SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan ketiga bagi Osaka ke Toska sejak 2024. Jumlah rombongan Osaka yang berkunjung ke Toska berfluktuasi. Pada 2024 sekitar 40 orang, 2025 sebanyak 80 orang, dan pada 2026 sebanyak 48 orang.
Mamiko Sensei yang memimpin rombongan mengatakan rombongan Osaka selama 4 hari di Bali. Di Bali, mereka mengunjungi sejumlah Pura, objek wisata, dan melakukan pertukaran budaya dengan SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Kunjungannya ke SMA Negeri 2 Kuta Selatan selaras dengan Program Wisata Edukasi yang pernah menjadi finalis Best Practice Kepala Sekolah Tingkat Nasional.
Bukan hanya siswa Osaka Jepang yang berkunjung ke Toska, pada 2025 mahasiswa dari Filipina juga berkunjung ke Toska. Tak terbilang dari siswa bersama guru dan pegawai dari sejumlah provinsi di Indonesia (Barat, Tengah, Timur) pernah berkunjung ke SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Sebagai Lembaga Pendidikan yang belum genap berusia 7 tahun, kunjungan mereka adalah kehormatan sekaligus ajang promosi sekolah. Nilai positif yang perlu dijaga, dirawat, dikembangkan lebih-lebih sekolah berada di jantung pariwisata Nusa Dua, Bali.

Patut disyukuri, sekolah di tepi rawa-rawa ini mampu memikat pengunjung untuk berwisata dalam konteks Pendidikan.
Pertama, secara bertahap Toska selalu mempromosikan diri dalam berbagai ajang pertemuan tingkat lokal, regional, nasional, bahkan Internasional. Promosi itu melalui pertemuan Kepala Sekolah, guru, ajang lomba yang diikuti para siswa baik yang berhasil menjadi juara maupun hanya mencatatkan diri dan nama sekolah dalam berbagai kegiatan lomba. Di Toska, potensi siswa dikembangkan dari segala aspek : akademik, olahraga, sosial, seni budaya, kepemimpinan, termasuk kearifan lokal.
Kedua, ketika sekolah lain enggan menerima tamu berkunjung ke sekolah, Toska justru memberikan karpet merah untuk bertandang bahkan disambut dengan Tari Bali. Alhasil, tetamu terpesona dengan menyampaikan ungkapan ; Amazing ! Sungguh luar biasa. Jika dikaitkan dengan kearifan lokal Bali, tamu tak ubahnya perwujudan Bhatara Wisnu yang menganugrahkan kemakmuran. Sebagai sekolah yang berada di daerah pariwisata, kunjungan tetamu selain bisa berbagi pengalaman dalam bidang Pendidikan, bisa juga diarahkan ke objek wisata terdekat sesuai dengan maksud kunjungan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berdampak positif bagi para siswa, tetapi juga positif bagi masyarakat sekitar secara edukatif, sosial kultural yang bernilai ekonomi.
Ketiga, memperkuat jejaring global sebagai umat manusia sedunia membangun harmoni dalam perbedaan. Wasudeva Khutum bhakam, semua makhluk pada hakikatnya bersaudara karena berasal dari zat yang sama. Chairil Anwar menulis, “Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar”. Zat-zat yang unggul disatukan dapat mengangkat prestasi sekolah hingga sampai puncak. Semua itu perlu berikhtiar bersama bergerak untuk maju sesuai dengan slogan SMA : Maju bersama hebat semua!



Sensei Betty Aritonang, dosen Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati yang menerjemahkan sambutan dari Mamiko Sensei mengatakan, ”Rombongan siswa Osaka merasa senang di Toska. Sambutan warganya ramah. Tariannya memukau. Sungguh luar biasa. Mereka mudah beradaptasi dalam kelompok kecil. Terjadi pembauran antara Osaka dan Toska. Mereka menikmati sekali kunjungan ke Toska dan menjadi highlight yang paling berkesan selama di Bali”.
Pengakuan mereka terhadap Toska itu juga dibenarkan oleh Tesyana Sensei guru Bahasa Jepang SMA Negeri 2 Kuta Selatan di dampingi Dwi Desiyanti, guru Kimia yang mengampu Ekstakurikuler Majejahitan. “Nenten wenten salah tampi sisya Osaka. Makasami pakedek pakenyung. Ulianne, polih 5 calon Ekstrakurikuler Majejahitan”, kata Desi yang akan mulai Kuliah S-2 tahun ini. Artinya, tidak ada siswa Osaka yang salah pengertian. Semuanya riang gembira, senyum simpul. Berkahnya, ada tambahan 5 peserta Ekstrakuriuler Majejahitan. Siapa tahu, nanti anak Toska bisa membuka Kursus Majejahitan di Jepang sambil berkuliah.


Terpenting dari kunjungan wisata edukasi dari Osaka ke Toska adalah para siswa dari kedua sekolah saling berinteraksi dan belajar bersama. Intinya mereka berkolaborasi. Siswa putri Jepang diperkenalkan membuat Canang Sari sebagai muatan budaya lokal Bali. Sementara siswa laki-laki melakukan simulasi karate dengan pakain lengkap. Jadi, selain berolahraga bela diri, mereka juga olah batin mengisi diri ala Bali.
Di Toska rombongan Osaka diterima di Aula Gedung Prof. Dr. Ida Bagus Mantra oleh Kepala Sekolah, I Nyoman Tingkat bersama staf guru, pegawai, dan para murid. Acara diawali dengan persembahan Tari Sekar Jagat dari para siswa diiringi dengan gamelan Jepang yang distel dari laptop via youtobe. Acara penerimaan rombongan Osaka di Toska diakhiri dengan penyerahan kenangan-kenangan berupa lukisan topeng karya siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan, sedangan pihak Osaka menyerahkan kipas khas Jepang.
Terima kasih Osaka Gakugei High School Jepang telah memilih Toska untuk wisata edukasi. Salam hangat. Sayonara! [T]
Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole





























