14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
in Panggung
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televisi itu hadir di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung. Bukan dibawakan oleh aktor profesional dari luar negeri, melainkan oleh anak-anak yang tergabung dalam Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) melalui pementasan ‘A Night of Broadway’.

Malam itu, panggung Giri Nata Mandala seolah berubah menjadi ruang tempat berbagai dunia bertemu. Dari jalanan Agrabah milik Aladdin, menara Rapunzel, dasar laut tempat Ariel bernyanyi, hingga kerajaan Arendelle yang diselimuti salju dalam kisah Frozen. Satu demi satu cerita hadir melalui nyanyian, tarian, dan akting yang dibawakan para siswa JAPA.

Penonton diajak mengikuti perjalanan yang terus berganti suasana. Setelah petualangan Aladdin, mereka dibawa memasuki kisah The Little Mermaid yang penuh warna. Tak lama kemudian, panggung menghadirkan semangat petualangan Moana, kisah perjuangan Annie, hingga cerita klasik Oliver Twist. Semua dipadukan dalam sebuah pertunjukan drama musikal yang mengalir.

Anak-anak itu tidak hanya bernyanyi. Mereka juga menari, berakting, dan memainkan karakter-karakter yang menuntut ekspresi serta penghayatan yang kuat. Setiap pemain berusaha menghadirkan versi terbaik dari tokoh yang mereka perankan. Tidak sedikit yang harus berganti kostum dan karakter dalam waktu singkat demi menjaga ritme pertunjukan tetap berjalan.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Di bawah arahan Artistic Director Heny Janawati, B.Mus., para siswa menjalani proses latihan yang tidak sederhana. Drama musikal merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang menuntut banyak kemampuan sekaligus. Seorang pemain tidak cukup hanya memiliki suara yang baik atau kemampuan menari yang memadai. Ia juga harus mampu berakting, memahami karakter, menjaga ekspresi, serta menyesuaikan diri dengan pemain lain di atas panggung.

Karena itu, keberhasilan pementasan tersebut tidak lahir dalam semalam. Di balik sorot lampu dan tepuk tangan penonton, terdapat proses panjang yang dijalani para siswa JAPA untuk menyatukan gerak, lagu, dialog, dan emosi menjadi sebuah pertunjukan yang utuh.

Meski sebagian besar pemain masih berusia muda, mereka tampil dengan penuh percaya diri. Di beberapa adegan, penonton terlihat larut mengikuti alur cerita yang dibawakan para pemain. Tawa terdengar saat adegan-adegan ringan muncul, sementara tepuk tangan beberapa kali mengiringi pergantian babak dan penampilan kelompok pemain di atas panggung.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Sehari sebelum pementasan berlangsung, dukungan datang dari sosok yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni kontemporer di Bali. Ibu Putri Suastini Koster hadir menyaksikan gladi resik ‘A Night of Broadway’ pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sebagai pegiat seni kontemporer sekaligus penggagas Festival Seni Bali Jani (FSBJ), Putri Koster memberikan apresiasi atas semangat anak-anak yang tergabung di Janawati Academy dalam melestarikan seni pertunjukan kontemporer. Menurutnya, keberanian menghadirkan drama musikal seperti Broadway menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengikuti perkembangan seni dunia.

Apresiasi tersebut disertai dengan undangan kepada siswa-siswi Janawati Academy untuk ikut mengisi dan memeriahkan Festival Seni Bali Jani pada tahun mendatang. Undangan itu menjadi bentuk dukungan terhadap upaya para siswa dan pengajar dalam mengembangkan seni pertunjukan kontemporer di Bali.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Kebanggaan serupa juga dirasakan oleh produser pertunjukan, Ketut Suarma. Menurutnya, pencapaian para siswa JAPA menjadi sesuatu yang patut diapresiasi karena mereka mampu membawakan Broadway dengan sangat baik, sesuatu yang selama ini lebih sering ditemui di luar negeri.

“Sangat bangga karena anak-anak Bali, khususnya anak-anak JAPA, mampu menampilkan Broadway ini dengan luar biasa, di mana biasanya Broadway hanya tampil di luar negeri,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah penonton juga menyampaikan apresiasi setelah pertunjukan berakhir. Mereka merasa tidak perlu pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati nuansa Broadway karena pengalaman tersebut kini dapat disaksikan di Bali.

Meski demikian, menghadirkan Broadway di Bali bukan perkara mudah. Ketut Suarma mengakui terdapat banyak tantangan dalam proses produksinya. Mulai dari persiapan artistik, kebutuhan teknis, hingga pembinaan kemampuan para pemain agar mampu memenuhi tuntutan sebuah drama musikal.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Namun seluruh tantangan itu seolah terbayar ketika pertunjukan mencapai akhir. Tepuk tangan panjang yang memenuhi ruangan menjadi penanda bahwa usaha dan kerja keras para pemain berhasil sampai kepada penonton.

Pementasan tahun ini juga memiliki arti tersendiri karena merupakan penyelenggaraan ‘A Night of Broadway’ yang kelima. Artinya, program ini bukan sekadar pertunjukan tahunan, melainkan bagian dari proses panjang membangun ekosistem seni pertunjukan bagi generasi muda Bali.

Malam itu, yang disaksikan penonton bukan sekadar pertunjukan drama musikal. Mereka menyaksikan bagaimana anak-anak JAPA menghidupkan kisah-kisah yang dikenal di seluruh dunia dengan cara mereka sendiri. Dan ketika pertunjukan akhirnya ditutup, yang tertinggal bukan hanya kenangan tentang Aladdin, Rapunzel, atau Elsa, melainkan keyakinan bahwa panggung seni Bali akan selalu memiliki generasi baru yang siap melanjutkan cerita. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakJanawati Academy of Performing ArtsPendidikanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Next Post

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails
Next Post
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co