22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
in Persona
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada teknik memasak rumit, tak ada permainan api spektakuler, ataupun peralatan dapur berteknologi tinggi. Yang terdengar justru bunyi berirama dari cobek dan ulekan yang saling beradu.

Suara itu menjadi pusat perhatian para pengunjung yang memadati area demo memasak pada hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam sesi bertajuk ‘Lalapan Reimagined’, dua perempuan yang dikenal luas di dunia kuliner dan media sosial, Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen, mengajak audiens melihat kembali salah satu tradisi makan paling sederhana sekaligus paling akrab bagi masyarakat Indonesia, yakni lalapan.

Jesselyn Lauwreen (kiri) dan Veni Calista (kanan) saat mengulek sambal│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi banyak orang Indonesia, lalapan mungkin hanyalah sayuran segar peneman ayam goreng, ikan bakar, atau aneka lauk lainnya. Namun di tangan Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen, tradisi yang acap dianggap biasa itu justru tampil sebagai simbol kekayaan pangan lokal, keberagaman bahan, dan relasi panjang antara petani, dapur, serta meja makan.

Sejak sesi dimulai, keduanya tidak langsung berbicara panjang lebar. Mereka memilih menunjukkan proses yang selama ini menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Nusantara, yaitu mengulek sambal secara manual.

Di hadapan penonton yang terdiri dari wisatawan domestik maupun mancanegara, mereka mengolah berbagai jenis sambal menggunakan cobek batu. Cabai, bawang, tomat, terasi, dan aneka bumbu lain dihancurkan perlahan hingga menghasilkan tekstur yang khas.

Bagi sebagian wisatawan asing, pemandangan itu menjadi sesuatu yang menarik. Di tengah era peralatan dapur modern yang serba cepat, proses mengulek tampak sederhana, namun menyimpan filosofi dan karakter rasa yang tidak mudah digantikan.

Cooking Demo oleh Jesselyn Lauwreen dan Veni Calista di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Jesselyn Lauwreen menjelaskan bahwa cara mengolah sambal memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir yang didapatkan.

“Kalau Ngulek digantikan dengan blender tentu akan berbeda tekstur, aroma, dan cita rasa yang didapatkan. Jadi, kami menghadirkan rasa yang autentik dengan mengulek, dan ini adalah cara tradisional Indonesia,” ujar Jesselyn.

Pernyataan itu segera mendapat respons dari audiens yang memperhatikan setiap gerakan ulekan yang berputar di atas cobek. Proses yang mungkin terlihat sederhana ternyata menjadi bagian penting dalam menjaga karakter sebuah hidangan.

Sementara Jesselyn sibuk mengolah bumbu, Veni Calista menjelaskan posisi sambal dalam budaya makan masyarakat Indonesia. Menurutnya, sambal bukan sekadar pelengkap yang hadir di pinggir piring.

Lebih dari itu, sambal sering kali menjadi elemen yang menentukan pengalaman makan secara keseluruhan.

“Sambal-sambal ini bisa dipadukan dengan apa saja. Dan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap makanan, tetapi menjadi salah satu hal penting, terutama dalam masakan Indonesia,” kata Veni Calista.

Lalapan Reimagined oleh Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen│Foto: tatkala.co/Dede

Sepanjang demonstrasi, beraneka sambal disiapkan dengan karakter berbeda-beda, mulai dari sambal ganja khas aceh, sambal terasi, sambal hijau, dan sambal teri kacang. Menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis.

Namun sesi tersebut tidak hanya berbicara tentang rasa.

Di tengah proses memasak, Veni Calista juga menghubungkan sambal dengan tema besar yang diangkat Ubud Food Festival tahun ini, yaitu ‘Farmers: Guardians of Land and Sea’.

Baginya, keberadaan sambal tidak bisa dilepaskan dari kerja para petani yang menanam bahan-bahan dasar yang digunakan setiap hari di dapur Indonesia.

“Sambal itu membuat saya teringat semangat dari tema Ubud Food Festival 2026, ‘Farmers: Guardians of Land and Sea’. Tentu dengan hal-hal seperti ini kita semua bisa ikut menjaga pangan,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa setiap sambal sebenarnya menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar rasa pedas. Di dalamnya ada hasil kerja petani cabai, tomat, bawang, hingga berbagai pihak yang menjaga keberlangsungan bahan pangan lokal.

Veni Calista menjelaskan sambal yang dibuat kepada salah satu audiens│Foto: tatkala.co/Dede

 

Setelah seluruh sambal selesai dibuat, sesi kemudian berlanjut pada tahap yang paling menarik secara visual.

Veni Calista dan Jesselyn mulai menata hidangan lalapan dalam sebuah papan saji besar. Satu per satu bahan disusun dengan cermat. Aneka sayuran segar, daun selada, kol, kemangi, mentimun, dan tomat ditempatkan mengelilingi cobek sambal yang menjadi pusat sajian.

Di sisi lain, ayam goreng, ikan bakar, tempe, tahu, kerupuk, terong bakar, serta berbagai pelengkap lain ditata hingga membentuk hamparan warna-warni yang menggugah selera.

Perlahan, meja demonstrasi berubah menjadi sebuah representasi sederhana tentang kekayaan pangan Indonesia.

Audiens pun segera mengangkat gawai mereka ketika sajian selesai ditata. Beberapa berdiri mendekat untuk mendapatkan sudut foto terbaik. Sebelum makanan dicicipi, karya tersebut terlebih dahulu menjadi objek yang diabadikan.

Momen itu menunjukkan bagaimana sebuah tradisi makan yang sehari-hari ditemukan di warung pinggir jalan, rumah tangga, atau meja makan keluarga Indonesia, dapat tampil memikat di panggung festival kuliner internasional.

Audiens mencicipi hidangan yang tersaji di akhir sesi demo memasak│Foto: tatkala.co/Dede

Setelah sesi foto selesai, audiens dipersilakan mencicipi hasil demonstrasi tersebut.

Bagi pengunjung Indonesia, pengalaman menikmati sambal dan lalapan tentu bukan hal baru. Namun bagi banyak wisatawan asing yang hadir, kesempatan mencicipi beberapa jenis sambal sekaligus menjadi pengalaman yang berbeda.

Mereka tidak hanya mencoba rasa pedas yang beragam, tetapi juga mengenal cara masyarakat Indonesia menikmati makanan melalui kombinasi sayuran segar, lauk sederhana, dan sambal yang menjadi pusat cita rasa.

Di tengah berbagai sajian internasional yang hadir sepanjang Ubud Food Festival 2026, sesi ‘Lalapan Reimagined’ menunjukkan bahwa kekuatan kuliner Indonesia tidak selalu terletak pada teknik rumit atau bahan mewah.

Terkadang, kekuatan itu justru hadir dalam hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: cobek batu, sambal diulek perlahan, dan sepiring lalapan yang menghubungkan tanah, petani, tradisi, serta ingatan kolektif tentang makanan.

Melalui demonstrasi tersebut, Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen berhasil menunjukkan bahwa sambal dan lalapan bukan sekadar pendamping makanan. Ia adalah bagian dari identitas kuliner Indonesia yang terus hidup, diwariskan, dan menemukan ruang baru untuk diperkenalkan kepada dunia. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinersambalUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Pacet Mereka Kembali

Next Post

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

'Nyama Kelod-Nyama Kaje': Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co