18 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peed Aya PKB 2026, Seni Keberlanjutan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
in Panggung
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali

Peed Aya Pesta Kesenian Bali 2026

PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang berjalan teratur mempersembahkan karya seni itu mungkin bisa disebut sebagai seni berkelanjutan (sustainable art). Sebab, hampir semua duta menampilkan keterlibatan anak-anak secara aktif, serta mengangkat tradisi dan budaya yang menjadi keunikan di daerahnya.

Lihatlah pada pawai budaya pembukaan PKB XLVIII yang berlangsung di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi), Renon, Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026. Peed Aya yang dilepas oleh Gubernur Bali, Wayan Koster ditandai dengan pemukulan kulkul itu bertabur kreativitas seni. Masing-masing duta kabupaten/kota menyajikan seni tradisi yang dipadu dengan teknik modern secara kreatif, sehingga menjadi karya yang lebih relevan, dinamis dan memiliki daya tarik untuk semua kalangan.

Guru Besar Ilmu Pariwisata Budaya dan Agama Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Ketut Sumadi, M.Par. mengatakan, bagi masyarakat Hindu di Bali dalam kontek PKB, acara PKB juga sebagai wujud persembahan dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi, aktivitas seni budaya dimaknai sebagai bentuk yadnya untuk keselamatan, kemakmuran dan keharmonisan hidup sesuai makna simbol PKB Siwa Natanaraja.

“Peed aya/mapeed/berbaris beriringan merupakan prosesi perjalanan menuju tempat suci pura/tempat yang disucikan, sekaligus juga simbolisasi Bhatara-Bhatari napak pertiwi/turun ke bumi menganugerahkan keselamatan dan kemakmuran,” ucapnya.

Seluruh krama mengiringi pratima bhatara-bhatari lengkap dengan barisan asesori tedung, umbul umbul, tombak, kober, lelontek, pasepan, para wanita menjunjung sesajen yang akan dipersembahkan di pura, kelompok seka santi mengalunkan kidung suci, gadis gadis juga berbaris dengan hiasan payas agung sesuai tradisi lokal sebag simbolisasi widyadara-widyadari. Di barisan belakang seniman tabuh menabuh gamelan.

“Hal ini sejalam konsep kearipan lokal Satyam, Siwam, Sundaram; kesucian, kebenaran, ketulusan, kebijaksanaan dan bahagia harmoni,” paparnya.

Peed Aya itu dimulai dari penampilan garapan bertajuk Mahamredangga Kalpa, hasil kolaborasi Komunitas Seni Usadhi Langu dan ISI Bali. Karya ini memadukan komposisi musikal gamelan Bali dengan koreografi Siwanataraja yang memaknai tema “Atma Kerthi” sebagai pemuliaan mahajnana atau kebijaksanaan agung.

Kali ini, Mahamredangga Kalpa mengeksplorasi berbagai instrumen perkusi, tidak hanya dari Bali, tetapi juga dari berbagai daerah di Nusantara, seperti kendang belig, kendang dol, kendang Sulawesi, berbagai instrumen pencon, jimbe, kendang jedugan, kendang angklung, tambur, serta sejumlah jenis rebana. Menariknya, garapan ini tanpa mengandalkan instrumen melodis. Karya ini menghadirkan komposisi prosesi yang kuat dan mampu mendukung kemegahan sosok Siwanataraja sebagai ikon PKB.

Selanjutnya, garapan seni disajikan secara beriringan dari seluruh duta kabupaten/kota di Bali yang menerjemahkan tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha – Memuliakan Jiwa Paripurna” penuh makna spiritual. Para seniman tampaknya mendapat ruang yang sangat luas dalam menggali nilai-nilai spiritual, filosofi kehidupan, hingga kisah-kisah klasik, budaya ataupun sejarah yang yang ada di daerahnya. Semua itu kemudian diterjemahkan ke dalam sajian seni yang menarik, dan penuh pesan.

Peed Aya Duta Kabupaten Jembrana menampilkan iring-iringan instrumen bambu yang dipadukan menjadi sebuah komposisi yang musikalitasnya disesuaikan dengan karakteristik instrumen serta Jembrana untuk menguatkan identitas Jembrana sebagai pusat inovasi gamelan bambu di Bali Barat. Semua sajian seni tari diiringi gamelan Jegog.

Tari Kreasi Cepaka Putih Cepaka Putih, sebuah karya tari penyambutan kreasi yang harmonis dan menenangkan. Lalu, Tari Mekepung yang menggambarkan tradisi mekepung (balapan kerbau) yang di gambarkan dengan gerak serta pola lantai dengan iringan gamelan jegog yang bernuansa cepat, keras dan dinamis. Termasuk garapan garapan tematik berjudul Bima Swarga Berawal yang memungkasi parade budaya Bumi Makepung ini.

Kabupaten Karangasem sebagai wilayah yang berada di ujung timur Pulau Bali juga menyajikan kekayaan seni dan budaya yang khas serta sarat nilai estetika dan spiritual. Sajian Peed Aya, menghadirkan perpaduan unsur visual, musikal, dan gerak dalam satu kesatuan yang harmonis.

Gamelan Tambur dimainkan penuh semangat persembahan. Alat musik tradisional ini terdiri dari kendang besar dan kempur, dan dipadukan dengan sungu (alat tiup dari kerang), tawa-tawa, kendang dan kempur yang dipukul secara bergiliran dengan waktu yang menimbulkan suara menggelegar “dug” dan “pur”. Permainannya itu, sebagai simbol kekuatan dan semangat.

Tari Daratan Jempana, garapan yang terinspirasi dari tradisi sacral masyarakat Desa Adat Padangkerta yang dilaksanakan dalam rangkaian upacara Usaba Kapat. Tari ini ditampilkan dengan adegan sakral berupa atraksi keris (Madaratan), di mana penari menusukkan keris ke bagian tubuh sebagai simbol kekuatan spiritual, ketulusan bhakti, serta wujud penyatuan diri dengan kekuatan niskala. Anak-anak, sebagai pendukungnya menari penuh penjiwaan.

Tari Kreasi Rerejangan Tiang Sanga yang terinspirasi dari Tari Rejang Adat yang berkembang di Karangasem, menampilkan kelembutan, keanggunan, serta ketulusan melalui gerak yang halus. Tari Kreasi Rerejangan ini diiringi oleh gamelan Selonding, merupakan representasi warisan musikal sakral khas Karangasem yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi.

Sajian terakhir, garapan tematik berjudul “Atma Prasangsa” yang mengandung makna pemuliaan jiwa sebagai inti dari perjalanan spiritual manusia. Garapan ini menggambarkan bagaimana atma senantiasa diarahkan menuju kesucian, keharmonisan, dan keseimbangan hidup, baik secara sekala maupun niskala. Iringannya “Adhi Merdangga” dengan kekuatan ritmis dan energi dinamis sebagai penguat suasana serta penegas perjalanan menuju kemuliaan jiwa.

Duta Kabupaten Buleleng menampilkan Tari Kembang Deeng & Angklung Saih Pitu (sajian alur dinamis). Gemuruh kreativitas seniman dari utara tampil memukau, menyihir sepanjang jalur pawai dengan kelincahan gerak dinamis yang melambangkan keceriaan serta kebersamaan masyarakat Denbukit. Sebanyak 50 penari Kembang Deeng penari Kembang Deeng bergerak dalam sebuah flow (alur mengalir) yang dinamis, menyatu mesra dengan langkah barisan tanpa jeda yang monoton. Penampilannya, diiringi melodi mistis dari Gamelan Angklung Saih Pitu.

Tari Baris Sura Atma (Pasukan Pengawal Jiwa) ini melangkah gagah dengan ritem gerak yang tegas dan mengalir dinamis, menjaga agar ritme pawai tetap hidup dan berenergi. Tombak suci dengan ukuran presisi yang proporsional, memancarkan nilai estetika keprajuritan Denbukit yang
gagah berani. Akulturasi budaya, Baris Sura Atma & Burdah Pegayaman sebagai bukti nyata indahnya harmoni di Bumi Panji Sakti. Karya akulturasi luar biasa ini padukan filosofi Hindu dan nafas Islam dalam satu gerak dengan iringan Tambur Bali dipadu kesenian Burdah. Sajian ini kemudian diakhir garapan tematik “Sang Jaratkaru”.

Peed Aya Duta Kabupaten Bangli yang menyajikan Tari Kreasi Cocongan Medangsia yang membuat pengunjung terkesima. Tari kreasi Bali yang terinspirasi dari tradisi sakral Tajen
Cocongan itu, menyajikan gerak tari yang dikembangkan dari karakter ayam jantan. Pesan yang disampaikan pentingnya melestarikan warisan leluhur, mempererat kebersamaan, dan
menjaga keharmonisan antara manusia, alam, serta kekuatan spiritual.

Demikian pula sajian Barong Ngelawang, Barungan Gong Gede Khas Bangli merupakan ansambel gamelan tradisional Bali yang memiliki karakter agung, megah, dan
penuh wibawa. Irama tabuhnya kuat, tempo yang tenang, serta nuansa sakral yang sering digunakan dalam upacara adat dan keagamaan. Lalu, Tari Baris Tumbak mengisahkan prajurit yang melawan sad ripu sebelum melawan musuh, Tari Rejang Kepet simbol turunnya jiwa yang anggun, lembut melambangkan jiwa manusia yang menuju kesempurnaan.

Ketika jiwa manusia sudah dibersihkan maka dilanjutkan dengan Tari Mabuang untuk nyomya, sehingga bhuana agung dan bhuana alit memiliki keharmonisan jiwa dan mencapai kesejahteraan. Selanjutnya Tari Rejang Teruna untuk menyeimbangkan antara kanan dan kiri atau rwa bhineda agar bisa selaras, menciptakan harmoni. Kemudian diakhiri dengan Garapan Tematik Japa Tuan.

Duta Kabupaten Klungkung tari kreasi baru “Damar Kurung” yang mengimplementasikan sebuah sinar di tengah kegelapan untuk mendapatkan kesucian. Lalu, menyajikan kearifan lokal Barong Nongkling “Kumbakarna Karebut” tarian sakral tolak bala (penolak bencana) yang hanya ada di Klungkung. Kemudian diakhir Fragmen Tari “Pencok Saang” yang diambil dari gencarnya keinginan Dalem Bali untuk menyatukan wilayah Nusa.

Peed Aya Kabupaten Tabanan menyajikan garapan Tari Jayaning Singasana AUM, menggambarkan karakter kepemimpinan yang penuh keagungan, ketegasan dan demokrasi serta cinta kepada rakyatnya. Selanjutnya Okokan, alat musik Tradisional Bali dan Barong Bangkal /Bangkung. Kemudian diakhiri dengan garapan “Kunti Seraya” yang dipadu dengan karya Ogoh-ogoh pamurtian Kalika menjadi raksasa yang menyeramkan.

Peed Aya Kabupaten Gianyar mengusung konsep “Sastra Winaya Tirtha” yang menggambarkan pencarian Tirta Pangentas sebagai simbol pemuliaan roh leluhur. Kabupaten Badung tampil dengan konsep “Kalamandala” yang memaknai perjalanan batin manusia menuju pencerahan melalui kisah Dewa Ruci. Sajian Gong Suling dan Tari Sasmita Surudayu, serta garapan tari Damar Kurung itu menyajikan ide dan gagasan baru yang menginspirasi.

Peed Aya Kabupaten Badung dengan “Kalamandala” pertemuan ruang dan waktu sebuah cakra kehidupan tempat manusia hadir, bergerak, dan disadarkan. Tari Sekar Jepun hadir mekar laksana bunga kehidupan diiringi alunan Gong Suling mengalir bagai napas alam. Lalu, Rejang Sutri, dengan iringan Semara Pegulingan. Rejang Sutri dihadirkan sebagai implementasi pengiring Jero Luh, merepresentasi bhakti perempuan suci yang menjaga keseimbangan rasa, keselarasan adat, dan kemurnian jiwa dalamperjalanan kehidupan.

Peed Aya Duta Kota Denpasar menghadirkan garapan “Tattwa Parisuda Vasudeva Kutumbhakam” yang mengangkat nilai kebersamaan dalam keberagaman budaya. Sajian tersebut ditutup dengan ritual Sapuh Leger sebagai simbol penyucian unsur-unsur negatif dalam diri manusia.

Kemegahan Peed Aya semakin lengkap dengan penampilan ogoh-ogoh “Sapa Warang” karya maestro Marmar Herayukti yang diiringi tabuh baleganjur. Karya tersebut sukses menyedot perhatian ribuan penonton dan menjadi penutup spektakuler pawai budaya tahun ini. [T]

Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesenian balipeed ayaPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

Next Post

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co