29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
in Panggung
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

Pembukaan Ubud Food Festival 2026 dengan simbolisasi pemukulan kulkul│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner, pegiat budaya, dan pengunjung yang mulai memadati arena, bunyi kulkul dipukul bertalu. Penanda resmi dibukanya Ubud Food Festival 2026.

Pembukaan festival kuliner terbesar dan paling dinanti di Bali itu berlangsung hangat sekaligus khidmat. Sejak awal, suasana yang dibangun tidak semata tentang makanan, melainkan tentang perjalanan panjang pangan ꟷ dari laut, ladang, hingga meja makan.

Malam pembukaan itu diawali dengan Tari Nelayan, tari kreasi tradisional yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir saat mencari ikan di laut. Tarian yang biasanya dibawakan oleh satu penari pria dan dua penari perempuan itu menampilkan gerak-gerak yang menggambarkan rasa syukur, keceriaan, dan suka cita nelayan atas hasil tangkapan mereka. Di saat yang sama, tarian itu juga memvisualisasikan perjuangan hidup di tengah lautan.

Pilihan Tari Nelayan sebagai pembuka terasa sejalan dengan tema Ubud Food Festival tahun ini, “Farmers: Guardians of Land and Sea”. Tema tersebut menjadi penghormatan bagi mereka yang menjaga keberlangsungan pangan, mulai dari petani, nelayan, peramu pangan, hingga pelaku kuliner.

Pementasan Tari Nelayan pada Malam Pembukaan Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selama empat hari, 28-31 Mei 2026, festival ini menghadirkan para chef, petani, produsen artisan, kreator makanan, penulis, dan pecinta kuliner dari berbagai daerah. Mereka berkumpul di Ubud dalam sebuah perayaan yang bukan hanya menampilkan cita rasa, tetapi juga pengetahuan, tradisi, dan hubungan manusia dengan pangan.

Tahun ini, Ubud Food Festival menghadirkan beragam program, mulai dari Demo Masak, Food Talks, Special Events, Chef’s Table, hingga Masterclass. Selain itu, Food Market gratis yang menghadirkan lebih dari 70 tenant untuk pertama kalinya dibuka penuh selama empat hari festival berlangsung.

Di tengah antusiasme pengunjung yang terus berdatangan, Janet DeNeefeselaku Founder dan Director Ubud Food Festival, menyampaikan bahwa festival tahun ini menjadi ruang untuk kembali mengingat makna makanan yang sesungguhnya.

“Festival tahun ini menjadi pengingat tentang makna sesungguhnya dari makanan: tanah, manusia, dan pengetahuan yang menghubungkan keduanya. Program tahun ini mencerminkan kedalaman dan keberagaman budaya pangan Indonesia dengan cara yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Empat hari, satu meja, dan kami tidak sabar untuk membagikannya kepada semua orang. Jadi, selamat menikmati Ubud Food Festival 2026. Jangan lupa untuk kembali lagi, dan lagi,” ujar Janet DeNeefe.

Pernyataan itu terasa menjadi benang merah keseluruhan festival. Ubud Food Festival tidak lagi hanya tampil sebagai ruang promosi kuliner, tetapi juga panggung yang mempertemukan berbagai cerita tentang keberlanjutan pangan dan masa depan tradisi kuliner Indonesia.

Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Mewakili Gubernur Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., turut hadir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberlanjutan ruang bagi UMKM untuk terus berkembang melalui perhelatan seperti Ubud Food Festival.

“Mudah-mudahan UMKM di Bali maupun luar Bali dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, khususnya Ubud Food Festival. Kegiatan ini menunjukkan komitmen, sinergi, dan kolaborasi dalam menghadirkan event kuliner berskala internasional dengan standar yang tinggi,” ujar Luh Ayu Aryani.

Ucapan itu menegaskan posisi Ubud Food Festival sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat. Sebab, di balik setiap makanan yang tersaji, ada rantai panjang kerja dan pengetahuan yang melibatkan banyak orang.

Helianti Hilman menerima Lifetime Achievement Award│Foto: tatkala.co/Dede

Malam pembukaan Ubud Food Festival 2026 juga menjadi momentum penting bagi dunia gastronomi Indonesia. Pada kesempatan itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada pegiat gastronomi Indonesia, Helianti Hilman. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Helianti Hilman selama puluhan tahun mendukung petani, peramu pangan, dan produsen pangan tradisional, sekaligus membawa warisan kuliner Indonesia ke panggung dunia.

Helianti menyampaikan bahwa makanan tidak pernah sekadar urusan mengenyangkan perut. “Makanan selalu lebih dari sekadar sumber nutrisi. Di dalamnya ada ingatan, identitas, dan pengetahuan lintas generasi. Saya berharap penghargaan ini membuat semakin banyak orang menghargai para petani dan peramu pangan yang telah menjaga warisan ini sepanjang hidup mereka,” pungkasnya.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan panjang audiens yang hadir. Sebagian besar memahami bahwa kerja-kerja menjaga pangan tradisional sering kali berlangsung sunyi dan jauh dari sorotan.

Helianti Hilman di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Janet DeNeefe menyebut Helianti sebagai sosok yang merepresentasikan semangat yang selama ini diusung Ubud Food Festival.

“Festival ini selalu berdiri atas keyakinan bahwa makanan adalah sesuatu yang melampaui apa yang tersaji di atas piring, dan tidak ada sosok yang lebih merepresentasikan hal itu selain Helianti Hilman. Sangat sedikit orang yang telah melakukan begitu banyak hal untuk melindungi petani, peramu pangan, dan warisan pangan biokultural Indonesia. Karyanya secara perlahan telah membentuk cara dunia memahami kuliner Indonesia. Kami merasa terhormat dapat memberikan penghargaan atas kontribusi tersebut,” beber Janet DeNeefe.

Di luar panggung utama, suasana festival terus bergerak hidup. Pengunjung berjalan dari satu tenant ke tenant lain, mencicipi beragam kuliner, berbincang dengan produsen pangan lokal, atau sekadar menikmati atmosfer Ubud yang hangat.

Janet DeNeefe, Founder dan Director Ubud Food Festival│Foto: tatkala.co/Dede

Selama beberapa tahun terakhir, Ubud Food Festival memang tumbuh menjadi salah satu festival kuliner paling penting di Indonesia. Festival ini bukan hanya menarik wisatawan dan pecinta makanan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya para pelaku industri kuliner dari berbagai daerah.

Pada 2025 lalu, festival ini mencatat rekor baru dengan lebih dari 18.000 pengunjung dan sekitar 160 pelaku industri dari berbagai penjuru Indonesia. Jumlah itu menjadikan penyelenggaraan tahun lalu sebagai salah satu yang paling ramai dan dinamis.

Tahun ini, kemeriahan itu kembali hadir melalui rangkaian acara yang lebih padat, sekaligus pasar kuliner gratis yang menghadirkan lebih dari 75 perajin dan pelaku kuliner. Ribuan pilihan makanan ditawarkan, dari jajanan tradisional hingga olahan modern yang tetap berakar pada kekayaan rasa Nusantara.

Namun, lebih dari sekadar riuh festival, malam pembukaan Ubud Food Festival 2026 menyiratkan suatu hal. Bahwa makanan bukan hanya soal rasa. Di balik setiap bahan pangan, ada laut yang dijaga nelayan, ada tanah yang dirawat petani, ada tradisi yang diwariskan lintas generasi, dan ada manusia-manusia yang bekerja agar semuanya terus hidup. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • SELANJUTNYA BACA:
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia
Tags: balikulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Next Post

Hikayat Tuak

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails
Next Post
Hikayat Tuak

Hikayat Tuak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI
Pendidikan

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”
Pop

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
Mengurai Gnosis Perupa Payangan
Ulas Rupa

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

by I Wayan Westa
September 27, 2026
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi
Khas

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co