3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
in Panggung
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Konferensi pers Ubud Food Festival 2026

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner ini akan menghadirkan sederetan kolaborasi seru dari pada chef terbaik Asia Tenggara. Bertempat di Taman Kuliner, festival ini akan mempertemukan chef, petani, produsen artisan, seniman, dan para pecinta kuliner dalam perayaan makanan yang meriah dan penuh warna.

“Program tahun ini benar-benar istimewa, dengan deretan talenta internasional yang sayang untuk dilewatkan. Kolaborasi spesial yang mempertemukan chef terbaik Indonesia dengan para chef ternama dari berbagai negara di Asia menjadi salah satu hal paling menarik di Ubud Food Festival tahun ini,” ujar Pendiri dan Direktur Janet DeNeefe dalam konferensi pers di Artotel Sanur, Rabu 13 Mei 2026.

Selain Janet DeNeefe, konferensi itu juga menghadirkan pembicara lain, seperti Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati, Dr. Drs. I Ketut Suardana, M.Fil.H,; pelopor pertanian organik, akademisi, dosen dan peneliti di Universitas Udayana Prof. Ni Luh Kartini; ahli mixologi Bili Wirawan, dan pemimpin Syrco BASÈ, Chef Syrco Bakker serta dimoderatori oleh Dwi Ermayanthi yang juga Manajer Festival.

Ubud Food Festival yang mengangkat tema Farmers: Guardians of Land and Sea itu akan menghadirkan beragam program mulai dari Demo Memasak, Food Talks, Special Events, Chef’s Table, Masterclass, hingga Food Market gratis yang menjadi favorit pengunjung, dan masih banyak lagi. “Menyambung tahun ini, Ubud Food Festival akan menghadirkan banyak program dan benar-benar memberi kesempatan bagi para petani keren untuk berbicara,” ucap Janet DeNeefe berbahagia.

Ketut Suardana

Ketut Suardana mengatakan, Ubud Food Festival ke-11 menjadi ajang untuk mempromosikan Bali ke dunia Internasional. Chef-chef dari berbagai negara akan menampilkan hidangan modern dengan tetap mengedepankan pendekatan dari nilai estetik. “Kami memilih Ubud sebagai tempat berkreasi kuliner, karena memiliki peta stategis dan back round yang panjang melakoni kegiatan pariwisata. Jika terkait dengan bisnis, lokasi ini memiliki nilai tawar tinggi. Dari Ubud berkontribusi untuk kuliner,” paparnya.

Ubud menjadi ikon pariwisata Bali, bahkan pawisata Indonesia. Jauh sebelum Indonesia ada, yakni pada tahun 1930 – 1931, Ubud sudah menjadi peserta Ekspo di Paris. Dari sana, nama Ubud menggaung menjadi pembicaraan dunia luar. Penari, pemudik, pelukis kemudian banyak yang tinggal di Ubud. “Festival kuliner ini digelar di Ubud karena tempat dan spiritnya. Pelaku bisnis di Ubud menyadari apa yang dibuat itu menjadi bagian dari persembahan,” sebutnya.

Chef Syrco Bakker, seorang chef berdarah Belanda itu akan tampil dengan gaya memasak seperti yang dilakukan saat memimpin Syrco BASÈ. Chef yang meraih dua bintang Michelin akan memainkan peran pentingnya dalam mengenalkan bahan lokal di sekitarnya yang tak kalah kualitasnya dengan produk impor. “Dalam ajang Ubud Food Festival saya juga akan membuat event kuliner dengan menghadirkan Chef dari Australia,” ungkapnya.

Sementara Bili Wirawan akan mengkoordini kompetisi mixology yang akan memeriahkan Ubud Food Festival 2026 ini. Melalui ajang festival ini, ia akan bekerjasama dengan para chef untuk mengangkat mixology lokal. Artinya, mereka akan memperkenalkan bahan-baha local yang bisa disulap menjadi minuman segar dan bermanfaat. “Saya ingin memperlihatkan di kompetisi ini sendiri untuk dapat menemukan bahan asli yang terlupakan, baik itu dari buah, umbi atau daun daunan. Bahan ini yang saya ingin kembalikan,” tekadnya.

Sedangkan Prof. Kartini mengatakan, ingredient local sangat kaya tinggal dibutuhlan platform yang tepat untuk memperkenalkannya. Bali itu sebenarnya organic, apapun yang dihasilkan di Bali selalu outentik. Hanya saja sering dihancurkan dengan pertanian kimia. Festival ini mempertemukan petani dengan pengusaha. “Kalau mempertemukan petani dengan pemerintah terkadang tak nyambung, sehingga kolaborasi petani dengan pengusaha secara langsung itu yang terbaik,” sebutnya.

Chef’s Table Tahun Ini

Ubud Food Festival ke-11 sebagai sebuah kolaborasi spesial yang mempertemukan chef terbaik Indonesia dengan para chef ternama dari berbagai negara di Asia. Ajang ini, menjadi salah satu hal paling menarik di ajang festrival ini. “Chef’s Tables dan Masterclass tahun ini kembali menghadirkan para chef terbaik Indonesia serta bintang kuliner dari berbagai negara kepada audiens yang lebih luas, dan itulah inti dari festival kami,” ujar Janet DeNeefe.

Salah satu nama yang hadir tahun ini adalah chef pastry asal Australia, Chef Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie sekaligus mantan ahli aerodinamika Formula 1. Ia akan mengisi sesi diskusi santai di Indus Restaurant, berbagi kisah unik di balik croissant buatannya yang dikenal sebagai salah satu yang paling dicari di dunia. Kate juga akan menjadi co-juri dalam penilaian croissant terbaik dari berbagai bakery pilihan di Bali, serta menobatkan Best Croissant in Bali 2026 di Indus.

Konferensi pers Ubud Food Festival 2026

Four Seasons Resort Bali at Sayan akan menjadi lokasi makan malam eksklusif satu malam yang mempertemukan Chef Frank Camorra dari MoVida Melbourne dan Chef Andrés Becerra dari Santanera Canggu. Keduanya adalah sahabat lama yang perjalanan kulinernya pertama kali bersinggungan lebih dari satu dekade lalu. Mereka akan menyajikan enam hidangan yang terinspirasi dari api, garam, dan semangat kuliner Spanyol serta Amerika Latin, mulai dari hidangan khas panggang kayu, paella dengan aroma saffron yang kaya, hingga beberapa dessert yang sayang untuk dilewatkan.

Untuk satu malam saja, dua chef peraih penghargaan akan berkolaborasi: Chef Ben Devlin dari Australia, Executive Chef sekaligus pemilik Pipit di Byron Bay, bersama Chef Syrco Bakker di Syrco BASÈ. Keduanya akan menghadirkan menu yang dikurasi dengan seksama, terinspirasi dari kekayaan terroir Bali dan cita rasa khas Australia. Hidangan ini menonjolkan bahan-bahan lokal, kreativitas, dan presisi dalam setiap sajian.

Beralih ke jajaran chef Indonesia, Chef Jovan Koraag dari Mata Karanjang Jakarta akan menghadirkan cita rasa kuat khas Sulawesi Utara dengan aroma asap yang khas di tengah suasana rimbun hutan Casa Luna. Ia akan menghadirkan Long Table Lunch yang ikonik dalam festival ini, yang berakar dari tradisi Minahasa. Hidangan yang disajikan antara lain daging babi yang dimasak dalam bambu, telur ikan berbumbu woku, buah-buahan hutan yang difermentasi dengan cuka saguer, hingga Klappertart yang lembut sebagai penutup, ditemani kopi lokal.

Chef Ragil Imam Wibowo dari Nusa Gastronomy, yang dikenal sebagai penjaga warisan kuliner Indonesia, akan hadir di DI SINI DI SANA by Rachman & Sons untuk makan siang dan makan malam keluarga yang didedikasikan pada salah satu bahan paling sederhana namun penting di Nusantara: pisang.

Bersama Executive Chef T.J., keduanya akan menghadirkan resep-resep warisan, teknik memasak dengan api, fermentasi, dan rempah-rempah dalam suasana ruang makan bergaya Jawa klasik. Hidangan ini bukan hanya soal makan, tetapi juga pengalaman yang sarat ritual.

Menghadap langsung ke lembah Ubud yang luas, Samsara menjadi lokasi kolaborasi tiga chef, antara lain Chef Kieran Morland dari Luma Bali, Chef Fernando Sindu dari Salira dari Union Group, dan chef sekaligus figur publik kuliner Indonesia, Renatta Moeloek. Dipersatukan oleh rasa ingin tahu terhadap bahan-bahan lokal dan teknik memasak modern, ketiganya akan menghadirkan malam penuh kreasi koktail spesial dan ide-ide kuliner yang berani, persis seperti semangat yang diusung festival ini.

Tahun ini, seri Chef’s Table di Indus menghadirkan sejumlah nama kuliner paling menarik dari Asia dan Amerika Selatan. Dua chef asal Thailand yang dikenal dengan insting tajam di dapur, Chef Prin Polsuk dan Chef Joe Napol, akan berkolaborasi dengan Head Chef Fu House, Aaron Pribadi.

Mereka menghadirkan Chef’s Table yang penuh api, insting, dan cita rasa Thailand yang berani. Chef Abel Ortiz asal Peru, sosok di balik Chullschick Hong Kong, menghadirkan masakan yang presisi, berakar pada tradisi, namun tetap memiliki energi yang halus dan hidup. Ia akan berkolaborasi dengan Chef Cristian Encina dari PICA di Ubud, asal Chile, yang Escabeche Causa-nya merangkai lapisan rasa dengan percaya diri yang mencerminkan keluasan wawasan kuliner Amerika Latin.

Berakar pada tradisi yang berbeda, ikon kuliner Malaysia, Chef Wan, akan tampil di dapur terbuka untuk menyiapkan Nyonya Laksa secara langsung. Terinspirasi dari resep sang nenek dan warisan Peranakan yang telah berusia ratusan tahun, hidangan ini berbasis santan, daun kari, dan asam jawa. Hasilnya adalah kuah yang creamy, kaya rempah, dan lahir dari perjalanan panjang Chef Wan dalam membawa cerita kuliner Malaysia ke dunia.

Berakar kuat pada warisan kuliner, Chef Agus dari Ron Gastrobar dan Helianti Hilman, salah satu tokoh terdepan dalam pelestarian bahan pangan lokal Indonesia, hadir di dapur bukan hanya dengan resep, tetapi dengan peta rasa dan ingatan. Melalui nypah, kelapa, kedalaman rasa kluwak, gula aren, hingga teknik pembuatan garam tradisional yang telah berusia ratusan tahun, keduanya menelusuri jiwa kuliner Nusantara.

Melengkapi rangkaian program tahun ini, Masterclass yang selalu menjadi favorit festival kembali mengajak pengunjung masuk ke dapur bersama para chef ternama, mempelajari hidangan ikonik sekaligus menelusuri tradisi yang menginspirasinya. Salah satu sorotan tahun ini, Kokokan Restaurant at Kappa Senses, menghadirkan Chef Victorien Bayet dan Kadek Dwi Kurniawan, yang akan mendemonstrasikan hidangan pembuka dan dessert terinspirasi dari para petani dan nelayan penjaga tanah dan laut Bali. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

Next Post

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co