3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

tatkala by tatkala
June 23, 2026
in Budaya
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Kadis Pendidikan, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, dan panitia SLF 2026

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan di kawasan Gedong Kirtya, Singaraja, 3-5 Juli. Bahkan ia sendiri akan menyambut kedangan para penulis yang hadir dalam acara itu.

“Saya akan menyambut para penulis yang hadir di Singaraja,” kata Bupati Sutjidra saat menerima panitia SLF 2026 di kediamannya di Singaraja, Selasa, 23 Juni.

Menurut Sutjidra, ajang SLF cukup strategis untuk mempromosikan kota Singaraja dan Kabupaten Buleleng sebagai daerah yang memiliki sejarah sastra yang panjang. Apalagi di Singaraja terdapat Gedong Kirtya, perpustakaan lontar yang pertama di dunia. “Kami tentu sangat mendukung acara ini,” kata Bupati Sutjidra.

Apalagi, kata Sutjidra, di Singaraja kini sedang dibangun kawasan titik nol, satu kawasan yang mengingatkan sejarah penting berdirinya kota Singaraja sekaligus mengingat perkembangannya dari zaman kerajaan, zaman kolonial, hingga zaman saat ini. Kawasan itu nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan kreatif, termasuk kegiatan sastra.

“Nanti Komunitas Mahima, selain mengadakan SLF, juga bisa membuat program sastra di kawasan titik nol,” kata Bupati Sutjidra.   

Singaraja Literary Festival akan menghadirkan puluhan program yang mempertemukan sastra, manuskrip, dan berbagai gagasan kebudayaan dalam satu ruang yang berpusat di kawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

Sejumlah nama besar dipastikan hadir dalam festival yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini. Filolog Sugi Lanus, sastrawan Oka Rusmini, Romo A. Setyo Wibowo, Ratih Kumala, JS Khairen, Sasti Gotama, Prof. I Nyoman Darma Putra, I Ketut Eriadi Ariana, hingga sejumlah penulis muda lainnya akan berbagi pemikiran dalam berbagai forum diskusi, lokakarya, hingga pertunjukan seni.

Di tengah semakin sempitnya ruang publik berbasis pengetahuan, kehadiran para penulis tersebut bukan sekadar menjadi daya tarik festival, melainkan bagian dari upaya menghubungkan kembali warisan pengetahuan masa lalu dengan konteks masyarakat hari ini.

Tahun ini, Singaraja Literary Festival mengangkat tema “Stri Sasana: Energi Keseimbangan Semesta”, yang diambil dari salah satu khazanah lontar Bali yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja. Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk membaca ulang warisan pengetahuan Bali sekaligus menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam bangunan peradaban.

Pendiri dan direktur festival, Kadek Sonia Piscayanti, saat audiensi itu mengatakan tema tersebut lahir dari keinginan menghadirkan dialog antara masa lalu dan masa kini melalui warisan manuskrip.

“Substansi Stri Sasana tidak dimaksudkan hanya untuk perempuan dan tidak pula menempatkan perempuan sebagai objek pasif dalam peneguhan patriarki. Pustaka ini justru mengandung nilai agar perempuan tangguh menghadapi tantangan, mampu memainkan berbagai peran, bijak, dan bermartabat sesuai kedudukannya di masyarakat,” ujarnya.

“Di samping itu, Singaraja Literary Festival juga akan mempromosikan potensi sastra dan potensi kota Singaraja, sehingga bisa membuat dampak ekonomi seperti meningkatkan hunian hotel, dan menarik perhatian orang luar Bali ke Singaraja,” kata Made Adnyana Ole, pendiri SLF.

Dia mengatakan SLF menjadi daya tarik lain yang menambah alasan orang datang ke Singaraja. Singaraja sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah intelektual Bali dan Nusantara. Kota ini pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil dan dikenal sebagai tempat lahirnya banyak cendekiawan Bali. Salah satu penopang penting tradisi intelektual tersebut adalah Gedong Kirtya, perpustakaan pertama dan tertua di Bali yang menyimpan ribuan manuskrip lontar, prasasti, dan naskah kuno.

Koleksi tersebut merekam berbagai sistem pengetahuan, mulai dari sastra, sejarah, pengobatan tradisional, etika, hukum, hingga kosmologi. Namun, kekayaan pengetahuan itu kini menghadapi tantangan besar.

Modernisasi, perubahan pola literasi, serta menyusutnya ruang publik berbasis pengetahuan membuat manuskrip-manuskrip tersebut semakin jauh dari pembacanya. Banyak naskah tersimpan rapi, tetapi tidak lagi menjadi bagian dari percakapan masyarakat.

Kondisi itulah yang mendorong lahirnya Singaraja Literary Festival pada 2023. Festival ini dirancang sebagai strategi kebudayaan untuk memperluas akses publik terhadap warisan pengetahuan lontar sekaligus menghidupkan kawasan cagar budaya sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.

“Peta persebaran sejarah manuskrip di Nusantara dan dunia sebenarnya berangkat dari Kirtya. Karena itu kami memiliki proyeksi sepuluh tahun ke depan untuk menjadikan Gedong Kirtya sebagai pusat peradaban manuskrip dunia,” kata Sonia.

Tema “Stri Sasana: Energi Keseimbangan Semesta” dipilih dengan mengambil inspirasi dari lontar Stri Sasana yang diwariskan dalam bentuk tutur atau prosa serta geguritan.

Secara etimologis, kata stri dalam bahasa Jawa Kuno berarti perempuan, sedangkan sasana berarti ajaran, aturan, etika, dan landasan moral. Dengan demikian, Stri Sasana dapat dipahami sebagai ajaran mengenai perempuan yang memuat nilai etika, moral, dan tata kehidupan.

Namun, menurut Sonia, pemaknaan terhadap naskah tersebut tidak boleh berhenti pada pembacaan yang sempit. Dalam perspektif yang lebih luas, Stri Sasana justru menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangunan pengetahuan Bali.

“Ini menunjukkan bahwa kedudukan perempuan menjadi bagian yang sejajar dalam peradaban pengetahuan Bali,” katanya.

Melalui tema tersebut, festival ingin menunjukkan bahwa feminisme tidak selalu bertentangan dengan tradisi. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi sumber untuk membaca kembali martabat perempuan dan memperkuat nilai-nilai kesetaraan.

Tema ini juga dimaksudkan untuk membuka ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Bukan untuk mengkultuskan seluruh isi naskah ataupun menghakiminya dengan ukuran zaman sekarang, melainkan memahami bagaimana masyarakat masa lalu memandang perempuan dan bagaimana nilai-nilai itu dapat ditafsirkan ulang agar lebih relevan dengan kehidupan masa kini.

Dalam kosmologi Bali, perempuan memiliki posisi penting sebagai daya penciptaan, pemeliharaan, dan keberlanjutan kehidupan. Energi feminin dipandang sebagai bagian dari keseimbangan semesta, sehingga kepemimpinan dan suara perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial, budaya, dan lingkungan.

Salah satu daya tarik utama SLF 2026 adalah hadirnya para penulis dan pemikir dari berbagai latar belakang.

Nama Sugi Lanus akan membawa pembacaan filologis terhadap berbagai naskah klasik Nusantara. Penulis dan pengajar Universitas Udayana, I Ketut Eriadi Ariana, akan mengulas hubungan antara sastra klasik dan sastra modern serta relevansinya dengan perkembangan zaman.

Sastrawan Oka Rusmini, yang selama ini dikenal melalui karya-karya yang kritis terhadap persoalan perempuan dan budaya Bali, juga akan hadir berbagi pandangan. Kehadiran Oka menjadi salah satu magnet penting karena karya-karyanya banyak berbicara mengenai tubuh perempuan, identitas, dan relasi kuasa dalam masyarakat.

Prof. I Nyoman Darma Putra akan menghadirkan perspektif akademis mengenai sastra dan kebudayaan Bali dalam konteks global. Sementara Romo A. Setyo Wibowo akan membawakan berbagai refleksi mengenai keseimbangan, kesehatan mental, dan kejujuran semesta.

Penulis novel populer Ratih Kumala turut dijadwalkan hadir dalam festival. Nama Ratih semakin dikenal luas setelah sejumlah karyanya diadaptasi ke layar lebar dan serial televisi. Kehadirannya menjadi ruang perjumpaan antara sastra serius dengan sastra populer yang dekat dengan generasi muda.

Sementara itu, JS Khairen yang memiliki basis pembaca kuat di kalangan muda akan menjadi salah satu pembicara yang diprediksi menarik perhatian peserta festival. Karya-karyanya yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadikan penulis ini memiliki penggemar yang luas.

Penulis muda Sasti Gotama juga akan meramaikan berbagai forum diskusi. Kehadiran para penulis lintas generasi tersebut menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya berbicara mengenai masa lalu, tetapi juga membuka ruang bagi perkembangan sastra kontemporer.

Selain mereka, sejumlah penulis, akademisi, pegiat budaya, dan pelaku industri kreatif lainnya akan hadir dalam 42 program yang disiapkan panitia.

Berbagai kegiatan yang digelar meliputi panel diskusi, kuliah umum, bedah buku, workshop, laboratorium promotor sastra, refleksi kesehatan mental, pameran, pertunjukan seni, hingga ruang pertemuan bagi komunitas.

Sejak pertama kali digelar pada 2023, Singaraja Literary Festival berkembang menjadi salah satu festival sastra terbesar di Bali Utara.

Festival ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan para penulis dan pembaca, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap kekayaan manuskrip yang selama ini tersimpan di Gedong Kirtya.

Berbeda dengan festival sastra pada umumnya, SLF menggabungkan sastra dengan warisan pengetahuan lokal, manuskrip, seni pertunjukan, dan ruang dialog lintas disiplin.

Model tersebut membuat festival ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan modernitas.

Melalui tema “Stri Sasana: Energi Keseimbangan Semesta”, Singaraja Literary Festival 2026 tidak hanya menghadirkan parade penulis dan pemikir nasional, tetapi juga menghidupkan kembali percakapan tentang manuskrip, perempuan, dan masa depan kebudayaan.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, festival ini seakan mengingatkan bahwa lembar-lembar lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat pengetahuan, ingatan, dan nilai-nilai yang masih dapat dibaca ulang untuk menjawab tantangan masa kini.

Dan selama tiga hari pada awal Juli nanti, Singaraja kembali akan menjadi ruang tempat berbagai gagasan bertemu, para penulis berbicara, dan warisan pengetahuan lama menemukan pembacanya yang baru. [T][Ad]

Penulis: IM Adnyana
Editor: Jaswanto

Tags: Bupati Nyoman SutjidraPemkab BulelengSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

Next Post

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co