22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

(Tidak Ada) Literasi Digital

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 2, 2026
in Esai
(Tidak Ada) Literasi Digital

I Wayan Artika

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui jaringan. Literasi digital menuntut kemampuan yang pada dasarnya juga telah hadir dalam media analog seperti surat kabar dan televisi, meskipun sebelumnya tidak tampak secara jelas.

Dari berbagai sumber yang sangat tidak terbatas, literasi digital, cukup disebut demikian. Tak ada konsep yang ditawarkan mengenai apa itu literasi digital. Namun sangat menarik bahwa literasi digital sebagai kemampuan individu untuk beradaptasi dengan media baru (Danhua Peng, Zhonggen Yu, 2022). Maka ini mengindikasikan bahwa tidak ada definisi untuk literasi digital. Tapi pembicaraan di seputar literasi digital sering menyinggung literasi informasi. Literasi ini tumbuh di tengah masyarakat informasi (Deklarasi Praha, 2003). Masih ada satu istilah literasi yang terkait dengan hal ini, yakni literasi media. Ini cukup jauh maknanya karena definisinya adalah literasi untuk mengkritisi media (konstruksi dan tafsir). Artinya cukup sampai pada literasi saja dan, ”entah”.

Artinya konsep literasi cetak (atau apapun itu sebutannya, cukup literasi saja) sudah memadai jika kembali ke konsep klasik mengenai literasi. Literasi digital adalah literasi yang diterapkan di dunia digital. Maka persoalan manusia saat memasuki abad 21 dengan disrupsi dan digitalisme adalah pendefinisian mengenai apa itu dunia digital.

Dalam dan kalau membicarakan literasi digital atau dunia digital yang mustahil ditinggalkan di abad ini adalah munculnya kata ”teknologi” dan ”informasi”. Dua kata ini selalu muncul. Sekaligus juga tidak dipahami oleh orang kebanyakan. Teknologi secara instrumental, yaitu sekadar sebagai alat bantu tanpa implikasi nilai yang signifikan bagi individu maupun masyarakat.

Dengan demikian, dalam perspektif teknis, literasi digital dipahami sebagai kemampuan menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi serta menyesuaikan diri dengan perkembangan media baru secara efektif (Danhua Peng, Zhonggen Yu, 2022). Atau menggunakan perangkat digital secara tepat untuk mengelola sumber-sumber digital (Danhua Peng, Zhonggen Yu, 2022). Sebaliknya, pandangan substantif menempatkan teknologi sebagai kekuatan yang berperan menentukan perubahan sosial (Allah Nawaz and Ghulam Muhammad Kundi, 2010).

Teknologi digital memungkinkan globalisasi proses bisnis dan produk budaya komersial, sekaligus memfasilitasi pengumpulan data individu dalam jumlah besar yang kemudian menjadi komoditas. Dengan demikian, teknologi digital terlibat dalam pembentukan dan pemeliharaan masyarakat pascamodern. Namun, aktor-aktor utama dalam masyarakatlah yang mendorong perkembangan tersebut melalui riset dan investasi teknologi baru demi keuntungan ekonomi maupun politik.

Teknologi digital dipahami sebagai internet, media sosial, dan kondisi manusia dalam jaringan dengan perangkat keras berupa berbagai jenis gawai dan komputer. Lalu dalam kehidupan nyata, tindakan digital itu terjadi dalam berbagai aktivitas yang nirkertas, dalam jaringan, tidak bertemu muka, namun dengan jamianan kunci-kunci teknologinya aman, berterima, dan tepercaya. Misalnya pengiriman data KTP digital. Tidak lagi dipersoalakan asli atau salinan. Dokumen atau data beredar secara digital dalam jaringan maya.

Lantas apa sebenarnya literasi digital itu? Apakah segala pertentangan dengan literasi cetak?

Barangkalai definisi ini dapat membantu: “Dengan memandang literasi dalam konteks masyarakat digital, literasi dapat dipahami sebagai alat yang sangat penting bagi individu maupun kelompok untuk memahami hubungan mereka dengan dunia digital.” (Jan Grudziecki, Allan Martin, 2015)

Jika demikian halnya literasi digital adalah transformasi berbagai material nyata kepada material tidak nyata/digital. Literasi digital memisahkan hubungan fisik apapun di dunia ini. Konsep yang diwujudkan dalam berbagai materi menjadi benda (tanda tangan, foto, tulisan tangan, dll.) tidak ada lagi. Piala dari kejuaraan cukup dalam foto. Upacara penerimaannya cukup lewat foto juga yang diambil dari jarak yang tidak diketahuai. Aksi-aksi dalam kehidupan juga tidak perlu dialkukan bersama di satu ruang tetapi beralih ke ruang digital/maya ketika pertemuan dimungkinkan bersama meretas jarak dan waktu tempuh.

Jika literasi digital adalah transformatif, artinya tidak diperlukan lagi definisi khusus literasi digital ini. Ia cukup meminjam atau menggunakan konsep literasi yang sudah ada. Namun demikian, cuma ada hal yang krusial, ketika harus berbicara pada aspek teknologi. Tapi hal ini adalah bidang yang bukan tanggung jawab semua orang tetapi ada pada para ahli yang mempelajrai dan mengembangkannya. Makna literasi digital yang dibutuhkan adalah seperlunya pada tindakan digital manusia. Atau bahkan konsepnya tidak perlu namun dengan perangkat keras (HP, mungkin) tindakan di dunia digital bisa dilakukan, seperti pengiriman uang atau pembayaran tagihan air minum.

Berbicara perangkat keras dalam literasi digital, tentu tidak lepas dari fungsinya sebagai wahna atau kapsul yang dapat membawa siapa saja ke dunia digital/maya, “komputer pribadi (PC) menjadi gerbang utama menuju aktivitas siber, baik di tempat kerja maupun di rumah” (Jan Grudziecki, Allan Martin, 2015). Wahana ini menghadirkan siapapun pada ruang maya. Ini semacam pintru dimana manusia diubah menjadi nirfisik. Mereka hadir lewat foto dalam forum seminar internasional atau perkuliahan melalui wahana perangkat keras yang bekerja bersama perangkat lunaknya: zoom misalnya.

Melalui proyek DigEuLit (Jan Grudziecki, Allan Martin, 2015) diamati adanya berbagai bentuk literasi yang saling berkonvergensi dan memperoleh relevansi baru dalam lingkungan digital. Berdasarkan pengamatan tersebut, dirumuskan definisi literasi digital yang menitikberatkan pada proses penggunaan perangkat digital untuk mendukung pencapaian tujuan dalam situasi kehidupan individu (Jan Grudziecki, Allan Martin, 2015)

Definisi literasi digital di bawah ini akan dibahas lebih leanjut:

Kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet telah menjadi bentuk baru literasi, yaitu “literasi digital”. Literasi digital dengan cepat menjadi prasyarat bagi kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan. Tanpa literasi digital, warga negara tidak akan dapat berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan masyarakat maupun memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk hidup di abad ke-21. (European Commission, 2003: 3)

Kutipan di atas mnunjukkan bahwa inti dari literasi digital adalah keterampilan menggunakan teknologi inforasi dan komunikasi. Definisi ini  sejalan dengan “kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi” (American Library Association [ALA], t.t.). Masih dari European Commission, literasi digital juga menyangkut seperangkat kompetensi (mengakses, memahami, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi secara efektif dalam lingkungan digital).

Yang menarik dalam berbagai sumber mengenai literasi digital, digunakan istilah “informasi” jadi bukan pengetahuan. Mungkin ini istilah yang lebih luas, umum, dan akrab dari istilah pengetahuan atau ”literasi merupakan tindakan dasar dalam proses kognitif” (Jan Grudziecki, Allan Martin, 2015). Sejalan dengan konsep proses kognitif tersebut,  Gilster (dalam Jan Grudziecki, Allan Martin, 2015) menempatkan berpikir kritis—bukan kompetensi teknis—sebagai keterampilan inti dalam literasi digital. Ia menekankan pentingnya evaluasi kritis terhadap informasi yang ditemukan di web, bukan semata-mata keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengaksesnya.

Dari berbagai sumber muncul kesan bahwa literasi digital sangat menekankan pada sikap manusia terhadap materi digital. Sehubungan dengan hal ini, Spires dan Bartlett (2012) membagi berbagai proses intelektual yang berkaitan dengan literasi digital ke dalam tiga kategori, yaitu: menemukan dan mengonsumsi konten digital (locating and consuming digital content); menciptakan konten digital (creating digital content); dan mengomunikasikan konten digital (communicating digital content).

Esai ini ingin ditutup dengan sejumlah poin mengenai literasi digital. Ia selalu berkaitan dengan internet, kondisi terhubung (online), teknologi informasi/komunikasi, realitas (cetak.\/analog, kertas) vs dalam jaringan (digital; nirkertas), kecakapan digital. Dalam kondisisi dan konteks apapun pembicaraan mengenai literasi digtal, maka, jika literasi digital itu ada, maka semua bermuara pada poin poin di atas. Sementara itu esenasi atau substansi literasi tetap sama.  [T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Literasiliterasi digital
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Next Post

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails

Indonesia yang Muncul di Beranda

by Angga Wijaya
August 18, 2026
0
Indonesia yang Muncul di Beranda

PADA 17 Agustus, saya merasa Indonesia tiba-tiba muncul di beranda media sosial.  Bukan Indonesia dalam bentuk peta yang biasa kita...

Read moreDetails

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
0
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

Read moreDetails
Next Post
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa ---Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co