13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
in Panggung
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

Drama Gong Nong Nong Kling di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari Kabupaten Buleleng tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Senin 22 Juni 2026. Arena pertunjukan diramaikan penonton yang antusias menyaksikan salah satu seni teater tradisional yang memadukan unsur drama modern dengan tari, busana dan iringan musik gamelan Gong Kebyar itu.

Meski sebagian besar penonton didominasi kalangan orang tua, Sanggar Seni Nong Nong Kling berupaya menghadirkan sentuhan kekinian untuk menarik minat generasi muda tanpa meninggalkan pakem drama gong khas Buleleng. Maka wajar, pergelaran berdurasi 2,5 jam ini terasa tak menjemukan.

Pada kesempatan itu, sanggar membawakan lakon berjudul Mantri Bongol yang didukung sekitar 40 seniman, terdiri atas pemain, penabuh gamelan, sutradara dan penulis naskah. Cerita yang diangkat memang berbeda dari pementasan sebelumnya, namun karakteristik penyajian drama gong Buleleng tetap dipertahankan.

Menariknya, semua tim drama gong ini merupakan pragina sebunan. Sebab, mereka adalah anak, cucu, menantu, dan ipar para pemain legend Drama Gong Puspa Anom, yang sempat berjaya pada masanya, seperti Wayan Sujana (Jedur). Mereka kemudian bergabung dalam Sanggar Nong Nong Kling.

Raja Muda Kerajaan Tibuana diperankan Gede Aditya Simpatiaji, S.Pd. Sang Putri diperankan Luh Made Tia Kusmira Dewi, Parekan diperankan Nyoman Darwin Setiabudi, S.H., Permaisuri Made Candriga Krisna Kumari, dan Penyeroan diperankan Made Nirmala Santi. Kemudian, Penata tabuh Gede Candra Gupta Nugraha yang juga merupakan generasi Drama Gong Puspa Anom.

“Kenapa Nong Nong Kling? Karena di Buleleng, hanya sanggar kami yang masih mampu menampilkan drama gong dengan ciri khas Buleleng,” ujar Ketua Sanggar Seni Nong Nong Kling, Nyoman Suardika yang akrab disapa Mang Epo.

Lakon Mantri Bongol berkisah tentang seorang kesatria yang mengalami gangguan pendengaran. Cerita klasik ini sarat nilai moral, intrik kerajaan, kritik sosial, serta humor yang menjadi ciri khas drama gong. Para pemain mampu menampilkan ekspresi emosional yang kuat. Adegan- sedih maupun dramatis dimainkan secara total tanpa diselingi lelucon, sehingga mampu menyentuh emosi penonton.

Drama Gong Nong Nong Kling di Pesta Kesenian Bali 2026

Pesan moral disampaikan melalui alur cerita dan humor yang kreatif, maka tampak tidak terkesan menggurui. Nilai-nilai kehidupan justru hadir lewat ironi dan berbagai adegan jenaka yang mengundang tawa, namun tetap meninggalkan kesan mendalam.

Dalam struktur pementasan, tokoh raja muda, permaisuri, maupun raja tua tetap berada dalam pakem drama gong. Namun, penyampaian pesan-pesan yang relevan dengan kondisi kekinian banyak dibawakan melalui peran punakawan. Tokoh-tokoh ini menjadi jembatan cerita sekaligus pembawa makna yang ingin disampaikan kepada penonton.

Mang Epo selaku sutradara mengaku konsisten menjaga pakem drama gong gaya Buleleng. “Konsistensi inilah yang membedakan drama gong Buleleng dengan drama gong yang berkembang di Bali Selatan. Kami di sanggar ini memiliki komitmen melestarikan drama gong gaya Buleleng sebagai penerus Drama Gong Puspa Anom dari Banyuning yang mencapai masa kejayaan pada dekade 1970-an hingga 1980-an itu,” tekadnya.

Keunikan lain tampak pada tata panggung yang dinamis. Pergantian latar atau backdrop disesuaikan dengan kebutuhan adegan. Saat cerita berlangsung di hutan, latar menampilkan suasana rimba. Ketika adegan berpindah ke puri, backdrop berganti menjadi istana. Demikian pula saat adegan berlangsung di taman, penonton disuguhi visual taman yang indah. Perpaduan backdrop yang atraktif, tata cahaya, dan akting para pemain berhasil menciptakan suasana panggung yang hidup dan memikat.

Ciri khas lain drama gong gaya Buleleng adalah tidak menggunakan tokoh Patih Anom maupun Patih Agung, meskipun mengangkat kisah kerajaan atau cerita Panji. Tokoh patih tetap hadir, namun hanya dalam satu karakter bernama Patih Jalatunda yang berperan sebagai tokoh antagonis.

Menurut Mang Epo, konsep dharma dan adharma dalam drama gong Buleleng tidak diwujudkan melalui tokoh tertentu, melainkan melalui perkembangan cerita itu sendiri. “Kami menempatkan pencarian kebenaran di dalam alur cerita, bukan pada tokoh tertentu. Dengan begitu, cerita dapat berkembang secara alami,” jelasnya.

Kisah Mantri Bongol

Drama Mantri Bongol bermula dari Kerajaan Tibuana. Sang Raja memiliki dua permaisuri (istri). Permaisuri pertama tidak dikaruniai keturunan, sedangkan permaisuri kedua melahirkan seorang putra.

Rasa iri dan dengki kemudian tumbuh dalam diri permaisuri pertama. Ia khawatir putra dari permaisuri kedua kelak akan menjadi pewaris tahta kerajaan. Bersama Patih Jalatunda, ia menyusun siasat agar bayi tersebut lahir dalam kondisi bongol atau tuli sehingga dianggap tidak layak menjadi penerus kerajaan.

Intrik pun berlanjut dengan pengasingan permaisuri kedua ke tengah hutan. Dalam perjalanan, Patih Jalatunda tidak jadi membunuh sang permaisuri, namun justru dipastu (mendapat kutukan) hingga berubah menjadi bojog (kera). Jalatunda mengatakan, suatu saat dirinya akan kembali menjadi manusia apabila bertemu seorang satria utama.

Akibat peristiwa tersebut, ibu (perrmaisuri) dan anak (Mantri Bongol) terpisah. Sang permaisuri yang telah berubah menjadi bojog hidup di hutan, sementara Mantri Bongol tumbuh di lingkungan kerajaan.

Suatu hari, Mantri Bongol pergi ke hutan untuk mencari obat agar dapat menyembuhkan gangguan pendengarannya. Di sanalah ia bertemu seorang putri yang memberinya obat. Dalam perjalanan itu pula, ia berjumpa dengan seekor bojog yang tiada lain adalah ibunya sendiri.

Kru Drama Gong Nong Nong Kling di Pesta Kesenian Bali 2026

Bojog tersebut menunjukkan kedekatan khusus kepada Mantri Bongol, namun berbeda dengan sikapnya terhadap orang lain yang galak. Setelah pendengaran Mantri Bongol pulih, bojog  sengaja membuat kekacauan di taman kerajaan. Tindakan itu dilakukan agar dirinya segera mendapat atau dibebaskan dari kutukan.

Setelah berhadapan dengan Mantri Bongol, kutukan tersebut terlepas dan bojog kembali ke wujud manusia. Saat itulah terungkap bahwa sosok tersebut adalah ibu kandung Mantri Bongol.

Sang permaisuri kemudian mengungkap seluruh kebenaran, termasuk keterlibatan Patih Jalatunda dalam berbagai intrik yang menyebabkan penderitaan mereka.

“Di sinilah kebenaran terungkap melalui perjalanan cerita, bukan karena ada tokoh Patih Anom yang menjelaskan semuanya. Itulah ciri khas drama gong Buleleng,” tutup Mang Epo. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengdrama gongPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

Next Post

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala ---Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co