16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

Jaswanto by Jaswanto
June 24, 2026
in Persona
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

Tumpukan mobil mini GTR di meja kerja Aubrey Nova. Mobil-mobil kerdil ini masih menggu giliran untuk dimodifikasi | Foto: Dissect Miniscale

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) berskala 1:64. Sama seperti diorama, miniatur mobil juga kerap dimodifikasi agar tampak lebih nyata. Saya menemui Brey―panggilan akrabnya―di acara International Automodified (IAM) 2026 di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ya, pria 21 tahun asal Juanda, Sidoarjo, itu mengenal dunia modifikasi die-cast awalnya dari media sosial, sejak ia masih duduk di bangku SMK. Saat itu lini masanya dipenuhi video mobil-mobil mini yang dimodifikasi menyerupai kendaraan dalam film Fast & Furious. Rasa penasaran membuatnya mencoba. Tapi percobaan pertamanya jauh dari kata berhasil. Meski kegagalan-kegagalan kecil itu juga yang membuatnya terus mencoba. Kini ia sudah lulus sekolah, dan memilih menekuni dunia modifikasi die-cast. “Dari kecil saya memang suka otak-atik mainan,” kata Brey.

Saya membuka Instagram dan menonton video singkat yang menampilkan sebuah Porsche 911 mungil berwarna kuning mencolok yang tengah direparasi Brey. Ukurannya bahkan lebih kecil dari telapak tangan. Namun bagi Brey, mobil itu bukan sekadar mainan. Ia memegangnya dengan ketelitian seorang montir yang sedang memeriksa kendaraan sungguhan. Pemuda bertubuh tinggi itu tampak memberi efek karat pada beberapa bagian bodi mobil, seolah sedang menua-kan sebuah kendaraan yang telah lama menempuh perjalanan.

Sebuah diorama untuk die-cast skala 1:64 karya Aubrey Nova | Foto: Dissect Miniscale

Benar. Orang-orang seperti Brey ini seolah menjadi montir dan karoseri—yang melayani pembuatan, perakitan, dan modifikasi bodi dan interior kendaraan di atas sasis atau kerangka dasar—dalam skala mini. Hampir semua ubahan yang lazim diterapkan pada mobil sungguhan dapat mereka tiru—mengganti roda dan velg, mengecat ulang bodi, menambahkan decal (jenis stiker khusus yang terbuat dari bahan vinil atau film transparan, dirancang untuk ukuran besar atau detail rumit) tertentu, hingga memanjangkan spatbor—hanya saja seluruh pekerjaan itu dilakukan pada komponen yang ukurannya tak lebih besar dari ruas jari tangan.

Sebelum menekuni modifikasi mobil kerdil ini, Brey lebih dulu membuat diorama—miniatur lingkungan yang menjadi panggung bagi mobil-mobil kecil tersebut. Ia mengikuti berbagai kontes di Surabaya dan mulai dikenal di kalangan penghobi. Karya-karya Brey sudah sampai di Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa kota di Indonesia.

Kini, akun TikTok dan Instagram miliknya, @dissect_miniscale, menjadi etalase sekaligus bengkel digital. Melalui siaran langsung, ia menunjukkan proses membongkar die-cast, mengikis bodi, memasang aksesori, hingga mengecat ulang kendaraan berukuran mini itu. Apa yang dahulu hanya bisa disaksikan di meja kerja para penghobi kini dapat ditonton ribuan orang secara langsung melalui layar ponsel.

Pada saat yang sama, saya juga mewawancarai Muhammad Ardiansyah, seorang perajin modifikasi die-cast skala 1:64. Sore itu, ia mengeluarkan tiga mobil mini hasil garapannya dari dalam tas selempang yang dibawanya. Mohon maaf, saya harus mengakui satu kelalaian: saya lupa menanyakan jenis ketiga mobil tersebut. Dari bentuknya, saya hanya bisa menebak-nebak—barangkali BMW M3, Nissan Skyline, dan semacam Volkswagen Kool Kombi. Yang pasti, ketiganya tampil menawan di dalam kotak akrilik dan detail yang dikerjakan dengan telaten. Sulit membayangkan bahwa benda-benda sekecil itu berawal dari mainan produksi massal sebelum kemudian berubah menjadi karya yang nyaris tak memiliki kembaran.

Ardiansyah termasuk generasi baru perajin mobil mini yang lahir dari kegemaran mengoleksi die-cast. Ia mulai akrab dengan dunia itu sekitar 2017-2018. Mula-mula ia hanya membeli dan menyimpan berbagai model mobil mini sebagai koleksi pribadi. Namun ketertarikan itu perlahan berkembang. Sebagian koleksinya mulai ia jual kembali, membuka jalan bagi keterlibatannya yang lebih serius dalam ekosistem die-cast.

Die-cast custom Volkswagen Beetle Rusty Captain America karya Aubrey Nova | Foto: Dissect Miniscale

Memasuki 2019, Ardiansyah semakin tenggelam dalam dunia mobil skala mini, terutama melalui merek-merek populer seperti Hot Wheels dan Mini GT. Dari sekadar kolektor, ia kemudian berproses menjadi perajin yang tak hanya mengagumi detail sebuah miniatur, tetapi juga mampu menciptakan dan mengubahnya dengan sentuhan tangannya sendiri.

Menurut Ardiansyah, di dunia kolektor, mobil-mobil mungil itu bukan benda mati. Mereka bisa dimodifikasi, dibongkar, dicat ulang, diganti velg, ditambah body kit, bahkan diubah menjadi versi yang tak pernah diproduksi pabrikan. “Seperti mobil sungguhan, die-cast juga ada dunia modifikasinya sendiri,” ujarnya sambil terus mengunyah sesuatu di mulutnya.

Sama seperti Brey, Ardiansyah juga mempelajari seni ini secara otodidak. Dari mengamati karya para customizer—sebutan untuk orang-orang yang senang memodifikasi die-cast—di media sosial, ia belajar bagaimana sebuah miniatur bisa tampak jauh lebih hidup. Lambat laun ia mulai membuat decal sendiri, memodifikasi bodi, hingga menerima pesanan dari sesama kolektor. Bahkan, hasil kerja kerasnya sampai ke tangan-tangan kolektor di Jakarta, Malaysia, hingga Singapura.

“Saat ini saya sudah menjadikan seni ini sebagai pekerjaan utama, di samping bikin decal dan body kit,” ujarnya.

Mini GT R35 LBWK custom karya Aubrey Nova | Foto: Dissect Miniscale

Proses modifikasi die-cast, menurut Ardiansyah, memang menuntut kesabaran, ketelitian, dan keterampilan tangan yang baik. Namun, sekali menekuninya, hobi ini bisa sangat membuat ketagihan. “Yang dicari itu detail dan kerapihannya,” kata pria 37 tahun asal Karangpilang tersebut.

Di akun Instagramnya, @satuenampat, hasil-hasil pekerjaannya berjejer rapi: mobil reli dengan livery balap yang presisi, mobil jalanan dengan detail khas Jepang, hingga kendaraan yang tampak seperti baru keluar dari bengkel modifikasi sungguhan.

Tumbuh Berkat Teknologi Digital

Di kalangan kolektor, para perajin seperti Ardiansyah dan Aubrey sering disebut customizer. Namun sebutan lain mungkin lebih tepat: montir mobil kerdil. Sebab proses yang mereka lakukan nyaris sama dengan modifikasi kendaraan sungguhan. Sebuah die-cast dibongkar dengan mengebor rivet penguncinya. Cat pabrikan dihilangkan. Bodi diamplas. Setelah itu barulah proses kreatif dimulai: pengecatan ulang, pemasangan decal, penggantian roda, penambahan spoiler, body kit, lampu, hingga interior. Beberapa bahkan menambahkan efek karat, atau bekas pemakaian agar tampak realistis, mengganti mesin, menurunkan suspensi, hingga menciptakan ulang mobil-mobil balap atau kendaraan kustom dengan tingkat detail yang mengagumkan.

Aubrey Nova, seniman modifikasi die-cast Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Berbekal peralatan sederhana seperti amplas, lem super, ragum, dan alat putar semacam dremel, para modifikator die-cast skala 1:64—yang juga sering disebut modifikator Hot Wheels karena dominasi merek tersebut—seperti halnya modifikator mobil sungguhan, langkah pertama yang mereka lakukan juga adalah membongkar kendaraan sebelum mengubahnya sesuai imajinasi.

Teknik membongkar dan merakit kembali mobil mini ini kini terdokumentasi dengan baik. Anda dapat melihatnya di media sosial dengan kata kunci: modifikasi die-cast atau semacamnya. Banyak pehobi yang membagikan berbagai panduan melalui akunya masing-masing.

Sampai di sini, perkembangan teknologi digital membuat batas antara dunia miniatur dan dunia nyata semakin kabur. Desain body kit kini juga bisa dibuat menggunakan perangkat lunak pemodelan tiga dimensi. Komponen-komponen kecil seperti roda, velg, spoiler, kap mesin, atau aksesori lain dapat dicetak menggunakan printer 3D. Bahkan industri Hot Wheels sendiri telah memanfaatkan desain digital dan pencetakan 3D dalam proses pengembangan model-model baru mereka.

Karena itu, kemampuan yang dibutuhkan seorang customizer hari ini tidak lagi hanya berkaitan dengan keterampilan tangan semata. Mereka juga dituntut memahami fotografi, desain grafis, pengeditan video, hingga pemasaran digital.

Hot Wheels Mercedes Benz custom karya Muhammad Ardiansyah | Foto: satuenampat

Media sosial menjadi ruang pamer terbesar dan termurah mereka. Instagram memudahkan kolektor memamerkan karya kepada komunitas lintas negara. TikTok memungkinkan proses modifikasi yang memakan waktu berjam-jam diringkas menjadi video berdurasi satu menit. Sementara siaran langsung membuka peluang transaksi secara real time antara pembuat dan calon pembeli. Oleh sebab itu, hobi yang dulu identik dengan rak koleksi kini bertransformasi menjadi ekosistem digital.

Muhammad Ardiansyah, seniman modifikasi die-cast Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Hobi ini juga terus berkembang secara global. Sejumlah laporan industri menunjukkan pasar model die-cast dunia bernilai miliaran dolar AS dan terus bertumbuh. Salah satu pendorong terbesarnya adalah komunitas digital yang memungkinkan para kolektor dan modifikator saling terhubung lintas negara. Pengaruh media sosial bahkan disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar tersebut.

Meski demikian, saya menduga nilai terpenting dari mobil-mobil mungil hasil modifikasi itu tidak selalu terletak pada harganya. Yang lebih berharga adalah hasrat untuk menciptakan sesuatu yang unik dan personal. Melalui tangan mereka, sebuah Nissan Skyline yang tak pernah diproduksi pabrikan bisa menjadi nyata. Sebuah Toyota tua dapat diubah menyerupai mobil yang pernah dikendarai seseorang pada masa mudanya. Bahkan mobil balap yang selama ini hanya hidup di dalam imajinasi pun dapat menjelma menjadi benda yang bisa disentuh, dipajang, dan dipandangi berulang kali.

Di dunia modifikasi die-cast, kreativitas sering kali lebih bernilai daripada kelangkaan, dan kenangan lebih berharga daripada sekadar angka pada label harga. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk “terus belajar dan bereksperimen,” kata Aubrey.

Hot Wheels Combat Medic custom karya Muhammad Ardiansyah | Foto: satuenampat

Benar. Di tangan para montir mobil kerdil seperti Ardiansyah dan Aubrey, sebuah mainan tidak berhenti menjadi benda koleksi. Ia berubah menjadi ruang berkarya, tempat ketelitian bertemu imajinasi, dan tempat dunia otomotif diperkecil hingga muat di atas telapak tangan―mereka menemukan kebahagiaan dari benda-benda yang bisa disentuh, dibongkar, dan dirakit kembali.

Dan karya-karya itu hidup lebih jauh berkat internet. Ibaratnya, sebuah mobil kecil selesai dimodifikasi di Surabaya. Aubrey memotretnya. Ardiansyah mengunggahnya ke Instagram. Dalam hitungan menit, foto itu melintas di layar ponsel seseorang di Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, bahkan Los Angeles. Mungkin bagi sebagian orang ia hanya mainan. Namun bagi para montir mobil kerdil seperti Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah, benda itu adalah hasil berjam-jam kesabaran, puluhan kali percobaan, dan imajinasi yang terus diasah.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: mobilotomotifSurabaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

Next Post

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails
Next Post
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co