13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 19, 2026
in Khas
Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

DALAM salah satu bukunya, I Gde Aryantha Soethama menulis bahwa orang Bali tidak punya tradisi berwisata ala Barat. Berwisata dalam arti plesir yang dalam Bahasa Bali disebut malali bukanlah akar budaya orang Bali. Kalau toh mereka berwisata belakangan ini berkat taraf hidup mulai meningkat maka pertama-tama yang dituju adalah Pura. Begitu pula Paket Wisata  para pelajar, travel agence yang memfasilitasi sudah dipastikan ada sesi sembahyang bersama. Bila paketnya Jawa Timur misalnya, Pura yang dituju Alas Purwo, Pura Arjono, Semeru bergantung pada rute perjalanan. Plesiran orang Bali berbasis religius. Itu pula sebabnya mereka selalu membawa busana adat ke Pura dan banten sesajen ketika mereka berwisata. Sebutan paling tepat untuk wisata orang Bali adalah wisata religius.

Begitu pula halnya, ketika rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan studi Tiru ke Suku Baduy Luar yang berlangsung selama 3 hari, Kamis Umanis Gumbreg hingga Sabtu Pon Gumbreg 14–16 Mei 2026, pertama yang dituju adalah Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Ketika rombongan sampai di tempat parkir Jaba Pura, mereka bergegas mengganti pakaian dan menyiapkan sarana persembahyangan. Yang agak ribet adalah ibu-ibu yang perlu mapayas agar lebih jegeg dan glowing. Apalagi ibu-ibu zaman now, yang sedikit-sedikit mapayas ke salon. Namun, tidak demikian dengan Ibu-ibu yang ikut rombongan ini. Mereka terbiasa  ngayah di desa adat masing-masing. Umumnya mereka memiliki keterampilan budaya Bali yang memadai : Majejahitan, matetuasan, mareringgitan mengunakan janur atau daun rontal.

Para panglingsir desa adat terutama kaum Ibu yang tergabung dalam Paiketan Krama Istri (PAKIS)  merasa surprise tampak dari wajah-wajahnya yang sumringah. Melepaskan diri sesaat dari rutinitas makrama dengan ritual ikutannya yang nyaris tiada henti. Maka selama perjalanan pun curhatan, pengalaman, dan tradisi terkuak dalam obrolan dengan segala suka dukanya. Lebih-lebih Travel Agence dengan tour leader-nya lihai menghibur dan begitu masuk bus pertama-tama memohon maaf karena Bus tidak tepat waktu. Tempat duduk pun kurang.  Akibatnya, peserta yang rerata lansia awal pun pakrimik. Namun, pakrimik-nya segera terobati dengan kata pertama ; Maaf oleh Edo Narayana yang menjadi tour leader.

Dalam perjalanan dari Bandara Soekarno – Hatta menuju Pura Aditya Jaya Rawamangun sekitar 1 jam, Edo mampu mencairkan suasana menjadi penuh kehangatan dan persaudaraan. Ia pun mengedukasi rombongan dengan memperkenalkan nama-nama tempat di Jakarta. Secara toponomi, setidaknya 144 nama tempat di Jakarta  berasal dari nama tanaman seperti Kebon Jerok, Kebon Sirih, Duren Sawit, Kelapa Gading, Menteng, Gandaria, dan lain-lain. Nama-nama tempat itu setara dengan nama-nama tempat di Bali. Di Bali ada Abian Base, Abian Kapas, Abian Semal, Abian Tuung.

Begitulah orang (Bali) berwisata, di bus pun belajar bila punya kesadaran untuk belajar dengan siapa saja. Apalagi sampai di Pura, belajarnya lebih banyak dan seharusnya lebih mendalam dengan kesadaran dan kesabaran. Sampai di Pura menjelang sandikala, membuat persembahyangan terasa khusuk dengan kidung Warga Sari sebagai pengiring. Walaupun deru kendaraan ngeriung, persembahyangan berlangsung khusuk dipimpin pinandita istri. Denting gentanya merasuk sukma dan ucapan mantranya pun dengan artikulasi bergema jelas. Tidak terkontaminasi oleh deru deras suara kendaraan lalu lalang yang meraung-raung di sekitarnya.  Mirip suasana Melasti di Bali, walaupun turis lalu lalang berbikini di sekitarnya, Melasti tetap lancar dan khusuk saat persembahyangan.

Para panglingsir Desa Adat yang nunas ica di Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur selesai sembahyang juga mendapatkan wawasan baru tentang keberadaan Pura dan Umat Hindu di Jakarta. I Made Sudarta Ketua Umum Suka Duka Hindhu Dharma (SDHK) Jakarta Raya mengatakan ada 15 Pura yang umum digunakan tempat persembahyangan Umat Hindu di Jakarta. “Namun, umumnya yang terkenal adalah Pura Aditya Jaya Rawamangun. Setiap umat Hindu Bali yang datang ke Jakarta belum lengkap tanpa nangkil ngaturang sembah bakti di Pura ini”, kata I Made Sudarta seorang pensiunan berasal dari Mengwi Badung sudah lama menetap di Jakarta.

Masuk akal pernyataan I Made Sudarta jika mencermati sejarah berdirinya Pura Aditya Jaya Rawamangun di Jalan Daksinapati Raya Nomor 10 Rawamangun Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pura ini adalah Pura tertua di Jakarta diresmikan pada 1972 melalui perjuangan panjang komunitas Hindu Jakarta sejak 1955. Jadi, perlu waktu 17 tahun perjuangan tokoh Umat Hindu Jakarta untuk mewujudkan tempat suci yang representatif. Menariknya, di Pura ini terdapat fasilitas yang cukup memadai antara lain seperangkat gamelan, balai pertemuan, wantilan pura, dan kantin pura yang tertata bersih dan rapi dengan aneka makanan Bali termasuk babi guling. Tidak salah bila rombongan Panglingsir Desa Adat se- Badung makan malamnya di wantilan Pura di Madya Mandala Pura.

Makanannya memenuhi cita rasa lidah orang Bali pada umumnya. Selain itu, pilihan makan di Jaba Pura juga memberdayakan krama pangemong secara ekonomi. Memutar cakra yadnya berdampak ekonomi sejalan dengan Gerakan Swadesi dari Mahatma Gandhi yang diartikulasikan oleh Bung Karno dengan semangat berdikari.

Daya tarik lain, Pura Aditya Jaya Rawamangun juga termasuk Pura Ramah Anak. Di sini juga ada Sekolah Minggu untuk memfasilitasi anak-anak Hindu Jakarta yang tidak mendapatkan Pelajaran Agama bila ia sekolah di Yayasan Sekolah berbasis Agama. Pernyataan itu saya peroleh di ruang makan ketika bertemu orang tua siswa yang anaknya perempuan duduk di Kelas I SD. Ia diikutkan dalam Sekolah Minggu sekaligus belajar Menari Bali.

Sebagaimana diakui Bandesa Madya Majelis Desa Adat  (MDA) Kabupaten Badung, Ida Bagus Gde Widnyana “Membayangkan saja sulit. Apalagi melaksanakan tugas besar dengan tingkat kompleksitas persoalan Jakarta, mengempon 15 Pura pastilah tidak mudah”. Sehubungan dengan hal itu, mewakili rombongan Ketua MDA Kabupaten Badung menyerahkan dana punia kepada Ketua Umum SDHD, I Made Sudarta.

Menurut I Made Sudarta, Pujawali di Aditya Jaya Rawamangun jatuh pada Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung. Pembiayaan berasal dari urunan krama dan sponsor umumnya dari BUMN. Umumnya umat Hindu yang asal-muasalnya dari Bali membawa budayanya di tempat tinggalnya yang baru. Begitu juga orang Bali di Jakarta. Seni budaya Bali hidup di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Kearifan lokal Bali, desa, kala, patra  membuat orang Hindu Bali lentur di mana saja. Mengunjungi komunitas Hindu di luar Bali adalah cara orang Bali berwisata, from healing to eling. [T]

Tags: desa adatHindu Baliorang bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Emansipasi Wanita di Baduy  [Satu Sudut Pandang]

Next Post

Ketika ‘Legong Kembang Ura’ Menyapa Guwang untuk Pertama Kalinya

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Ketika ‘Legong Kembang Ura’ Menyapa Guwang untuk Pertama Kalinya

Ketika ‘Legong Kembang Ura’ Menyapa Guwang untuk Pertama Kalinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co