22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
in Persona
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada teknik memasak rumit, tak ada permainan api spektakuler, ataupun peralatan dapur berteknologi tinggi. Yang terdengar justru bunyi berirama dari cobek dan ulekan yang saling beradu.

Suara itu menjadi pusat perhatian para pengunjung yang memadati area demo memasak pada hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam sesi bertajuk ‘Lalapan Reimagined’, dua perempuan yang dikenal luas di dunia kuliner dan media sosial, Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen, mengajak audiens melihat kembali salah satu tradisi makan paling sederhana sekaligus paling akrab bagi masyarakat Indonesia, yakni lalapan.

Jesselyn Lauwreen (kiri) dan Veni Calista (kanan) saat mengulek sambal│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi banyak orang Indonesia, lalapan mungkin hanyalah sayuran segar peneman ayam goreng, ikan bakar, atau aneka lauk lainnya. Namun di tangan Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen, tradisi yang acap dianggap biasa itu justru tampil sebagai simbol kekayaan pangan lokal, keberagaman bahan, dan relasi panjang antara petani, dapur, serta meja makan.

Sejak sesi dimulai, keduanya tidak langsung berbicara panjang lebar. Mereka memilih menunjukkan proses yang selama ini menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Nusantara, yaitu mengulek sambal secara manual.

Di hadapan penonton yang terdiri dari wisatawan domestik maupun mancanegara, mereka mengolah berbagai jenis sambal menggunakan cobek batu. Cabai, bawang, tomat, terasi, dan aneka bumbu lain dihancurkan perlahan hingga menghasilkan tekstur yang khas.

Bagi sebagian wisatawan asing, pemandangan itu menjadi sesuatu yang menarik. Di tengah era peralatan dapur modern yang serba cepat, proses mengulek tampak sederhana, namun menyimpan filosofi dan karakter rasa yang tidak mudah digantikan.

Cooking Demo oleh Jesselyn Lauwreen dan Veni Calista di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Jesselyn Lauwreen menjelaskan bahwa cara mengolah sambal memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir yang didapatkan.

“Kalau Ngulek digantikan dengan blender tentu akan berbeda tekstur, aroma, dan cita rasa yang didapatkan. Jadi, kami menghadirkan rasa yang autentik dengan mengulek, dan ini adalah cara tradisional Indonesia,” ujar Jesselyn.

Pernyataan itu segera mendapat respons dari audiens yang memperhatikan setiap gerakan ulekan yang berputar di atas cobek. Proses yang mungkin terlihat sederhana ternyata menjadi bagian penting dalam menjaga karakter sebuah hidangan.

Sementara Jesselyn sibuk mengolah bumbu, Veni Calista menjelaskan posisi sambal dalam budaya makan masyarakat Indonesia. Menurutnya, sambal bukan sekadar pelengkap yang hadir di pinggir piring.

Lebih dari itu, sambal sering kali menjadi elemen yang menentukan pengalaman makan secara keseluruhan.

“Sambal-sambal ini bisa dipadukan dengan apa saja. Dan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap makanan, tetapi menjadi salah satu hal penting, terutama dalam masakan Indonesia,” kata Veni Calista.

Lalapan Reimagined oleh Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen│Foto: tatkala.co/Dede

Sepanjang demonstrasi, beraneka sambal disiapkan dengan karakter berbeda-beda, mulai dari sambal ganja khas aceh, sambal terasi, sambal hijau, dan sambal teri kacang. Menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis.

Namun sesi tersebut tidak hanya berbicara tentang rasa.

Di tengah proses memasak, Veni Calista juga menghubungkan sambal dengan tema besar yang diangkat Ubud Food Festival tahun ini, yaitu ‘Farmers: Guardians of Land and Sea’.

Baginya, keberadaan sambal tidak bisa dilepaskan dari kerja para petani yang menanam bahan-bahan dasar yang digunakan setiap hari di dapur Indonesia.

“Sambal itu membuat saya teringat semangat dari tema Ubud Food Festival 2026, ‘Farmers: Guardians of Land and Sea’. Tentu dengan hal-hal seperti ini kita semua bisa ikut menjaga pangan,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa setiap sambal sebenarnya menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar rasa pedas. Di dalamnya ada hasil kerja petani cabai, tomat, bawang, hingga berbagai pihak yang menjaga keberlangsungan bahan pangan lokal.

Veni Calista menjelaskan sambal yang dibuat kepada salah satu audiens│Foto: tatkala.co/Dede

 

Setelah seluruh sambal selesai dibuat, sesi kemudian berlanjut pada tahap yang paling menarik secara visual.

Veni Calista dan Jesselyn mulai menata hidangan lalapan dalam sebuah papan saji besar. Satu per satu bahan disusun dengan cermat. Aneka sayuran segar, daun selada, kol, kemangi, mentimun, dan tomat ditempatkan mengelilingi cobek sambal yang menjadi pusat sajian.

Di sisi lain, ayam goreng, ikan bakar, tempe, tahu, kerupuk, terong bakar, serta berbagai pelengkap lain ditata hingga membentuk hamparan warna-warni yang menggugah selera.

Perlahan, meja demonstrasi berubah menjadi sebuah representasi sederhana tentang kekayaan pangan Indonesia.

Audiens pun segera mengangkat gawai mereka ketika sajian selesai ditata. Beberapa berdiri mendekat untuk mendapatkan sudut foto terbaik. Sebelum makanan dicicipi, karya tersebut terlebih dahulu menjadi objek yang diabadikan.

Momen itu menunjukkan bagaimana sebuah tradisi makan yang sehari-hari ditemukan di warung pinggir jalan, rumah tangga, atau meja makan keluarga Indonesia, dapat tampil memikat di panggung festival kuliner internasional.

Audiens mencicipi hidangan yang tersaji di akhir sesi demo memasak│Foto: tatkala.co/Dede

Setelah sesi foto selesai, audiens dipersilakan mencicipi hasil demonstrasi tersebut.

Bagi pengunjung Indonesia, pengalaman menikmati sambal dan lalapan tentu bukan hal baru. Namun bagi banyak wisatawan asing yang hadir, kesempatan mencicipi beberapa jenis sambal sekaligus menjadi pengalaman yang berbeda.

Mereka tidak hanya mencoba rasa pedas yang beragam, tetapi juga mengenal cara masyarakat Indonesia menikmati makanan melalui kombinasi sayuran segar, lauk sederhana, dan sambal yang menjadi pusat cita rasa.

Di tengah berbagai sajian internasional yang hadir sepanjang Ubud Food Festival 2026, sesi ‘Lalapan Reimagined’ menunjukkan bahwa kekuatan kuliner Indonesia tidak selalu terletak pada teknik rumit atau bahan mewah.

Terkadang, kekuatan itu justru hadir dalam hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: cobek batu, sambal diulek perlahan, dan sepiring lalapan yang menghubungkan tanah, petani, tradisi, serta ingatan kolektif tentang makanan.

Melalui demonstrasi tersebut, Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen berhasil menunjukkan bahwa sambal dan lalapan bukan sekadar pendamping makanan. Ia adalah bagian dari identitas kuliner Indonesia yang terus hidup, diwariskan, dan menemukan ruang baru untuk diperkenalkan kepada dunia. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinersambalUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Pacet Mereka Kembali

Next Post

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails
Next Post
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

'Nyama Kelod-Nyama Kaje': Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi
Ulas Musik

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   
Esai

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co