pada tahun 1930 – 1931, Ubud sudah menjadi peserta Ekspo di Paris. Dari sana, nama Ubud menggaung menjadi pembicaraan dunia luar. Penari, pemudik, pelukis kemudian banyak yang tinggal di Ubud. “Festival kuliner ini digelar di Ubud karena tempat dan spiritnya. Pelaku bisnis di Ubud menyadari apa yang dibuat itu menjadi bagian dari persembahan,” sebutnya.

Chef Syrco Bakker, seorang chef berdarah Belanda itu akan tampil dengan gaya memasak seperti yang dilakukan saat memimpin Syrco BASÈ. Chef yang meraih dua bintang Michelin akan memainkan peran pentingnya dalam mengenalkan bahan lokal di sekitarnya yang tak kalah kualitasnya dengan produk impor. “Dalam ajang Ubud Food Festival saya juga akan membuat event kuliner dengan menghadirkan Chef dari Australia,” ungkapnya.

Sementara Bili Wirawan akan mengkoordini kompetisi mixology yang akan memeriahkan Ubud Food Festival 2026 ini. Melalui ajang festival ini, ia akan bekerjasama dengan para chef untuk mengangkat mixology lokal. Artinya, mereka akan memperkenalkan bahan-baha local yang bisa disulap menjadi minuman segar dan bermanfaat. “Saya ingin memperlihatkan di kompetisi ini sendiri untuk dapat menemukan bahan asli yang terlupakan, baik itu dari buah, umbi atau daun daunan. Bahan ini yang saya ingin kembalikan,” tekadnya.

Sedangkan Prof. Kartini mengatakan, ingredient local sangat kaya tinggal dibutuhlan platform yang tepat untuk memperkenalkannya. Bali itu sebenarnya organic, apapun yang dihasilkan di Bali selalu outentik. Hanya saja sering dihancurkan dengan pertanian kimia. Festival ini mempertemukan petani dengan pengusaha. “Kalau mempertemukan petani dengan pemerintah terkadang tak nyambung, sehingga kolaborasi petani dengan pengusaha secara langsung itu yang terbaik,” sebutnya.

Chef’s Table Tahun Ini

Ubud Food Festival ke-11 sebagai sebuah kolaborasi spesial yang mempertemukan chef terbaik Indonesia dengan para chef ternama dari berbagai negara di Asia. Ajang ini, menjadi salah satu hal paling menarik di ajang festrival ini. “Chef’s Tables dan Masterclass tahun ini kembali menghadirkan para chef terbaik Indonesia serta bintang kuliner dari berbagai negara kepada audiens yang lebih luas, dan itulah inti dari festival kami,” ujar Janet DeNeefe.

Salah satu nama yang hadir tahun ini adalah chef pastry asal Australia, Chef Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie sekaligus mantan ahli aerodinamika Formula 1. Ia akan mengisi sesi diskusi santai di Indus Restaurant, berbagi kisah unik di balik croissant buatannya yang dikenal sebagai salah satu yang paling dicari di dunia. Kate juga akan menjadi co-juri dalam penilaian croissant terbaik dari berbagai bakery pilihan di Bali, serta menobatkan Best Croissant in Bali 2026 di Indus.

Konferensi pers Ubud Food Festival 2026

Four Seasons Resort Bali at Sayan akan menjadi lokasi makan malam eksklusif satu malam yang mempertemukan Chef Frank Camorra dari MoVida Melbourne dan Chef Andrés Becerra dari Santanera Canggu. Keduanya adalah sahabat lama yang perjalanan kulinernya pertama kali bersinggungan lebih dari satu dekade lalu. Mereka akan menyajikan enam hidangan yang terinspirasi dari api, garam, dan semangat kuliner Spanyol serta Amerika Latin, mulai dari hidangan khas panggang kayu, paella dengan aroma saffron yang kaya, hingga beberapa dessert yang sayang untuk dilewatkan.

Untuk satu malam saja, dua chef peraih penghargaan akan berkolaborasi: Chef Ben Devlin dari Australia, Executive Chef sekaligus pemilik Pipit di Byron Bay, bersama Chef Syrco Bakker di Syrco BASÈ. Keduanya akan menghadirkan menu yang dikurasi dengan seksama, terinspirasi dari kekayaan terroir Bali dan cita rasa khas Australia. Hidangan ini menonjolkan bahan-bahan lokal, kreativitas, dan presisi dalam setiap sajian.

Beralih ke jajaran chef Indonesia, Chef Jovan Koraag dari Mata Karanjang Jakarta akan menghadirkan cita rasa kuat khas Sulawesi Utara dengan aroma asap yang khas di tengah suasana rimbun hutan Casa Luna. Ia akan menghadirkan Long Table Lunch yang ikonik dalam festival ini, yang berakar dari tradisi Minahasa. Hidangan yang disajikan antara lain daging babi yang dimasak dalam bambu, telur ikan berbumbu woku, buah-buahan hutan yang difermentasi dengan cuka saguer, hingga Klappertart yang lembut sebagai penutup, ditemani kopi lokal.

Chef Ragil Imam Wibowo dari Nusa Gastronomy, yang dikenal sebagai penjaga warisan kuliner Indonesia, akan hadir di DI SINI DI SANA by Rachman & Sons untuk makan siang dan makan malam keluarga yang didedikasikan pada salah satu bahan paling sederhana namun penting di Nusantara: pisang.

Bersama Executive Chef T.J., keduanya akan menghadirkan resep-resep warisan, teknik memasak dengan api, fermentasi, dan rempah-rempah dalam suasana ruang makan bergaya Jawa klasik. Hidangan ini bukan hanya soal makan, tetapi juga pengalaman yang sarat ritual.

Menghadap langsung ke lembah Ubud yang luas, Samsara menjadi lokasi kolaborasi tiga chef, antara lain Chef Kieran Morland dari Luma Bali, Chef Fernando Sindu dari Salira dari Union Group, dan chef sekaligus figur publik kuliner Indonesia, Renatta Moeloek. Dipersatukan oleh rasa ingin tahu terhadap bahan-bahan lokal dan teknik memasak modern, ketiganya akan menghadirkan malam penuh kreasi koktail spesial dan ide-ide kuliner yang berani, persis seperti semangat yang diusung festival ini.

Tahun ini, seri Chef’s Table di Indus menghadirkan sejumlah nama kuliner paling menarik dari Asia dan Amerika Selatan. Dua chef asal Thailand yang dikenal dengan insting tajam di dapur, Chef Prin Polsuk dan Chef Joe Napol, akan berkolaborasi dengan Head Chef Fu House, Aaron Pribadi.

Mereka menghadirkan Chef’s Table yang penuh api, insting, dan cita rasa Thailand yang berani. Chef Abel Ortiz asal Peru, sosok di balik Chullschick Hong Kong, menghadirkan masakan yang presisi, berakar pada tradisi, namun tetap memiliki energi yang halus dan hidup. Ia akan berkolaborasi dengan Chef Cristian Encina dari PICA di Ubud, asal Chile, yang Escabeche Causa-nya merangkai lapisan rasa dengan percaya diri yang mencerminkan keluasan wawasan kuliner Amerika Latin.

Berakar pada tradisi yang berbeda, ikon kuliner Malaysia, Chef Wan, akan tampil di dapur terbuka untuk menyiapkan Nyonya Laksa secara langsung. Terinspirasi dari resep sang nenek dan warisan Peranakan yang telah berusia ratusan tahun, hidangan ini berbasis santan, daun kari, dan asam jawa. Hasilnya adalah kuah yang creamy, kaya rempah, dan lahir dari perjalanan panjang Chef Wan dalam membawa cerita kuliner Malaysia ke dunia.

Berakar kuat pada warisan kuliner, Chef Agus dari Ron Gastrobar dan Helianti Hilman, salah satu tokoh terdepan dalam pelestarian bahan pangan lokal Indonesia, hadir di dapur bukan hanya dengan resep, tetapi dengan peta rasa dan ingatan. Melalui nypah, kelapa, kedalaman rasa kluwak, gula aren, hingga teknik pembuatan garam tradisional yang telah berusia ratusan tahun, keduanya menelusuri jiwa kuliner Nusantara.

Melengkapi rangkaian program tahun ini, Masterclass yang selalu menjadi favorit festival kembali mengajak pengunjung masuk ke dapur bersama para chef ternama, mempelajari hidangan ikonik sekaligus menelusuri tradisi yang menginspirasinya. Salah satu sorotan tahun ini, Kokokan Restaurant at Kappa Senses, menghadirkan Chef Victorien Bayet dan Kadek Dwi Kurniawan, yang akan mendemonstrasikan hidangan pembuka dan dessert terinspirasi dari para petani dan nelayan penjaga tanah dan laut Bali. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

Next Post

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
0
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

Read moreDetails
Next Post
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co