12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
in Persona
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

Citra Sasmita | Foto: Istimewa

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni rupa tahunan  Sovereign Art Prize 2026 yang diselenggarakan oleh Sovereign Art Foundation di Hong  Kong. Ini tentu menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional.

Kompetisi ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan seniman-seniman  terbaik dari kawasan Asia Pasifik, yang dipilih melalui serangkaian proses seleksi yang  ketat dan melibatkan tokoh-tokoh dari institusi berpengaruh di kawasan tersebut. 

Pada ajang itu Citra Sasmita menampilkan karya rupa berjudul “Poetry of The Fountain” dan karya ituberhasil menarik perhatian juri di antara 30 seniman lain yang  masuk dalam daftar finalis.

 “Poetry of The Fountain”, sebuah lukisan dengan teknik tradisional Kamasan yang dipadukan dengan ragam tekstil  dari budaya Bali. Karya ini memperlihatkan bahwa kekayaan tradisi yang kita warisi dari  leluhur bukanlah objek mati yang berhenti di masa lalu dan hanya dirayakan semata mata sebagai nostalgia, melainkan menjadi semangat dan ideologi yang dapat terus  berkembang dan kontekstual seiring zaman.

Dalam karya ini, Citra memberi sorotan  pada seni lukis tradisi yang selama ini dianggap tertinggal, yang justru menjadi sarana  yang kuat untuk menyampaikan sikap kritisnya terhadap warisan budaya poskolonial yang feodalistik dan patriarkis.

Citra Sasmita, “Poetry of The Fountain”, acrylic on kamasan canvas, textile, beads, 110x70cm, 2025

Karya Citra ini menunjukkan bahwa feminisme tidak hadir sebagai perlawanan kaum perempuan semata mata terhadap eksistensi kaum laki-laki, melainkan sebuah kritik terhadap sistem sosial  yang melanggengkan relasi kuasa antargender tersebut. Bagi Citra, tradisi seni lukis  kamasan menjadi contoh konkret bagaimana akses pengetahuan selama ini memiliki  batasan gender. Tidak mudah bagi perempuan dari Desa Kamasan untuk memperoleh  akses pengetahuan tentang seni lukis Kamasan secara utuh. Mereka cenderung terbatas  hanya menguasai aspek teknis tanpa basis pengetahuan naratif yang kompleks.  Meskipun dalam sejarahnya muncul beberapa tokoh revolusioner yang menerabas  batasan ini, seperti Made Suciarmi dan Mangku Muriati, yang berhasil secara utuh  menjadi pelukis Kamasan. 

Bagi Citra, seni lukis tradisi memiliki relevansi dalam linimasa zaman. Di Bali, seni  menjadi bagian dari ritual dan praktik spiritual yang berjalan selama ratusan bahkan  ribuan tahun. Seni tidak berhenti pada keterampilan teknis maupun dekorasi ruangan  semata, tetapi menjadi sarana untuk mewariskan pengetahuan turun-temurun sekaligus  sebagai laku spiritual bagi para penekunnya.

Dalam konteks inilah, seni menjadi titik  tumpu dari laju kebudayaan dan peradaban secara esensial, bukan hanya menjadi  identitas tempelan yang dirayakan secara semu.

Sejak kisaran tahun 2016, nama-nama seniman Indonesia hampir selalu ada dalam  deretan finalis. Termasuk tahun ini, Citra Sasmita tidak sendirian mengisi daftar panjang  itu. Ia berbagi tempat bersama Sinta Tantra dan Filippo Sciascia, dua seniman lain yang  juga berbasis di Bali.

Pada beberapa gelaran sebelumnya, dua seniman Indonesia  pernah mendapat penghargaan untuk kategori “pilihan pengunjung” (Public vote),  namun untuk Penghargaan Utama baru bisa diraih tahun ini oleh Citra Sasmita setelah  melalui proses penjurian yang panjang oleh para juri yang terdiri dari Ozge Ersoy  (executive director Asia Art Archive), Man Ray Hsu (kurator independent dan kritikus  seni), David Elliot (penulis, kurator dan direktur museum), dan Arpita Akhanda (seniman  pemenang Sovereign Art Prize 2025). 

Proses penjurian dimulai dari penjaringan nama-nama seniman yang diajukan oleh para  nominator yang terdiri dari tokoh-tokoh seni dan institusi berpengaruh di Kawasan Asia Pasifik. Tahun ini Citra berhasil masuk daftar panjang atas rekomendasi dari Yvone Wang,  Sakda Chantanavanich, Lisa Botos, Tanya Michele Amador dan Sofia Coombe. Di antara  finalis lainnya, ia menjadi salah satu seniman dengan nominator terbanyak.

Tahap  penjurian selanjutnya dilakukan secara langsung di Hong Kong, setelah terpilih nama nama para finalis dan karyanya dipamerkan untuk publik di sana. Terdapat tiga kategori  pemenang yang dipilih oleh juri dan penyelenggara, yaitu Pemenang Utama (Grand Prize) yang diraih oleh Citra Sasmita, Vogue Hong Kong Women’s Art Prize yang diraih oleh  Nomin Zeezegma dari Mongolia, dan Public Vote Prize yang diraih oleh Joey Cobcobo dari  Filipina.

Karya Citra Sasmita (kiri) dalam ajang Sovereign Art Prize 2026

Sovereign Art Prize tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi seni rupa, tetapi juga  menjadi gerakan kemanusiaan dan filantropi melalui seni. Sejak didirikan tahun 2003  oleh Howard Bilton, Sovereign Art Foundation telah menggalang dana yang disalurkan  untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat marhaen melalui mekanisme lelang karya karya para finalis yang terpilih.

Penyaluran dana kemanusiaan ini dilakukan melalui  beberapa program seperti Make It Better Programme yang berfokus pada pendampingan  dan pelatihan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Hong Kong dan  international community arts programmes yang bekerja sama dengan berbagai  organisasi non-profit di berbagai negara Asia untuk proyek perlindungan hak anak,  pencegahan perdagangan anak, serta penyediaan fasilitas pendidikan bagi perempuan dan anak jalanan. Beberapa program yang telah berjalan antara lain di Hong Kong, Nepal  dan Kamboja.

Bagi Citra, penghargaan yang diraihnya saat ini bukan hanya sebuah pencapaian atas  kerja kerasnya selama ini, tetapi lebih dari itu, ini menjadi kesempatan untuk semakin  menyebarluaskan gagasan dan ideologi yang dibawa melalui praktik dan kekaryaannya  selama ini. Ia berharap semakin banyak ruang bagi para perupa perempuan di kancah  seni rupa dunia. Saat ini seni rupa Indonesia tengah memasuki masa gemilang. Tidak sedikit seniman Indonesia yang memperoleh pengakuan di tingkat global, menjadi penanda bahwa kebudayaan Indonesia memiliki relevansi di tengah situasi dunia yang  terus berubah. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana/Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupaseni rupa BaliSovereign Art Prize
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

Next Post

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co