3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
in Panggung
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Drama Gong Nong Nong Kling di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari Kabupaten Buleleng tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Senin 22 Juni 2026. Arena pertunjukan diramaikan penonton yang antusias menyaksikan salah satu seni teater tradisional yang memadukan unsur drama modern dengan tari, busana dan iringan musik gamelan Gong Kebyar itu.

Meski sebagian besar penonton didominasi kalangan orang tua, Sanggar Seni Nong Nong Kling berupaya menghadirkan sentuhan kekinian untuk menarik minat generasi muda tanpa meninggalkan pakem drama gong khas Buleleng. Maka wajar, pergelaran berdurasi 2,5 jam ini terasa tak menjemukan.

Pada kesempatan itu, sanggar membawakan lakon berjudul Mantri Bongol yang didukung sekitar 40 seniman, terdiri atas pemain, penabuh gamelan, sutradara dan penulis naskah. Cerita yang diangkat memang berbeda dari pementasan sebelumnya, namun karakteristik penyajian drama gong Buleleng tetap dipertahankan.

Menariknya, semua tim drama gong ini merupakan pragina sebunan. Sebab, mereka adalah anak, cucu, menantu, dan ipar para pemain legend Drama Gong Puspa Anom, yang sempat berjaya pada masanya, seperti Wayan Sujana (Jedur). Mereka kemudian bergabung dalam Sanggar Nong Nong Kling.

Raja Muda Kerajaan Tibuana diperankan Gede Aditya Simpatiaji, S.Pd. Sang Putri diperankan Luh Made Tia Kusmira Dewi, Parekan diperankan Nyoman Darwin Setiabudi, S.H., Permaisuri Made Candriga Krisna Kumari, dan Penyeroan diperankan Made Nirmala Santi. Kemudian, Penata tabuh Gede Candra Gupta Nugraha yang juga merupakan generasi Drama Gong Puspa Anom.

“Kenapa Nong Nong Kling? Karena di Buleleng, hanya sanggar kami yang masih mampu menampilkan drama gong dengan ciri khas Buleleng,” ujar Ketua Sanggar Seni Nong Nong Kling, Nyoman Suardika yang akrab disapa Mang Epo.

Lakon Mantri Bongol berkisah tentang seorang kesatria yang mengalami gangguan pendengaran. Cerita klasik ini sarat nilai moral, intrik kerajaan, kritik sosial, serta humor yang menjadi ciri khas drama gong. Para pemain mampu menampilkan ekspresi emosional yang kuat. Adegan- sedih maupun dramatis dimainkan secara total tanpa diselingi lelucon, sehingga mampu menyentuh emosi penonton.

Drama Gong Nong Nong Kling di Pesta Kesenian Bali 2026

Pesan moral disampaikan melalui alur cerita dan humor yang kreatif, maka tampak tidak terkesan menggurui. Nilai-nilai kehidupan justru hadir lewat ironi dan berbagai adegan jenaka yang mengundang tawa, namun tetap meninggalkan kesan mendalam.

Dalam struktur pementasan, tokoh raja muda, permaisuri, maupun raja tua tetap berada dalam pakem drama gong. Namun, penyampaian pesan-pesan yang relevan dengan kondisi kekinian banyak dibawakan melalui peran punakawan. Tokoh-tokoh ini menjadi jembatan cerita sekaligus pembawa makna yang ingin disampaikan kepada penonton.

Mang Epo selaku sutradara mengaku konsisten menjaga pakem drama gong gaya Buleleng. “Konsistensi inilah yang membedakan drama gong Buleleng dengan drama gong yang berkembang di Bali Selatan. Kami di sanggar ini memiliki komitmen melestarikan drama gong gaya Buleleng sebagai penerus Drama Gong Puspa Anom dari Banyuning yang mencapai masa kejayaan pada dekade 1970-an hingga 1980-an itu,” tekadnya.

Keunikan lain tampak pada tata panggung yang dinamis. Pergantian latar atau backdrop disesuaikan dengan kebutuhan adegan. Saat cerita berlangsung di hutan, latar menampilkan suasana rimba. Ketika adegan berpindah ke puri, backdrop berganti menjadi istana. Demikian pula saat adegan berlangsung di taman, penonton disuguhi visual taman yang indah. Perpaduan backdrop yang atraktif, tata cahaya, dan akting para pemain berhasil menciptakan suasana panggung yang hidup dan memikat.

Ciri khas lain drama gong gaya Buleleng adalah tidak menggunakan tokoh Patih Anom maupun Patih Agung, meskipun mengangkat kisah kerajaan atau cerita Panji. Tokoh patih tetap hadir, namun hanya dalam satu karakter bernama Patih Jalatunda yang berperan sebagai tokoh antagonis.

Menurut Mang Epo, konsep dharma dan adharma dalam drama gong Buleleng tidak diwujudkan melalui tokoh tertentu, melainkan melalui perkembangan cerita itu sendiri. “Kami menempatkan pencarian kebenaran di dalam alur cerita, bukan pada tokoh tertentu. Dengan begitu, cerita dapat berkembang secara alami,” jelasnya.

Kisah Mantri Bongol

Drama Mantri Bongol bermula dari Kerajaan Tibuana. Sang Raja memiliki dua permaisuri (istri). Permaisuri pertama tidak dikaruniai keturunan, sedangkan permaisuri kedua melahirkan seorang putra.

Rasa iri dan dengki kemudian tumbuh dalam diri permaisuri pertama. Ia khawatir putra dari permaisuri kedua kelak akan menjadi pewaris tahta kerajaan. Bersama Patih Jalatunda, ia menyusun siasat agar bayi tersebut lahir dalam kondisi bongol atau tuli sehingga dianggap tidak layak menjadi penerus kerajaan.

Intrik pun berlanjut dengan pengasingan permaisuri kedua ke tengah hutan. Dalam perjalanan, Patih Jalatunda tidak jadi membunuh sang permaisuri, namun justru dipastu (mendapat kutukan) hingga berubah menjadi bojog (kera). Jalatunda mengatakan, suatu saat dirinya akan kembali menjadi manusia apabila bertemu seorang satria utama.

Akibat peristiwa tersebut, ibu (perrmaisuri) dan anak (Mantri Bongol) terpisah. Sang permaisuri yang telah berubah menjadi bojog hidup di hutan, sementara Mantri Bongol tumbuh di lingkungan kerajaan.

Suatu hari, Mantri Bongol pergi ke hutan untuk mencari obat agar dapat menyembuhkan gangguan pendengarannya. Di sanalah ia bertemu seorang putri yang memberinya obat. Dalam perjalanan itu pula, ia berjumpa dengan seekor bojog yang tiada lain adalah ibunya sendiri.

Kru Drama Gong Nong Nong Kling di Pesta Kesenian Bali 2026

Bojog tersebut menunjukkan kedekatan khusus kepada Mantri Bongol, namun berbeda dengan sikapnya terhadap orang lain yang galak. Setelah pendengaran Mantri Bongol pulih, bojog  sengaja membuat kekacauan di taman kerajaan. Tindakan itu dilakukan agar dirinya segera mendapat atau dibebaskan dari kutukan.

Setelah berhadapan dengan Mantri Bongol, kutukan tersebut terlepas dan bojog kembali ke wujud manusia. Saat itulah terungkap bahwa sosok tersebut adalah ibu kandung Mantri Bongol.

Sang permaisuri kemudian mengungkap seluruh kebenaran, termasuk keterlibatan Patih Jalatunda dalam berbagai intrik yang menyebabkan penderitaan mereka.

“Di sinilah kebenaran terungkap melalui perjalanan cerita, bukan karena ada tokoh Patih Anom yang menjelaskan semuanya. Itulah ciri khas drama gong Buleleng,” tutup Mang Epo. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengdrama gongPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

Next Post

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala ---Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co