21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
in Persona
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia.

Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari lingkungan akademik dan pergaulan seni yang kuat di Yogyakarta semenjak tahun 1985, sebelum akhirnya kembali ke Bali dan menjadi bagian penting dalam dinamika kesenian era 1990-an.

Made Kaek bergabung dengan Sanggar Dewata Indonesia pada masa kepemimpinan Putu Sutawijaya dan sempat menjabat sebagai sekretaris organisasi tersebut.

Ia berada dalam satu generasi dengan nama-nama besar seperti Putu Sutawijaya, Pande Ketut Taman, Mangku Mahendra, Made Tourist Mahendra, Sumadiyasa, dan I Wayan Sunadi.

Generasi ini dikenal sebagai salah satu angkatan penting yang memperkuat posisi Sanggar Dewata Indonesia dalam peta seni rupa Indonesia.

Namun perjalanan Made Kaek tidak berhenti hanya di lingkaran seni rupa.

Sekembalinya dari Yogyakarta pada awal dekade 1993, pergaulannya meluas hingga dunia pariwisata Bali yang saat itu sedang tumbuh pesat.

Ia dikenal memiliki hubungan persahabatan yang dekat dengan Ida Bagus Lolek, salah satu pemilik biro perjalanan besar di Bali yang juga memiliki perhatian terhadap dunia seni.

Made Kaek di depan karya Heri Dono di Paviliun Indonesia

Kedekatannya dengan berbagai tokoh budayawan, kolektor, hingga pelaku industri pariwisata membuat Made Kaek dikenal sebagai sosok yang luwes bergaul di kalangan elit dunia seni dan pariwisata Bali.

Pertemuan antara dunia seni dan pariwisata inilah yang kemudian membentuk karakter perjalanan hidup Made Kaek. Ia melihat bahwa seni Bali tidak cukup hanya hadir di ruang pamer formal, melainkan harus hidup berdampingan dengan denyut kehidupan masyarakat dan arus wisata dunia yang datang ke Bali.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Made Kaek membangun sebuah ruang seni alternatif bernama Rumah Paros di rumah tradisional Balinya di kawasan Sukawati, Gianyar. Salah satu bagian rumahnya, bale daja, diubah menjadi galeri seni.

Dalam filosofi rumah Bali, bale daja merupakan ruang yang dihormati dan biasanya diperuntukkan bagi orang tua atau simbol penghormatan terhadap leluhur. Bagi Made Kaek, ruang itu menjadi simbol penghormatan terhadap pemikiran-pemikiran matang dalam kesenian Bali.

Galeri tersebut kemudian berkembang menjadi ruang dialog dan pertemuan intelektual seni, tempat seniman, kolektor, wisatawan, hingga pegiat budaya dapat bertukar gagasan.

Ruang alternatif ini menjadi jembatan antara tradisi Bali, seni rupa kontemporer, dan perkembangan pariwisata modern.

Paros gallery

Dalam perjalanan kariernya, Made Kaek juga pernah mendapatkan kesempatan penting mendampingi maestro Made Wianta dalam agenda pameran internasional Venice Biennale ke-50 bersama Wayan Sujana Suklu dan penulis Panji Tisna.

Mereka melakukan perjalanan observasi artistik dan membuat berbagai sketsa selama kunjungan di Venesia, Italia.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momentum penting yang memperluas wawasan artistik Made Kaek terhadap perkembangan seni global sekaligus mempertemukannya dengan atmosfer seni internasional yang lebih luas.

Sepulang dari sana, keempat tokoh tersebut menggelar pameran di Danes Art Veranda dengan memamerkan sketsa-sketsa yang dibuat selama di Italia, sekaligus menerbitkan buku berjudul 4+1 = Venezia.

Selain aktif berpameran di berbagai daerah di Indonesia, pasca pandemi Covid-19 Made Kaek kembali menunjukkan insting kreatifnya dalam membaca perkembangan zaman.

Ia mulai mengembangkan bidang akomodasi yang terintegrasi dengan ruang seni miliknya, termasuk pengembangan Paros Gallery di kawasan Sukawati, Gianyar.

Suasana di Rumah Paros

Berbeda dengan banyak akomodasi di kawasan Ubud yang mengandalkan panorama sawah, lembah, dan keindahan alam sebagai daya tarik utama, Made Kaek justru menghadirkan pendekatan berbeda.

Kawasan tempat tinggalnya tidak memiliki lanskap alam yang dominan sebagai “view” wisata. Karena itu, ia menghadirkan galeri seni sebagai kekuatan visual utama.

Karya-karya seni, atmosfer studio, arsitektur ruang, hingga aktivitas kreatif sehari-hari dijadikan pengalaman artistik yang dapat dinikmati langsung oleh wisatawan.

Konsep yang dibangun tidak semata-mata penginapan, melainkan pengalaman budaya dan seni yang hidup.

Made Kaek

Wisatawan mancanegara yang datang tidak hanya menikmati tempat tinggal sementara, tetapi juga bersentuhan langsung dengan kehidupan seniman Bali, proses kreatif, dan dinamika seni rupa kontemporer yang tumbuh di tengah masyarakat.

Strategi tersebut menunjukkan kecerdasan Made Kaek dalam memadukan seni dan pariwisata sebagai ekosistem yang saling menghidupi.

Sikapnya yang cair, terbuka, dan adaptif sejak kembali dari Yogyakarta membuatnya mampu bergerak luwes di dua dunia sekaligus: dunia seni rupa dan industri pariwisata Bali.

Di tengah perubahan zaman, I Made Kaek hadir sebagai contoh seniman Bali yang tidak hanya berkarya di atas kanvas, tetapi juga mampu membangun ruang hidup bagi seni itu sendiri.

Melalui galeri, jaringan sosial, dan pendekatan pariwisata budaya, ia memperlihatkan bahwa kesenian Bali dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [T]

Jimbaran, 21 Mei 2026

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

Tags: Made KaekPariwisataSeni Rupaseni rupa Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Next Post

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co