6 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
in Khas
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung menggunakan laptop, ada pula yang antusias memasukkan gambar dan tulisan ke dalam desain digital. Dari ruang kelas itu, mahasiswa S2 Pascasarjana Pendidikan Bahasa Undiksha mencoba mengenalkan satu hal penting: literasi kini tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berkreasi di era digital.

Hari itu, Selasa pagi, 26 Mei 2026. Sekelompok mahasiswa S2 Pascasarjana Pendidikan Bahasa, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja angkatan 2025 hadir membawa pendampingan literasi kreatif berbasis digital di SD Negeri 7 Kampung Baru.

Sebanyak 14 siswa kelas VI mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dan kepekaan sosial yang mengusung pendampingan literasi tersebut. Kegiatan itu bukan sekadar kunjungan formal mahasiswa ke sekolah. Lebih dari itu, ada upaya memperkenalkan cara baru memahami literasi kepada anak-anak sejak dini.

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan dibuka secara formal dan khidmat. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama, dilanjutkan doa, sambutan Kepala SD Negeri 7 Kampung Baru, sambutan Kaprodi S2 Pascasarjana Undiksha, hingga penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah dan seluruh siswa yang terlibat.

Namun, inti kegiatan dimulai setelah seremoni usai. Para siswa diajak mengikuti pendampingan literasi kreatif yang dikemas melalui pembuatan cerita berseri dan pelatihan penggunaan Canva.

Penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah dan perwakilan siswa│Foto: tatkala.co/Dede

 

Di awal kegiatan, siswa terlebih dahulu diberikan apersepsi. Mereka diminta membaca buku cerita yang telah dibagikan satu per satu. Setelah itu, anak-anak diarahkan menggambar hewan atau binatang yang muncul dalam imajinasi mereka. Dari aktivitas sederhana itu, suasana kelas perlahan berubah menjadi lebih hidup. Anak-anak mulai aktif berdiskusi, menunjuk gambar, hingga saling memperlihatkan hasil coretan mereka.

Setelah sesi pengantar selesai, para siswa dibagi menjadi enam kelompok yang masing-masing berisi dua orang. Setiap kelompok menerima panel gambar berseri yang nantinya harus dikembangkan menjadi sebuah cerita versi mereka sendiri.

Di sinilah proses kreatif itu dimulai.

Dengan antusias, para siswa mencoba menyusun alur cerita berdasarkan gambar yang mereka dapatkan. Ada yang masih malu-malu menuangkan ide, ada pula yang langsung aktif berdiskusi dengan temannya. Seluruh mahasiswa terlibat mendampingi dan membantu siswa selama proses berlangsung.

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

 

Bagi sebagian besar siswa, pengalaman itu merupakan hal baru. Banyak di antara mereka yang belum mengenal apa itu fabel, termasuk belum pernah menggunakan Canva sebagai media pembelajaran digital.

Meski demikian, keterbatasan itu justru menjadi ruang belajar yang menarik. Mahasiswa tidak hanya mengajarkan cara menulis cerita, tetapi juga membantu siswa memahami bagaimana sebuah ide dapat diubah menjadi karya visual yang menarik.

Setelah cerita selesai ditulis, kegiatan dilanjutkan dengan pengaplikasian cerita ke dalam media Canva. Cerita yang sebelumnya masih berbentuk tulisan tangan kemudian ditransformasikan menjadi desain animasi sederhana dan cerita berseri digital.

Di beberapa sudut kelas, terlihat siswa mulai serius memperhatikan layar laptop. Mereka belajar memilih template, memasukkan teks, hingga menyusun gambar agar cerita tampil lebih menarik. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa sehingga siswa bisa mengikuti prosesnya tahap demi tahap.

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

 

I Gusti Ayu Made Sri Wirasani selaku Kepala SD Negeri 7 Kampung Baru, mengungkapkan bahwa sekolah sebenarnya telah memiliki berbagai program literasi. Beberapa di antaranya adalah Pojok Baca dan Liang Giri (Literasi Riang Pagi Hari).

Namun, menurutnya, kegiatan literasi di sekolah selama ini masih bersifat kontekstual dan belum menyentuh ranah digital.

“Di sekolah kami sudah ada kegiatan literasi yang dilaksanakan, seperti Pojok Baca dan Liang Giri (Literasi Riang Pagi Hari). Semua kegiatan itu kontekstual, belum menyentuh ranah digital. Jadi, kami harap, dengan kehadiran mahasiswa, bisa memberikan pembaharuan digitalisasi kepada para siswa serta para guru,” ungkap Sri Wirasani.

Kaprodi S2 Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. Ida Bagus Putrayasa, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SD Negeri 7 Kampung Baru yang telah menerima mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kepekaan sosial tersebut.

“Literasi tentu bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi memaksimalkan pengetahuan lainnya, termasuk digital. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi sekolah, khususnya bagi para siswa yang terlibat hari ini,” ujar Prof. Putrayasa dalam sambutannya.

Sesi foto bersama di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

Di SD Negeri 7 Kampung Baru, proses itu tampak dimulai dari hal sederhana: membaca cerita, menyusun alur gambar, lalu mengubahnya menjadi karya digital.

Kegiatan kemudian ditutup setelah seluruh kelompok menyelesaikan hasil cerita mereka. Meski berlangsung dalam waktu singkat, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri, baik bagi siswa maupun mahasiswa yang terlibat.

Bagi para siswa, itu mungkin menjadi pengalaman pertama membuat cerita digital mereka sendiri. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata bahwa ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dapat langsung diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

SD Negeri 7 Kampung Baru sendiri merupakan sekolah dasar negeri yang berada di wilayah kota Singaraja, di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekolah yang berdiri sejak 1 Januari 1984 itu kini telah terakreditasi A. Dan, di sekolah itulah, benih-benih literasi digital mulai ditanamkan. Bukan dengan cara yang rumit, melainkan melalui cerita, gambar, dan pendampingan yang dekat dengan dunia anak-anak. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSDN 7 Kampung Barusekolah dasarSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang Bali Tetaplah Orang Bali

Next Post

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails
Next Post
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul
Khas

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan
Kritik Seni

Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan

MULANYA saya kira peristiwa akbar semacam art fair hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit, tentunya dari para kolektor yang siap...

by Made Chandra
September 6, 2026
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co