14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
in Panggung
Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma tampil pada saat pembinaan dari tim Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jumat, 15 Mei 2026.

WARGA Banjar Bukit Buwung¸ Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur memiliki semangat untuk membangkitkan kembali kesenian dramatari arja yang sudah lama tidak dipentaskan, alias vakum. Pendukungnya kini, semuanya baru dengan merekrut generasi muda yang memiliki kemauan untuk melestarikan kesenian klasik yang telah diwarisi para leluhurnya tempo dulu. Termasuk memperbaharui kostum serta gamelan pengiringnya.

Pengemasannya juga sangat relevan yang mengedepan inovasi, sehingga tampil lebih segar dengan durasi yang tidak membosankan, serta tema cerita yang lebih fleksibel. “Kebangkitan kesenian arja ini bermula dari keinginan warga untuk “nangiang” Ida Bhatara di Pura Banjar Bukit Buwung pada 2018. Saat itu, warga hanya memperbaiki empat gelungan lama yang masih tersisa, seperti gelungan condong, mantri manis, mantra buduh, dan limbur,” kata Koordinator Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma, I Made Sumantra, Jumat, 15 Mei 2026.

Sumantra mengatakan, pada waktu itu baru sebatas memperbaiki gelungan peninggalan lama, belum ada penarinya. Keinginan menghidupkan kembali kesenian arja itu semakin kuat, pada saat karya di pura banjar, pada Tumpek Bubuh 2025. Kelian Banjar meminta warga segera mencari pelatih agar dramatari arja benar-benar bisa diwujudkan kembali. “Saya kemudian mencari pelatih atas rekomendasi seniman arja senior, Jero Ratna,” ucapnya.

Kesenian arja di Bajar Bukit Buwung itu pernah mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1965-an, namun setelah itu jarang menerima pesanan pentas, dan akhirnya vakum. Arja tersebut kembali dipelajari hingga terbentuk sekaa dramatari arja baru bernama Giri Nata Kusuma. Upaya pelestarian tersebut pun mendapat sambutan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, dengan mempercayai sebagai duta Kota Denpasar untuk tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. “Ini kesempatan yang membanggakan, ini juga tantangan bagi kami,” ucapnya.

Para penabuh Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma

Sebab, dalam proses pembentukan sekaa, warga lokal menjadi prioritas sebagai penari dan pendukung pementasan untuk keberlanjutan tradisi tetap terjaga. Tak hanya itu, pemilihan pemain juga banyak melibatkan keturunan para pemain arja generasi sebelumnya. Tradisi regenerasi itu dinilai penting agar karakter dan roh kesenian tetap terpelihara. “Dulu kakeknya menjadi penasar, sekarang diteruskan anak atau cucunya. Jadi memang ada kesinambungan generasi,” ucap Sumantra senang.

Satu hal menarik dari pemilihan penari arja itu, setelah mengalami trance, kerauhan warga pada saat piodalan di pura di banjar tersebut. Ketika piodalan itu, beberapa warga secara spontan menari atau melantunkan tembang arja meski tidak pernah belajar sebelumnya. Ada yang kerauhan dengan menari tokoh limbur, condong, bahkan matembang arja secara alami. “Penari condong yang masih berusia muda itu, terpilih setelah sebelumnya mengalami kerauhan dan menarikan karakter condong saat piodalan,” aku pria yang juga pelatih iringan dramatari arja itu.

Diawal dramatari arja ini dibangkitkan, hanya didukung 7 penari saja. Namun, setelah didapuk menjadi duta seni Kota Denpasar, tokoh-tokoh yang ada dalam pertunjukan dramatari arja ditampilkan semua, sehingga menjadi 11 penari. Penambahan tokoh ini juga dikuatkan dengan adanya tanda pada piodalan di tahun 2025. Pada saat itu mementaskan arja dengan 7 penari. Ketika tokoh mantra buduh ngelembar (menari), tiba-tiba salah satu warga bangkit dan menari tokoh mantra manis tanpa sadarkan diri. “Dari tanda itu, jumlah penari arja kemudian dilengkapi sesuai dengan kebuthan tampil di ajang PKB,” imbuhnya.

Dari total pemain yang terlibat, hanya dua orang yang belum menikah, sementara lainnya merupakan warga Banjar Bukit Buwung yang sudah berkeluarga. Setelah dipercaya tampil di PKB, para pemain kemudian dilatih oleh sejumlah seniman senior, sepeti Made Sudira dan Jero Ratna serta dibantu pelatih dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Made Sudarsana melatih tabuh, Made Sudira, Jero Ratna, Wayan Rumasih, serta Rimbit. “Ini menjadi tugas berat bagi kami karena sebagian besar penarinya adalah warga banjar yang tidak semuanya memiliki dasar tari maupun tembang,” ujar Sumantra.

Ni Ketut Cangkir, pemeran condong, salah satu penari senior yang masih hidup

Latihan perdana dimulai pada 18 Januari 2026 setelah dilakukan prosesi nuasen. Demi mengejar persiapan tampil di PKB, latihan dilakukan secara intensif. Atas usulan Jero Ratna, dramatari arja yang akan dipentaskan mengangkat lakon “Katung Pingit”, selaras dengan tema PKB 2026, “Atma Kerthi”. Judul tersebut juga terinspirasi dari kondisi arja lama di Banjar Bukit Buwung yang hanya menyisakan katung dan gelungannya saja. “Katung itu dulu tetap disakralkan walaupun lama tidak digunakan. Dari situlah ide cerita ini muncul,” jelasnya.

Pementasan Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma tersebut akan diiringi barungan gamelan geguntangan, seperti tradisi masa lalu. Namun satu instrumen lama bernama “ber”, alat musik berbentuk lingkaran menyerupai rebana, tidak lagi digunakan karena sudah rusak dimakan rayap. “Penabuh dan semua barungan gamelan geguntangan itu tergolong baru,” imbuhnya.

Sementara itu, seniman senior Ni Ketut Cangkir yang dahulu pernah menjadi pemeran Condong mengaku bangga melihat semangat generasi muda menghidupkan kembali kesenian arja di banjarnya. “Saya senang anak-anak muda sekarang mau belajar dan membentuk kembali sekaa dramatari arja di banjar ini,” ujarnya.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, mengatakan keberadaan seni Arja di kawasan Kesiman memang memiliki jejak sejarah yang kuat. Bahkan sejumlah atribut dan perlengkapan kesenian lama seperti gelungan Arja masih tersimpan dan kini kembali diangkat sebagai bagian dari upaya revitalisasi seni tradisi. “Secara historis memang ada kesenian Arja di desa tersebut. Itu yang sekarang kami angkat kembali,” paparnya.

Arja merupakan salah satu seni dramatari klasik Bali yang memadukan unsur tembang, dialog, tari, dan lawakan. Di Kota Denpasar, kesenian ini pernah berkembang kuat di sejumlah wilayah seperti Kesiman, Pedungan, hingga Sanur. Namun dalam beberapa dekade terakhir, keberadaannya mulai jarang dipentaskan sehingga kini kembali digeliatkan oleh generasi pelaku seni.

I Made Sumantra

Selain Arja, Denpasar juga masih memiliki sejumlah kesenian klasik yang tetap dijaga keberlangsungannya, seperti Joged Gandrung, Gambuh, Wayang Wong, Topeng Pajegan, hingga Gender Wayang. Sejumlah kesenian tersebut terus dikembangkan melalui sanggar-sanggar seni berbasis desa adat serta pembinaan generasi muda.

Ia menilai langkah Denpasar mengedepankan kesenian berbasis akar tradisi desa menjadi strategi penting dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan seni modern. Pemerintah Kota Denpasar berharap pola pembinaan berbasis komunitas itu mampu melahirkan regenerasi seniman baru sekaligus menjaga keberlanjutan seni klasik Bali di masa mendatang. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: arjadramatari arjaKesiman PetilanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Lock Accounts, Shaken Trust’: Perlunya Transparansi Komunikasi Perbankan

Next Post

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co