26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
in Panggung
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah Pohon Sukun, karya sekaligus disutradarai Putu Satria Kusuma, kelompok teater asal Bali Utara ini memikat perhatian penonton lewat pertunjukan yang memadukan sejarah, refleksi sosial, dan humor secara seimbang.

Pementasan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu (19/7/2026) malam, mendapat sambutan hangat. Jauh sebelum pertunjukan dimulai pukul 20.00 WITA, penonton telah memadati gedung. Seluruh kursi di teater prosenium itu nyaris terisi penuh oleh para pencinta seni pertunjukan yang antusias menyaksikan penampilan Teater Selem Putih.

Dengan gaya teater kampung yang menjadi ciri khasnya, Selem Putih menghadirkan pertunjukan yang sederhana dalam bentuk, tetapi kaya makna. Permainan para aktor terasa matang sehingga setiap tokoh tampil hidup. Dialog-dialog yang sesekali diselingi humor membuat pementasan tetap ringan dinikmati tanpa mengurangi bobot tema yang diangkat.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Naskah ini mengisahkan masa pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, sekaligus menelusuri perjalanan batin sang proklamator hingga melahirkan gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Fakta sejarah dipadukan dengan imajinasi artistik sehingga melahirkan refleksi mengenai relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini.

Cerita berpusat pada seorang wartawan perempuan yang datang ke Ende setelah mendengar kabar bahwa Sukarno tak lagi aktif dalam perjuangan politik. Namun, setibanya di sana, ia justru mendapati Bung Karno sibuk membentuk kelompok sandiwara dan melatih masyarakat mementaskan drama Koetkoetbi, meski sebagian besar belum pernah mengenal dunia teater.

Di tengah proses latihan, muncul seorang pelaut yang menawarkan jalan bagi Sukarno untuk melarikan diri dari Ende dan kembali ke Jawa guna melanjutkan perjuangan politik. Sang wartawan pun mendesaknya memanfaatkan kesempatan itu. Akan tetapi, Sukarno memilih tetap bertahan.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Baginya, pengasingan bukanlah akhir perjuangan. Di bawah rindangnya pohon sukun, ia menemukan ruang untuk merenung, mendidik masyarakat melalui seni, sekaligus menanamkan semangat kebangsaan. Bahkan, secara diam-diam ia mengajarkan lagu Indonesia Raya kepada masyarakat, meski tindakan itu membuatnya didenda oleh pemerintah kolonial Belanda.

Pertunjukan ini tidak berhenti sebagai rekonstruksi sejarah. Naskah juga menghadirkan suara-suara rakyat yang mempertanyakan makna kemerdekaan. Benarkah Indonesia yang telah merdeka mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya? Pergulatan pemikiran itulah yang kemudian mengantar penonton pada momen ketika Sukarno memperkenalkan hasil perenungannya pada Juni 1945, yang kelak dikenal sebagai Pancasila.

Sutradara Putu Satria Kusuma menegaskan bahwa pementasan ini tidak sekadar menghidupkan romantisme sejarah, melainkan mengajak masyarakat kembali merenungkan esensi lahirnya Pancasila.

“Saya tidak bermaksud mengajak klangenan semata, tetapi juga mengajak kembali merenung mengapa Sukarno melahirkan Pancasila. Sudahkah kita benar-benar menjalankannya? Pementasan ini merupakan sebuah tawaran untuk melihat kondisi kekinian kita,” ujarnya.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menurut Putu Satria, naskah Di Bawah Pohon Sukun disusun berdasarkan berbagai referensi sejarah, antara lain buku Penyambung Lidah Rakyat, Sukarno di Ende, serta sejumlah sumber lainnya. Adapun tokoh wartawan perempuan dalam cerita terinspirasi dari jurnalis sekaligus pejuang S.K. Trimurti, meskipun kisah pertemuannya dengan Sukarno merupakan hasil imajinasi dramatik.

Kekuatan pementasan juga ditopang kualitas para pemain yang tampil konsisten sepanjang pertunjukan. Produksi Teater Selem Putih ini melibatkan Kadek Wahyudi Prasancika, Ni Putu Ayu Sri Darmayanti, Kadek Arlyn Aristianti, Made Ngurah Suartha, Luh Asti Apriyani, Komang Trisna Tresnasih, A.A. Ngurah Anggara Surya, I Putu Nanta Krisna Mahayana, Dede Nata Parwanta, Ketut Purnada, Ketut Weker, I Putu Wahyu Mahaputra, dan Komang Tri Rahayu.

Penataan gerak digarap Komang Diva Prasetya Wira Dharma. Produksi ini juga mendapat dukungan Teater Lalang SMKN 1 Singaraja, Teater Lalang SMA Lab Undiksha Singaraja, Shakina, Erlangga, Suta, Ody, Ananda, dan Diny, dengan tata musik garapan Ben Prince MusikAsik bersama Deuh Eternals.

Melalui Di Bawah Pohon Sukun, Teater Selem Putih membuktikan bahwa teater bukan sekadar tontonan, melainkan ruang dialog yang menghidupkan kembali ingatan sejarah dan mengajak masyarakat merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Di tangan kelompok teater asal Bali Utara ini, sejarah tidak berhenti menjadi kenangan, melainkan menjelma cermin untuk membaca Indonesia hari ini.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Putu Satria KusumaTeater Selem Putih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

Next Post

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co