16 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
in Persona
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

I Wayan Turun dan penghargaan 'Bali Kerti Bhuana Mahottama'

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan pasti naik ke atas panggung. Penghargaan itu merupakan apresiasi tertinggi dari Pemerintah Provinsi Bali kepada tokoh maupun lembaga yang berjasa melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018.

Itulah sosok I Wayan Turun, seorang sastrawan, budayawan, dan undagi (arsitek tradisional) terkemuka asal Kesiman, Denpasar, Bali yang menerima penghargaan itu pada penutupan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar, Sabtu 28 Pebruari 2026. Penghargaan yang diserahkan oleh dari Gubernur Bali, Wayan Koster berupa lencana dan piagam ini menjadi penanda pengakuan atas dedikasi panjang dalam menjaga warisan budaya Bali.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Provinis Bali atas penghargaan yang diberikan. Hari ini saya mendapatkan penghargaan, maka mulai hari ini pula saya kembali belajar. Jujur, penghargaan ini terlalu besar, maka saya tidak akan pernah berhenti belajar, baik itu menulis sastra ataupun mengarang,” kata Wayan Turun usai menerima penghargaan itu,

Sejak tahun 1970, Wayan Turun sudah puluhan tahun merawat dan menulis warisan aksara itu. Ia sebagai penekun lontar, penulis purana, dan babad yang selalu konsisten dalam berkarya. Pada tahun 1978–1979, ia mulai aktif menulis dan menyalin naskah lontar. Hingga kini, tak kurang dari 200 lontar telah ia hasilkan—baik berupa Kakawin, Kidung, Purana Pura, maupun Babad. “Menulis lontar bukan hanya pekerjaan tangan, tetapi juga kerja batin,” ucap pria kelahiran 1951.

I Wayan Turun dan penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’

Selain menulis sastra klasik seperti kakawin dan kidung, Wayan Turun juga dikenal sebagai penulis prasasti. Ia mengerjakan sejumlah prasasti pura dan tanah adat, termasuk penulisan Purana serta kajian aksara Bali klasik. Dalam prosesnya, ia tak hanya menggunakan aksara Bali biasa, tetapi juga mendalami aksara  Bali Kuna, Jawa Kuna, hingga Dewanagari untuk kepentingan penelitian dan penyusunan naskah.

Sejak 2008 hingga memasuki masa purnabakti sekitar 16 tahun kemudian, Turun tetap aktif berkarya dan terlibat membantu tugas-tugas di lingkungan dinas provinsi, khususnya yang berkaitan dengan penulisan Purana dan pengembangan aksara Bali. Bahkan setelah pensiun, aktivitas menulis lontar tetap ia jalani.

Bagi Turun, perkembangan penulisan lontar saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang. Tantangan terbesar adalah regenerasi. “Sekarang membaca aksara Bali Kuna saja sudah jarang yang bisa. Kalau tidak diwariskan, bisa hilang,” ujarnya.

Namun ia juga melihat adanya harapan melalui kegiatan Bulan Bahasa Bali dan meningkatnya perhatian terhadap dokumentasi serta penelitian naskah kuno. Menurutnya, lontar bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang memuat sejarah, tata kehidupan, hingga nilai spiritual masyarakat Bali.

Penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama yang diterimanya menjadi penegasan atas konsistensi dan pengabdiannya menjaga warisan literasi tradisional Bali. Lebih dari sekadar prestasi pribadi, penghargaan itu menjadi simbol bahwa kerja sunyi para penulis lontar tetap mendapat tempat dalam pembangunan kebudayaan Bali.

Wayan Turun sudah menulis lebih dari 100 karya sastra, termasuk Geguritan Penataran, Geguritan Balian Batur, dan Kidung Kidalang Pricek. Ia juga biasa aktif menyalin  dan menulis lontar, serta mampu membaca berbagai aksara kuno seperti Jawa Kuna, Bali Kuna, dan Dewa Nagari.

Mantan petugas di Museum Bali biasa membantu orang mendalami aksara kuno dan naskah kuno. Ia juga sebagai undagi, seorang arsitek tradisional Bali, dan pembuat bade (menara jenazah). Sebagai seniman yang memainkan gamelan dan pelukis. Penghargaan yang pernah diterimanya, seperti Piagam Upakara Budaya dari Walikota Denpasar pada tahun 1995 atas jasanya dalam bidang seni dan budaya. 

I Wayan Turun dan penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’

Sampai saat ini, Wayan Turun tetap tekun menulis. Baginya, selama tangan masih mampu menggores aksara di atas lontar, selama itu pula warisan leluhur akan terus ia jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya. Atas dedikasi serta komitmenya melestarikan aksara dan Bahasa Bali, I Wayan Turun mendapatkan Anugerah Bali Kerti Nugraha Mahottama berhak mendapat uang senilai Rp 100 juta dan pin emas seberat 25 gram. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: BudayaBudaya BaliBulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026lontarsastra bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Next Post

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya 'Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh'

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 15, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co