6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
in Panggung
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah Pohon Sukun, karya sekaligus disutradarai Putu Satria Kusuma, kelompok teater asal Bali Utara ini memikat perhatian penonton lewat pertunjukan yang memadukan sejarah, refleksi sosial, dan humor secara seimbang.

Pementasan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu (19/7/2026) malam, mendapat sambutan hangat. Jauh sebelum pertunjukan dimulai pukul 20.00 WITA, penonton telah memadati gedung. Seluruh kursi di teater prosenium itu nyaris terisi penuh oleh para pencinta seni pertunjukan yang antusias menyaksikan penampilan Teater Selem Putih.

Dengan gaya teater kampung yang menjadi ciri khasnya, Selem Putih menghadirkan pertunjukan yang sederhana dalam bentuk, tetapi kaya makna. Permainan para aktor terasa matang sehingga setiap tokoh tampil hidup. Dialog-dialog yang sesekali diselingi humor membuat pementasan tetap ringan dinikmati tanpa mengurangi bobot tema yang diangkat.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Naskah ini mengisahkan masa pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, sekaligus menelusuri perjalanan batin sang proklamator hingga melahirkan gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Fakta sejarah dipadukan dengan imajinasi artistik sehingga melahirkan refleksi mengenai relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini.

Cerita berpusat pada seorang wartawan perempuan yang datang ke Ende setelah mendengar kabar bahwa Sukarno tak lagi aktif dalam perjuangan politik. Namun, setibanya di sana, ia justru mendapati Bung Karno sibuk membentuk kelompok sandiwara dan melatih masyarakat mementaskan drama Koetkoetbi, meski sebagian besar belum pernah mengenal dunia teater.

Di tengah proses latihan, muncul seorang pelaut yang menawarkan jalan bagi Sukarno untuk melarikan diri dari Ende dan kembali ke Jawa guna melanjutkan perjuangan politik. Sang wartawan pun mendesaknya memanfaatkan kesempatan itu. Akan tetapi, Sukarno memilih tetap bertahan.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Baginya, pengasingan bukanlah akhir perjuangan. Di bawah rindangnya pohon sukun, ia menemukan ruang untuk merenung, mendidik masyarakat melalui seni, sekaligus menanamkan semangat kebangsaan. Bahkan, secara diam-diam ia mengajarkan lagu Indonesia Raya kepada masyarakat, meski tindakan itu membuatnya didenda oleh pemerintah kolonial Belanda.

Pertunjukan ini tidak berhenti sebagai rekonstruksi sejarah. Naskah juga menghadirkan suara-suara rakyat yang mempertanyakan makna kemerdekaan. Benarkah Indonesia yang telah merdeka mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya? Pergulatan pemikiran itulah yang kemudian mengantar penonton pada momen ketika Sukarno memperkenalkan hasil perenungannya pada Juni 1945, yang kelak dikenal sebagai Pancasila.

Sutradara Putu Satria Kusuma menegaskan bahwa pementasan ini tidak sekadar menghidupkan romantisme sejarah, melainkan mengajak masyarakat kembali merenungkan esensi lahirnya Pancasila.

“Saya tidak bermaksud mengajak klangenan semata, tetapi juga mengajak kembali merenung mengapa Sukarno melahirkan Pancasila. Sudahkah kita benar-benar menjalankannya? Pementasan ini merupakan sebuah tawaran untuk melihat kondisi kekinian kita,” ujarnya.

Pementasan Di Bawah Pohon Sukun oleh Teater Selem Putih dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menurut Putu Satria, naskah Di Bawah Pohon Sukun disusun berdasarkan berbagai referensi sejarah, antara lain buku Penyambung Lidah Rakyat, Sukarno di Ende, serta sejumlah sumber lainnya. Adapun tokoh wartawan perempuan dalam cerita terinspirasi dari jurnalis sekaligus pejuang S.K. Trimurti, meskipun kisah pertemuannya dengan Sukarno merupakan hasil imajinasi dramatik.

Kekuatan pementasan juga ditopang kualitas para pemain yang tampil konsisten sepanjang pertunjukan. Produksi Teater Selem Putih ini melibatkan Kadek Wahyudi Prasancika, Ni Putu Ayu Sri Darmayanti, Kadek Arlyn Aristianti, Made Ngurah Suartha, Luh Asti Apriyani, Komang Trisna Tresnasih, A.A. Ngurah Anggara Surya, I Putu Nanta Krisna Mahayana, Dede Nata Parwanta, Ketut Purnada, Ketut Weker, I Putu Wahyu Mahaputra, dan Komang Tri Rahayu.

Penataan gerak digarap Komang Diva Prasetya Wira Dharma. Produksi ini juga mendapat dukungan Teater Lalang SMKN 1 Singaraja, Teater Lalang SMA Lab Undiksha Singaraja, Shakina, Erlangga, Suta, Ody, Ananda, dan Diny, dengan tata musik garapan Ben Prince MusikAsik bersama Deuh Eternals.

Melalui Di Bawah Pohon Sukun, Teater Selem Putih membuktikan bahwa teater bukan sekadar tontonan, melainkan ruang dialog yang menghidupkan kembali ingatan sejarah dan mengajak masyarakat merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Di tangan kelompok teater asal Bali Utara ini, sejarah tidak berhenti menjadi kenangan, melainkan menjelma cermin untuk membaca Indonesia hari ini.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Putu Satria KusumaTeater Selem Putih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

Next Post

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

by tatkala
November 6, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

Read moreDetails

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
0
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

Read moreDetails

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails
Next Post
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co