22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
in Persona
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

Dokter Igar

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada ekosistem dunia usaha, terutama pengaruh pada upaya-upaya pemberdayaan perempuan di Bali Utara.

Untuk itulah, ketika I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri terpilih menjadi Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (BPC HIPMI) Buleleng, banyak orang menaruh harapan besar terhadap sehatnya perkembangan dunia usaha sekaligus juga harapan pada makin berdayanya perempuan Buleleng di segala lini kehidupan.

“Sebagai pengusaha, kita harus memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi karyawan dan masyarakat luas. Dari sana lahir kepedulian sosial hingga kontribusi nyata melalui berbagai program,” kata I Gusti Agung Ratih Krisnandari setelah ia terpilih menjadi Ketua BPC HIPMI Buleleng dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII BPC HIPMI Kabupaten Buleleng di The Grand Villandra Hotel and Resort, Sabtu, 28 Maret 2026.

Kata-kata yang diembuskan Dokter Igar — nama populer I Gusti Agung Ratih Krisnandari –terasa menyejukkan justru karena ia tak melulu bicara soal dampak ekonomi, melainkan bicara juga soal kepedulian sosial, sesuatu yang belakangan memang harus diperhatikan secara lebih serius.

Dokter Igar dan Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra

Jadi, tidak salah Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra memuji HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda, kini memiliki upaya besar untuk membangkitkan jiwa-jiwa inovasi dan kreativitas. Dan, tak salah juga, Bupati berharap sinergi HIPMI dan pemerintah harus terus diperkuat agar mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Komitmen pemerintah dalam mendukung pengusaha muda, khususnya melalui pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi perizinan. Kolaborasi lintas perangkat daerah juga akan diperkuat guna menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama di sektor UMKM,” kata Bupati Sutjidra.

***

Jika tak kenal dengan baik Dokter Igar, barangkali ia bisa disalahpahami sebagai sosok yang aneh. Ia sesungguhnya seorang dokter, namun jiwa kewirausahaan yang tertanam kuat dalam dirinya membuat ia punya perhitungan lain untuk meretas jalan hidup menuju masa depan yang lebih menjanjikan. Tak semua orang, tentu saja, mampu menyusun “perhitungan hidup” seperti yang dilakukan Dokter Igar.

Sehingga, kata yang cocok untuk sosok seperti itu adalah unik. Ia unik, karena tak banyak orang bisa melakukannya. Tepatnya, ia sosok tiada dua. Dalam dirinya seakan terkumpul beragam benih keinginan, dan ia menumbuhkan semua keinginan itu secara perlahan, tanpa ambisi berlebihan, dan tentu saja dengan penuh dedikasi.

I Gusti Agung Ratih Krisnandari (Dokter Igar)

Nama lengkapnya I Gusti Agung Ratih Krisnandari. Karena ia dokter, ia disapa dengan sapaan awal Dok atau Dokter. Igar adalah singkatan dari I Gusti Agung Ratih. Jadi, ia dipanggil Dokter Igar. Dan, sejak awal, nama itu sudah mengandung hal unik yang membuat orang mengerutkan kening. Apalagi, ia kemudian menjadi Ketua HIPMI, organisasi yang diisi pengusaha. Bukan memimpin organisasi dokter semisal Ikatan Dokter Indonesia atau IDI.

Kenapa Dokter Igar sepertinya lebih dikenal sebagai pengusaha, padahal ada embel-embel dokter di depan namanya?

“Ceritanya cukup panjang,” kata Dokter Igar. Dan, ia kemudian bercerita tentang keluarga, cita-cita, karir, dunia medis, dunia usaha, dunia pendidikan, dan lain-lain, dan lain-lain.

Dokter Igar lahir dari keluarga pendidik. Ayahnya dosen di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan kini jadi guru besar. Ibunya guru SMA. Ia bersama dua adik yang semuanya perempuan sejak awal sudah mendapat pendidikan yang baik. Karena itulah, setamat SMAN 1 Singaraja, tahun 2011, ia dengan mudah bisa masuk fakultas kedokteran di Universitas Diponogoro (Undip) Semarang.

Setamat kuliah, tahun 2017, ia sempat menjadi dokter di Rumah Sakit Karya Dharma Husada, lalu di sebuah klinik kecantikan. Namun, mulai tahun 2017 pula ia membangun lembaga usaha di bidang properti. Namanya, Krisna Agung Property. Ia bertindak sebagai owner sekaligus direktur. Jadi, pada masa-masa itu, selain bekerja sebagai dokter, ia juga sedang giat-giatnya membangun usaha.

“Bahkan, sebenarnya usaha itu saya sudah rintis sejak masa-masa kuliah,” kata Dokter Igar.

***

Bekerja sebagai dokter sekaligus mengelola usaha pembangunan perumahan sepertinya bukan kombinasi yang tak mudah dijalani. Beberapa saat ia harus berhadapan dengan orang yang membutuhkan kesehatan, beberapa saat kemudian ia berhadapan dengan orang yang membutuhkan rumah. Paginya memegang dokumen medis, sorenya bisa saja ia memegang dokumen sertifikat tanah dan rumah.

Dokter Igar menjalani dua pekerjaan itu selama sekitar 3 tahun, sampai akhirnya ia memutuskan untuk konsentrasi pada usaha yang dirintisnya. Pada tahun-tahun itu, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan dokter spesialis, justru ia menempuh pendidikan lanjutan di Institut Teknik Bandung untuk belajar tentang dunia property.

Hari-harinya kemudian lebih banyak disibukkan dengan dunia usaha ketimbang dunia medis. Setelah mendirikan lembaga usaha di bidang properti, ia mendirikan lembaga pendidikan, Dunia Prestasi, yang bergerak di bidang bimbingan belajar dengan biaya pendidikan yang bisa dijangkau kalangan luas.

Dokter Igar (tengah) bersama teman-teman perempuannya

Pekerjaan di dunia medis, di dunia properti, dan dunia pendidikan, dilakoni Dokter Igar dengan serius. Dunia kedokteran pun tidak sepenuhnya ditinggalkan, Pada tahun 2025 ia memutuskan untuk membuka praktek dokter umum sehingga ia tetap bisa membantu orang untuk mendapatkan kesehatan.

“Semua usaha yang saya kerjakan pada prinsipnya adalah membantu orang. Menjadi dokter membantu orang untuk mendapatkan kesehatan, di dunia properti membantu orang untuk bisa memiliki rumah dengan layak, dan pada usaha bimbingan belajar saya ingin membantu orang untuk bisa mendapatkan pendidikan dengan biaya terjangkau,” kata Dokter Igar.

Dalam dunia usaha yang dijalankan Dokter Igar, kuncinya adalah kepedulian sosial, bukan melulu soal materi dan keuntungan.

“Saya ingin menjadi manusia berdampak, memberi manfaat pada orang, saat menjadi dokter atau saat menjadi pengusaha,” kata Dokter Igar.

Jadi, bagi Dokter Igar, tidak ada profesi yang lebih mulia dari yang lainnya. Semuanya mulia, asal dijalankan dengan dasar moral untuk membantu manusia lainnya. Menjadi dokter punya manfaat kemanusiaan, pun menjadi pengusaha. “Keduanya bisa memberi kepuasan pada diri saya karena bisa membantu orang lain,” ujar Dokter Igar

Menjadi dokter, barangkali kepuasannya berbeda dengan menjadi pengusaha. Seorang dokter tak pernah mengejar pasien, namun ia membantu siapa pun pasien yang datang kepadanya, Menjadi pengusaha punya tantangan yang berbeda. Pengusaha punya strategi marketing untuk mencari pelanggan. Dalam dunia properti misalnya, pengusaha mencari orang untuk dibantu agar bisa memiliki rumah yang layak dan sesuai keinginan. Menunggu dan mencari, bagi Dokter Igar, punya tantangan dan kepuasan yang berbeda.

“Menjadi pengusaha bukan mencari materi saja, tapi bisa berdampak dan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan,” kata  Dokter Igar.

***

Dokter Igar barangkali bisa disebut sebagai perempuan pengusaha yang bisa diteladani bagi perempuan lain, terutama yang punya minat dalam dunia usaha. Keperempuan Dokter Igar bekerja dengan baik dalam dirinya: lembut, ramah dan suka bergaul, namun keras kepala dalam mewujudkan keinginan diri sendiri.

Dokter Igar berfoto bersama pengurus HIPMI dan Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra usai terpilih jadi Ketua HIPMI Buleleng

Dalam hal ini, Dokter Igar menyatakan diri bersyukur punya orang tua yang telah mendidiknya menjadi perempuan yang berani belajar, berani setara, berani memperjuangkan cita-cita.

“Orang tua tak pernah membatasi diri saya. Kami tiga bersaudara, perempuan semua, dididik sebagai pribadi yang sama seperti laki-laki. Tak membedakan gender. Bisa bicara dengan siapa saja bahwa saya profesional, saya perempuan,” kata Dokter Igar.

Ngomong-ngomong usaha apa yang pernah ia ingin bangun, namun kini belum kesampaian?

“Selain usaha properti, saya sebenarnya sudah membangun usaha peternakan babi, minimarket, dan kini sedang merintis pembangunan apotek,” sahut Dokter Igar. Wah. [T]

Tags: Dinas Kominfosanti BulelengPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

Next Post

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails
Next Post
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

'Base Line Data', Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi
Ulas Musik

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   
Esai

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!
Khas

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital
Esai

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

by Angga Wijaya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co