19 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
in Panggung
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

Pembukaan Ubud Food Festival 2026 dengan simbolisasi pemukulan kulkul│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner, pegiat budaya, dan pengunjung yang mulai memadati arena, bunyi kulkul dipukul bertalu. Penanda resmi dibukanya Ubud Food Festival 2026.

Pembukaan festival kuliner terbesar dan paling dinanti di Bali itu berlangsung hangat sekaligus khidmat. Sejak awal, suasana yang dibangun tidak semata tentang makanan, melainkan tentang perjalanan panjang pangan ꟷ dari laut, ladang, hingga meja makan.

Malam pembukaan itu diawali dengan Tari Nelayan, tari kreasi tradisional yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir saat mencari ikan di laut. Tarian yang biasanya dibawakan oleh satu penari pria dan dua penari perempuan itu menampilkan gerak-gerak yang menggambarkan rasa syukur, keceriaan, dan suka cita nelayan atas hasil tangkapan mereka. Di saat yang sama, tarian itu juga memvisualisasikan perjuangan hidup di tengah lautan.

Pilihan Tari Nelayan sebagai pembuka terasa sejalan dengan tema Ubud Food Festival tahun ini, “Farmers: Guardians of Land and Sea”. Tema tersebut menjadi penghormatan bagi mereka yang menjaga keberlangsungan pangan, mulai dari petani, nelayan, peramu pangan, hingga pelaku kuliner.

Pementasan Tari Nelayan pada Malam Pembukaan Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selama empat hari, 28-31 Mei 2026, festival ini menghadirkan para chef, petani, produsen artisan, kreator makanan, penulis, dan pecinta kuliner dari berbagai daerah. Mereka berkumpul di Ubud dalam sebuah perayaan yang bukan hanya menampilkan cita rasa, tetapi juga pengetahuan, tradisi, dan hubungan manusia dengan pangan.

Tahun ini, Ubud Food Festival menghadirkan beragam program, mulai dari Demo Masak, Food Talks, Special Events, Chef’s Table, hingga Masterclass. Selain itu, Food Market gratis yang menghadirkan lebih dari 70 tenant untuk pertama kalinya dibuka penuh selama empat hari festival berlangsung.

Di tengah antusiasme pengunjung yang terus berdatangan, Janet DeNeefeselaku Founder dan Director Ubud Food Festival, menyampaikan bahwa festival tahun ini menjadi ruang untuk kembali mengingat makna makanan yang sesungguhnya.

“Festival tahun ini menjadi pengingat tentang makna sesungguhnya dari makanan: tanah, manusia, dan pengetahuan yang menghubungkan keduanya. Program tahun ini mencerminkan kedalaman dan keberagaman budaya pangan Indonesia dengan cara yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Empat hari, satu meja, dan kami tidak sabar untuk membagikannya kepada semua orang. Jadi, selamat menikmati Ubud Food Festival 2026. Jangan lupa untuk kembali lagi, dan lagi,” ujar Janet DeNeefe.

Pernyataan itu terasa menjadi benang merah keseluruhan festival. Ubud Food Festival tidak lagi hanya tampil sebagai ruang promosi kuliner, tetapi juga panggung yang mempertemukan berbagai cerita tentang keberlanjutan pangan dan masa depan tradisi kuliner Indonesia.

Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Mewakili Gubernur Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., turut hadir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberlanjutan ruang bagi UMKM untuk terus berkembang melalui perhelatan seperti Ubud Food Festival.

“Mudah-mudahan UMKM di Bali maupun luar Bali dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, khususnya Ubud Food Festival. Kegiatan ini menunjukkan komitmen, sinergi, dan kolaborasi dalam menghadirkan event kuliner berskala internasional dengan standar yang tinggi,” ujar Luh Ayu Aryani.

Ucapan itu menegaskan posisi Ubud Food Festival sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat. Sebab, di balik setiap makanan yang tersaji, ada rantai panjang kerja dan pengetahuan yang melibatkan banyak orang.

Helianti Hilman menerima Lifetime Achievement Award│Foto: tatkala.co/Dede

Malam pembukaan Ubud Food Festival 2026 juga menjadi momentum penting bagi dunia gastronomi Indonesia. Pada kesempatan itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada pegiat gastronomi Indonesia, Helianti Hilman. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Helianti Hilman selama puluhan tahun mendukung petani, peramu pangan, dan produsen pangan tradisional, sekaligus membawa warisan kuliner Indonesia ke panggung dunia.

Helianti menyampaikan bahwa makanan tidak pernah sekadar urusan mengenyangkan perut. “Makanan selalu lebih dari sekadar sumber nutrisi. Di dalamnya ada ingatan, identitas, dan pengetahuan lintas generasi. Saya berharap penghargaan ini membuat semakin banyak orang menghargai para petani dan peramu pangan yang telah menjaga warisan ini sepanjang hidup mereka,” pungkasnya.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan panjang audiens yang hadir. Sebagian besar memahami bahwa kerja-kerja menjaga pangan tradisional sering kali berlangsung sunyi dan jauh dari sorotan.

Helianti Hilman di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Janet DeNeefe menyebut Helianti sebagai sosok yang merepresentasikan semangat yang selama ini diusung Ubud Food Festival.

“Festival ini selalu berdiri atas keyakinan bahwa makanan adalah sesuatu yang melampaui apa yang tersaji di atas piring, dan tidak ada sosok yang lebih merepresentasikan hal itu selain Helianti Hilman. Sangat sedikit orang yang telah melakukan begitu banyak hal untuk melindungi petani, peramu pangan, dan warisan pangan biokultural Indonesia. Karyanya secara perlahan telah membentuk cara dunia memahami kuliner Indonesia. Kami merasa terhormat dapat memberikan penghargaan atas kontribusi tersebut,” beber Janet DeNeefe.

Di luar panggung utama, suasana festival terus bergerak hidup. Pengunjung berjalan dari satu tenant ke tenant lain, mencicipi beragam kuliner, berbincang dengan produsen pangan lokal, atau sekadar menikmati atmosfer Ubud yang hangat.

Janet DeNeefe, Founder dan Director Ubud Food Festival│Foto: tatkala.co/Dede

Selama beberapa tahun terakhir, Ubud Food Festival memang tumbuh menjadi salah satu festival kuliner paling penting di Indonesia. Festival ini bukan hanya menarik wisatawan dan pecinta makanan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya para pelaku industri kuliner dari berbagai daerah.

Pada 2025 lalu, festival ini mencatat rekor baru dengan lebih dari 18.000 pengunjung dan sekitar 160 pelaku industri dari berbagai penjuru Indonesia. Jumlah itu menjadikan penyelenggaraan tahun lalu sebagai salah satu yang paling ramai dan dinamis.

Tahun ini, kemeriahan itu kembali hadir melalui rangkaian acara yang lebih padat, sekaligus pasar kuliner gratis yang menghadirkan lebih dari 75 perajin dan pelaku kuliner. Ribuan pilihan makanan ditawarkan, dari jajanan tradisional hingga olahan modern yang tetap berakar pada kekayaan rasa Nusantara.

Namun, lebih dari sekadar riuh festival, malam pembukaan Ubud Food Festival 2026 menyiratkan suatu hal. Bahwa makanan bukan hanya soal rasa. Di balik setiap bahan pangan, ada laut yang dijaga nelayan, ada tanah yang dirawat petani, ada tradisi yang diwariskan lintas generasi, dan ada manusia-manusia yang bekerja agar semuanya terus hidup. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • SELANJUTNYA BACA:
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia
Tags: balikulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Next Post

Hikayat Tuak

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Hikayat Tuak

Hikayat Tuak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan
Ulas Rupa

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto
Cerpen

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

by Sigit Susanto
October 18, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

“No Rocky, No Party” BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus...

by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali
Khas

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

by Ingga Adelia
October 18, 2026
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali
Pameran

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co