13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
in Persona
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

Dokter Igar

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada ekosistem dunia usaha, terutama pengaruh pada upaya-upaya pemberdayaan perempuan di Bali Utara.

Untuk itulah, ketika I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri terpilih menjadi Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (BPC HIPMI) Buleleng, banyak orang menaruh harapan besar terhadap sehatnya perkembangan dunia usaha sekaligus juga harapan pada makin berdayanya perempuan Buleleng di segala lini kehidupan.

“Sebagai pengusaha, kita harus memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi karyawan dan masyarakat luas. Dari sana lahir kepedulian sosial hingga kontribusi nyata melalui berbagai program,” kata I Gusti Agung Ratih Krisnandari setelah ia terpilih menjadi Ketua BPC HIPMI Buleleng dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII BPC HIPMI Kabupaten Buleleng di The Grand Villandra Hotel and Resort, Sabtu, 28 Maret 2026.

Kata-kata yang diembuskan Dokter Igar — nama populer I Gusti Agung Ratih Krisnandari –terasa menyejukkan justru karena ia tak melulu bicara soal dampak ekonomi, melainkan bicara juga soal kepedulian sosial, sesuatu yang belakangan memang harus diperhatikan secara lebih serius.

Dokter Igar dan Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra

Jadi, tidak salah Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra memuji HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda, kini memiliki upaya besar untuk membangkitkan jiwa-jiwa inovasi dan kreativitas. Dan, tak salah juga, Bupati berharap sinergi HIPMI dan pemerintah harus terus diperkuat agar mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Komitmen pemerintah dalam mendukung pengusaha muda, khususnya melalui pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi perizinan. Kolaborasi lintas perangkat daerah juga akan diperkuat guna menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama di sektor UMKM,” kata Bupati Sutjidra.

***

Jika tak kenal dengan baik Dokter Igar, barangkali ia bisa disalahpahami sebagai sosok yang aneh. Ia sesungguhnya seorang dokter, namun jiwa kewirausahaan yang tertanam kuat dalam dirinya membuat ia punya perhitungan lain untuk meretas jalan hidup menuju masa depan yang lebih menjanjikan. Tak semua orang, tentu saja, mampu menyusun “perhitungan hidup” seperti yang dilakukan Dokter Igar.

Sehingga, kata yang cocok untuk sosok seperti itu adalah unik. Ia unik, karena tak banyak orang bisa melakukannya. Tepatnya, ia sosok tiada dua. Dalam dirinya seakan terkumpul beragam benih keinginan, dan ia menumbuhkan semua keinginan itu secara perlahan, tanpa ambisi berlebihan, dan tentu saja dengan penuh dedikasi.

I Gusti Agung Ratih Krisnandari (Dokter Igar)

Nama lengkapnya I Gusti Agung Ratih Krisnandari. Karena ia dokter, ia disapa dengan sapaan awal Dok atau Dokter. Igar adalah singkatan dari I Gusti Agung Ratih. Jadi, ia dipanggil Dokter Igar. Dan, sejak awal, nama itu sudah mengandung hal unik yang membuat orang mengerutkan kening. Apalagi, ia kemudian menjadi Ketua HIPMI, organisasi yang diisi pengusaha. Bukan memimpin organisasi dokter semisal Ikatan Dokter Indonesia atau IDI.

Kenapa Dokter Igar sepertinya lebih dikenal sebagai pengusaha, padahal ada embel-embel dokter di depan namanya?

“Ceritanya cukup panjang,” kata Dokter Igar. Dan, ia kemudian bercerita tentang keluarga, cita-cita, karir, dunia medis, dunia usaha, dunia pendidikan, dan lain-lain, dan lain-lain.

Dokter Igar lahir dari keluarga pendidik. Ayahnya dosen di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan kini jadi guru besar. Ibunya guru SMA. Ia bersama dua adik yang semuanya perempuan sejak awal sudah mendapat pendidikan yang baik. Karena itulah, setamat SMAN 1 Singaraja, tahun 2011, ia dengan mudah bisa masuk fakultas kedokteran di Universitas Diponogoro (Undip) Semarang.

Setamat kuliah, tahun 2017, ia sempat menjadi dokter di Rumah Sakit Karya Dharma Husada, lalu di sebuah klinik kecantikan. Namun, mulai tahun 2017 pula ia membangun lembaga usaha di bidang properti. Namanya, Krisna Agung Property. Ia bertindak sebagai owner sekaligus direktur. Jadi, pada masa-masa itu, selain bekerja sebagai dokter, ia juga sedang giat-giatnya membangun usaha.

“Bahkan, sebenarnya usaha itu saya sudah rintis sejak masa-masa kuliah,” kata Dokter Igar.

***

Bekerja sebagai dokter sekaligus mengelola usaha pembangunan perumahan sepertinya bukan kombinasi yang tak mudah dijalani. Beberapa saat ia harus berhadapan dengan orang yang membutuhkan kesehatan, beberapa saat kemudian ia berhadapan dengan orang yang membutuhkan rumah. Paginya memegang dokumen medis, sorenya bisa saja ia memegang dokumen sertifikat tanah dan rumah.

Dokter Igar menjalani dua pekerjaan itu selama sekitar 3 tahun, sampai akhirnya ia memutuskan untuk konsentrasi pada usaha yang dirintisnya. Pada tahun-tahun itu, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan dokter spesialis, justru ia menempuh pendidikan lanjutan di Institut Teknik Bandung untuk belajar tentang dunia property.

Hari-harinya kemudian lebih banyak disibukkan dengan dunia usaha ketimbang dunia medis. Setelah mendirikan lembaga usaha di bidang properti, ia mendirikan lembaga pendidikan, Dunia Prestasi, yang bergerak di bidang bimbingan belajar dengan biaya pendidikan yang bisa dijangkau kalangan luas.

Dokter Igar (tengah) bersama teman-teman perempuannya

Pekerjaan di dunia medis, di dunia properti, dan dunia pendidikan, dilakoni Dokter Igar dengan serius. Dunia kedokteran pun tidak sepenuhnya ditinggalkan, Pada tahun 2025 ia memutuskan untuk membuka praktek dokter umum sehingga ia tetap bisa membantu orang untuk mendapatkan kesehatan.

“Semua usaha yang saya kerjakan pada prinsipnya adalah membantu orang. Menjadi dokter membantu orang untuk mendapatkan kesehatan, di dunia properti membantu orang untuk bisa memiliki rumah dengan layak, dan pada usaha bimbingan belajar saya ingin membantu orang untuk bisa mendapatkan pendidikan dengan biaya terjangkau,” kata Dokter Igar.

Dalam dunia usaha yang dijalankan Dokter Igar, kuncinya adalah kepedulian sosial, bukan melulu soal materi dan keuntungan.

“Saya ingin menjadi manusia berdampak, memberi manfaat pada orang, saat menjadi dokter atau saat menjadi pengusaha,” kata Dokter Igar.

Jadi, bagi Dokter Igar, tidak ada profesi yang lebih mulia dari yang lainnya. Semuanya mulia, asal dijalankan dengan dasar moral untuk membantu manusia lainnya. Menjadi dokter punya manfaat kemanusiaan, pun menjadi pengusaha. “Keduanya bisa memberi kepuasan pada diri saya karena bisa membantu orang lain,” ujar Dokter Igar

Menjadi dokter, barangkali kepuasannya berbeda dengan menjadi pengusaha. Seorang dokter tak pernah mengejar pasien, namun ia membantu siapa pun pasien yang datang kepadanya, Menjadi pengusaha punya tantangan yang berbeda. Pengusaha punya strategi marketing untuk mencari pelanggan. Dalam dunia properti misalnya, pengusaha mencari orang untuk dibantu agar bisa memiliki rumah yang layak dan sesuai keinginan. Menunggu dan mencari, bagi Dokter Igar, punya tantangan dan kepuasan yang berbeda.

“Menjadi pengusaha bukan mencari materi saja, tapi bisa berdampak dan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan,” kata  Dokter Igar.

***

Dokter Igar barangkali bisa disebut sebagai perempuan pengusaha yang bisa diteladani bagi perempuan lain, terutama yang punya minat dalam dunia usaha. Keperempuan Dokter Igar bekerja dengan baik dalam dirinya: lembut, ramah dan suka bergaul, namun keras kepala dalam mewujudkan keinginan diri sendiri.

Dokter Igar berfoto bersama pengurus HIPMI dan Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra usai terpilih jadi Ketua HIPMI Buleleng

Dalam hal ini, Dokter Igar menyatakan diri bersyukur punya orang tua yang telah mendidiknya menjadi perempuan yang berani belajar, berani setara, berani memperjuangkan cita-cita.

“Orang tua tak pernah membatasi diri saya. Kami tiga bersaudara, perempuan semua, dididik sebagai pribadi yang sama seperti laki-laki. Tak membedakan gender. Bisa bicara dengan siapa saja bahwa saya profesional, saya perempuan,” kata Dokter Igar.

Ngomong-ngomong usaha apa yang pernah ia ingin bangun, namun kini belum kesampaian?

“Selain usaha properti, saya sebenarnya sudah membangun usaha peternakan babi, minimarket, dan kini sedang merintis pembangunan apotek,” sahut Dokter Igar. Wah. [T]

Tags: Dinas Kominfosanti BulelengPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

Next Post

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails
Next Post
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

'Base Line Data', Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co