17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
in Panggung
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah Pohon Sukun, karya sekaligus disutradarai Putu Satria Kusuma, kelompok teater asal Bali Utara ini memikat perhatian penonton lewat pertunjukan yang memadukan sejarah, refleksi sosial, dan humor secara seimbang.

Pementasan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu (19/7/2026) malam, mendapat sambutan hangat. Jauh sebelum pertunjukan dimulai pukul 20.00 WITA, penonton telah memadati gedung. Seluruh kursi di teater prosenium itu nyaris terisi penuh oleh para pencinta seni pertunjukan yang antusias menyaksikan penampilan Teater Selem Putih.

Dengan gaya teater kampung yang menjadi ciri khasnya, Selem Putih menghadirkan pertunjukan yang sederhana dalam bentuk, tetapi kaya makna. Permainan para aktor terasa matang sehingga setiap tokoh tampil hidup. Dialog-dialog yang sesekali diselingi humor membuat pementasan tetap ringan dinikmati tanpa mengurangi bobot tema yang diangkat.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Naskah ini mengisahkan masa pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, sekaligus menelusuri perjalanan batin sang proklamator hingga melahirkan gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Fakta sejarah dipadukan dengan imajinasi artistik sehingga melahirkan refleksi mengenai relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini.

Cerita berpusat pada seorang wartawan perempuan yang datang ke Ende setelah mendengar kabar bahwa Sukarno tak lagi aktif dalam perjuangan politik. Namun, setibanya di sana, ia justru mendapati Bung Karno sibuk membentuk kelompok sandiwara dan melatih masyarakat mementaskan drama Koetkoetbi, meski sebagian besar belum pernah mengenal dunia teater.

Di tengah proses latihan, muncul seorang pelaut yang menawarkan jalan bagi Sukarno untuk melarikan diri dari Ende dan kembali ke Jawa guna melanjutkan perjuangan politik. Sang wartawan pun mendesaknya memanfaatkan kesempatan itu. Akan tetapi, Sukarno memilih tetap bertahan.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Baginya, pengasingan bukanlah akhir perjuangan. Di bawah rindangnya pohon sukun, ia menemukan ruang untuk merenung, mendidik masyarakat melalui seni, sekaligus menanamkan semangat kebangsaan. Bahkan, secara diam-diam ia mengajarkan lagu Indonesia Raya kepada masyarakat, meski tindakan itu membuatnya didenda oleh pemerintah kolonial Belanda.

Pertunjukan ini tidak berhenti sebagai rekonstruksi sejarah. Naskah juga menghadirkan suara-suara rakyat yang mempertanyakan makna kemerdekaan. Benarkah Indonesia yang telah merdeka mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya? Pergulatan pemikiran itulah yang kemudian mengantar penonton pada momen ketika Sukarno memperkenalkan hasil perenungannya pada Juni 1945, yang kelak dikenal sebagai Pancasila.

Sutradara Putu Satria Kusuma menegaskan bahwa pementasan ini tidak sekadar menghidupkan romantisme sejarah, melainkan mengajak masyarakat kembali merenungkan esensi lahirnya Pancasila.

“Saya tidak bermaksud mengajak klangenan semata, tetapi juga mengajak kembali merenung mengapa Sukarno melahirkan Pancasila. Sudahkah kita benar-benar menjalankannya? Pementasan ini merupakan sebuah tawaran untuk melihat kondisi kekinian kita,” ujarnya.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menurut Putu Satria, naskah Di Bawah Pohon Sukun disusun berdasarkan berbagai referensi sejarah, antara lain buku Penyambung Lidah Rakyat, Sukarno di Ende, serta sejumlah sumber lainnya. Adapun tokoh wartawan perempuan dalam cerita terinspirasi dari jurnalis sekaligus pejuang S.K. Trimurti, meskipun kisah pertemuannya dengan Sukarno merupakan hasil imajinasi dramatik.

Kekuatan pementasan juga ditopang kualitas para pemain yang tampil konsisten sepanjang pertunjukan. Produksi Teater Selem Putih ini melibatkan Kadek Wahyudi Prasancika, Ni Putu Ayu Sri Darmayanti, Kadek Arlyn Aristianti, Made Ngurah Suartha, Luh Asti Apriyani, Komang Trisna Tresnasih, A.A. Ngurah Anggara Surya, I Putu Nanta Krisna Mahayana, Dede Nata Parwanta, Ketut Purnada, Ketut Weker, I Putu Wahyu Mahaputra, dan Komang Tri Rahayu.

Penataan gerak digarap Komang Diva Prasetya Wira Dharma. Produksi ini juga mendapat dukungan Teater Lalang SMKN 1 Singaraja, Teater Lalang SMA Lab Undiksha Singaraja, Shakina, Erlangga, Suta, Ody, Ananda, dan Diny, dengan tata musik garapan Ben Prince MusikAsik bersama Deuh Eternals.

Melalui Di Bawah Pohon Sukun, Teater Selem Putih membuktikan bahwa teater bukan sekadar tontonan, melainkan ruang dialog yang menghidupkan kembali ingatan sejarah dan mengajak masyarakat merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Di tangan kelompok teater asal Bali Utara ini, sejarah tidak berhenti menjadi kenangan, melainkan menjelma cermin untuk membaca Indonesia hari ini.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Putu Satria KusumaTeater Selem Putih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

Next Post

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co