14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
in Panggung
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Maisie Sum merupakan etnomusikolog dari Conrad Grebel University College University Of Waterloo Canada

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran budaya pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Di sayap panggung sisi kanan tampak 16 mahasiswa Warga Shanti dari Conrad Grebel University College, University of Waterloo, Kanada. Mereka mengenakan busana adat Bali sambil memegang panggul gamelan dengan wajah penuh antusias. Sementara di sisi kiri, Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan Desa Adat Buleleng tampil percaya diri sebagai tuan rumah dengan tabuhan khas Bali Utara yang energik dan berwibawa.

Warga Shanti dari Kanada mengawali penampilannya dengan mempersembahkan empat karya dengan pembina tabuhnya Dewa Made Suparta, S.Sn. Pertama adalah Tabuh Gilak, komposisi musik atau tabuh dasar dalam karawitan Bali seperti gong kebyar dan gong gede yang memiliki pola siklus 8 ketukan. Biasanya tabuh ini berfungsi sebagai instrumen pengiring upacara. Tabuh ini memiliki tempo dinamis, bersemangat dan memberikan kesan gembira.

Penampilan itu kemudian dipadukan dengan Tari Pendet, tarian tradisional Bali yang melambangkan penyambutan dan penghormatan kepada dewa-dewi. Gerak tari yang lembut berpadu dengan tabuhan gamelan menciptakan suasana sakral sekaligus hangat.

Mahasiswa Kanada juga membawakan Tabuh Lelongoran, karya karawitan khas Buleleng yang dikenal mempertahankan unsur gong lelambatan dan memiliki nuansa magis tersendiri.

Associate Professor sekaligus etnomusikolog University of Waterloo, Maisie Sum, mengaku bahwa penampilan ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik untuk ditampilkan.

“Kami sangat antusias membagikan karya khas Bali Utara ini kepada penonton,” ujar Maisie.

Warga Shanti dari University of Waterloo | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Penampilan mereka ditutup dengan Tabuh Kreasi Padurasa, komposisi yang terinspirasi dari konsep gotong royong. Karya tersebut digarap bersama oleh lima mahasiswa University of Waterloo, yakni Sarah, Arden, Hailey, Shalaka, dan Logan.

Bagi Maisie, karya itu menjadi simbol kerja bersama dan proses saling belajar antaranggota kelompok selama berada di Bali.

“Karya ini lahir dari ide bersama para mahasiswa selama kami belajar dan berproses di Bali,” ujarnya.

Banjar Paketan Unjuk Gigi Tradisi Bali Utara

Tidak kalah memukau, Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan juga menampilkan empat repertoar khas Bali dengan pembina tabuhnya I Made Pasca Wirsutha, S.Sn alias Dek Pas.

Pertunjukan dibuka dengan Tari Kembang Deeng. Menurut Ketua Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan, I Ketut Sunada, Tari Kembang Deeng merupakan tarian penyambutan yang terinspirasi dari tradisi padeengan dalam upacara pitra yadnya atau pengabenan dan lahir dari Festival Tari Penyambutan se-Bali dalam ajang Pesta Kesenian Bali tahun 1998.

“Tarian ini menggambarkan widyadara dan widyadari yang turun dari kahyangan untuk menyambut sang atma,” tuturnya.

Sekaa Gong Eka Wakya Banjar Paketan | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Selanjutnya, penampilan Tari Truna Jaya. Tarian ini berasal dari Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Diciptakan sekitar tahun 1915 oleh seniman Pan Wandres, tarian ini menggambarkan dinamika dan emosi seorang pemuda yang sedang beranjak dewasa, serta biasanya ditarikan dengan gerakan yang lincah dan ekspresif

Sekaa Gong Eka Wakya juga membawakan Tabuh Lelongoran khas Buleleng dan Tabuh Kreasi Dwikora. Tabuh Dwikora yang dimainkan oleh kelompok gong yang telah berdiri sejak 1906 tersebut menggambarkan semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Kolaborasi Gamelan Bali dan Kanada di Banjar Paketan

I Ketut Sunada, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pertukaran budaya antara mahasiswa Kanada dengan kelompok gong di Banjar Paketan.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah pernah terselenggara sebelumnya, jadi sekarang menjadi lanjutan. Wakil ketua kami, I Made Pasca Wirsutha, S.Sn, memiliki relasi dengan mahasiswa Kanada dari University of Waterloo,” ungkapnya.

Menurut Sunada, para mahasiswa Kanada sebelumnya telah belajar gamelan secara daring bersama Dek Pas. Mereka mempelajari sejumlah tabuh seperti Gilak, Lelambatan, hingga Gong Tua yang di Buleleng dikenal dengan istilah lelongoran dan sekatian.

“Hasil pembelajaran daring itu mereka tampilkan di sini. Mereka juga ingin memastikan permainan gong yang dipelajari sudah sesuai dengan pakem aslinya,” katanya.

Tidak hanya belajar memainkan gamelan, mahasiswa Kanada tersebut juga tertarik meneliti kesenian Gong Tua yang dianggap memiliki keunikan tersendiri, khususnya di Bali Utara.

“Melalui kegiatan ini mereka juga ingin melihat langsung budaya yang ada di Banjar Paketan,” imbuhnya.

Tari Kembang Deeng dari Sekaa Gong Eka Wakya, Banjar Paketan | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Maisie Sum, mengungkapkan ketertarikannya terhadap gamelan Bali telah dimulai sejak 2004. Ketertarikan itu berkembang semakin dalam setelah kampusnya mengundang seniman Bali, Dewa Suparta, sebagai Artist-in-Residence di Conrad Grebel University College.

“Sejak saat itu kami memiliki banyak hubungan dengan Bali,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Bali, Maisie bersama rombongan mahasiswa menjalani latihan di Sanggar Seni Cundamani, Ubud, selama sekitar satu minggu. Ia mengatakan para mahasiswa yang ikut merupakan peserta yang memiliki ketertarikan besar terhadap musik dan budaya Bali, sehingga ingin merasakan pengalaman belajar secara langsung di Pulau Dewata. Selain itu, mereka juga ingin memperkenalkan nuansa musik Bali Utara melalui repertoar yang dibawakan.

Tari Pendet yang diiring sekaa gong dari Warga Shanti, University of Waterloo | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Maisie menjelaskan proses mempelajari gamelan bagi mahasiswa di Kanada memerlukan waktu yang cukup panjang. Dalam satu semester, mereka menjalani latihan selama 12 minggu dengan durasi sekitar tiga jam setiap pertemuan. Menurutnya, hingga waktu pementasan, mahasiswa biasanya mampu menguasai sekitar tiga karya setelah kurang lebih 30 jam latihan.

“Itu tergantung pada karyanya. Kami tidak berlatih sesering masyarakat Bali biasanya berlatih,” katanya.

Ia juga mengenang salah satu karya pertama yang dipelajarinya, yakni Tari Kebyar Gandrung, yang menurutnya menjadi salah satu komposisi paling sulit untuk dimainkan.

Pertunjukan kolaborasi tersebut dinilai Maisie sebagai pengalaman yang sangat istimewa. Ia menyebut kesempatan berbagi panggung bersama Sekaa Gong Eka Wakya menjadi momen langka sekaligus berharga bagi rombongannya.

“Kami merasa sangat beruntung bisa tampil bersama mereka, menerima masukan mereka, dan berinteraksi secara langsung,” ungkapnya.

Maisie berharap hubungan budaya yang telah terjalin dapat terus berlanjut. Ia bahkan membuka kemungkinan kolaborasi lanjutan antara seniman Kanada dan Bali.

“Kami berharap ke depannya tetap ada kolaborasi, dan saya juga berharap kami bisa kembali lagi ke Bali, khususnya ke Banjar Paketan,” katanya.

Sesi foto bersama | Foto: tatkala.co/Puja Savitri

Tidak banyak hal yang bisa membuat seorang mahasiswa rela terbang dari Kanada hanya untuk memastikan apakah cara mereka memainkan tabuh sudah benar atau belum. Namun, itulah yang dilakukan 16 mahasiswa University of Waterloo malam itu. Mereka datang dari jauh untuk bermain sepenuh hati di hadapan sekaa gong yang telah hidup lebih dari satu abad. Buleleng menyambut mereka, dan gamelan, seperti biasa, tak pernah mempersoalkan dari mana asalmu.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Banjar Paketangong kebyarKanadakesenian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berguru ke Baduy Luar

Next Post

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co