8 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

I Made Sudiana by I Made Sudiana
August 18, 2026
in Bahasa
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

Made Sudiana

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: “Membaca, Menulis, dan Berhitung”? Sekilas, bagi kita mungkin kata-kata itu tidak sejajar, susunan itu mungkin terasa sedikit mengganjal. Mengapa tidak “Membaca, Menulis, dan Menghitung” saja agar secara imbuhan terdengar dan kelihatan lebih seragam? Bukankah kesejajaran bentuk adalah kunci utama agar sebuah semboyan terasa ritmis?

Mari kita bedah kegelisahan ini, untuk melihat apakah ada makna tersembunyi di balik susunan kata yang sekilas terasa mengganjal tersebut.

Jika kita menelusuri ranah semantik (makna), perbedaan antara “berhitung” dan “menghitung” sebenarnya bukan sekadar masalah imbuhan, melainkan masalah kedalaman makna. “Menghitung” adalah sebuah tindakan teknis yang mekanis. Ia adalah aktivitas spesifik—seperti menjumlahkan lembaran uang di dompet atau mengalkulasi hasil perkalian di atas kertas. Jika lembaga pendidikan memilih kata “menghitung”, fokusnya seolah hanya pada pengerjaan tugas yang kering. Sebaliknya, “berhitung” adalah soal kompetensi. Ketika seseorang “bisa berhitung”, ia sedang menunjukkan kecakapan numerasi, sebuah logika berpikir yang utuh. Ia adalah sebuah skill atau kecakapan hidup yang melekat pada diri, setara dengan membaca dan menulis.

Dalam penulisan semboyan, kita memang mengenal prinsip paralelisme. Argumen bahwa “menulis” dan “menghitung” terasa lebih sejajar secara morfologis memang masuk akal. Namun, di sini ada logika yang lebih kuat: keselarasan domain. “Membaca” dan “Menulis” adalah kecakapan literasi, sementara “Berhitung” adalah kecakapan numerasi. Jika kita memaksakan kata “menghitung”, kita justru mencampuradukkan dua wilayah; kecakapan (literasi) dengan aktivitas teknis (tindakan menghitung). Awalan ber- di sini bekerja secara pragmatis, memberikan napas kepemilikan akan sebuah kemampuan, seperti halnya kita menyebut seseorang “berenang” atau “bersepeda”. Ia menegaskan bahwa numerasi adalah disiplin ilmu, bukan sekadar aktivitas yang dikerjakan lalu selesai.

Di sisi lain, ada faktor sosiolinguistik yang tak bisa kita abaikan. Istilah “Calistung” memang sudah mendarah daging di masyarakat, namun bagi sebuah lembaga yang ingin tampil berwibawa, mereka tentu memerlukan derivasi kata yang lebih akademis. Mereka tidak memilih “Baca, Tulis, dan Hitung”. Kata “hitung” yang menjadi dasar akronim tersebut sering kali terasa terlalu sederhana, bahkan terkesan seperti perintah kasar. Dengan memilih “berhitung”, lembaga belajar berhasil memberikan kesan yang lebih formal, elegan, dan institusional.

Pada akhirnya, pemilihan diksi ini bukanlah perkara sepele. Penggunaan “berhitung” adalah keputusan strategis untuk menggeser fokus dari aktivitas mekanis menuju penguasaan kompetensi. Secara linguistik, ia menawarkan keindahan yang melampaui ritme; ia memberikan bobot makna yang mencerminkan visi pendidikan yang holistik.

Jika nanti Anda melewati papan nama lembaga kursus itu lagi, cobalah perhatikan semboyannya sekali lagi. Mungkin setelah merenungkan ini, Anda akan setuju dengan saya: bahwa di balik susunan kata yang sekilas “tidak sejajar” itu, sebenarnya tersimpan niat mulia. Lembaga tersebut tidak sedang mencetak mesin penghitung angka, melainkan sedang berupaya membangun nalar di kawah candradimuka pendidikan, tempat manusia belajar memaknai angka dan dunia dengan cara yang jauh lebih bermartabat. Sebab pada akhirnya, membaca, menulis, dan berhitung adalah kecakapan dasar yang harus dimiliki setiap orang untuk mengarungi kehidupan. [T]

Penulis: I Made Sudiana
Editor: Adnyana Ole

Tags: BahasaCalistungmatematikamembacamenulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

Next Post

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

Teka-Teki “Asli” dan “Nakli”

by I Made Sudiana
November 8, 2026
0
Teka-Teki “Asli” dan “Nakli”

AKHIR-AKHIR ini, percakapan di media sosial sering kali diramaikan oleh perdebatan seputar barang tiruan, ijazah, hingga berita bohong. Istilah asli dan palsu pun berulang...

Read moreDetails

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

by I Made Sudiana
November 5, 2026
0
Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

Read moreDetails

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

by I Made Sudiana
November 1, 2026
0
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

Read moreDetails

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

by I Made Sudiana
October 26, 2026
0
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

Read moreDetails

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails
Next Post
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Hutan ke Laut: Estafet Kepemimpinan ICHI Sulsel dalam Lokasabha III
Budaya

Dari Hutan ke Laut: Estafet Kepemimpinan ICHI Sulsel dalam Lokasabha III

IKATAN Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Dewan Pimpinan Regional Sulawesi Selatan menggelar Lokasabha III pada Minggu, 8 November 2026, bertempat di...

by Bagus WKP
November 8, 2026
Kota dan Eksplorasi Arsitektur – Cerita Bali Kontemporer
Buku Tatkala

Kota dan Eksplorasi Arsitektur – Cerita Bali Kontemporer

Judul: Kota dan Eksplorasi Arsitektur - Cerita Bali Kontemporer Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Nyoman Gede Maha Putra...

by Buku Tatkala
November 8, 2026
Murid SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Merajut Kebersamaan Lewat Lomba Ngelawar, Membuat Canang dan Kwangen, serta Menyusun Gebogan
Khas

Murid SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Merajut Kebersamaan Lewat Lomba Ngelawar, Membuat Canang dan Kwangen, serta Menyusun Gebogan

AROMA rempah menguar dari sebuah ruang kelas. Sejumlah murid perempuan duduk melingkar di lantai, sibuk mencacah bahan, meracik bumbu, dan...

by Dede Putra Wiguna
November 8, 2026
Kehabisan Cerita atau Kehabisan Cara Berpikir? — Ketika Kita Sibuk Mencari Cerita Baru, tetapi Lupa Menggali yang Lama
Esai

Kehabisan Cerita atau Kehabisan Cara Berpikir? — Ketika Kita Sibuk Mencari Cerita Baru, tetapi Lupa Menggali yang Lama

* BELAKANGAN ini, saya kerap tergelitik oleh sebuah pertanyaan yang seolah menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia penciptaan seni: “Ada cerita...

by I Gusti Made Darma Putra
November 8, 2026
Intuisi Liar Handy Saputra dalam “The Dialog Between The Moon and Its Halo” di Santrian Art Gallery
Pameran

Intuisi Liar Handy Saputra dalam “The Dialog Between The Moon and Its Halo” di Santrian Art Gallery

PETIKAN gitar Tan Lioe Ie seketika menghentikan perbincangan para pengunjung. Puisi “Aku Danau; Aku Laut” yang dilantunkan lantang melalui sajian...

by Nyoman Budarsana
November 8, 2026
Teka-Teki “Asli” dan “Nakli”
Bahasa

Teka-Teki “Asli” dan “Nakli”

AKHIR-AKHIR ini, percakapan di media sosial sering kali diramaikan oleh perdebatan seputar barang tiruan, ijazah, hingga berita bohong. Istilah asli dan palsu pun berulang...

by I Made Sudiana
November 8, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Stop Menormalkan Luka Perempuan! — Jika Tuhan Memuliakan Perempuan, Mengapa Manusia Justru Menyakiti Mereka?

Memuliakan perempuan bukan sekadar tradisi. Ia adalah ujian kesadaran Dharma dalam kehidupan manusia. Ada sesuatu yang perlu kita renungkan bersama....

by Luh Irma Susanthi
November 8, 2026
Menghidupkan Ingatan, Merawat Kemanusiaan: Arsip Melani Setiawan sebagai Monumen Humanisme Seni Rupa Indonesia
Ulas Rupa

Menghidupkan Ingatan, Merawat Kemanusiaan: Arsip Melani Setiawan sebagai Monumen Humanisme Seni Rupa Indonesia

Esai reflektif-sosiologis tentang arsip, fotografi, drawing-sketsa, dan kehidupan pengetahuan dalam momentum Hari Raya Saraswati di ISI Bali. Arsip yang Menghidupkan...

by I Wayan Sujana Suklu
November 8, 2026
Tari Pertiwi: Ketika Maskot Museum Menolak Menjadi Artefak
Ulas Pentas

Tari Pertiwi: Ketika Maskot Museum Menolak Menjadi Artefak

Dari maskot Museum Bali menuju tari persembahan: kisah tentang karya yang sempat berhenti menari, komposisi musik yang diselamatkan, dan tubuh...

by I Gede Tilem Pastika
November 7, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Moderasi Beragama: Belajar Berbeda, Bertumbuh sebagai Manusia

KITA hidup di zaman ketika manusia semakin mudah terhubung, tetapi belum tentu semakin mampu memahami satu sama lain. Teknologi mendekatkan...

by Hairunnisa Br. Sagala
November 7, 2026
Dari Ruang Komunitas, Masa Depan Sastra Jakarta Bertumbuh — Membaca Festival Sastra Jakarta 2026 sebagai Gerakan Pembinaan dan Regenerasi Kebudayaan
Khas

Dari Ruang Komunitas, Masa Depan Sastra Jakarta Bertumbuh — Membaca Festival Sastra Jakarta 2026 sebagai Gerakan Pembinaan dan Regenerasi Kebudayaan

SEBUAH kota tidak cukup hanya memiliki sejarah sastra, nama-nama besar, atau gedung-gedung yang sesekali menjadi tempat berlangsungnya perhelatan kebudayaan. Kota...

by Emi Suy
November 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co