4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
in Panggung
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televisi itu hadir di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung. Bukan dibawakan oleh aktor profesional dari luar negeri, melainkan oleh anak-anak yang tergabung dalam Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) melalui pementasan ‘A Night of Broadway’.

Malam itu, panggung Giri Nata Mandala seolah berubah menjadi ruang tempat berbagai dunia bertemu. Dari jalanan Agrabah milik Aladdin, menara Rapunzel, dasar laut tempat Ariel bernyanyi, hingga kerajaan Arendelle yang diselimuti salju dalam kisah Frozen. Satu demi satu cerita hadir melalui nyanyian, tarian, dan akting yang dibawakan para siswa JAPA.

Penonton diajak mengikuti perjalanan yang terus berganti suasana. Setelah petualangan Aladdin, mereka dibawa memasuki kisah The Little Mermaid yang penuh warna. Tak lama kemudian, panggung menghadirkan semangat petualangan Moana, kisah perjuangan Annie, hingga cerita klasik Oliver Twist. Semua dipadukan dalam sebuah pertunjukan drama musikal yang mengalir.

Anak-anak itu tidak hanya bernyanyi. Mereka juga menari, berakting, dan memainkan karakter-karakter yang menuntut ekspresi serta penghayatan yang kuat. Setiap pemain berusaha menghadirkan versi terbaik dari tokoh yang mereka perankan. Tidak sedikit yang harus berganti kostum dan karakter dalam waktu singkat demi menjaga ritme pertunjukan tetap berjalan.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Di bawah arahan Artistic Director Heny Janawati, B.Mus., para siswa menjalani proses latihan yang tidak sederhana. Drama musikal merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang menuntut banyak kemampuan sekaligus. Seorang pemain tidak cukup hanya memiliki suara yang baik atau kemampuan menari yang memadai. Ia juga harus mampu berakting, memahami karakter, menjaga ekspresi, serta menyesuaikan diri dengan pemain lain di atas panggung.

Karena itu, keberhasilan pementasan tersebut tidak lahir dalam semalam. Di balik sorot lampu dan tepuk tangan penonton, terdapat proses panjang yang dijalani para siswa JAPA untuk menyatukan gerak, lagu, dialog, dan emosi menjadi sebuah pertunjukan yang utuh.

Meski sebagian besar pemain masih berusia muda, mereka tampil dengan penuh percaya diri. Di beberapa adegan, penonton terlihat larut mengikuti alur cerita yang dibawakan para pemain. Tawa terdengar saat adegan-adegan ringan muncul, sementara tepuk tangan beberapa kali mengiringi pergantian babak dan penampilan kelompok pemain di atas panggung.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Sehari sebelum pementasan berlangsung, dukungan datang dari sosok yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni kontemporer di Bali. Ibu Putri Suastini Koster hadir menyaksikan gladi resik ‘A Night of Broadway’ pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sebagai pegiat seni kontemporer sekaligus penggagas Festival Seni Bali Jani (FSBJ), Putri Koster memberikan apresiasi atas semangat anak-anak yang tergabung di Janawati Academy dalam melestarikan seni pertunjukan kontemporer. Menurutnya, keberanian menghadirkan drama musikal seperti Broadway menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengikuti perkembangan seni dunia.

Apresiasi tersebut disertai dengan undangan kepada siswa-siswi Janawati Academy untuk ikut mengisi dan memeriahkan Festival Seni Bali Jani pada tahun mendatang. Undangan itu menjadi bentuk dukungan terhadap upaya para siswa dan pengajar dalam mengembangkan seni pertunjukan kontemporer di Bali.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Kebanggaan serupa juga dirasakan oleh produser pertunjukan, Ketut Suarma. Menurutnya, pencapaian para siswa JAPA menjadi sesuatu yang patut diapresiasi karena mereka mampu membawakan Broadway dengan sangat baik, sesuatu yang selama ini lebih sering ditemui di luar negeri.

“Sangat bangga karena anak-anak Bali, khususnya anak-anak JAPA, mampu menampilkan Broadway ini dengan luar biasa, di mana biasanya Broadway hanya tampil di luar negeri,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah penonton juga menyampaikan apresiasi setelah pertunjukan berakhir. Mereka merasa tidak perlu pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati nuansa Broadway karena pengalaman tersebut kini dapat disaksikan di Bali.

Meski demikian, menghadirkan Broadway di Bali bukan perkara mudah. Ketut Suarma mengakui terdapat banyak tantangan dalam proses produksinya. Mulai dari persiapan artistik, kebutuhan teknis, hingga pembinaan kemampuan para pemain agar mampu memenuhi tuntutan sebuah drama musikal.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Namun seluruh tantangan itu seolah terbayar ketika pertunjukan mencapai akhir. Tepuk tangan panjang yang memenuhi ruangan menjadi penanda bahwa usaha dan kerja keras para pemain berhasil sampai kepada penonton.

Pementasan tahun ini juga memiliki arti tersendiri karena merupakan penyelenggaraan ‘A Night of Broadway’ yang kelima. Artinya, program ini bukan sekadar pertunjukan tahunan, melainkan bagian dari proses panjang membangun ekosistem seni pertunjukan bagi generasi muda Bali.

Malam itu, yang disaksikan penonton bukan sekadar pertunjukan drama musikal. Mereka menyaksikan bagaimana anak-anak JAPA menghidupkan kisah-kisah yang dikenal di seluruh dunia dengan cara mereka sendiri. Dan ketika pertunjukan akhirnya ditutup, yang tertinggal bukan hanya kenangan tentang Aladdin, Rapunzel, atau Elsa, melainkan keyakinan bahwa panggung seni Bali akan selalu memiliki generasi baru yang siap melanjutkan cerita. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakJanawati Academy of Performing ArtsPendidikanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Next Post

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co