28 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

I Wayan Artika by I Wayan Artika
May 27, 2026
in Khas
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Peserta Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula Bali (lawan gula buatan kolonial Belanda, yakni gula pasir), atau dalam istilah populer disebut brown sugar. Gula ini dihasilkan oleh pohon aren atau dalam bahasa Bali disebut jaka. Jaka banyak tumbuh di sela-sela perkebunan kopi dan hutan di Desa Pedawa. Keberadaan pohon ini di Nusantara sangat penting. Terbukti, penduduk setempat memiliki berbagai cara untuk memanfaatkannya, baik air nira atau tuaknya maupun buah mudanya yang dikenal sebagai kolang-kaling. Nira atau tuak di berbagai daerah di Nusantara pada umumnya merupakan bahan baku gula merah atau gula aren. Meskipun demikian, nira atau tuak juga bisa difermentasi menjadi minuman keras.

Sejak kurang lebih dua puluh tahun terakhir, popularitas gula merah Pedawa semakin meningkat sehingga desa ini makin dikenal luas melalui produk gula merahnya. Namun demikian, Desa Pedawa lebih dari sekadar gula merah. Desa ini tidak hanya tentang produk pohon jaka tersebut. Di desa yang berada di lereng bukit ini tersimpan hampir seluruh kearifan Bali Aga, meskipun sebagian mungkin tidak begitu dikenal karena perlahan terkikis oleh waktu. Tentu hal itu tidak berarti nilai-nilai moral Bali Aga yang luhur telah ditinggalkan. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut tetap hidup, hanya kini perlu terus direvitalisasi, disadarkan kembali keberadaannya, dan diinternalisasi di tengah masyarakat desa.

Pedawa dikenal memiliki beragam kearifan lokal dalam bidang lingkungan, vegetasi, dan penghormatan terhadap 85 mata air yang muncul di wilayah desa ini. Data-data ekologi tersebut telah dikumpulkan oleh sebuah komunitas bernama Komunitas Kayoman yang didirikan oleh seorang intelektual desa, Wayan Sadnyana. Setelah menamatkan studi di Jurusan Bahasa Jepang Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, lalu tinggal beberapa tahun di Jepang dan melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah di Indonesia, ia kembali ke desanya. Kebetulan ia juga merupakan dosen di Universitas Pendidikan Ganesha yang jaraknya relatif dekat dengan Desa Pedawa. Kondisi ini memungkinkan dirinya tetap bermukim di desa sambil membangun masyarakat berdasarkan pemikiran dan kajian akademik. Keadaan tersebut juga membuatnya dapat terus memberikan perhatian dan berkarya untuk desanya sesuai dengan visi dan pengalaman yang dimiliki sebagai seorang intelektual.

Dari tangannya lahir sejumlah komunitas, di samping Kayoman, salah satunya Pondok Literasi Sabih. Pada awal berdirinya, Pondok Literasi Sabih merupakan tempat kegiatan belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Kata Sabih adalah nama sebuah lokasi di Desa Pedawa, tempat Wayan Sadnyana membangun rumah sekaligus komunitasnya. Keberadaan komunitas ini kini cukup dikenal dan kiprahnya telah diakui dalam berbagai forum literasi di Bali maupun tingkat nasional.

Landasan pemikiran mendirikan Pondok Literasi Sabih berangkat dari keinginan membangun negosiasi antara dua kondisi yang saling bertentangan dalam kehidupan masyarakat Bali Aga. Di satu sisi, mereka mulai melupakan tradisi dan nilai-nilai luhur warisan para tetua; di sisi lain, desa ini juga tidak mungkin menolak segala bentuk kemajuan dan teknologi yang terus masuk ke tengah kehidupan masyarakat.

Untuk itu Wayan Sadnyana membangun budaya kritik kebudayaan dan sosial, sekaligus mengembangkan berbagai kemitraan riset dengan para peneliti dari perguruan tinggi di Bali maupun luar negeri, serta dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat. Gagasannya tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan melalui pendirian pusat belajar yang pada awalnya diperuntukkan bagi anak-anak dengan materi kursus bahasa asing. Dari sini kemudian berkembang menjadi tempat belajar adat dan budaya Bali Aga, yang pada tahun 2025 kemudian berkembang menjadi sekolah adat.

Di dalam diri Wayan Sadnyana sebagai tokoh masyarakat Desa Pedawa tersimpan ideologi Bali Aga yang sangat kuat. Ia mendalami pengetahuan lokal mengenai Bali Aga, khususnya desanya sendiri: mulai dari ritual, kesenian, sastra lisan, dialek Bali Aga, pertanian, hingga pelestarian mata air dan lingkungan secara umum. Pengetahuan itu memang tidak dimiliki secara merata oleh masyarakat, sering kali hanya berupa ingatan yang terpisah-pisah. Wayan Sadnyana mencoba merangkainya kembali layaknya sebuah permainan bongkar pasang.

Kearifan Desa Pedawa akhirnya mulai terwadahi dalam sekolah adat, yakni sebuah sekolah yang kurikulumnya berbasis pada pengetahuan dan kearifan adat. Sekolah ini tertata lebih sistematis sehingga lebih mudah direalisasikan. Di sekolah adat inilah kurikulum lokal Bali Aga dipelajari. Ini menjadi sesuatu yang penting di Bali, sebuah pulau yang dikenal sangat kuat memegang adat, tetapi ironisnya belum banyak memiliki lembaga pendidikan adat yang terstruktur. Selama ini ada pasraman untuk anak-anak sekolah, tetapi sifatnya musiman dan biasanya berlangsung saat libur panjang.

Kiprah desa ini, yang digerakkan oleh seorang intelektual melalui Pondok Literasi Sabih, kini tidak hanya bergerak pada kursus bahasa asing, melainkan juga mulai mendatangkan wisatawan dengan latar belakang akademik.

Semua itu terungkap dalam kegiatan Program “Desa Binaan” yang dirancang oleh Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha. Tahun ini Desa Pedawa dipilih sebagai lokasi program dengan harapan besar agar kampus benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat. Program dimulai dari identifikasi potensi, kebutuhan, dan persoalan desa melalui kajian atas pemikiran tokoh-tokoh desa, termasuk Wayan Sadnyana, serta berbagai komunitas seperti Balawa, RPS, Kelompok Tani Getah Uyung, dan lainnya.

Dari situ terungkap berbagai keunggulan yang dapat dipelajari pihak kampus. Dosen dan mahasiswa dapat mengkaji fenomena menarik di Pedawa. Mahasiswa juga bisa menjadikannya bahan kajian dalam perkuliahan. Hal ini menunjukkan keterbukaan Fakultas Bahasa dan Seni terhadap dinamika masyarakat tanpa harus selalu berada di menara gading, sebagaimana sering ditekankan oleh Bapak Dekan Drs. I.G.D. Nurjaya, M.Pd.

Program Desa Binaan tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan Tri Dharma: pengajaran oleh mahasiswa melalui kursus, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen bersama mahasiswa. Kegiatan ini memberikan warna baru sekaligus fokus baru bagi desa. Pedawa menjadi laboratorium pengetahuan yang dikaji dan dianalisis secara sistematis untuk membangun pemahaman baru yang kelak dapat menjadi sumbangan bagi desa-desa lain di Bali.

Peran riset yang dilakukan Universitas Pendidikan Ganesha, khususnya Fakultas Bahasa dan Seni, sungguh membanggakan. Para dosen turun langsung ke lapangan, bahkan menginap. Salah satunya melalui proyek mural yang dikerjakan I Wayan Sudiarta dari Prodi Pendidikan Seni Rupa. Dalam kawasan Desa Pedawa yang kaya ekosistem, kosmologi, kearifan leluhur, dan persoalan sosialnya, berbagai gagasan dan ketajaman analisis berkembang secara langsung di lapangan.

Ekoliterasi

Salah satu kegiatan yang dilakukan tim dosen dari Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah dalam Program Desa Binaan tahun ketiga 2026—setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Les pada tahun 2024 dan Desa Kalibukbuk pada tahun 2025—mengangkat tema atau klaster “identitas desa dan literasi”.

Program yang dipilih adalah pelatihan ekoliterasi. Peserta kegiatan ini adalah anggota Pondok Literasi Sabih. Anak-anak yang menjadi anggotanya sejak dini telah diperkenalkan pada kearifan ekologi yang menjadi warisan masyarakat Pedawa. Pengetahuan ini sangat penting.

Karena itu, materi yang disampaikan tidak diambil dari luar, melainkan dikembangkan berdasarkan hasil survei pada bulan April lalu. Dari situ disusun materi mengenai mata air, vegetasi, dan tumbuhan yang hidup di sekitar mata air di Desa Pedawa, yang akar dan batangnya berperan penting menyimpan air.

Di sini juga disampaikan pengetahuan mengenai gula aren yang menjadi merek lokal dan sudah sangat dikenal. Selain itu, berbagai topik tentang tumbuhan untuk keperluan upacara juga dibicarakan dalam kegiatan ekoliterasi yang berbasis lokal ini.

Namun demikian, wawasan umum mengenai literasi juga tetap diberikan kepada peserta untuk mengingatkan dan menguatkan kembali pengetahuan mereka. Literasi tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di keluarga dan di tengah masyarakat atau komunitas. Pondok Literasi Sabih menjadi salah satu contoh gerakan literasi masyarakat di Bali.

Dengan demikian, keberadaan Pondok Literasi Sabih tidak hanya penting bagi pelestarian budaya lokal dan budaya Bali Aga, tetapi juga menegaskan bahwa Desa Pedawa memiliki gerakan literasi berbasis masyarakat yang kuat dan bermakna.

Pengetahuan-pengetahuan yang dibagikan dalam focus group discussion ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih sesungguhnya berkaitan erat dengan ideologi lingkungan yang menjadi salah satu kearifan lokal terpenting di Desa Pedawa. Kearifan tersebut memang mulai tergerus, tetapi langkah antisipatif telah dilakukan dengan cepat melalui gerakan komunitas yang dipimpin Wayan Sadnyana.

Fenomena ini penting bagi Fakultas Bahasa dan Seni. Para dosen mendapat kesempatan memahami dinamika desa yang digerakkan oleh komunitas. Di dalam komunitas itulah berkembang pemikiran-pemikiran kritis, inovatif, dan berwawasan ke depan. [T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PedawaLiterasiPondok Literasi Sabih PedawaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

Next Post

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI
Pendidikan

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”
Pop

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
Mengurai Gnosis Perupa Payangan
Ulas Rupa

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

by I Wayan Westa
September 27, 2026
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi
Khas

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co