10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Ida Ayu Made Dwi Antari by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
in Ulas Musik
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Janardana

Citta-Vrittis dan Fenomena ‘Sending’

Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending (kegalauan) yang melanda Gen Z Bali saat ini adalah bentuk modern dari gejolak tersebut.

Sebagai Narasumber Kesehatan Mental, saya melihat bahwa tanpa ruang pelepasan, Citta-Vrittis akan menjadi beban mental yang berat. Di sinilah seni memiliki peran vital sebagai media Katarsis atau pembersihan emosi.

Sumber Sastra : Konsep ‘Langu’ dan Janardana

Janardana, melalui single ‘Tresna Ngatos Mati’, membawa kita kembali pada konsep Langu—sebuah pencapaian estetika dalam Sastra Bali di mana rasa kesedihan diolah menjadi keindahan yang menyentuh sukma.

Secara teknis, lirik lagu pop berbahasa Bali yang diperkenalkan Janardana ini adalah manifestasi Geguritan Modern. Jika leluhur kita menggunakan Pupuh Maskumambang untuk menyuarakan lara, Janardana menggunakan frekuensi musik pop-akustik untuk menjangkau jiwa pendengar di era digital.

Teologi Cinta dalam Lontar Smaradahana dan Realitas ‘Tresna Ngatos Mati’

Melalui wawancara mendalam yang saya lakukan bersama Janardana, terungkap bahwa estetika Langu dalam karya ini tidak lahir dari imajinasi tekstual belaka, melainkan sebuah monumen dari kisah nyata hubungan romansa pribadinya terdahulu. Janar mengungkapkan bahwa pemilihan judul ‘Tresna Ngatos Mati’ menjadi penanda betapa sakralnya komitmen rasa berbahasa Bali yang ingin ia abadikan. Namun, kedalaman rasa di balik lagu ini menyimpan cerita getir: proses produksi video klipnya sempat tertunda lama akibat hubungan asmara tersebut telanjur selesai di dunia nyata.

Secara filosofis, fenomena runtuhnya hubungan fisik namun abadi dalam bentuk karya ini sangat selaras dengan teologi cinta dalam Lontar Smaradhana. Dalam teks tersebut, ketika wujud fisik Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih hangus terbakar menjadi abu, roh cinta (Smara) mereka tidak ikut mati, melainkan melebur dan menyusup ke dalam jiwa kosmos manusia.

Begitu pula dengan yang terjadi pada proses kreatif Janar; ketika jalinan romansa fisiknya harus selesai di dunia nyata, esensi cinta tersebut tidak lenyap. Ia bertransformasi, melebur ke dalam bait lirik dan petikan gitar, lalu menyusup ke dalam hati setiap pendengarnya. Musik ini menjadi ruang katarsis tempat sang musisi mengawetkan memori sekaligus merayakan keabadian rasa.

Sumber Kesehatan Mental : Validasi dan ‘Self Healing’

Secara klinis, mendengarkan musik yang selaras dengan suasana hati adalah teknik Self Healing. Ini bukan sekadar ‘galau’, melainkan upaya batin mencari validasi. Berdasarkan penuturan Janar mengenai makna lagunya, karya ini justru berfokus pada kebahagiaan seseorang ketika sang kekasih telah kembali dan akhirnya bisa bersatu.

Pilihan narasi ini menawarkan resolusi emosional yang sehat bagi pendengarnya; memberikan ruang untuk mengakui kerentanan tanpa harus kehilangan harapan akan sebuah akhir yang membahagiakan. Inilah yang saya sebut sebagai Sastra Husada Modern; di mana aksara menjelma menjadi melodi yang didengarkan untuk menyembuhkan luka mental.

Sastra Tan Pawates: Resiliensi Jiwa dan Kemanunggalan Seni

Langkah Janardana mempertegas posisi Sastra Tan Pawates (Sastra Tanpa Batas) dikarenakan lagu ‘Tresna Ngatos Mati’ tersedia di Spotify. Berdasarkan rekam jejak yang digali dalam wawancara, resiliensi jiwanya terbentuk karena ia telah merintis karier musik dari nol sejak bangku Sekolah Dasar (SD) tanpa modal dukungan awal dari orang tua, bergerak murni berbasis hobi dan konsistensi.

Ketika orang lain mempertanyakan mengapa ia tidak melanjutkan ke sekolah musik formal, Janar menegaskan pilihannya sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Bali  karena sebuah kesadaran estetis : bahwa Bahasa Bali dan seni musik hampir menyatu, karena keduanya sama-sama seni. Keseimbangan menjadi mahasiswa dan musisi aktif ini kini didukung oleh ekosistem kampus dan para dosen yang memahami potensinya, membuktikan bahwa jalur akademik dan industri kreatif dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.

Meruwat Rasa lewat Karya

Pada akhirnya, kolaborasi antara nada Janardana, filosofi Lontar Smaradhana, dan kedalaman Sastra Bali adalah sebuah perlawanan terhadap kedangkalan rasa. Kita belajar bahwa kesehatan mental bukan berarti menghilangkan kesedihan, melainkan meruwat kesedihan tersebut menjadi sesuatu yang bermartabat.

Lewat wawancara dan bedah karya ‘Tresna Ngatos Mati’ ini, Janardana mengingatkan kita bahwa di dalam setiap luka, selalu ada ruang untuk sastra, orisinalitas rekam jejak, dan penyembuhan. [T]

Penulis: Ida Ayu Made Dwi Antari
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesehatan mentallaguLagu Pop Balimusikmusik pop baliulasan laguulasan musik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

Next Post

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

Ida Ayu Made Dwi Antari

Ida Ayu Made Dwi Antari

Lahir dan menetap di Bali. Seorang penyuka musik dan sastra. Mengawali jejak kepenyairannya lewat Antologi Puisi pada 2021, ia juga pernah menjadi Narasumber Kesehatan Mental. Baginya, kata adalah nada yang tak bersuara. Sapa ia di Instagram @i.a_ant.

Related Posts

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
0
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

Read moreDetails

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails
Next Post
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co