30 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
in Panggung
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

Pembukaan Ubud Food Festival 2026 dengan simbolisasi pemukulan kulkul│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner, pegiat budaya, dan pengunjung yang mulai memadati arena, bunyi kulkul dipukul bertalu. Penanda resmi dibukanya Ubud Food Festival 2026.

Pembukaan festival kuliner terbesar dan paling dinanti di Bali itu berlangsung hangat sekaligus khidmat. Sejak awal, suasana yang dibangun tidak semata tentang makanan, melainkan tentang perjalanan panjang pangan ꟷ dari laut, ladang, hingga meja makan.

Malam pembukaan itu diawali dengan Tari Nelayan, tari kreasi tradisional yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir saat mencari ikan di laut. Tarian yang biasanya dibawakan oleh satu penari pria dan dua penari perempuan itu menampilkan gerak-gerak yang menggambarkan rasa syukur, keceriaan, dan suka cita nelayan atas hasil tangkapan mereka. Di saat yang sama, tarian itu juga memvisualisasikan perjuangan hidup di tengah lautan.

Pilihan Tari Nelayan sebagai pembuka terasa sejalan dengan tema Ubud Food Festival tahun ini, “Farmers: Guardians of Land and Sea”. Tema tersebut menjadi penghormatan bagi mereka yang menjaga keberlangsungan pangan, mulai dari petani, nelayan, peramu pangan, hingga pelaku kuliner.

Pementasan Tari Nelayan pada Malam Pembukaan Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selama empat hari, 28-31 Mei 2026, festival ini menghadirkan para chef, petani, produsen artisan, kreator makanan, penulis, dan pecinta kuliner dari berbagai daerah. Mereka berkumpul di Ubud dalam sebuah perayaan yang bukan hanya menampilkan cita rasa, tetapi juga pengetahuan, tradisi, dan hubungan manusia dengan pangan.

Tahun ini, Ubud Food Festival menghadirkan beragam program, mulai dari Demo Masak, Food Talks, Special Events, Chef’s Table, hingga Masterclass. Selain itu, Food Market gratis yang menghadirkan lebih dari 70 tenant untuk pertama kalinya dibuka penuh selama empat hari festival berlangsung.

Di tengah antusiasme pengunjung yang terus berdatangan, Janet DeNeefeselaku Founder dan Director Ubud Food Festival, menyampaikan bahwa festival tahun ini menjadi ruang untuk kembali mengingat makna makanan yang sesungguhnya.

“Festival tahun ini menjadi pengingat tentang makna sesungguhnya dari makanan: tanah, manusia, dan pengetahuan yang menghubungkan keduanya. Program tahun ini mencerminkan kedalaman dan keberagaman budaya pangan Indonesia dengan cara yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Empat hari, satu meja, dan kami tidak sabar untuk membagikannya kepada semua orang. Jadi, selamat menikmati Ubud Food Festival 2026. Jangan lupa untuk kembali lagi, dan lagi,” ujar Janet DeNeefe.

Pernyataan itu terasa menjadi benang merah keseluruhan festival. Ubud Food Festival tidak lagi hanya tampil sebagai ruang promosi kuliner, tetapi juga panggung yang mempertemukan berbagai cerita tentang keberlanjutan pangan dan masa depan tradisi kuliner Indonesia.

Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Mewakili Gubernur Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., turut hadir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberlanjutan ruang bagi UMKM untuk terus berkembang melalui perhelatan seperti Ubud Food Festival.

“Mudah-mudahan UMKM di Bali maupun luar Bali dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, khususnya Ubud Food Festival. Kegiatan ini menunjukkan komitmen, sinergi, dan kolaborasi dalam menghadirkan event kuliner berskala internasional dengan standar yang tinggi,” ujar Luh Ayu Aryani.

Ucapan itu menegaskan posisi Ubud Food Festival sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat. Sebab, di balik setiap makanan yang tersaji, ada rantai panjang kerja dan pengetahuan yang melibatkan banyak orang.

Helianti Hilman menerima Lifetime Achievement Award│Foto: tatkala.co/Dede

Malam pembukaan Ubud Food Festival 2026 juga menjadi momentum penting bagi dunia gastronomi Indonesia. Pada kesempatan itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada pegiat gastronomi Indonesia, Helianti Hilman. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Helianti Hilman selama puluhan tahun mendukung petani, peramu pangan, dan produsen pangan tradisional, sekaligus membawa warisan kuliner Indonesia ke panggung dunia.

Helianti menyampaikan bahwa makanan tidak pernah sekadar urusan mengenyangkan perut. “Makanan selalu lebih dari sekadar sumber nutrisi. Di dalamnya ada ingatan, identitas, dan pengetahuan lintas generasi. Saya berharap penghargaan ini membuat semakin banyak orang menghargai para petani dan peramu pangan yang telah menjaga warisan ini sepanjang hidup mereka,” pungkasnya.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan panjang audiens yang hadir. Sebagian besar memahami bahwa kerja-kerja menjaga pangan tradisional sering kali berlangsung sunyi dan jauh dari sorotan.

Helianti Hilman di Ubud Food Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Janet DeNeefe menyebut Helianti sebagai sosok yang merepresentasikan semangat yang selama ini diusung Ubud Food Festival.

“Festival ini selalu berdiri atas keyakinan bahwa makanan adalah sesuatu yang melampaui apa yang tersaji di atas piring, dan tidak ada sosok yang lebih merepresentasikan hal itu selain Helianti Hilman. Sangat sedikit orang yang telah melakukan begitu banyak hal untuk melindungi petani, peramu pangan, dan warisan pangan biokultural Indonesia. Karyanya secara perlahan telah membentuk cara dunia memahami kuliner Indonesia. Kami merasa terhormat dapat memberikan penghargaan atas kontribusi tersebut,” beber Janet DeNeefe.

Di luar panggung utama, suasana festival terus bergerak hidup. Pengunjung berjalan dari satu tenant ke tenant lain, mencicipi beragam kuliner, berbincang dengan produsen pangan lokal, atau sekadar menikmati atmosfer Ubud yang hangat.

Janet DeNeefe, Founder dan Director Ubud Food Festival│Foto: tatkala.co/Dede

Selama beberapa tahun terakhir, Ubud Food Festival memang tumbuh menjadi salah satu festival kuliner paling penting di Indonesia. Festival ini bukan hanya menarik wisatawan dan pecinta makanan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya para pelaku industri kuliner dari berbagai daerah.

Pada 2025 lalu, festival ini mencatat rekor baru dengan lebih dari 18.000 pengunjung dan sekitar 160 pelaku industri dari berbagai penjuru Indonesia. Jumlah itu menjadikan penyelenggaraan tahun lalu sebagai salah satu yang paling ramai dan dinamis.

Tahun ini, kemeriahan itu kembali hadir melalui rangkaian acara yang lebih padat, sekaligus pasar kuliner gratis yang menghadirkan lebih dari 75 perajin dan pelaku kuliner. Ribuan pilihan makanan ditawarkan, dari jajanan tradisional hingga olahan modern yang tetap berakar pada kekayaan rasa Nusantara.

Namun, lebih dari sekadar riuh festival, malam pembukaan Ubud Food Festival 2026 menyiratkan suatu hal. Bahwa makanan bukan hanya soal rasa. Di balik setiap bahan pangan, ada laut yang dijaga nelayan, ada tanah yang dirawat petani, ada tradisi yang diwariskan lintas generasi, dan ada manusia-manusia yang bekerja agar semuanya terus hidup. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: balikulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Next Post

Hikayat Tuak

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
0
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

Read moreDetails

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

by Dede Putra Wiguna
May 22, 2026
0
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang,...

Read moreDetails

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
0
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

Read moreDetails

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

Read moreDetails

Ketika ‘Legong Kembang Ura’ Menyapa Guwang untuk Pertama Kalinya

by Dede Putra Wiguna
May 19, 2026
0
Ketika ‘Legong Kembang Ura’ Menyapa Guwang untuk Pertama Kalinya

“Ini tarian paling susah yang pernah dipelajari sejauh ini.” Kalimat itu meluncur pelan dari Ni Mas Ayu Rasitha setelah usai...

Read moreDetails

Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

WARGA Banjar Bukit Buwung¸ Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur memiliki semangat untuk membangkitkan kembali kesenian dramatari arja yang sudah...

Read moreDetails
Next Post
Hikayat Tuak

Hikayat Tuak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Memang Pasar Malam
Esai

Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

by Angga Wijaya
May 30, 2026
Hikayat Tuak
Liputan Khusus

Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

by Jaswanto
May 30, 2026
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan
Panggung

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional
Budaya

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia
Panggung

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
Mereka Menunggu di Setia Darma 
Tualang

Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!
Gaya

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

by tatkala
May 29, 2026
‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI
Esai

‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai...

by Ruben Cornelius Siagian
May 29, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Pucuk Dicinta, Akar Terlupa  — [Ketika Kritik Berlimpah, Namun Perubahan Tak Kunjung Tiba]

SALAH satu paradoks kehidupan politik hari ini adalah semakin melimpahnya kritik di ruang publik tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan...

by Afgan Fadilla
May 29, 2026
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia
Cerpen

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam
Puisi

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co