3 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
in Tualang
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

Oleh-oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, ibarat membaca buku novel yang dimulai dari halaman pertama sudah menyajikan menu pembuka yang menarik dan gurih. Lidah tak sabar lagi merasakan petualangan rasa pada halaman-halaman berikutnya. Halaman pertama tampaknya mulai dari kisah bus yang tidak bisa lewat karena perbaikan jalan persis ketika rombongan tiba di Desa Cibungur. Di sini rombongan pecah menjadi dua. Ada yang memilih mampir di warung sambil minum dan ada yang memilih mampir ke rumah penduduk.

Mereka yang memilih mampir di warung pakrimik. Begitu juga yang memilih mampir berteduh di rumah penduduk dengan halaman luas. Pakrimik adalah bentuk protes para rombongan yang merasakan ketidaknyaman. Lebih ekstrem lagi, ketika pulang dari Baduy Luar, mendung dengan gerimis tipis. Rombongan merasa harap-harap cemas jadi teringat pantun yang disampaikan awak pesawat Citylink saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. “Hujan-hujan bajuku basah, sudah dijemur tidak kering-kering/para penumpang selamat berpisah/Terima kasih sudah terbang bersama Citylink”.

Gerimis tipis memang tidak jadi deras sehingga tidak basah. Namun, perangai sopir truk yang kami tumpangi rada ngebut dengan tanjakan, turunan, dan pengkolan yang tiba-tiba membuat hati kesiab-kesiab.  Saya berdoa dengan penuh seluruh ala Chairil Anwar : Tuhanku, di pintu-Mu, aku mengetuk…

Begitulah serunya, sesampai kembali ke bus, semua pengalaman terjal itu justru menjadi kisah seru dan menarik. Panyarikan Madya MDA Kabupaten Badung, I Ketut Nuridja nyeletuk, “Justru pengalaman ekstrem itulah pada akhirnya menjadi kenangan membekas bagi para peserta Study Tiru ke Baduy Luar”. Celetukan itu benar adanya.

Penulis di Pos Jaga Baduy Luar

Semua pengunjung apalagi para peserta Study Tiru ke Baduy Luar di Desa Kanekes wajib lapor di Pos Jaga yang disebut Saung Jaga dengan senantiasa menjaga kebersihan,  tatatertib, etika, dan budaya.  Dari Study Tiru ini banyak hal yang dapat ditimba dan  dikomparasikan dengan tradisi di Desa Adat di Bali, yang terkenal dengan semangat desa, kala, patra. Dari obrolan dengan Jakim, di emper rumahnya yang dijadikan tempat berjualan aneka kerajinan, saya jadi tahu bahwa tradisi menanam ari-ari bagi bayi lahir juga dilakukan oleh Suku Baduy Luar. Saat menanam ari-ari, ada ritual nyirih yang berintikan daun sirih, buah jambe muda, gambir apu. Tradisi nyirih bagi orang Bali adalah nginang. Dari sini bisa ditarik kedekatan budaya Bali dan Baduy.

 Orang Bali menanam ari-ari di pekarangan rumah, Suku Baduy Luar menanam ari-ari di kebun yang tidak menyatu dengan rumah. Tujuh hari setelah lahir, bayi diberikan nama. Berbeda dengan di Bali, pemberian nama secara adat, pada saat bayi berusia 3 bulan kalender Bali (105 hari), saat upacara ‘Sambutan’. Selama tiga bulan itu, ibu si bayi dinyatakan cuntaka. Praktis, Ibu si bayi dilarang memasuki areal suci (merajan, Pura). Urusan ritual ke Merajan menjadi tanggung Jawab ayah si bayi setelah upacara kepus pusar.

Lain dulu lain sekarang. Kini, anak Bali begitu lahir sudah diberikan nama oleh oragtuanya untuk memenuhi syarat administrasi kependudukan dalam pencatatan Akte Kelahiran. Bagi ASN, itu menjadi syarat mengusulkan tunjangan anak. Sangat birokratis dan sangat administratif.

Jika Suku Baduy Luar memberi nama anak seminggu setelah kelahiran, maka orang Bali Kuno memberi nama setelah upacara Sambutan. Jika memperhatikan hari dalam sepekan yang disebut Sapta Wara, maka pemberian nama itu persis pada hari kelahiran juga. Entah seminggu setelah kelahiran, entah 105 setelah kelahiran. Hari menurut Saptawaranya sama.

Selain itu, anak yang baru lahir dibuatkan ayunan pada usia 7 hari. Sementara itu, di Bali, anak dibuatkan ayunan bersamaan dengan upacara Sambutan (105 hari). Jadi ayunan bagi bayi Baduy bersamaan dengan pemberian nama. Begitu juga bayi Bali, ayunan bersamaan dengan pemberian nama. Kemiripan budaya Baduy dengan Bali mencitrakan sumber keyakinan yang sama. Jika menarka Suku Baduy yang berada di Provinsi Banten memang identik dengan Bali yang artinya Wali. Wali juga artinya banten.

Sebagai sebuah suku yang terisolasi, Baduy mencitrakan suku yang merawat tanah air dan lingkungan agar tidak ternoda. Menurut I Gusti Made Rai Dirga Arsana Putra mantan Bandesa Jimbaran yang pernah menginap di Baduy Dalam, kesederhanaan diimani dengan memuliakan alam lingkungan. Bagi Suku Baduy Dalam, Trihita Karana ala Bali diaplikasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Tri Hita Karana dijalankan dalam laku hidup bukan dalam baliho atau spanduk yang ramai merusak alam lingkungan. Limbah spanduk sering menjadi pengotor lingkungan dan sulit terurai.

Ngopi di rumah Padaman di Cibungur sambil menunggu angkutan desa seperti truk, pick up, ojek

Sesanthi Suku Baduy sederhana tetapi diimani bersama.  “Ingat pesan puhun dari dahulu. Yang panjang jangan dipotong, yang pendek tidak usah disambung,” tambah Gusti Made Rai Dirga yang pernah berkesempatan ke Baduy Dalam bersama temannya dari Sunda yang fasih berbahasa dengan Suku Baduy. Sesanthi sederhana itu mengingatkan saya pada lontar Taru Pramana di Bali. Lontar ini menjelaskan bahwa pohon pun bisa berbicara dengan lengkap menyatakan diri bisa menyembuhkan penyakit. 

“Bila menebang kayu, pantang bagi mereka menebang sembarangan, sebagaimana manusia Bali tempo doeloe. Ada hari-hari tertentu yang disebut dewasa ayu (hari baik) menebang kayu. Maksud penggunaan kayu yang ditebang harus jelas. Setelah ditebang, kayu diberikan tanda  yang disebut ceciren atau sawen dalam Bahasa Bali,” kata I Gusti Made Rai Dirga Arsana Putra, yang kini menjabat Bandesa Alitan MDA Kuta Selatan.

Hal lain yang perlu diperhatikan jika ke Baduy Dalam adalah membawa gapgapan berupa garam atau ikan laut yang memang tidak ada di Baduy Dalam. Ini juga mengingatkan kita pada pepatah lama, “Garam di laut asam di gunung bertemu dalam kuali peradaban”. Begitulah peradaban dibentuk dan terbentuk ibarat pengalu maurup-urup. Tawar-menawar terjadi dalam bahasa persaudaraan universal.

  Namun bagi Suku Baduy Luar keterisolasiannya relatif terbuka menerima pengaruh. Yang sangat kental dipertahankan adalah pakaian serba hitam dengan udeng di kepala warna biru disebut yang disebut romal. Berbeda dengan suku Baduy Dalam, pakaiannya semua serba putih, termasuk udengnya  yang disebut telkung. Baik Suku Baduy Luar maupun Suku Baduy Dalam tidak menggunakan sandal bila bepergian ke mana-mana. Antara Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar, ibarat Utama Mandala dan Madya Mandala dalam tata letak rumah adat di Bali.

Naik pick-up

Seperti juga pada masyarakat tradisional Bali yang tidak mempunyai ruang tamu, begitu juga Suku Baduy Luar. Bila ada orang bertamu, mereka diajak duduk lesehan di emper balai-balai yang terbuka. Di emper Balai Desa Kanekes rombongan dari Bandesa dan Panglingsir dari Desa Adat se-Badung diterima oleh Pemuka Adat, Pak Jarwo. Tampak di dinding gedeg berbagai piagam terpajang sebagai bukti pencapaian prestasi Desa Kanekes. Dialog kebudayaan pun terjadi secara cair setelah makan siang dan minum kopi penuh kehangatan dan kekeluargaan. Selanjutnya, Bandesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana, menyerahkan cendera mata berupa Patung khas Bali kepada Pak Jarwo, pemuka Adat Kanekes.

Pembicaraan antar tetamu di ruang terbuka dan terlihat orang lalu lalang. Itu juga mencitrakan keterbukaan informasi. Namun demikian, pengaruh teknologi juga sudah merambah sampai Suku Baduy Luar. Anak-anak muda juga fasih bermedia sosial walaupun tidak bersekolah. Mereka belajar secara otodidak. Diajar oleh orang-orang yang datang dan mau mengajarinya secara sukarela. Belajar otodidak ini tampaknya atas kesadaran diri, menyenangkan, dan penuh makna. Inilah yang disebut Sekolah Alam tanpa Kurikulum formal tetapi hasilnya sungguh menjanjikan. Dari Baduy Luar kita berguru tentang kesederhanaan, kesungguhan, dan integritas. Inilah oleh-oleh dari Baduy Luar. Kalau Baduy Luar saja sudah luar biasa, bagaimana bila sampai ke Baduy Dalam? [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: pariwisata provinsi bantenSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Next Post

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails
Next Post
Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen
Ulas Buku

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali
Panggung

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah...

by Agung Sudarsa
July 3, 2026
Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan
Esai

Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk...

by IM Gede Nesa Saputra
July 2, 2026
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4
Panggung

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa
Esai

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini...

by I Wayan Artika
July 2, 2026
Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali
Khas

Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring...

by Dede Putra Wiguna
July 2, 2026
Fiksi

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

by Chusmeru
July 2, 2026
PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton
Esai

PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton

MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB)....

by I Wayan Yudana
July 1, 2026
Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali
Panggung

Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan...

by Nyoman Budarsana
July 1, 2026
The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia
Khas

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta
Ulas Pentas

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

by Azzahra Naya R
July 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co