13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

tatkala by tatkala
June 23, 2026
in Budaya
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Kadis Pendidikan, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, dan panitia SLF 2026

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan di kawasan Gedong Kirtya, Singaraja, 3-5 Juli. Bahkan ia sendiri akan menyambut kedangan para penulis yang hadir dalam acara itu.

“Saya akan menyambut para penulis yang hadir di Singaraja,” kata Bupati Sutjidra saat menerima panitia SLF 2026 di kediamannya di Singaraja, Selasa, 23 Juni.

Menurut Sutjidra, ajang SLF cukup strategis untuk mempromosikan kota Singaraja dan Kabupaten Buleleng sebagai daerah yang memiliki sejarah sastra yang panjang. Apalagi di Singaraja terdapat Gedong Kirtya, perpustakaan lontar yang pertama di dunia. “Kami tentu sangat mendukung acara ini,” kata Bupati Sutjidra.

Apalagi, kata Sutjidra, di Singaraja kini sedang dibangun kawasan titik nol, satu kawasan yang mengingatkan sejarah penting berdirinya kota Singaraja sekaligus mengingat perkembangannya dari zaman kerajaan, zaman kolonial, hingga zaman saat ini. Kawasan itu nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan kreatif, termasuk kegiatan sastra.

“Nanti Komunitas Mahima, selain mengadakan SLF, juga bisa membuat program sastra di kawasan titik nol,” kata Bupati Sutjidra.   

Singaraja Literary Festival akan menghadirkan puluhan program yang mempertemukan sastra, manuskrip, dan berbagai gagasan kebudayaan dalam satu ruang yang berpusat di kawasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

Sejumlah nama besar dipastikan hadir dalam festival yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini. Filolog Sugi Lanus, sastrawan Oka Rusmini, Romo A. Setyo Wibowo, Ratih Kumala, JS Khairen, Sasti Gotama, Prof. I Nyoman Darma Putra, I Ketut Eriadi Ariana, hingga sejumlah penulis muda lainnya akan berbagi pemikiran dalam berbagai forum diskusi, lokakarya, hingga pertunjukan seni.

Di tengah semakin sempitnya ruang publik berbasis pengetahuan, kehadiran para penulis tersebut bukan sekadar menjadi daya tarik festival, melainkan bagian dari upaya menghubungkan kembali warisan pengetahuan masa lalu dengan konteks masyarakat hari ini.

Tahun ini, Singaraja Literary Festival mengangkat tema “Stri Sasana: Energi Keseimbangan Semesta”, yang diambil dari salah satu khazanah lontar Bali yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja. Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk membaca ulang warisan pengetahuan Bali sekaligus menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam bangunan peradaban.

Pendiri dan direktur festival, Kadek Sonia Piscayanti, saat audiensi itu mengatakan tema tersebut lahir dari keinginan menghadirkan dialog antara masa lalu dan masa kini melalui warisan manuskrip.

“Substansi Stri Sasana tidak dimaksudkan hanya untuk perempuan dan tidak pula menempatkan perempuan sebagai objek pasif dalam peneguhan patriarki. Pustaka ini justru mengandung nilai agar perempuan tangguh menghadapi tantangan, mampu memainkan berbagai peran, bijak, dan bermartabat sesuai kedudukannya di masyarakat,” ujarnya.

“Di samping itu, Singaraja Literary Festival juga akan mempromosikan potensi sastra dan potensi kota Singaraja, sehingga bisa membuat dampak ekonomi seperti meningkatkan hunian hotel, dan menarik perhatian orang luar Bali ke Singaraja,” kata Made Adnyana Ole, pendiri SLF.

Dia mengatakan SLF menjadi daya tarik lain yang menambah alasan orang datang ke Singaraja. Singaraja sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah intelektual Bali dan Nusantara. Kota ini pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil dan dikenal sebagai tempat lahirnya banyak cendekiawan Bali. Salah satu penopang penting tradisi intelektual tersebut adalah Gedong Kirtya, perpustakaan pertama dan tertua di Bali yang menyimpan ribuan manuskrip lontar, prasasti, dan naskah kuno.

Koleksi tersebut merekam berbagai sistem pengetahuan, mulai dari sastra, sejarah, pengobatan tradisional, etika, hukum, hingga kosmologi. Namun, kekayaan pengetahuan itu kini menghadapi tantangan besar.

Modernisasi, perubahan pola literasi, serta menyusutnya ruang publik berbasis pengetahuan membuat manuskrip-manuskrip tersebut semakin jauh dari pembacanya. Banyak naskah tersimpan rapi, tetapi tidak lagi menjadi bagian dari percakapan masyarakat.

Kondisi itulah yang mendorong lahirnya Singaraja Literary Festival pada 2023. Festival ini dirancang sebagai strategi kebudayaan untuk memperluas akses publik terhadap warisan pengetahuan lontar sekaligus menghidupkan kawasan cagar budaya sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.

“Peta persebaran sejarah manuskrip di Nusantara dan dunia sebenarnya berangkat dari Kirtya. Karena itu kami memiliki proyeksi sepuluh tahun ke depan untuk menjadikan Gedong Kirtya sebagai pusat peradaban manuskrip dunia,” kata Sonia.

Tema “Stri Sasana: Energi Keseimbangan Semesta” dipilih dengan mengambil inspirasi dari lontar Stri Sasana yang diwariskan dalam bentuk tutur atau prosa serta geguritan.

Secara etimologis, kata stri dalam bahasa Jawa Kuno berarti perempuan, sedangkan sasana berarti ajaran, aturan, etika, dan landasan moral. Dengan demikian, Stri Sasana dapat dipahami sebagai ajaran mengenai perempuan yang memuat nilai etika, moral, dan tata kehidupan.

Namun, menurut Sonia, pemaknaan terhadap naskah tersebut tidak boleh berhenti pada pembacaan yang sempit. Dalam perspektif yang lebih luas, Stri Sasana justru menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangunan pengetahuan Bali.

“Ini menunjukkan bahwa kedudukan perempuan menjadi bagian yang sejajar dalam peradaban pengetahuan Bali,” katanya.

Melalui tema tersebut, festival ingin menunjukkan bahwa feminisme tidak selalu bertentangan dengan tradisi. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi sumber untuk membaca kembali martabat perempuan dan memperkuat nilai-nilai kesetaraan.

Tema ini juga dimaksudkan untuk membuka ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Bukan untuk mengkultuskan seluruh isi naskah ataupun menghakiminya dengan ukuran zaman sekarang, melainkan memahami bagaimana masyarakat masa lalu memandang perempuan dan bagaimana nilai-nilai itu dapat ditafsirkan ulang agar lebih relevan dengan kehidupan masa kini.

Dalam kosmologi Bali, perempuan memiliki posisi penting sebagai daya penciptaan, pemeliharaan, dan keberlanjutan kehidupan. Energi feminin dipandang sebagai bagian dari keseimbangan semesta, sehingga kepemimpinan dan suara perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial, budaya, dan lingkungan.

Salah satu daya tarik utama SLF 2026 adalah hadirnya para penulis dan pemikir dari berbagai latar belakang.

Nama Sugi Lanus akan membawa pembacaan filologis terhadap berbagai naskah klasik Nusantara. Penulis dan pengajar Universitas Udayana, I Ketut Eriadi Ariana, akan mengulas hubungan antara sastra klasik dan sastra modern serta relevansinya dengan perkembangan zaman.

Sastrawan Oka Rusmini, yang selama ini dikenal melalui karya-karya yang kritis terhadap persoalan perempuan dan budaya Bali, juga akan hadir berbagi pandangan. Kehadiran Oka menjadi salah satu magnet penting karena karya-karyanya banyak berbicara mengenai tubuh perempuan, identitas, dan relasi kuasa dalam masyarakat.

Prof. I Nyoman Darma Putra akan menghadirkan perspektif akademis mengenai sastra dan kebudayaan Bali dalam konteks global. Sementara Romo A. Setyo Wibowo akan membawakan berbagai refleksi mengenai keseimbangan, kesehatan mental, dan kejujuran semesta.

Penulis novel populer Ratih Kumala turut dijadwalkan hadir dalam festival. Nama Ratih semakin dikenal luas setelah sejumlah karyanya diadaptasi ke layar lebar dan serial televisi. Kehadirannya menjadi ruang perjumpaan antara sastra serius dengan sastra populer yang dekat dengan generasi muda.

Sementara itu, JS Khairen yang memiliki basis pembaca kuat di kalangan muda akan menjadi salah satu pembicara yang diprediksi menarik perhatian peserta festival. Karya-karyanya yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadikan penulis ini memiliki penggemar yang luas.

Penulis muda Sasti Gotama juga akan meramaikan berbagai forum diskusi. Kehadiran para penulis lintas generasi tersebut menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya berbicara mengenai masa lalu, tetapi juga membuka ruang bagi perkembangan sastra kontemporer.

Selain mereka, sejumlah penulis, akademisi, pegiat budaya, dan pelaku industri kreatif lainnya akan hadir dalam 42 program yang disiapkan panitia.

Berbagai kegiatan yang digelar meliputi panel diskusi, kuliah umum, bedah buku, workshop, laboratorium promotor sastra, refleksi kesehatan mental, pameran, pertunjukan seni, hingga ruang pertemuan bagi komunitas.

Sejak pertama kali digelar pada 2023, Singaraja Literary Festival berkembang menjadi salah satu festival sastra terbesar di Bali Utara.

Festival ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan para penulis dan pembaca, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap kekayaan manuskrip yang selama ini tersimpan di Gedong Kirtya.

Berbeda dengan festival sastra pada umumnya, SLF menggabungkan sastra dengan warisan pengetahuan lokal, manuskrip, seni pertunjukan, dan ruang dialog lintas disiplin.

Model tersebut membuat festival ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan modernitas.

Melalui tema “Stri Sasana: Energi Keseimbangan Semesta”, Singaraja Literary Festival 2026 tidak hanya menghadirkan parade penulis dan pemikir nasional, tetapi juga menghidupkan kembali percakapan tentang manuskrip, perempuan, dan masa depan kebudayaan.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, festival ini seakan mengingatkan bahwa lembar-lembar lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat pengetahuan, ingatan, dan nilai-nilai yang masih dapat dibaca ulang untuk menjawab tantangan masa kini.

Dan selama tiga hari pada awal Juli nanti, Singaraja kembali akan menjadi ruang tempat berbagai gagasan bertemu, para penulis berbicara, dan warisan pengetahuan lama menemukan pembacanya yang baru. [T][Ad]

Penulis: IM Adnyana
Editor: Jaswanto

Tags: Bupati Nyoman SutjidraPemkab BulelengSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

Next Post

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails
Next Post
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co