25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
in Panggung
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televisi itu hadir di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung. Bukan dibawakan oleh aktor profesional dari luar negeri, melainkan oleh anak-anak yang tergabung dalam Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) melalui pementasan ‘A Night of Broadway’.

Malam itu, panggung Giri Nata Mandala seolah berubah menjadi ruang tempat berbagai dunia bertemu. Dari jalanan Agrabah milik Aladdin, menara Rapunzel, dasar laut tempat Ariel bernyanyi, hingga kerajaan Arendelle yang diselimuti salju dalam kisah Frozen. Satu demi satu cerita hadir melalui nyanyian, tarian, dan akting yang dibawakan para siswa JAPA.

Penonton diajak mengikuti perjalanan yang terus berganti suasana. Setelah petualangan Aladdin, mereka dibawa memasuki kisah The Little Mermaid yang penuh warna. Tak lama kemudian, panggung menghadirkan semangat petualangan Moana, kisah perjuangan Annie, hingga cerita klasik Oliver Twist. Semua dipadukan dalam sebuah pertunjukan drama musikal yang mengalir.

Anak-anak itu tidak hanya bernyanyi. Mereka juga menari, berakting, dan memainkan karakter-karakter yang menuntut ekspresi serta penghayatan yang kuat. Setiap pemain berusaha menghadirkan versi terbaik dari tokoh yang mereka perankan. Tidak sedikit yang harus berganti kostum dan karakter dalam waktu singkat demi menjaga ritme pertunjukan tetap berjalan.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Di bawah arahan Artistic Director Heny Janawati, B.Mus., para siswa menjalani proses latihan yang tidak sederhana. Drama musikal merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang menuntut banyak kemampuan sekaligus. Seorang pemain tidak cukup hanya memiliki suara yang baik atau kemampuan menari yang memadai. Ia juga harus mampu berakting, memahami karakter, menjaga ekspresi, serta menyesuaikan diri dengan pemain lain di atas panggung.

Karena itu, keberhasilan pementasan tersebut tidak lahir dalam semalam. Di balik sorot lampu dan tepuk tangan penonton, terdapat proses panjang yang dijalani para siswa JAPA untuk menyatukan gerak, lagu, dialog, dan emosi menjadi sebuah pertunjukan yang utuh.

Meski sebagian besar pemain masih berusia muda, mereka tampil dengan penuh percaya diri. Di beberapa adegan, penonton terlihat larut mengikuti alur cerita yang dibawakan para pemain. Tawa terdengar saat adegan-adegan ringan muncul, sementara tepuk tangan beberapa kali mengiringi pergantian babak dan penampilan kelompok pemain di atas panggung.

‘A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Sehari sebelum pementasan berlangsung, dukungan datang dari sosok yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan seni kontemporer di Bali. Ibu Putri Suastini Koster hadir menyaksikan gladi resik ‘A Night of Broadway’ pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sebagai pegiat seni kontemporer sekaligus penggagas Festival Seni Bali Jani (FSBJ), Putri Koster memberikan apresiasi atas semangat anak-anak yang tergabung di Janawati Academy dalam melestarikan seni pertunjukan kontemporer. Menurutnya, keberanian menghadirkan drama musikal seperti Broadway menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengikuti perkembangan seni dunia.

Apresiasi tersebut disertai dengan undangan kepada siswa-siswi Janawati Academy untuk ikut mengisi dan memeriahkan Festival Seni Bali Jani pada tahun mendatang. Undangan itu menjadi bentuk dukungan terhadap upaya para siswa dan pengajar dalam mengembangkan seni pertunjukan kontemporer di Bali.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

Kebanggaan serupa juga dirasakan oleh produser pertunjukan, Ketut Suarma. Menurutnya, pencapaian para siswa JAPA menjadi sesuatu yang patut diapresiasi karena mereka mampu membawakan Broadway dengan sangat baik, sesuatu yang selama ini lebih sering ditemui di luar negeri.

“Sangat bangga karena anak-anak Bali, khususnya anak-anak JAPA, mampu menampilkan Broadway ini dengan luar biasa, di mana biasanya Broadway hanya tampil di luar negeri,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah penonton juga menyampaikan apresiasi setelah pertunjukan berakhir. Mereka merasa tidak perlu pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati nuansa Broadway karena pengalaman tersebut kini dapat disaksikan di Bali.

Meski demikian, menghadirkan Broadway di Bali bukan perkara mudah. Ketut Suarma mengakui terdapat banyak tantangan dalam proses produksinya. Mulai dari persiapan artistik, kebutuhan teknis, hingga pembinaan kemampuan para pemain agar mampu memenuhi tuntutan sebuah drama musikal.

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: JAPA

A Night of Broadway’ by Janawati Academy. (20/6)│Foto: tatkala.co/Dede

Namun seluruh tantangan itu seolah terbayar ketika pertunjukan mencapai akhir. Tepuk tangan panjang yang memenuhi ruangan menjadi penanda bahwa usaha dan kerja keras para pemain berhasil sampai kepada penonton.

Pementasan tahun ini juga memiliki arti tersendiri karena merupakan penyelenggaraan ‘A Night of Broadway’ yang kelima. Artinya, program ini bukan sekadar pertunjukan tahunan, melainkan bagian dari proses panjang membangun ekosistem seni pertunjukan bagi generasi muda Bali.

Malam itu, yang disaksikan penonton bukan sekadar pertunjukan drama musikal. Mereka menyaksikan bagaimana anak-anak JAPA menghidupkan kisah-kisah yang dikenal di seluruh dunia dengan cara mereka sendiri. Dan ketika pertunjukan akhirnya ditutup, yang tertinggal bukan hanya kenangan tentang Aladdin, Rapunzel, atau Elsa, melainkan keyakinan bahwa panggung seni Bali akan selalu memiliki generasi baru yang siap melanjutkan cerita. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakJanawati Academy of Performing ArtsPendidikanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Next Post

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co