2 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

Yohana Purnama Fajar by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
in Persona
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

Maria Margarheta Indrawati | Foto: Istimewa

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang masa kecilnya.

Maria ditinggalkan sang ayah ketika masih kelas 1 SD. Sejak saat itu, kasih sayang ibu dan nenek menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Yang membuat saya tumbuh dan tetap kuat karena dukungan dan kasih sayang dari nenek dan ibu saya,” kata Maria.

Kehilangan tidak membuat langkah Maria berhenti. Justru dari pengalaman masa kecil itulah tumbuh pribadi yang kemudian terbiasa menghadapi keadaan, belajar dari pengalaman, dan berusaha untuk tetap kuat.

Maria Margarheta Indrawati, begitu nama lengkapnya. Ia gadis asal Paka, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini ia sedang berada jauh dari kampung halamannya. Di Taiwan.

Maria, mahasiswi Program Studi Perjalanan Wisata Universitas Triatma Mulya, memang tengah menjalani program magang di Wusanto Huching Resort Hotel, Taiwan.

2Nd Winner news presenter competition held during the 10th international Student Scientific and Art Week (PISMA X), organized by Widya Mandira Kupang University

Bagi Maria, berada di Taiwan bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri. Ia ingin memperluas wawasan dan mengenal industri pariwisata dari lingkungan kerja yang berbeda. Di tempat itu pula ia kembali berhadapan dengan sebuah tantangan yang mengingatkannya pada satu hal yang sejak kecil terus ia lakukan: belajar.

Sejak kecil, Maria memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Buku menjadi salah satu caranya mengenal dunia. Ia gemar membaca dan mengikuti berbagai perkembangan sebagai bekal memperluas wawasan. Baginya, belajar bukan sekadar soal mendapatkan nilai. Belajar adalah cara untuk mengubah pola pikir sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

Kecintaannya terhadap bahasa Inggris pun berawal dari sebuah pesan sederhana yang pernah disampaikan salah seorang saudaranya.

“Kalian harus bisa bahasa Inggris, karena bahasa Inggris bisa bikin banyak uang, dan bisa membawa kita keliling dunia,” kata Maria mengutip kalimat yang disampaikan saudaranya.

Kalimat itu melekat dalam ingatannya. Maria kemudian semakin serius mempelajari bahasa Inggris hingga melanjutkan pendidikan di SMK Cinta Damai, Manggarai Timur. Di sekolah, kesempatan untuk mengembangkan kemampuan itu datang melalui lomba debat bahasa Inggris. Maria dipercaya mewakili sekolah. Ia memang belum berhasil meraih kemenangan. Namun, pengalaman tersebut justru memberinya pelajaran yang tidak kalah penting dari sebuah piala.

“Saya banyak belajar dari tim lawan, yang kemampuan public speaking mereka sangat bagus meskipun menggunakan bahasa Inggris. Menurut saya, kemampuan itu bukan sesuatu yang mudah kalau tidak banyak belajar,” ujar Maria.

Dari sana, Maria memahami bahwa kalah tidak selalu berarti gagal. Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang dari sebuah kekalahan: pengalaman dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Maria mengaku ia tidak terlalu aktif dalam organisasi. Namun, ia tidak pernah ragu mencoba berbagai kesempatan yang datang. Rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum membuatnya berani mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan untuk mengembangkan potensi.

Maria (kanan) menjadi moderator acara organisasi HMPMB dalam rangka pembekalan dan rapat kerja HMPMB periode 2023/2024 dan periode 2024/2025

Sikap itulah yang pada akhirnya membawanya ke Taiwan. Tetapi berada di negeri orang ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan pertama yang harus dihadapinya.

“Tantangan saya adalah kesulitan berkomunikasi, dan hal itu membuat saya hampir menyerah pada awalnya. Namun, setelah saya ingat lagi dengan pilihan saya, saya mulai belajar bahasa Mandarin dari dasar,” kata Maria.

Dalam perjalanannya, Maria hampir menyerah, tetapi tidak benar-benar berhenti. Ia malah memilih kembali belajar. Bahasa Mandarin yang sebelumnya menjadi hambatan justru menjadi sesuatu yang harus ia pelajari agar dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Di tengah proses itu, kesibukannya tidak hanya berhenti pada magang. Setiap hari, ia menjalani kegiatan magang dari pukul 08.00 hingga 17.00. Setelah itu, ia tetap mengikuti perkuliahan secara daring dan aktif mengikuti berbagai lomba yang dapat dilaksanakan secara daring.

Lomba Master of Ceremony berpasangan 20 Agustus 2024

“Capek pasti ada, namun keinginan saya lebih besar. Saya menyempatkan waktu untuk hang out apabila mulai merasa bosan dengan kegiatan saya,” ujarnya.

Pilihan untuk terus belajar dan mengejar kesempatan tentu memiliki konsekuensi. Waktu untuk berkumpul bersama teman menjadi semakin terbatas. Namun Maria sudah memahami risiko tersebut.

“Kehilangan teman pasti ada, namun bagi saya itu bukanlah suatu masalah karena sejak awal saya sudah tahu risikonya. Sebagai mahasiswa tentunya kita harus banyak belajar, jadi hal itu yang membuat saya tidak terlalu merasakan kehilangan,” tuturnya.

Di tengah perjalanan yang tidak selalu mudah itu, Maria memegang satu prinsip sederhana: Just enjoy the process. Ia percaya bahwa menikmati setiap proses akan menghasilkan sesuatu yang baik dalam perjalanan hidup. Prinsip tersebut bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ada pesan sang nenek yang terus ia bawa dalam setiap langkah.

“Nenek saya selalu berpesan, apa pun pekerjaannya harus kita lakukan dengan sepenuh hati, niat yang dalam, dan tekad yang kuat,” kata Maria sambil tersenyum mengenang sosok yang telah membesarkannya.

Selain neneknya, Maria juga mengagumi Albert Einstein. Sosok tersebut menjadi salah satu inspirasinya untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Kini, Maria berharap dapat menjadi seorang profesional di bidang hospitality. Ia percaya bahwa setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan menuju cita-cita.

Master of Ceremony dalam rangka kegiatan Sosialisasi Mahasiswa Baru Universitas Triatma Mulya Tahun Akademik 2025/2026

Best Staff Trainee at PT Luxindo Wisata Lestari 2024-Bali

Lomba Guiding Nasional held by Politeknik Negeri Bali as participant

               

Master of Ceremony pada seminar nasional Universitas Triatma Mulya

          

       

MC Launching Product Binahealth (Tugas Akhir Mahasiswa) di Universitas Dyhana Pura, 19 Agustus 2026

Dari Paka hingga Taiwan, dari kehilangan ayah sejak kecil hingga menghadapi kesulitan berkomunikasi di negeri orang, perjalanan Maria terus bergerak melalui satu hal yang sama: kemauan untuk belajar.

“Untuk siapa pun yang di sana, apa pun yang ada dalam hidupmu, nikmati, jalani, never complain, dan selalu percaya bahwa segala sesuatu itu sudah ditakdirkan Tuhan selama kamu yang punya niat dan usaha,” pesannya.

Barangkali, kalimat itu pula yang paling tepat menggambarkan perjalanan Maria. Bukan tentang hidup yang selalu mudah. Bukan pula tentang perjalanan tanpa kegagalan. Melainkan tentang bagaimana seseorang tetap berjalan ketika hidup memberinya alasan untuk berhenti. [T]

Reporter/Penulis: Yohana Purnama Fajar
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Tags: mahasiswa NTTNTTUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUniversitas Triatma MulyaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

Next Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

Yohana Purnama Fajar

Yohana Purnama Fajar

Lahir di Nenu, NTT, pada tanggal 2 Januari 2005. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
September 2, 2026
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang
Persona

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda
Panggung

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

by Sugi Lanus
September 2, 2026
Sepi Tak Berarti Tiada
Esai

Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

by Angga Wijaya
September 2, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding
Khas

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

by Dian Suryantini
September 1, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co