25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
in Panggung
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televisi itu hadir di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung. Bukan dibawakan oleh aktor profesional dari luar negeri, melainkan oleh anak-anak yang tergabung dalam Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) melalui pementasan ‘A Night of Broadway’.

Malam itu, panggung Giri Nata Mandala seolah berubah menjadi ruang tempat berbagai dunia bertemu. Dari jalanan Agrabah milik Aladdin, menara Rapunzel, dasar laut tempat Ariel bernyanyi, hingga kerajaan Arendelle yang diselimuti salju dalam kisah Frozen. Satu demi satu cerita hadir melalui nyanyian, tarian, dan akting yang dibawakan para siswa JAPA.

Penonton diajak mengikuti perjalanan yang terus berganti suasana. Setelah petualangan Aladdin, mereka dibawa memasuki kisah The Little Mermaid yang penuh warna. Tak lama kemudian, panggung menghadirkan semangat petualangan Moana, kisah perjuangan Annie, hingga cerita klasik Oliver Twist. Semua dipadukan dalam sebuah pertunjukan drama musikal yang mengalir.

Anak-anak itu tidak hanya bernyanyi. Mereka juga menari, berakting, dan memainkan karakter-karakter yang menuntut ekspresi serta penghayatan yang kuat. Setiap pemain berusaha menghadirkan versi terbaik dari tokoh yang mereka perankan. Tidak sedikit yang harus berganti kostum dan karakter dalam waktu singkat demi menjaga ritme pertunjukan tetap berjalan.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Di bawah arahan Artistic Director Heny Janawati, B.Mus., para siswa menjalani proses latihan yang tidak sederhana. Drama musikal merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang menuntut banyak kemampuan sekaligus. Seorang pemain tidak cukup hanya memiliki suara yang baik atau kemampuan menari yang memadai. Ia juga harus mampu berakting, memahami karakter, menjaga ekspresi, serta menyesuaikan diri dengan pemain lain di atas panggung.

Karena itu, keberhasilan pementasan tersebut tidak lahir dalam semalam. Di balik sorot lampu dan tepuk tangan penonton, terdapat proses panjang yang dijalani para siswa JAPA untuk menyatukan gerak, lagu, dialog, dan emosi menjadi sebuah pertunjukan yang utuh.

Meski sebagian besar pemain masih berusia muda, mereka tampil dengan penuh percaya diri. Di beberapa adegan, penonton terlihat larut mengikuti alur cerita yang dibawakan para pemain. Tawa terdengar saat adegan-adegan ringan muncul, sementara tepuk tangan beberapa kali mengiringi pergantian babak dan penampilan kelompok pemain di atas panggung.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Sehari sebelum pementasan berlangsung, dukungan datang dari sosok yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni kontemporer di Bali. Ibu Putri Suastini Koster hadir menyaksikan gladi resik ‘A Night of Broadway’ pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sebagai pegiat seni kontemporer sekaligus penggagas Festival Seni Bali Jani (FSBJ), Putri Koster memberikan apresiasi atas semangat anak-anak yang tergabung di Janawati Academy dalam melestarikan seni pertunjukan kontemporer. Menurutnya, keberanian menghadirkan drama musikal seperti Broadway menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengikuti perkembangan seni dunia.

Apresiasi tersebut disertai dengan undangan kepada siswa-siswi Janawati Academy untuk ikut mengisi dan memeriahkan Festival Seni Bali Jani pada tahun mendatang. Undangan itu menjadi bentuk dukungan terhadap upaya para siswa dan pengajar dalam mengembangkan seni pertunjukan kontemporer di Bali.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Kebanggaan serupa juga dirasakan oleh produser pertunjukan, Ketut Suarma. Menurutnya, pencapaian para siswa JAPA menjadi sesuatu yang patut diapresiasi karena mereka mampu membawakan Broadway dengan sangat baik, sesuatu yang selama ini lebih sering ditemui di luar negeri.

“Sangat bangga karena anak-anak Bali, khususnya anak-anak JAPA, mampu menampilkan Broadway ini dengan luar biasa, di mana biasanya Broadway hanya tampil di luar negeri,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah penonton juga menyampaikan apresiasi setelah pertunjukan berakhir. Mereka merasa tidak perlu pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati nuansa Broadway karena pengalaman tersebut kini dapat disaksikan di Bali.

Meski demikian, menghadirkan Broadway di Bali bukan perkara mudah. Ketut Suarma mengakui terdapat banyak tantangan dalam proses produksinya. Mulai dari persiapan artistik, kebutuhan teknis, hingga pembinaan kemampuan para pemain agar mampu memenuhi tuntutan sebuah drama musikal.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Namun seluruh tantangan itu seolah terbayar ketika pertunjukan mencapai akhir. Tepuk tangan panjang yang memenuhi ruangan menjadi penanda bahwa usaha dan kerja keras para pemain berhasil sampai kepada penonton.

Pementasan tahun ini juga memiliki arti tersendiri karena merupakan penyelenggaraan ‘A Night of Broadway’ yang kelima. Artinya, program ini bukan sekadar pertunjukan tahunan, melainkan bagian dari proses panjang membangun ekosistem seni pertunjukan bagi generasi muda Bali.

Malam itu, yang disaksikan penonton bukan sekadar pertunjukan drama musikal. Mereka menyaksikan bagaimana anak-anak JAPA menghidupkan kisah-kisah yang dikenal di seluruh dunia dengan cara mereka sendiri. Dan ketika pertunjukan akhirnya ditutup, yang tertinggal bukan hanya kenangan tentang Aladdin, Rapunzel, atau Elsa, melainkan keyakinan bahwa panggung seni Bali akan selalu memiliki generasi baru yang siap melanjutkan cerita. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakJanawati Academy of Performing ArtsPendidikanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Next Post

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails
Next Post
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co