3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
in Panggung
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Konferensi pers Ubud Food Festival 2026

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner ini akan menghadirkan sederetan kolaborasi seru dari pada chef terbaik Asia Tenggara. Bertempat di Taman Kuliner, festival ini akan mempertemukan chef, petani, produsen artisan, seniman, dan para pecinta kuliner dalam perayaan makanan yang meriah dan penuh warna.

“Program tahun ini benar-benar istimewa, dengan deretan talenta internasional yang sayang untuk dilewatkan. Kolaborasi spesial yang mempertemukan chef terbaik Indonesia dengan para chef ternama dari berbagai negara di Asia menjadi salah satu hal paling menarik di Ubud Food Festival tahun ini,” ujar Pendiri dan Direktur Janet DeNeefe dalam konferensi pers di Artotel Sanur, Rabu 13 Mei 2026.

Selain Janet DeNeefe, konferensi itu juga menghadirkan pembicara lain, seperti Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati, Dr. Drs. I Ketut Suardana, M.Fil.H,; pelopor pertanian organik, akademisi, dosen dan peneliti di Universitas Udayana Prof. Ni Luh Kartini; ahli mixologi Bili Wirawan, dan pemimpin Syrco BASÈ, Chef Syrco Bakker serta dimoderatori oleh Dwi Ermayanthi yang juga Manajer Festival.

Ubud Food Festival yang mengangkat tema Farmers: Guardians of Land and Sea itu akan menghadirkan beragam program mulai dari Demo Memasak, Food Talks, Special Events, Chef’s Table, Masterclass, hingga Food Market gratis yang menjadi favorit pengunjung, dan masih banyak lagi. “Menyambung tahun ini, Ubud Food Festival akan menghadirkan banyak program dan benar-benar memberi kesempatan bagi para petani keren untuk berbicara,” ucap Janet DeNeefe berbahagia.

Ketut Suardana

Ketut Suardana mengatakan, Ubud Food Festival ke-11 menjadi ajang untuk mempromosikan Bali ke dunia Internasional. Chef-chef dari berbagai negara akan menampilkan hidangan modern dengan tetap mengedepankan pendekatan dari nilai estetik. “Kami memilih Ubud sebagai tempat berkreasi kuliner, karena memiliki peta stategis dan back round yang panjang melakoni kegiatan pariwisata. Jika terkait dengan bisnis, lokasi ini memiliki nilai tawar tinggi. Dari Ubud berkontribusi untuk kuliner,” paparnya.

Ubud menjadi ikon pariwisata Bali, bahkan pawisata Indonesia. Jauh sebelum Indonesia ada, yakni pada tahun 1930 – 1931, Ubud sudah menjadi peserta Ekspo di Paris. Dari sana, nama Ubud menggaung menjadi pembicaraan dunia luar. Penari, pemudik, pelukis kemudian banyak yang tinggal di Ubud. “Festival kuliner ini digelar di Ubud karena tempat dan spiritnya. Pelaku bisnis di Ubud menyadari apa yang dibuat itu menjadi bagian dari persembahan,” sebutnya.

Chef Syrco Bakker, seorang chef berdarah Belanda itu akan tampil dengan gaya memasak seperti yang dilakukan saat memimpin Syrco BASÈ. Chef yang meraih dua bintang Michelin akan memainkan peran pentingnya dalam mengenalkan bahan lokal di sekitarnya yang tak kalah kualitasnya dengan produk impor. “Dalam ajang Ubud Food Festival saya juga akan membuat event kuliner dengan menghadirkan Chef dari Australia,” ungkapnya.

Sementara Bili Wirawan akan mengkoordini kompetisi mixology yang akan memeriahkan Ubud Food Festival 2026 ini. Melalui ajang festival ini, ia akan bekerjasama dengan para chef untuk mengangkat mixology lokal. Artinya, mereka akan memperkenalkan bahan-baha local yang bisa disulap menjadi minuman segar dan bermanfaat. “Saya ingin memperlihatkan di kompetisi ini sendiri untuk dapat menemukan bahan asli yang terlupakan, baik itu dari buah, umbi atau daun daunan. Bahan ini yang saya ingin kembalikan,” tekadnya.

Sedangkan Prof. Kartini mengatakan, ingredient local sangat kaya tinggal dibutuhlan platform yang tepat untuk memperkenalkannya. Bali itu sebenarnya organic, apapun yang dihasilkan di Bali selalu outentik. Hanya saja sering dihancurkan dengan pertanian kimia. Festival ini mempertemukan petani dengan pengusaha. “Kalau mempertemukan petani dengan pemerintah terkadang tak nyambung, sehingga kolaborasi petani dengan pengusaha secara langsung itu yang terbaik,” sebutnya.

Chef’s Table Tahun Ini

Ubud Food Festival ke-11 sebagai sebuah kolaborasi spesial yang mempertemukan chef terbaik Indonesia dengan para chef ternama dari berbagai negara di Asia. Ajang ini, menjadi salah satu hal paling menarik di ajang festrival ini. “Chef’s Tables dan Masterclass tahun ini kembali menghadirkan para chef terbaik Indonesia serta bintang kuliner dari berbagai negara kepada audiens yang lebih luas, dan itulah inti dari festival kami,” ujar Janet DeNeefe.

Salah satu nama yang hadir tahun ini adalah chef pastry asal Australia, Chef Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie sekaligus mantan ahli aerodinamika Formula 1. Ia akan mengisi sesi diskusi santai di Indus Restaurant, berbagi kisah unik di balik croissant buatannya yang dikenal sebagai salah satu yang paling dicari di dunia. Kate juga akan menjadi co-juri dalam penilaian croissant terbaik dari berbagai bakery pilihan di Bali, serta menobatkan Best Croissant in Bali 2026 di Indus.

Konferensi pers Ubud Food Festival 2026

Four Seasons Resort Bali at Sayan akan menjadi lokasi makan malam eksklusif satu malam yang mempertemukan Chef Frank Camorra dari MoVida Melbourne dan Chef Andrés Becerra dari Santanera Canggu. Keduanya adalah sahabat lama yang perjalanan kulinernya pertama kali bersinggungan lebih dari satu dekade lalu. Mereka akan menyajikan enam hidangan yang terinspirasi dari api, garam, dan semangat kuliner Spanyol serta Amerika Latin, mulai dari hidangan khas panggang kayu, paella dengan aroma saffron yang kaya, hingga beberapa dessert yang sayang untuk dilewatkan.

Untuk satu malam saja, dua chef peraih penghargaan akan berkolaborasi: Chef Ben Devlin dari Australia, Executive Chef sekaligus pemilik Pipit di Byron Bay, bersama Chef Syrco Bakker di Syrco BASÈ. Keduanya akan menghadirkan menu yang dikurasi dengan seksama, terinspirasi dari kekayaan terroir Bali dan cita rasa khas Australia. Hidangan ini menonjolkan bahan-bahan lokal, kreativitas, dan presisi dalam setiap sajian.

Beralih ke jajaran chef Indonesia, Chef Jovan Koraag dari Mata Karanjang Jakarta akan menghadirkan cita rasa kuat khas Sulawesi Utara dengan aroma asap yang khas di tengah suasana rimbun hutan Casa Luna. Ia akan menghadirkan Long Table Lunch yang ikonik dalam festival ini, yang berakar dari tradisi Minahasa. Hidangan yang disajikan antara lain daging babi yang dimasak dalam bambu, telur ikan berbumbu woku, buah-buahan hutan yang difermentasi dengan cuka saguer, hingga Klappertart yang lembut sebagai penutup, ditemani kopi lokal.

Chef Ragil Imam Wibowo dari Nusa Gastronomy, yang dikenal sebagai penjaga warisan kuliner Indonesia, akan hadir di DI SINI DI SANA by Rachman & Sons untuk makan siang dan makan malam keluarga yang didedikasikan pada salah satu bahan paling sederhana namun penting di Nusantara: pisang.

Bersama Executive Chef T.J., keduanya akan menghadirkan resep-resep warisan, teknik memasak dengan api, fermentasi, dan rempah-rempah dalam suasana ruang makan bergaya Jawa klasik. Hidangan ini bukan hanya soal makan, tetapi juga pengalaman yang sarat ritual.

Menghadap langsung ke lembah Ubud yang luas, Samsara menjadi lokasi kolaborasi tiga chef, antara lain Chef Kieran Morland dari Luma Bali, Chef Fernando Sindu dari Salira dari Union Group, dan chef sekaligus figur publik kuliner Indonesia, Renatta Moeloek. Dipersatukan oleh rasa ingin tahu terhadap bahan-bahan lokal dan teknik memasak modern, ketiganya akan menghadirkan malam penuh kreasi koktail spesial dan ide-ide kuliner yang berani, persis seperti semangat yang diusung festival ini.

Tahun ini, seri Chef’s Table di Indus menghadirkan sejumlah nama kuliner paling menarik dari Asia dan Amerika Selatan. Dua chef asal Thailand yang dikenal dengan insting tajam di dapur, Chef Prin Polsuk dan Chef Joe Napol, akan berkolaborasi dengan Head Chef Fu House, Aaron Pribadi.

Mereka menghadirkan Chef’s Table yang penuh api, insting, dan cita rasa Thailand yang berani. Chef Abel Ortiz asal Peru, sosok di balik Chullschick Hong Kong, menghadirkan masakan yang presisi, berakar pada tradisi, namun tetap memiliki energi yang halus dan hidup. Ia akan berkolaborasi dengan Chef Cristian Encina dari PICA di Ubud, asal Chile, yang Escabeche Causa-nya merangkai lapisan rasa dengan percaya diri yang mencerminkan keluasan wawasan kuliner Amerika Latin.

Berakar pada tradisi yang berbeda, ikon kuliner Malaysia, Chef Wan, akan tampil di dapur terbuka untuk menyiapkan Nyonya Laksa secara langsung. Terinspirasi dari resep sang nenek dan warisan Peranakan yang telah berusia ratusan tahun, hidangan ini berbasis santan, daun kari, dan asam jawa. Hasilnya adalah kuah yang creamy, kaya rempah, dan lahir dari perjalanan panjang Chef Wan dalam membawa cerita kuliner Malaysia ke dunia.

Berakar kuat pada warisan kuliner, Chef Agus dari Ron Gastrobar dan Helianti Hilman, salah satu tokoh terdepan dalam pelestarian bahan pangan lokal Indonesia, hadir di dapur bukan hanya dengan resep, tetapi dengan peta rasa dan ingatan. Melalui nypah, kelapa, kedalaman rasa kluwak, gula aren, hingga teknik pembuatan garam tradisional yang telah berusia ratusan tahun, keduanya menelusuri jiwa kuliner Nusantara.

Melengkapi rangkaian program tahun ini, Masterclass yang selalu menjadi favorit festival kembali mengajak pengunjung masuk ke dapur bersama para chef ternama, mempelajari hidangan ikonik sekaligus menelusuri tradisi yang menginspirasinya. Salah satu sorotan tahun ini, Kokokan Restaurant at Kappa Senses, menghadirkan Chef Victorien Bayet dan Kadek Dwi Kurniawan, yang akan mendemonstrasikan hidangan pembuka dan dessert terinspirasi dari para petani dan nelayan penjaga tanah dan laut Bali. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

Next Post

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co