10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

Chusmeru by Chusmeru
April 30, 2026
in Tualang
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

Bukit Cendana di Desa Wisata Melung | Foto Dok.Penulis

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat wibawa ketika Presiden Prabowo Subianto mengeklaim sebagai keturunan orang Banyumas.

Kakeknya adalah Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo (16 Mei 1894 – 25 Juli 1978). Beliau merupakan tokoh penting Indonesia, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), dan juga keturunan dari Raden Joko Kahiman yang merupakan pendiri Kabupaten Banyumas, sekaligus Bupati Banyumas yang pertama.

Akan tetapi bukan hanya karena leluhur Presiden Prabowo Sobianto Banyumas dikenal orang. Sudah sejak lama Kabupaten Banyumas yang beribu kota di Purwokerto ini menjadi tujuan pelesiran orang. Banyak simbol ikonik yang dimiliki Kabupaten Banyumas.

Sungai Serayu yang berhulu di Gunung Prahu, Dieng dan bermuara di Samudra Hindia melintasi Kabupaten Banyumas. Sungai ini telah mengilhami R.Soetedja untuk menulis lagu Di Tepinya Sungai Serayu yang akrab di telinga setiap orang bila melintasi stasiun kereta api Purwokerto. Lagu itu selalu dikumandangkan setiap kereta datang dan berhenti di stasiun Purwokerto.

Lokawisata Baturraden | Foto: dolanbanyumas.banyumaskab.go.id

Gunung Slamet yang menjulang tinggi membuat Kabupaten Banyumas berhawa sejuk. Gunung ini banyak diburu oleh para pendaki. Keberadaan Gunung Slamet membuat Banyumas memiliki banyak objek wisata yang berbasis alam, seperti taman rekreasi dan curug atau air terjun.

Kehidupan masyarakatnya tidak terlalu hiruk-pikuk seperti kota besar di Indonesia. Arus lalu lintas relatif lancar, tidak pernah terjadi kemacetan kecuali di hari Lebaran. Kehidupan yang santai namun beraktivitas membuat Banyumas cocok bagi yang menyukai slow living. Tak heran bila stasiun kereta api Purwokerto menjadi salah satu stasiun favorit bagi para penumpang.

Aksesibilitas di dalam kota Purwokerto sangat memanjakan. Jalanan lebar dan mulus. Meski aksesibilitas menuju beberapa objek wisata di desa-desa belum begitu optimal. Andai saja aksesibilitas menuju objek wisata alam di Banyumas baik, maka akan banyak mengundang wisatawan secara signifikan.

Dibandingkan destinasi wisata lain yang ada di Tanah Air, Banyumas termasuk yang mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. Nyaris tidak pernah terjadi tindak kriminalitas maupun pemalakan kepada wisatawan. Tak heran bila Banyumas kini banyak dikunjungi wisatawan yang berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, maupun Jawa Tengah sendiri.

Kota Seribu Curug

Lokawisata Baturraden hingga saat ini masih menjadi ikon pariwisata Banyumas. Terletak di kaki Gunung Slamet, Baturraden berhawa sejuk. Di sekitarnya terdapat taman rekreasi yang dikelola oleh pihak swasta. Objek wisata ini dipadati pengunjung pada saat libur panjang, khususnya libur Lebaran dan tahun baru.

Curug Bayan | Foto: dolanbanyumas.banyumaskab.go.id

Banyumas juga memiliki banyak desa wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat. Salah satu desa wisata yang mengandalkan alam adalah Desa Wisata Melung yang sejuk dan asri dengan latar belakang Bukit Cendana. Terdapat pemandian di tengah persawahan yang airnya bersumber dari pegunungan. Desa wisata ini beberapa kali mendapat penghargaan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia.

Banyak pilihan hidden gem berupa curug yang terdapat di beberapa desa di Banyumas. Begitu banyaknya curug yang dimiliki, sehingga Banyumas mendapat julukan Kota Seribu Curug. Semua masih alami dan autentik. Objek wisata curug sangat disukai wisatawan yang ingin menikmati slow living dan silent travel.

Beberapa curug yang mulai banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah adalah Curug Bayan, Curug Jenggala, Curug Juneng, Curug Cipendok, Curug Telu, Curug Penganten, Curug Ceheng, Curug Bidadari, dan masih banyak lagi. Semua curug itu masih alami, meskipun ada beberapa tambahan spot foto di sekitarnya.

Curug Bayan merupakan salah satu air terjun yang banyak dikunjungi wisatawan. Curug ini berada di Dusun II Ketenger, Baturraden, Kab. Banyumas. Tiket masuk cukup murah, hanya 3000 rupiah dan buka setiap hari. Tanpa harus berjalan jauh, wisatawan dapat langsung menikmati indahnya curug ini. Terdapat vila dan restoran di sekitarnya, sehingga curug ini sangat ramah bagi anak dan keluarga.

Masih di sekitar kawasan Baturraden terdapat Curug Penganten yang indah dan sejuk. Dinamai Curug Penganten karena memiliki dua air terjun yang diibaratkan sebagai pengantin. Selain air tejun yang indah, wisatawan juga disuguhi suara-suara satwa yang membuat hati damai. Curug ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin healing maupun berwisata sunyi.

Agak jauh ke arah barat, dapat ditemukan Curug Cipendok. Terletak di Karangtengah, Kecamatan Cilongok, curug ini menjadi objek wisata alam yang diminati wisatawan. Buka setiap hari pukul 07.00-16.00, Curug Cipendok menawarkan banyak spot foto menarik. Aksesibilitasnya cukup baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan area parkir yang luas, musala, cottage, dan tiket masuk yang murah. Banyak wisatawan memanfaatkan curug ini untuk acara outbond.

Selain wisata alam curug tersebut, Banyumas juga banyak memiliki objek wisata lain yang menawarkan pengalaman autentik kepada wisatawan. Beberapa desa di Banyumas memiliki desa wisata yang masih alami dengan pesona sungai yang jernih dan bebukitan yang sejuk menghijau. Bagi wisatawan yang jenuh dengan objek wisata populer di kota besar, wisata alam di Banyumas dapat memberikan kesegaran tersendiri.

Kuliner Khas

Daya tarik Banyumas selain wisata alam adalah kuliner tradisional yang banyak tersebar di beberapa desa dan kecamatan. Aksesibilitas pusat kuliner di Banyumas sangat mudah. Wisatawan yang menginap di pusat kota dapat berburu beragam kuliner di kompleks GOR Satria. Banyak rumah makan dan restoran dengan beragam menu, mulai dari masakan lokal, Nusantara, hingga mancanegara. Harganya sangat terjangkau bagi wisatawan.

Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Banyumas, ada pilihan kuliner tradisional yang terdapat di Pasar Manis. Letaknya di tengah kota. Pasar tradisional yang telah direvitalisasi ini tertata dengan rapi dan bersih. Banyak jajanan dan makanan tradisional yang autentik, seperti ciwel, cenil, lupis, buntil, serta kuliner khas yang cocok untuk sarapan pagi.

Pasar Manis Purwokerto | Foto Dok.Penulis

Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas berkolaborasi dengan Info Purwokerto membuat tiga itinerary kuliner khas sebagai rujukan bagi wisatawan. Pertama,kuliner Banyumas Timur yang meliputi dua sesi, yaitu kuliner khas Banyumas Kota Lama dan kuliner khas Banyumas Wetan.

Wisatawan yang hendak berburu kuliner di seputaran Kota Lama Banyumas dapat menikmati Soto Sangka, Soto Goreng, Soto Bonjok, dan kupat tahu di Kecamatan Banyumas. Untuk oleh-oleh, wisatawan dapat membeli jajanan nopia dan golang galing Banyumas.

Sesi dua, wisatawan dapat menikmati kuliner khas Banyumas Wetan berupa sate bebek Tambak dan bakmi nyemek Kemranjen. Ada pula kuliner khas yang unik, yaitu sate bebek setengah meter di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh. Wisatawan yang menggemari buah durian dapat menikmati dan membawa oleh-oleh Durian Bawor khas Alasmalang di Banyumas Wetan.

Itinerary kuliner kedua ada di Kecamatan Sokaraja. Di sini wisatawan dimanjakan dengan ragam kuliner soto atau masyarakat Banyumas menyebutnya sroto, yakni Sroto Sutri, Sroto Lama, Sroto Kecik, dan Raja Soto Lama. Jajanan yang biasa dibawa wisatawan dari daerah ini adalah getuk goreng, klanting, keripik tempe, nopia, dan tempe mendoan.

Sedangkan itinerary ketiga berada di kota Purwokerto. Beberapa kuliner legendaris Banyumas sering diburu untuk mengobati rasa rindu pada Banyumas. Sesi pertama kuliner terdapat rekomendasi pilihan, seperti soto Jalan Bank yang selalu dikunjungi setiap wisatawan yang datang di kota Purwokerto. Jajanan dan oleh-oleh yang autentik adalah Serabi Cikal, Roti Go, mendoan, dan jajanan Pasar Manis.

Sesi kedua di kota Purwokerto wisatawan disuguhi kuliner Bakso Pekih dan Sate 3 Saudara yang legendaris. Jenang Jaket sering menjadi buah tangan wisatawan yang datang dari berbagai kota. Ada pula Es dan Kopi Brasil yang kerap menjadi tempat singgah wisatawan. Semua kuliner itu selalu mengesankan bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyumas.

Sate Bebek Setengah Meter di Desa Banjarpanepen | Foto Dok.Penulis

Berwisata tidak harus ke Bali, Yogya, atau Bandung yang macet lalu lintasnya. Atau bagi yang pernah berkunjung ke tiga destinasi wisata itu, Banyumas dapat menjadi alternatif berwisata yang murah, sejuk, nyaman, dan aman. Panoramanya indah, masyarakatnya ramah, dan kulinernya memanjakan lidah. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: banyumasPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

Next Post

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? ---'Cari Aman', 'Koh Ngomong' dan 'Sing Nyak Uyut' yang Menghancurkan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co