SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove Ave Politeknik Pariwisata Bali. Tema pelepasan Toska pada 2026 adalah “Bertumbuh, berkembang, meraih bintang”. Tema ini terinspirasi dari psikolog Stanford, Carol Dweck tentang growth mindset (pola pikir berkembang) dengan keyakinan bahwa kecerdasan, bakat, kemampuan dasar seseorang dapat terus ditingkatkan melalui usaha, kerja keras, dan proses belajar.
Dalam budaya pop kontemporer Indonesia, acara Akademi Fantasi Indonesia (AFI) pada 2003 di Indosiar tampaknya terispirasi dari growth mindset. Jika acara AFI diproyeksikan untuk mencari bakat anak Indonesia dalam bidang tarik suara, tema pelepasan ini juga diniatkan untuk menemukan talenta murid yang jumlahnya kini 1087 orang. Semua anak pada hakikatnya unik dengan kehebatan masing-masing. Tugas guru adalah menemukan dan mengembangkan potensi mereka secara optimal dengan belajar terus-menerus dari siapa saja. “Orang yang berpikir terbuka tidak takut belajar dari siapa pun, karena masa depan selalu milik mereka yang mau berkembang”, kata Najwa Shihab.
Murid Angkatan V Toska yang dilepas pada Selasa Pon Waregadean, 26 Mei 2026 sebanyak 385 orang dengan Laki-laki 167 (43,37%) dan Perempuan 218 (56,62%). Dari segi gender, ada ketimpangan yang cukup signifikan antara jumlah Laki-laki dan Perempuan bila dikorespondesikan satu persatu.
Sejak Angkatan I – V, kini Toska sudah memiliki 1.858 alumni. Dari penelusuran alumni, Angkatan I sudah ada yang lulus sidang skripsi tinggal menunggu perode wisuda. Modal awal yang baik sebagai hadiah HUT ke-7 yang jatuh pada 3 September 2026. Ada dua hadiah lagi pada 2026 yaitu Toska menjadi satu-satunya SMA di Bali sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) binaan BKKBN Provinsi Bali dan Wakil Kabupaten Badung dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-8 pada Juli 2026, setelah Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 ditutup. Untuk sekolah yang baru menapak usia ke-7, kepercayaan itu tidak diraih dengan mudah. Semua elemen institusi berkolaborasi bergerak menuju puncak prestasi.

Terlepas dari segala kekurangan yang melekat pada saya sebagai pemimpin lembaga menakhodai 1.087 murid dan 89 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan kehebatan dan keunikan masing-masing. Ada yang bergerak cepat ada pula yang lambat. Sebagai musik kehidupan sekolah yang kalau diselaraskan niscaya juga mencapai puncak seperti audiensi AFI yang tenar pada awal 2003, ketika Media Sosial belum booming seperti sekarang. Bahkan ada yang menyebut Toska sebagai bayi ajaib. Berlari melampaui anak seusianya. “Di sini, karya guru dan murid diapresiasi. Sampai saat ini sudah terbit 12 sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas nama SMA Negeri 2 Kuta Selatan dan guru”, kata I Nyoman Tingkat, Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan.
Saya meyakini ke-385 yang dilepas kelak akan ada yang bersinar meraih bintang asalkan saat bertumbuh dan berkembangnya normal melalui proses yang jelas, cerdas, berbudaya. Jadi, tidak diklonning. Juga bukan melalui jalur tol karena Pendidikan adalah proses menjadi secara bertahap. Pendidikan itu tidak lalah tabia, digigit langsung terasa pedasnya !
Indikator ke arah menuju puncak prestasi sebenarnya sudah ada tanda-tandanya. Angkatan 1 sampai 5 kecenderungan murid yang lulus SNBP naik berturut-turut 24, 44, 49, 58, 55. Kecuali pada 2026, turun 3 orang dibandingkan 2025. Namun, alumni Angkatan V ini menorehkan prestasi sampai tingkat global, melalui seleksi Pertukaran Pelajar Dunia berskema beasiswa dari Yayasan Bina Antar Budaya. Adalah Isaura Henin Serafina yang memenangkan beasiswa prestasi belajar ke Jepang bersama 10 orang murid se-Indonesia. Isaura satu-satunya dari murid Bali dari SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Di luar dia, masih banyak siswa yang meraih prestasi di tingkat lokal, regional, dan nasional. Di antaranya duta Lingkungan Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, atas nama Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih.
Selain itu, Sampai dengan Angkatan V SMA Negeri 2 Kuta Selatan juga menyebar secara alami di Perguruan Tinggi ternama di Jawa, seperti ITB, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga, Unpad, UPI Bandung, Unesa Solo, Binus Jakarta, President University Jakarta, bahkan ada yang berkuliah ke luar negeri. Prediksi masa depan SMA Negeri 2 Kuta Selatan akan makin gemilang sesuai dengan visinya : cerdas, berbudaya, berdaya saing dengan motto Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana berlandaskan budaya bangsa untuk memenangkan persaingan).
Orang bijaksana mengatakan, “Meraih prestasi lebih mudah daripada mempertahankannya”. Prestasi itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Toska menapak hari-hari ke depan seiring usianya yang makin bertambah. Dekade pertama Toska disokong tenaga GTK muda bersemangat. Gairah pengabdiannya masih menggebu-gebu. Semoga tidak mudah berubah menjadi debu. Walaupun mereka tinggal jauh dari sekolah, jarang datang terlambat. Mereka siaga mengikuti Program Canang Sari yang dimulai pukul 07.15 Wita. Marwah disiplin dijaga.
Kehadiran mereka di sekolah tanpa sarapan. Artinya, mereka mendahulukan murid di sekolah daripada sarapan yang mungkin berujung keterlambatan. Terlepas dari kebiasaan para GTK yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Ada yang biasa minum kopi pagi, tidak bisa sarapan sebelum berangkat sekolah pukul 07.00. Ada yang baru sarapan menjelang pukul 09.00 – 10.00 Wita. Bervariasinya waktu sarapan para GTK selaras dengan bervariasinya sarapan para murid. Secara acak murid ditanya, ada yang tidak biasa sarapan sebelum pukul 07.00 Wita. Mereka yang langganan datang terlambat pun mengatakan hal yang sama. Padahal WHO merekomendasi pentingnya sarapan bagi pelajar sebelum belajar. Sebab, belajar itu memerlukan pemikiran yang kuat dan tangguh. Perlu asupan gizi yang cukup. Sarapan solusinya.
Potensi bertumbuh, berkembang, meraih bintang bagi Toska sudah tampak makin nyata menjelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Statusnya sebagai SMA Negeri Kategori A dalam SPMB 2025 dengan pendaftar terbanyak termasuk paling pavorit di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Melampaui SMA Negeri yang lebih dahulu berdiri. SMA kategori A selaras dengan Akreditasi A (Nilai 93) sejak 2021 yang berakhir masa berlakunya 2026 dan kemungkinan mendapatkan perpanjangan secara otomatis.

Menyongsong SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Toska akan menerima 12 rombongan belajar dengan kapasitas 36 murid perkelas. Jadi, total murid yang diterima untuk SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 sebanyak 432 orang. Di tengah turbulensi rerata SMA yang kurang peminat akibat kecenderungan tamatan SMP masuk SMK, tampaknya perlu berstrategi. Posko SPMB sudah dibuka. Calon murid bersama orang tua dilayani secara humanis oleh tim andal berpengalaman. Sosialisasi kepada para pihak terus dilakukan baik ssecara daring maupun luring.
Semoga target Toska dalam SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 bisa tercapai sesuai dengan rencana. Apalagi saat pelepasan pada 26 Mei 2026, Toska dipuji oleh Plt. Camat Kuta Selatan sebagai sekolah yang dirindukan. “Sejak berdiri, animo masyarakat menaruh kepercayaan besar kepada Toska untuk Pendidikan putra-putrinya. Pasti ada sesuatu yang lebih dicari di sini,” kata I Wayan Sujaka Arianta, S.E.
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 2 Kuta Selatan, I Wayan Ambara, S.T. berpesan, “Tunjukkan Toska tidak kalah bersaing dengan SMA yang lebih dulu berdiri. Kalian adalah duta Toska di kampus/tempat kerja masing-masing. Jagalah nama baik almamater”.
Secara keseluruhan, acara Pelepasan Angkatan V Toska berlangsung lancar dihadiri oleh Plt. Camat Kuta Selatan, seluruh GTK, pengurus Komite Sekolah, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas, dan Babinsa Kelurahan Benoa, seluruh murid kelas 12, perwakilan kelas 10 dan 11. Acara diakhiri dengan hiburan dari group Band murid dan GTK. Bravo Toska! [T]





























