18 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
in Khas
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

Enam seniman penerima Abdi Budaya Nugraha 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Mereka tidak selalu berada di panggung. Sebagian menjalani keseharian sebagai pengrawit, seniman tari, perupa, maupun penggiat sastra. Namun, dari tangan dan pengalaman merekalah berbagai pengetahuan budaya tetap berjalan di tengah perubahan Kuta.

Seniman bukan hanya pencipta karya seni. Di balik karya yang lahir dari kreativitas dan keterampilan mereka, terdapat nilai, pengetahuan, serta identitas budaya yang terus diwariskan kepada masyarakat. Karena itu, penghargaan kepada seniman menjadi salah satu bentuk apresiasi atas jasa, dedikasi, dan pengabdian mereka dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperkaya kebudayaan.

Penghormatan tersebut menjadi dasar Listibiya (Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan) Kecamatan Kuta bersama Pemerintah Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, memberikan penghargaan kepada para seniman melalui program Abdi Budaya Nugraha 2026. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Enam seniman dari sejumlah desa adat di Kecamatan Kuta menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali.

Enam seniman penerima Abdi Budaya Nugraha 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Penyerahan penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun kesadaran bersama bahwa keberlangsungan budaya membutuhkan penghormatan terhadap para pelaku yang telah berjuang selama bertahun-tahun,” kata Ketua Listibiya Kecamatan Kuta, Dr. I Gusti Darma Putra.

Di tengah pesatnya perkembangan Kuta sebagai kawasan pariwisata dunia, keberadaan para seniman menjadi bagian penting dalam menjaga akar budaya masyarakat. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan terhadap perjalanan panjang para pelaku seni yang selama ini berperan sebagai penjaga, penggerak, dan pewaris kebudayaan.

Abdi Budaya Nugraha tahun ini merupakan pelaksanaan keempat sejak pertama kali digelar pada 2023. Program tersebut tidak sekadar menjadi ruang penghormatan kepada para seniman, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang berkelanjutan dengan menempatkan seniman sebagai salah satu pusat kehidupan kebudayaan.

Mereka yang Mengabdikan Diri

Gung Ade Dalang, sapaan akrab I Gusti Darma Putra, mengatakan keberadaan seniman merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya. “Budaya tidak hanya tentang karya yang dipentaskan, tetapi tentang manusia yang merawat dan mewariskan nilai-nilai di dalamnya. Karena itu, para seniman yang telah mengabdikan hidupnya harus mendapatkan penghargaan dan perhatian,” ungkapnya.

Penghargaan tersebut bukan hanya untuk mengenang jasa para penerima, tetapi juga untuk memastikan pengetahuan dan nilai budaya yang mereka miliki dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. “Kami ingin menjaga, bukan hanya nama para penerima penghargaan, tetapi juga pengetahuan, pengalaman, dan nilai budaya yang mereka wariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Pada pelaksanaan 2026, enam seniman dari desa adat di wilayah Kecamatan Kuta menerima apresiasi Abdi Budaya Nugraha. Mereka adalah Alm. I Wayan Suja, pengabdi seni karawitan dari Desa Adat Kelan; I Made Suamba, pengabdi seni karawitan dari Desa Adat Kuta; AA. Made Oka Fariana, pengabdi seni rupa Bali dari Desa Adat Legian; Ni Wayan Luteri, pengabdi seni tari dari Desa Adat Seminyak; I Ketut Ediana, pengabdi seni karawitan dan sastra dari Desa Adat Tuban; serta I Ketut Wita, pengabdi seni karawitan dari Desa Adat Kedonganan.

Para penerima penghargaan dipilih berdasarkan rekam jejak pengabdian, dedikasi, kontribusi kepada masyarakat, serta peran mereka dalam pembinaan dan regenerasi seni budaya.

Ketua Listibiya Kecamatan Kuta, Dr. I Gusti Darma Putra (Gung Ade Dalang) | Foto: Istimewa

Nama-nama tersebut mewakili perjalanan seni yang berlangsung di desa-desa adat Kuta. Ada karawitan, seni rupa, tari, dan sastra. Bidangnya berbeda, tetapi masing-masing memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat dan proses pewarisan pengetahuan budaya.

Gung Ade Dalang menambahkan, pembangunan kebudayaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Listibiya bersama pemerintah, menurutnya, memiliki peran untuk membuka ruang komunikasi sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung keberlangsungan kehidupan seni.

“Listibiya membawa perspektif masyarakat seni, sementara pemerintah memiliki peran dalam memberikan dukungan dan fasilitasi. Ketika keduanya berjalan bersama, maka ekosistem budaya akan semakin kuat,” ujar Gung Ade Dalang.

Budaya di Tengah Pertumbuhan Kuta

Penghormatan terhadap seniman juga berkaitan dengan perubahan yang berlangsung di Kuta. Kawasan ini berkembang sebagai salah satu pusat pariwisata Bali, dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang terus berjalan. Di tengah perubahan tersebut, kehidupan seni dan budaya masyarakat tetap membutuhkan ruang.

Camat Kuta I Made Agus Suantara, S.E., M.A.P., menyampaikan apresiasi terhadap program yang memberikan ruang penghormatan kepada para seniman tersebut.

Pembangunan Kuta tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga bagaimana menjaga identitas budaya masyarakat di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

“Kuta berkembang sangat cepat. Namun perkembangan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Para seniman adalah bagian penting yang menjaga karakter dan jati diri masyarakat Kuta,” ujarnya.

Camat Kuta I Made Agus Suantara menegaskan, Pemerintah Kecamatan Kuta akan terus mendukung program kebudayaan melalui berbagai langkah, mulai dari pemberian apresiasi, pembinaan dan regenerasi, hingga penciptaan ruang kreativitas bagi generasi muda.

Bagi para seniman, ruang tersebut penting karena kebudayaan tidak berhenti pada karya yang sudah ada. Pengetahuan tentang memainkan gamelan, menari, membuat karya rupa, maupun memahami sastra perlu terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Proses itu membutuhkan orang-orang yang bersedia mengajarkan, mendampingi, dan menjaga keberlangsungannya.

Abdi Budaya Nugraha 2026 pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap pertunjukan seni dan tradisi yang tetap hidup di tengah masyarakat, terdapat perjalanan panjang para seniman yang dengan tekun menjaga warisan budaya.

Enam nama yang menerima penghargaan tahun ini tidak hanya membawa rekam jejak pribadi. Mereka juga membawa cerita tentang desa adat, sanggar, kelompok seni, proses belajar, dan pengetahuan yang selama bertahun-tahun tumbuh bersama masyarakat Kuta.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyebut kembali peran mereka di tengah perubahan kawasan. Bersamaan dengan itu, tanggung jawab untuk meneruskan pengetahuan dan memberi ruang kepada generasi berikutnya tetap menjadi pekerjaan bersama.

Melalui kolaborasi Listibiya dan Pemerintah Kecamatan Kuta, penghormatan kepada para seniman diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang bagi seni, memperkuat regenerasi, dan memastikan kebudayaan Kuta tetap hidup di tengah perkembangan kotanya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Abdi Budaya NugrahaAbdi Budaya Nugraha 2026Listibiya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

Next Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails
Next Post
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak
Khas

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”
Panggung

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

PADA masa Orde Baru, sebuah karya sastra tidak begitu saja bisa diterbitkan. Ia harus bergulat dengan dunia pemikiran, terjebak dalam...

by Andre Syahreza
August 18, 2026
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta
Khas

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh
Esai

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
Indonesia yang Muncul di Beranda
Esai

Indonesia yang Muncul di Beranda

PADA 17 Agustus, saya merasa Indonesia tiba-tiba muncul di beranda media sosial.  Bukan Indonesia dalam bentuk peta yang biasa kita...

by Angga Wijaya
August 18, 2026
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi
Tualang

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung
Bahasa

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

by I Made Sudiana
August 18, 2026
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika
Panggung

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng
Esai

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan
Panggung

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari
Panggung

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co