21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
in Persona
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

Citra Sasmita | Foto: Istimewa

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni rupa tahunan  Sovereign Art Prize 2026 yang diselenggarakan oleh Sovereign Art Foundation di Hong  Kong. Ini tentu menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional.

Kompetisi ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan seniman-seniman  terbaik dari kawasan Asia Pasifik, yang dipilih melalui serangkaian proses seleksi yang  ketat dan melibatkan tokoh-tokoh dari institusi berpengaruh di kawasan tersebut. 

Pada ajang itu Citra Sasmita menampilkan karya rupa berjudul “Poetry of The Fountain” dan karya ituberhasil menarik perhatian juri di antara 30 seniman lain yang  masuk dalam daftar finalis.

 “Poetry of The Fountain”, sebuah lukisan dengan teknik tradisional Kamasan yang dipadukan dengan ragam tekstil  dari budaya Bali. Karya ini memperlihatkan bahwa kekayaan tradisi yang kita warisi dari  leluhur bukanlah objek mati yang berhenti di masa lalu dan hanya dirayakan semata mata sebagai nostalgia, melainkan menjadi semangat dan ideologi yang dapat terus  berkembang dan kontekstual seiring zaman.

Dalam karya ini, Citra memberi sorotan  pada seni lukis tradisi yang selama ini dianggap tertinggal, yang justru menjadi sarana  yang kuat untuk menyampaikan sikap kritisnya terhadap warisan budaya poskolonial yang feodalistik dan patriarkis.

Citra Sasmita, “Poetry of The Fountain”, acrylic on kamasan canvas, textile, beads, 110x70cm, 2025

Karya Citra ini menunjukkan bahwa feminisme tidak hadir sebagai perlawanan kaum perempuan semata mata terhadap eksistensi kaum laki-laki, melainkan sebuah kritik terhadap sistem sosial  yang melanggengkan relasi kuasa antargender tersebut. Bagi Citra, tradisi seni lukis  kamasan menjadi contoh konkret bagaimana akses pengetahuan selama ini memiliki  batasan gender. Tidak mudah bagi perempuan dari Desa Kamasan untuk memperoleh  akses pengetahuan tentang seni lukis Kamasan secara utuh. Mereka cenderung terbatas  hanya menguasai aspek teknis tanpa basis pengetahuan naratif yang kompleks.  Meskipun dalam sejarahnya muncul beberapa tokoh revolusioner yang menerabas  batasan ini, seperti Made Suciarmi dan Mangku Muriati, yang berhasil secara utuh  menjadi pelukis Kamasan. 

Bagi Citra, seni lukis tradisi memiliki relevansi dalam linimasa zaman. Di Bali, seni  menjadi bagian dari ritual dan praktik spiritual yang berjalan selama ratusan bahkan  ribuan tahun. Seni tidak berhenti pada keterampilan teknis maupun dekorasi ruangan  semata, tetapi menjadi sarana untuk mewariskan pengetahuan turun-temurun sekaligus  sebagai laku spiritual bagi para penekunnya.

Dalam konteks inilah, seni menjadi titik  tumpu dari laju kebudayaan dan peradaban secara esensial, bukan hanya menjadi  identitas tempelan yang dirayakan secara semu.

Sejak kisaran tahun 2016, nama-nama seniman Indonesia hampir selalu ada dalam  deretan finalis. Termasuk tahun ini, Citra Sasmita tidak sendirian mengisi daftar panjang  itu. Ia berbagi tempat bersama Sinta Tantra dan Filippo Sciascia, dua seniman lain yang  juga berbasis di Bali.

Pada beberapa gelaran sebelumnya, dua seniman Indonesia  pernah mendapat penghargaan untuk kategori “pilihan pengunjung” (Public vote),  namun untuk Penghargaan Utama baru bisa diraih tahun ini oleh Citra Sasmita setelah  melalui proses penjurian yang panjang oleh para juri yang terdiri dari Ozge Ersoy  (executive director Asia Art Archive), Man Ray Hsu (kurator independent dan kritikus  seni), David Elliot (penulis, kurator dan direktur museum), dan Arpita Akhanda (seniman  pemenang Sovereign Art Prize 2025). 

Proses penjurian dimulai dari penjaringan nama-nama seniman yang diajukan oleh para  nominator yang terdiri dari tokoh-tokoh seni dan institusi berpengaruh di Kawasan Asia Pasifik. Tahun ini Citra berhasil masuk daftar panjang atas rekomendasi dari Yvone Wang,  Sakda Chantanavanich, Lisa Botos, Tanya Michele Amador dan Sofia Coombe. Di antara  finalis lainnya, ia menjadi salah satu seniman dengan nominator terbanyak.

Tahap  penjurian selanjutnya dilakukan secara langsung di Hong Kong, setelah terpilih nama nama para finalis dan karyanya dipamerkan untuk publik di sana. Terdapat tiga kategori  pemenang yang dipilih oleh juri dan penyelenggara, yaitu Pemenang Utama (Grand Prize) yang diraih oleh Citra Sasmita, Vogue Hong Kong Women’s Art Prize yang diraih oleh  Nomin Zeezegma dari Mongolia, dan Public Vote Prize yang diraih oleh Joey Cobcobo dari  Filipina.

Karya Citra Sasmita (kiri) dalam ajang Sovereign Art Prize 2026

Sovereign Art Prize tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi seni rupa, tetapi juga  menjadi gerakan kemanusiaan dan filantropi melalui seni. Sejak didirikan tahun 2003  oleh Howard Bilton, Sovereign Art Foundation telah menggalang dana yang disalurkan  untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat marhaen melalui mekanisme lelang karya karya para finalis yang terpilih.

Penyaluran dana kemanusiaan ini dilakukan melalui  beberapa program seperti Make It Better Programme yang berfokus pada pendampingan  dan pelatihan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Hong Kong dan  international community arts programmes yang bekerja sama dengan berbagai  organisasi non-profit di berbagai negara Asia untuk proyek perlindungan hak anak,  pencegahan perdagangan anak, serta penyediaan fasilitas pendidikan bagi perempuan dan anak jalanan. Beberapa program yang telah berjalan antara lain di Hong Kong, Nepal  dan Kamboja.

Bagi Citra, penghargaan yang diraihnya saat ini bukan hanya sebuah pencapaian atas  kerja kerasnya selama ini, tetapi lebih dari itu, ini menjadi kesempatan untuk semakin  menyebarluaskan gagasan dan ideologi yang dibawa melalui praktik dan kekaryaannya  selama ini. Ia berharap semakin banyak ruang bagi para perupa perempuan di kancah  seni rupa dunia. Saat ini seni rupa Indonesia tengah memasuki masa gemilang. Tidak sedikit seniman Indonesia yang memperoleh pengakuan di tingkat global, menjadi penanda bahwa kebudayaan Indonesia memiliki relevansi di tengah situasi dunia yang  terus berubah. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana/Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupaseni rupa BaliSovereign Art Prize
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

Next Post

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co