27 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

I Wayan Artika by I Wayan Artika
May 27, 2026
in Khas
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Peserta Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula Bali (lawan gula buatan kolonial Belanda, yakni gula pasir), atau dalam istilah populer disebut brown sugar. Gula ini dihasilkan oleh pohon aren atau dalam bahasa Bali disebut jaka. Jaka banyak tumbuh di sela-sela perkebunan kopi dan hutan di Desa Pedawa. Keberadaan pohon ini di Nusantara sangat penting. Terbukti, penduduk setempat memiliki berbagai cara untuk memanfaatkannya, baik air nira atau tuaknya maupun buah mudanya yang dikenal sebagai kolang-kaling. Nira atau tuak di berbagai daerah di Nusantara pada umumnya merupakan bahan baku gula merah atau gula aren. Meskipun demikian, nira atau tuak juga bisa difermentasi menjadi minuman keras.

Sejak kurang lebih dua puluh tahun terakhir, popularitas gula merah Pedawa semakin meningkat sehingga desa ini makin dikenal luas melalui produk gula merahnya. Namun demikian, Desa Pedawa lebih dari sekadar gula merah. Desa ini tidak hanya tentang produk pohon jaka tersebut. Di desa yang berada di lereng bukit ini tersimpan hampir seluruh kearifan Bali Aga, meskipun sebagian mungkin tidak begitu dikenal karena perlahan terkikis oleh waktu. Tentu hal itu tidak berarti nilai-nilai moral Bali Aga yang luhur telah ditinggalkan. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut tetap hidup, hanya kini perlu terus direvitalisasi, disadarkan kembali keberadaannya, dan diinternalisasi di tengah masyarakat desa.

Pedawa dikenal memiliki beragam kearifan lokal dalam bidang lingkungan, vegetasi, dan penghormatan terhadap 85 mata air yang muncul di wilayah desa ini. Data-data ekologi tersebut telah dikumpulkan oleh sebuah komunitas bernama Komunitas Kayoman yang didirikan oleh seorang intelektual desa, Wayan Sadnyana. Setelah menamatkan studi di Jurusan Bahasa Jepang Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, lalu tinggal beberapa tahun di Jepang dan melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah di Indonesia, ia kembali ke desanya. Kebetulan ia juga merupakan dosen di Universitas Pendidikan Ganesha yang jaraknya relatif dekat dengan Desa Pedawa. Kondisi ini memungkinkan dirinya tetap bermukim di desa sambil membangun masyarakat berdasarkan pemikiran dan kajian akademik. Keadaan tersebut juga membuatnya dapat terus memberikan perhatian dan berkarya untuk desanya sesuai dengan visi dan pengalaman yang dimiliki sebagai seorang intelektual.

Dari tangannya lahir sejumlah komunitas, di samping Kayoman, salah satunya Pondok Literasi Sabih. Pada awal berdirinya, Pondok Literasi Sabih merupakan tempat kegiatan belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Kata Sabih adalah nama sebuah lokasi di Desa Pedawa, tempat Wayan Sadnyana membangun rumah sekaligus komunitasnya. Keberadaan komunitas ini kini cukup dikenal dan kiprahnya telah diakui dalam berbagai forum literasi di Bali maupun tingkat nasional.

Landasan pemikiran mendirikan Pondok Literasi Sabih berangkat dari keinginan membangun negosiasi antara dua kondisi yang saling bertentangan dalam kehidupan masyarakat Bali Aga. Di satu sisi, mereka mulai melupakan tradisi dan nilai-nilai luhur warisan para tetua; di sisi lain, desa ini juga tidak mungkin menolak segala bentuk kemajuan dan teknologi yang terus masuk ke tengah kehidupan masyarakat.

Untuk itu Wayan Sadnyana membangun budaya kritik kebudayaan dan sosial, sekaligus mengembangkan berbagai kemitraan riset dengan para peneliti dari perguruan tinggi di Bali maupun luar negeri, serta dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat. Gagasannya tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan melalui pendirian pusat belajar yang pada awalnya diperuntukkan bagi anak-anak dengan materi kursus bahasa asing. Dari sini kemudian berkembang menjadi tempat belajar adat dan budaya Bali Aga, yang pada tahun 2025 kemudian berkembang menjadi sekolah adat.

Di dalam diri Wayan Sadnyana sebagai tokoh masyarakat Desa Pedawa tersimpan ideologi Bali Aga yang sangat kuat. Ia mendalami pengetahuan lokal mengenai Bali Aga, khususnya desanya sendiri: mulai dari ritual, kesenian, sastra lisan, dialek Bali Aga, pertanian, hingga pelestarian mata air dan lingkungan secara umum. Pengetahuan itu memang tidak dimiliki secara merata oleh masyarakat, sering kali hanya berupa ingatan yang terpisah-pisah. Wayan Sadnyana mencoba merangkainya kembali layaknya sebuah permainan bongkar pasang.

Kearifan Desa Pedawa akhirnya mulai terwadahi dalam sekolah adat, yakni sebuah sekolah yang kurikulumnya berbasis pada pengetahuan dan kearifan adat. Sekolah ini tertata lebih sistematis sehingga lebih mudah direalisasikan. Di sekolah adat inilah kurikulum lokal Bali Aga dipelajari. Ini menjadi sesuatu yang penting di Bali, sebuah pulau yang dikenal sangat kuat memegang adat, tetapi ironisnya belum banyak memiliki lembaga pendidikan adat yang terstruktur. Selama ini ada pasraman untuk anak-anak sekolah, tetapi sifatnya musiman dan biasanya berlangsung saat libur panjang.

Kiprah desa ini, yang digerakkan oleh seorang intelektual melalui Pondok Literasi Sabih, kini tidak hanya bergerak pada kursus bahasa asing, melainkan juga mulai mendatangkan wisatawan dengan latar belakang akademik.

Semua itu terungkap dalam kegiatan Program “Desa Binaan” yang dirancang oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha. Tahun ini Desa Pedawa dipilih sebagai lokasi program dengan harapan besar agar kampus benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat. Program dimulai dari identifikasi potensi, kebutuhan, dan persoalan desa melalui kajian atas pemikiran tokoh-tokoh desa, termasuk Wayan Sadnyana, serta berbagai komunitas seperti Balawa, RPS, Kelompok Tani Getah Uyung, dan lainnya.

Dari situ terungkap berbagai keunggulan yang dapat dipelajari pihak kampus. Dosen dan mahasiswa dapat mengkaji fenomena menarik di Pedawa. Mahasiswa juga bisa menjadikannya bahan kajian dalam perkuliahan. Hal ini menunjukkan keterbukaan Fakultas Bahasa dan Seni terhadap dinamika masyarakat tanpa harus selalu berada di menara gading, sebagaimana sering ditekankan oleh Bapak Dekan Drs. I.G.D. Nurjaya, M.Pd.

Program Desa Binaan tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan Tri Dharma: pengajaran oleh mahasiswa melalui kursus, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen bersama mahasiswa. Kegiatan ini memberikan warna baru sekaligus fokus baru bagi desa. Pedawa menjadi laboratorium pengetahuan yang dikaji dan dianalisis secara sistematis untuk membangun pemahaman baru yang kelak dapat menjadi sumbangan bagi desa-desa lain di Bali.

Peran riset yang dilakukan Universitas Pendidikan Ganesha, khususnya Fakultas Bahasa dan Seni, sungguh membanggakan. Para dosen turun langsung ke lapangan, bahkan menginap. Salah satunya melalui proyek mural yang dikerjakan I Wayan Sudiarta dari Prodi Pendidikan Seni Rupa. Dalam kawasan Desa Pedawa yang kaya ekosistem, kosmologi, kearifan leluhur, dan persoalan sosialnya, berbagai gagasan dan ketajaman analisis berkembang secara langsung di lapangan.

Ekoliterasi

Salah satu kegiatan yang dilakukan tim dosen dari Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah dalam Program Desa Binaan tahun ketiga 2026—setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Les pada tahun 2024 dan Desa Kalibukbuk pada tahun 2025—mengangkat tema atau klaster “identitas desa dan literasi”.

Program yang dipilih adalah pelatihan ekoliterasi. Peserta kegiatan ini adalah anggota Pondok Literasi Sabih. Anak-anak yang menjadi anggotanya sejak dini telah diperkenalkan pada kearifan ekologi yang menjadi warisan masyarakat Pedawa. Pengetahuan ini sangat penting.

Karena itu, materi yang disampaikan tidak diambil dari luar, melainkan dikembangkan berdasarkan hasil survei pada bulan April lalu. Dari situ disusun materi mengenai mata air, vegetasi, dan tumbuhan yang hidup di sekitar mata air di Desa Pedawa, yang akar dan batangnya berperan penting menyimpan air.

Di sini juga disampaikan pengetahuan mengenai gula aren yang menjadi merek lokal dan sudah sangat dikenal. Selain itu, berbagai topik tentang tumbuhan untuk keperluan upacara juga dibicarakan dalam kegiatan ekoliterasi yang berbasis lokal ini.

Namun demikian, wawasan umum mengenai literasi juga tetap diberikan kepada peserta untuk mengingatkan dan menguatkan kembali pengetahuan mereka. Literasi tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di keluarga dan di tengah masyarakat atau komunitas. Pondok Literasi Sabih menjadi salah satu contoh gerakan literasi masyarakat di Bali.

Dengan demikian, keberadaan Pondok Literasi Sabih tidak hanya penting bagi pelestarian budaya lokal dan budaya Bali Aga, tetapi juga menegaskan bahwa Desa Pedawa memiliki gerakan literasi berbasis masyarakat yang kuat dan bermakna.

Pengetahuan-pengetahuan yang dibagikan dalam focus group discussion ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih sesungguhnya berkaitan erat dengan ideologi lingkungan yang menjadi salah satu kearifan lokal terpenting di Desa Pedawa. Kearifan tersebut memang mulai tergerus, tetapi langkah antisipatif telah dilakukan dengan cepat melalui gerakan komunitas yang dipimpin Wayan Sadnyana.

Fenomena ini penting bagi Fakultas Bahasa dan Seni. Para dosen mendapat kesempatan memahami dinamika desa yang digerakkan oleh komunitas. Di dalam komunitas itulah berkembang pemikiran-pemikiran kritis, inovatif, dan berwawasan ke depan. [T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PedawaLiterasiPondok Literasi Sabih PedawaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

Next Post

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails

Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

by I Nyoman Tingkat
May 19, 2026
0
Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

DALAM salah satu bukunya, I Gde Aryantha Soethama menulis bahwa orang Bali tidak punya tradisi berwisata ala Barat. Berwisata dalam...

Read moreDetails

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 
Tualang

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng
Khas

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

by I Wayan Artika
May 27, 2026
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja
Khas

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
Orang Bali Tetaplah Orang Bali
Esai

Orang Bali Tetaplah Orang Bali

WARUNG kopi itu berdiri di pinggir jalan kawasan Dalung, Kuta Utara. Siang mulai beranjak perlahan. Lalu lintas tak pernah benar-benar...

by Angga Wijaya
May 26, 2026
Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur
Bahasa

Adiluhung: Makna Luhur yang Kian Kabur

DI warung kopi, seminar budaya, sampai brosur perumahan mewah, istilah adiluhung makin sering berseliweran. Istilah ini mirip stempel sakti. Apa...

by I Made Sudiana
May 26, 2026
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Pertumbuhan Ekonomi Saja Tidak Cukup  

DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen),...

by Faris Widiyatmoko
May 26, 2026
Buzzer Rakyat
Esai

Buzzer Rakyat

DALAM diskusi dengan beberapa teman di grup WA, saya tidak menolak diposisikan sebagai ‘buzzer’. Tapi, dengan catatan (cetak tebal, miring,...

by Hartanto
May 25, 2026
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah
Tualang

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

by Chusmeru
May 25, 2026
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh
Panggung

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

by Made Chandra
May 25, 2026
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co