Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam ajang internasional Red Bull Cliff Diving 22-23 Mei 2026 lalu. Patung monumental tersebut kini kian moncer sebagai ikon baru pariwisata Bali, sekaligus menjadi latar eksotis yang memperkuat daya tarik event kelas dunia itu.
Bendesa Desa Adat Sompang, Nusa Penida Gusti Lanang Oka, mengatakan penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata Nusa Penida kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, event tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga ekstrem, melainkan ajang strategis memperlihatkan keindahan alam dan budaya Bali ke panggung dunia.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi kami di daerah, khususnya Nusa Penida, Bali, dan Indonesia secara umum, untuk memperkenalkan kawasan objek wisata ini kepada dunia internasional,” ujar Lanang Oka saat dikonfrimasi Minggu (24/5/2026).
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga selesai. Kesuksesan itu diharapkan menjadi awal positif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Nusa Penida.
Gusti Lanang Oka juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas penunjang destinasi wisata, terutama di kawasan Nusa Penida yang kini semakin dikenal dunia lewat event internasional tersebut.
“Harapan kami tentu ke depan fasilitas pendukung kawasan wisata bisa lebih diperhatikan. Dengan semakin dikenalnya Nusa Penida, tentu diharapkan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Tak hanya menghadirkan gaung internasional, pelaksanaan kegiatan juga disebut melibatkan masyarakat lokal serta menjunjung tinggi nilai adat dan budaya setempat. Sebelum acara dimulai, penyelenggara bersama warga menggelar persembahyangan bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon kelancaran kegiatan.
“Syukur, seluruh kegiatan dapat berlangsung dengan baik hingga selesai, tanpa kendala berarti dan sesuai harapan semua pihak,” tambahnya.
Kelancaran event internasional itu, lanjutnya, tidak terlepas dari sinergi antara penyelenggara, masyarakat adat, pemerintah, serta seluruh pihak terkait. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk penyempurnaan penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.
Sementara itu, seniman patung Ketut Putrayasa mengaku bersyukur karya seni “The Octopus Queen” mendapat perhatian luas dan mampu menjadi ikon baru pariwisata Nusa Penida.
“Intinya saya bersyukur, kehadiran karya seni The Octopus Queen bisa menjadi ikon baru dan magnet pariwisata di Pulau Nusa Penida, khususnya di kawasan Broken Beach,” ungkapnya.
Keberadaan “The Octopus Queen” pun kini tak hanya menjadi karya seni monumental, tetapi juga simbol baru perpaduan kreativitas, budaya, dan promosi wisata Bali di mata dunia. [T]





























