3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

Yohana Purnama Fajar by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
in Persona
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

Maria Margarheta Indrawati | Foto: Istimewa

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang masa kecilnya.

Maria ditinggalkan sang ayah ketika masih kelas 1 SD. Sejak saat itu, kasih sayang ibu dan nenek menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Yang membuat saya tumbuh dan tetap kuat karena dukungan dan kasih sayang dari nenek dan ibu saya,” kata Maria.

Kehilangan tidak membuat langkah Maria berhenti. Justru dari pengalaman masa kecil itulah tumbuh pribadi yang kemudian terbiasa menghadapi keadaan, belajar dari pengalaman, dan berusaha untuk tetap kuat.

Maria Margarheta Indrawati, begitu nama lengkapnya. Ia gadis asal Paka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini ia sedang berada jauh dari kampung halamannya. Di Taiwan.

Maria, mahasiswi Program Studi Perjalanan Wisata Universitas Triatma Mulya, memang tengah menjalani program magang di Wusanto Huching Resort Hotel, Taiwan.

2Nd Winner news presenter competition held during the 10th international Student Scientific and Art Week (PISMA X), organized by Widya Mandira Kupang University

Bagi Maria, berada di Taiwan bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri. Ia ingin memperluas wawasan dan mengenal industri pariwisata dari lingkungan kerja yang berbeda. Di tempat itu pula ia kembali berhadapan dengan sebuah tantangan yang mengingatkannya pada satu hal yang sejak kecil terus ia lakukan: belajar.

Sejak kecil, Maria memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Buku menjadi salah satu caranya mengenal dunia. Ia gemar membaca dan mengikuti berbagai perkembangan sebagai bekal memperluas wawasan. Baginya, belajar bukan sekadar soal mendapatkan nilai. Belajar adalah cara untuk mengubah pola pikir sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

Kecintaannya terhadap bahasa Inggris pun berawal dari sebuah pesan sederhana yang pernah disampaikan salah seorang saudaranya.

“Kalian harus bisa bahasa Inggris, karena bahasa Inggris bisa bikin banyak uang, dan bisa membawa kita keliling dunia,” kata Maria mengutip kalimat yang disampaikan saudaranya.

Kalimat itu melekat dalam ingatannya. Maria kemudian semakin serius mempelajari bahasa Inggris hingga melanjutkan pendidikan di SMK Cinta Damai, Manggarai Timur. Di sekolah, kesempatan untuk mengembangkan kemampuan itu datang melalui lomba debat bahasa Inggris. Maria dipercaya mewakili sekolah. Ia memang belum berhasil meraih kemenangan. Namun, pengalaman tersebut justru memberinya pelajaran yang tidak kalah penting dari sebuah piala.

“Saya banyak belajar dari tim lawan, yang kemampuan public speaking mereka sangat bagus meskipun menggunakan bahasa Inggris. Menurut saya, kemampuan itu bukan sesuatu yang mudah kalau tidak banyak belajar,” ujar Maria.

Dari sana, Maria memahami bahwa kalah tidak selalu berarti gagal. Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang dari sebuah kekalahan: pengalaman dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Maria mengaku ia tidak terlalu aktif dalam organisasi. Namun, ia tidak pernah ragu mencoba berbagai kesempatan yang datang. Rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum membuatnya berani mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan untuk mengembangkan potensi.

Maria (kanan) menjadi moderator acara organisasi HMPMB dalam rangka pembekalan dan rapat kerja HMPMB periode 2023/2024 dan periode 2024/2025

Sikap itulah yang pada akhirnya membawanya ke Taiwan. Tetapi berada di negeri orang ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan pertama yang harus dihadapinya.

“Tantangan saya adalah kesulitan berkomunikasi, dan hal itu membuat saya hampir menyerah pada awalnya. Namun, setelah saya ingat lagi dengan pilihan saya, saya mulai belajar bahasa Mandarin dari dasar,” kata Maria.

Dalam perjalanannya, Maria hampir menyerah, tetapi tidak benar-benar berhenti. Ia malah memilih kembali belajar. Bahasa Mandarin yang sebelumnya menjadi hambatan justru menjadi sesuatu yang harus ia pelajari agar dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Di tengah proses itu, kesibukannya tidak hanya berhenti pada magang. Setiap hari, ia menjalani kegiatan magang dari pukul 08.00 hingga 17.00. Setelah itu, ia tetap mengikuti perkuliahan secara daring dan aktif mengikuti berbagai lomba yang dapat dilaksanakan secara daring.

Lomba Master of Ceremony berpasangan 20 Agustus 2024

“Capek pasti ada, namun keinginan saya lebih besar. Saya menyempatkan waktu untuk hang out apabila mulai merasa bosan dengan kegiatan saya,” ujarnya.

Pilihan untuk terus belajar dan mengejar kesempatan tentu memiliki konsekuensi. Waktu untuk berkumpul bersama teman menjadi semakin terbatas. Namun Maria sudah memahami risiko tersebut.

“Kehilangan teman pasti ada, namun bagi saya itu bukanlah suatu masalah karena sejak awal saya sudah tahu risikonya. Sebagai mahasiswa tentunya kita harus banyak belajar, jadi hal itu yang membuat saya tidak terlalu merasakan kehilangan,” tuturnya.

Di tengah perjalanan yang tidak selalu mudah itu, Maria memegang satu prinsip sederhana: Just enjoy the process. Ia percaya bahwa menikmati setiap proses akan menghasilkan sesuatu yang baik dalam perjalanan hidup. Prinsip tersebut bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ada pesan sang nenek yang terus ia bawa dalam setiap langkah.

“Nenek saya selalu berpesan, apa pun pekerjaannya harus kita lakukan dengan sepenuh hati, niat yang dalam, dan tekad yang kuat,” kata Maria sambil tersenyum mengenang sosok yang telah membesarkannya.

Selain neneknya, Maria juga mengagumi Albert Einstein. Sosok tersebut menjadi salah satu inspirasinya untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Kini, Maria berharap dapat menjadi seorang profesional di bidang hospitality. Ia percaya bahwa setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan menuju cita-cita.

Master of Ceremony dalam rangka kegiatan Sosialisasi Mahasiswa Baru Universitas Triatma Mulya Tahun Akademik 2025/2026

Best Staff Trainee at PT Luxindo Wisata Lestari 2024-Bali

Lomba Guiding Nasional held by Politeknik Negeri Bali as participant

               

Master of Ceremony pada seminar nasional Universitas Triatma Mulya

          

       

MC Launching Product Binahealth (Tugas Akhir Mahasiswa) di Universitas Dyhana Pura, 19 Agustus 2026

Dari Paka hingga Taiwan, dari kehilangan ayah sejak kecil hingga menghadapi kesulitan berkomunikasi di negeri orang, perjalanan Maria terus bergerak melalui satu hal yang sama: kemauan untuk belajar.

“Untuk siapa pun yang di sana, apa pun yang ada dalam hidupmu, nikmati, jalani, never complain, dan selalu percaya bahwa segala sesuatu itu sudah ditakdirkan Tuhan selama kamu yang punya niat dan usaha,” pesannya.

Barangkali, kalimat itu pula yang paling tepat menggambarkan perjalanan Maria. Bukan tentang hidup yang selalu mudah. Bukan pula tentang perjalanan tanpa kegagalan. Melainkan tentang bagaimana seseorang tetap berjalan ketika hidup memberinya alasan untuk berhenti. [T]

Reporter/Penulis: Yohana Purnama Fajar
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Tags: mahasiswa NTTNTTUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUniversitas Triatma MulyaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

Next Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

Yohana Purnama Fajar

Yohana Purnama Fajar

Lahir di Nenu, NTT, pada tanggal 2 Januari 2005. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co