22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
in Panggung
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

Sesi Food for Thought bertajuk ‘The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand’ pada UFF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang bukan hanya untuk berkuliner ria, tapi juga mendengarkan cerita di balik lahirnya sebuah rasa. Di tengah festival yang selama empat hari merayakan keberagaman kuliner, sesi Food for Thought bertajuk ‘The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand’ menghadirkan percakapan yang membawa audiens memahami lebih dalam hikayat rasa.

Diskusi tersebut mempertemukan dua sosok yang datang dari tradisi kuliner berbeda namun memiliki kegelisahan yang sama: bagaimana menjaga identitas kuliner tetap hidup di tengah dunia yang terus berubah. Mereka adalah Hiro Imamura, chef asal Jepang dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai negara, dan Mint Jarukittikun, pendiri Samrub Samrub Thai yang dikenal sebagai pegiat budaya sekaligus penggerak pelestarian kuliner tradisional Thailand.

Percakapan dipandu oleh Adam McAsey, Founder dan Director 8 Degree Projects, perusahaan di balik sejumlah brand hospitality seperti Sisterfields, Bossman Burger, Fu House, dan Estia. Dengan gaya santai namun terarah, Adam membawa diskusi mengalir dari persoalan teknik memasak hingga makna yang lebih dalam tentang tradisi, warisan budaya, dan rasa.

Mint Jarukittikun│Foto: tatkala.co/Dede

Meski berasal dari dua negara dengan karakter kuliner yang berbeda, Jepang dan Thailand ternyata memiliki fondasi serupa. Keduanya dibangun di atas prinsip kejelasan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap identitas. Dari titik itulah diskusi berkembang.

Mint Jarukittikun berbicara dari perspektif seseorang yang selama bertahun-tahun berupaya menghidupkan kembali resep-resep tradisional Thailand. Latar belakangnya memang tidak berangkat dari dapur profesional. Ia menempuh pendidikan desain grafis dan meraih gelar Master di bidang Innovation Management dari Central Saint Martins, London. Ia juga pernah bekerja di Thailand Creative and Design Center (TCDC), United Nations Development Programme (UNDP), hingga ikut mengembangkan Thailand Social Innovation Platform.

Namun sejak 2017, fokusnya bergeser ke dunia kuliner. Bersama suaminya, Chef Prin Polsuk, ia mendirikan Samrub Samrub Thai, sebuah inisiatif yang tidak hanya berfungsi sebagai restoran, tetapi juga ruang belajar hidup (living school) yang terus menggali dan mengembangkan warisan kuliner Thailand melalui resep tradisional dan penggunaan bahan-bahan musiman.

Sesi Food for Thought bertajuk ‘The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand’ pada UFF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Dalam diskusi itu, Mint menjelaskan bahwa memahami kuliner tidak cukup hanya melalui resep. Ada konteks budaya, sejarah, lingkungan, hingga kebiasaan masyarakat yang membentuk setiap hidangan.

Karena itulah, menurutnya, seseorang tidak bisa memahami makanan hanya dengan melihat hasil akhirnya di atas piring. Yang jauh lebih penting adalah kesediaan untuk terus belajar dan menerima perbedaan.

“Pada akhirnya, yang harus diperhatikan dalam kuliner adalah mempunyai pikiran terbuka (open mind) dan bisa menghargai setiap perbedaan ꟷ rasa, bumbu, teknik, resep, tradisi, budaya, dan lain sebagainya,” ujar Mint Jarukittikun.

Pernyataan itu menjadi salah satu benang merah diskusi siang tersebut. Ketika dunia semakin terhubung dan batas-batas geografis semakin kabur, keterbukaan menjadi syarat penting untuk memahami kekayaan kuliner yang lahir dari latar budaya yang berbeda-beda.

Audiens menyimak diskusi dengan khusyuk│Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Hiro Imamura membawa perspektif berbeda namun juga melengkapi. Berbekal pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia kuliner, Hiro telah bekerja di Jepang, New York, Las Vegas, Hong Kong, Singapura, hingga berbagai negara di Asia Tenggara. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai chef yang mampu memadukan teknik memasak Jepang dengan pendekatan modern dan internasional.

Ia juga pernah memimpin sejumlah dapur yang mendapatkan pengakuan dari Michelin Guide serta berbagai penghargaan bergengsi di kawasan Asia. Meski demikian, di balik berbagai pencapaian tersebut, filosofi memasaknya justru berangkat dari sesuatu yang sederhana, yakni kualitas bahan.

Hiro menjelaskan bagaimana selama bertahun-tahun ia membangun hubungan yang dekat dengan nelayan, petani, dan produsen lokal. Baginya, tugas seorang chef bukan hanya memasak, tetapi juga memahami asal-usul bahan yang digunakan dan menghormati karakter yang dimiliki setiap daerah.

Diskusi kemudian bergerak pada pertanyaan utama yang menjadi tema sesi tersebut: apa arti sebenarnya memahami tradisi kuliner?

Bagi kedua pembicara, memahami tradisi kuliner bukan berarti sekadar mampu mengulang resep yang sama dari generasi ke generasi. Pemahaman maupun penguasaan justru lahir dari proses panjang yang melibatkan disiplin teknik, ketelitian, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.

Keduanya sepakat bahwa menemukan rasa yang tepat tidak pernah terjadi secara instan. Tidak ada jalan pintas dalam proses tersebut. Yang ada hanyalah keberanian untuk terus mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba lagi.

Dari kiri ke kanan: Mint Jarukittikun, Hiro Imamura, dan Adam McAsey│Foto: tatkala.co/Dede

Di tengah percakapan mengenai teknik, filosofi, dan perjalanan panjang dalam dunia kuliner, Hiro kemudian merangkum semuanya dalam satu kalimat yang sederhana namun kuat.

“Inti dari kuliner adalah cinta, semua harus didasari dengan cinta, entah itu memasak, makan, semuanya perlu diiringi dengan cinta yang tulus.”

Kalimat itu seolah menjadi penutup yang menjelaskan seluruh diskusi siang itu.

Di balik teknik yang rumit, penghargaan internasional, atau reputasi restoran yang mendunia, pada akhirnya kuliner tetap berangkat dari hubungan manusia dengan makanan. Hubungan yang dibangun melalui perhatian terhadap bahan, penghormatan pada tradisi, keterbukaan terhadap perbedaan, dan keinginan untuk terus belajar.

Melalui The Art of Taste: Lessons from Japan and Thailand, Ubud Food Festival 2026 menghadirkan lebih dari sekadar diskusi tentang makanan. Sesi tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana tradisi kuliner diwariskan, dipelajari, dan dijaga agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Di hadapan puluhan peserta yang memenuhi Rumah Kayu pada hari terakhir festival, Mint Jarukittikun dan Hiro Imamura menunjukkan bahwa rasa tidak hanya lahir dari resep. Rasa lahir dari perjalanan panjang, ketekunan, penghormatan terhadap budaya, dan seperti yang dikatakan Hiro, dari cinta yang tulus kepada makanan dan segala hal yang menghidupkannya.[T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia
Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

(Tidak Ada) Literasi Digital

Next Post

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co