9 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puting Beliung | Cerpen Supartika

I Putu Supartika by I Putu Supartika
May 9, 2026
in Cerpen
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api itu berputar-putar. Juga roh-roh yang sedang mengalami siksaan, para algojo penyiksa, pengurus neraka, alat-alat penyiksaan, dan seisi neraka ikut diterbangkan dan digulung angin. Teriakan-teriakan dan benturan benda-benda, dan kobaran api menciptakan nada-nada aneh, seperti sebuah usaha untuk membuat nada absurd.

Neraka dilanda puting beliung pada Minggu pagi, pukul 07.12 waktu manusia. Tak ada tanda-tanda akan munculnya angin ini. Neraka berjalan seperti biasa hari itu dan semuanya sepertinya akan baik-baik saja. Beberapa roh berdosa baru didatangkan dari dunia dan ada sebagian dari mereka telah selesai disidang secara maraton atas segala dosa-dosa yang dibuatnya di dunia. Beberapa menyangkal, namun roh-roh itu tak bisa mengelak saat hakim memutar video dari hard disk tentang kejahatan yang dilakukannya di dunia. Memang selama ini, setiap gerakan manusia di dunia dipantau dengan alat perekam video dan videonya disimpan dalam sebuah hard disk berukuran besar dan diisi nama di bagian luarnya agar tak tertukar. Rekaman itulah yang digunakan sebagai bukti yang tak bisa disangkal oleh para roh. Mau tak mau, semua menerima vonis itu.

Barisan roh yang menunggu untuk disidang dan penjatuhan vonis hukuman sangatlah panjang. Begitu banyak kematian hari itu di dunia. Kebanyakan roh datang dari negeri selatan yang kebetulan baru saja dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan tak henti-hentinya turun selama lima hari. Saat hakim neraka akan memukulkan palu untuk memvonis bersalah roh seorang juragan sawit dari negeri selatan yang tertimbun longsor, angin tiba-tiba datang, menyambar dengan cepatnya, palu di tangan hakim lepas dan ikut tergulung, termasuk hakim dan roh-roh yang menunggu vonis.

Kekacauan dengan segera merebak di seluruh penjuru neraka. Angin bercampur api yang berputar itu bergerak sangat cepat, petir menyambar-nyambar di sampingnya dengan suaranya yang menggelegar. Angin itu terus berputar-putar di neraka sepanjang hari selama sepuluh hari, berkeliling, kembali menuju titik awal, lalu berkeliling lagi. Tak ada benda-benda atau roh yang diam, semuanya berputar-putar bersama angin. Beberapa roh muntah karena pusing, dan muntahannya tak sempat jatuh ke dasar neraka, karena langsung disambar angin.

Setiap benda yang tersentuh angin bercampur api langsung terbakar dan berputar. Untunglah roh tahan api, sehingga tak terbakar. Hanya terasa panas saja di badan dan itu makanan harian bagi mereka yang tengah menerima siksaan. Api besar membara di seluruh penjuru neraka. Tak ada yang bisa terselamatkan, dan tak ada yang mampu menyelamatkannya dari kehancuran itu.

Di hari terakhir, saat angin benar-benar padam dan hilang, roh-roh bertumpuk di dasar neraka. Mereka merasakan pusing yang hebat hingga tak kuasa untuk beranjak. Bahkan roh paling atas yang menindih roh-roh lainnya tak kuasa untuk bergerak. Di antara mereka juga tertindih hakim neraka, para algojo penyiksa, pengurus neraka, meja hakim yang gosong, catatan kejahatan yang terbakar, hard disk eksternal dengan kapasitas bertera-terabyte yang berisi rekaman kejahatan roh di dunia yang juga menghitam. Sebuah benda mirip kuali besar tempat api berkobar-kobar dan roh direbus juga terbalik. Apinya mengecil dan nyaris padam.

Seorang algojo mencoba menyadarkan diri dari rasa pusing hebat dan ingin menyelamatkan api agar tak mati. Baru bisa berdiri, langsung ambruk dan muntah. Ia tak hilang akal, merangkaklah menuju tempat api. Beberapa potongan benda yang bisa terbakar ditumpuknya hingga api kembali menyala. Butuh dua sampai lima hari agar semua sadar dari rasa pusing dan mual akibat putaran angin puting beliung itu. Neraka jadi penuh bau muntahan dan benda gosong. Semua hanya tinggal puing-puing dan beberapa telah jadi abu. Setelah semua sadar, raja neraka yang melakukan perjalanan dinas ke sorga dan telah kembali, dan tentu saja selamat dari amukan angin ini segera menggelar rapat darurat. Hasil rapat: neraka ditutup sementara sampai perbaikan tuntas. Sebagai gantinya, roh-roh yang baru datang dari bumi diungsikan ke surga, tak peduli ia berbuat baik atau jahat.

Untuk pembangunan kembali neraka yang porak-poranda, digelarlah gotong royong dengan melibatkan roh-roh dan semua penghuni neraka. Untuk pekerjaan ini, mereka dibebaskan dari hukuman selama neraka belum beres. Langkah pertama dari gotong royong ini adalah mengembalikan kuali besar tempat merebus roh ke posisi semula. Saking besarnya, semua roh harus berjuang keras. Tali tambang dipasang, dikatrol pada tiang-tiang besar agar kuali itu bisa tengadah. Teriakan saling menyemangati terdengar di antara mereka.

“Satu… dua… tiga… Tarikkk…!”
“Tarik…!”
“Tarik lagi! Tarik!”
“Sedikit lagi.”
“Tarik lebih kuat lagi.”
“Ayo tarik…”
“Tarik…”
“Iyaaaaa…”

Kuali besar berhasil ditengadahkan dan semua roh bersorak sambil tepuk tangan. Setelah tengadah, api yang kecil diperbesar oleh algojo penyiksa. Selesai dengan urusan kuali, kini roh-roh di neraka harus membangun neraka kembali seperti semula. Bangunan-bangunan yang roboh mau pun terbakar harus segera dibangun. Termasuk ruang sidang untuk vonis hukuman para roh, ruang tunggu, dan lainnya. Kaki meja yang patah dipaku, taman-taman ditata. Tak ada yang diam, semua bekerja keras.

Demi kelancaran bahan bangunan, yang harus segera dibereskan adalah persimpangan antara surga dan neraka. Terkhusus untuk jalan ke neraka yang rusak parah dan jembatannya putus. Selain karena kerusakan, akses ke neraka yang putus juga jadi alasan roh yang baru langsung diungsikan ke surga. Untunglah waktu itu raja neraka yang pulang dari kunjungan kerja ke surga naik kuda api terbang sehingga bisa melewati jembatan yang roboh. Roh-roh di neraka harus mengangkat batu-batu besar bersama para algojo dan pengurus neraka. Agar pekerjaan lebih mudah, mereka membuat barisan panjang, dan batu dikirim lewat barisan itu satu per satu. Roh yang lihai membangun saat masih di dunia bertugas membuat konstruksi. Di neraka kini, semua keahlian dalam bidang arsitektur, seni, dan ilmu hitung jadi sangat berguna.

Setelah menyelesaikan pembangunan jembatan dalam sebulan, penghuni neraka membangun gedung, dimulai dari gapura, ruang persidangan, ruang tunggu, rumah-rumah para algojo dan pengurus neraka dan bangunan lainnya. Berhari-hari, mereka saling membantu tanpa digaji. Berbulan-bulan mereka menguras tenaga. Berton-ton gelondongan kayu diangkut dari sorga dengan kereta yang ditarik kuda bersayap. Sesampainya di neraka, kayu itu dibelah sesuai kebutuhan. Sepanjang hari suara kapak, gergaji, pahat, dan palu menjadi semacam hiburan bagi mereka. Di sela-sela pekerjaannya, roh-roh yang punya keahlian menari, menyanyi, atau bermain sandiwara akan menawarkan hiburan yang cukup untuk menghapus rasa lelah mereka. Raja neraka dan semua pengurus termasuk algojo kadang ikut menonton di antara mereka, tertawa jika ada yang dirasa lucu.

Setelah gotong royong selama tiga tahun, pekerjaan perbaikan neraka usai. Sekali lagi, roh-roh bergotong royong membersihkan sisa pembangunan hingga jalanan menjadi licin, tak ada sisa cipratan cat atau bekas potongan kayu. Dengan selesainya pembangunan, neraka dibuka kembali secara normal, tentunya setelah dilakukan peresmian oleh raja neraka dengan pengguntingan pita di depan gapura yang turut disaksikan raja surga. Semua pengurus dan algojo bersorak atas peresmian itu, kecuali para roh. Begitu pita dipotong, terdengar suara dari pengeras suara yang memaksa para roh berkumpul di halaman. Semua roh berbaris tanpa berani menolak. Pimpinan algojo memberikan pengarahan, roh-roh yang sebelumnya sudah divonis dan tengah menjalani penyiksaan diwajibkan untuk kembali ke tempat penyiksaan masing-masing. Ancaman ditebar jika ada yang tak manut atau ketahuan berbohong. Di bawah ancaman, roh-roh itu menuju tempat penyiksaan, ada yang masuk ke dalam kuali besar yang apinya terus berkobar-kobar dan mendidih. Beberapa ada yang masuk ke bawah batu besar dan tubuhnya dijepit di sana. Yang lain menuju ke tiang gantungan, digantung dengan posisi kepala di bawah, seekor tikus terus menggigit tali, jika lepas, di bawah telah menunggu pisau tajam yang runcing menghadap ke atas.

Pengumuman juga ditujukan bagi roh yang sebelum puting beliung tengah antre untuk disidang, termasuk roh juragan kelapa sawit yang harus mengikuti persidangan ulang. Mereka berkumpul di ruang transit untuk menunggu antrian sidang. Beberapa pengurus neraka juga diutus untuk memanggil roh yang diungsikan ke surga untuk segera menjalani pemeriksaan dosa yang diperbuat saat jadi manusia di dunia. Jika terbukti tak melakukan dosa, mereka dikembalikan ke surga, jika banyak dosa, pantaslah mereka dilempar ke neraka.

Hakim neraka duduk di meja persidangan dan palu berada di sampingnya, jaksa dan saksi juga ada di sana. Mereka melakukan sidang perdana secara maraton pasca kehancuran neraka. Roh pertama, juragan kelapa sawit, duduk di kursi pesakitan. Banyak dosa yang ia lakukan saat hidup, termasuk menjadi penyebab banjir besar karena mengubah lima belas hektar hutan jadi kebun sawit, meracun warga yang menolak, sampai pada kongkalikong dengan bupati dan kementerian kehutanan untuk memuluskan rencananya. Ketika ditanya, roh juragan kelapa sawit melakukan pembelaan. Ia mengaku tak pernah melakukan kejahatan di dunia, malahan kebun sawitnya membantu banyak orang mendapat pekerjaan, termasuk menyerap para sarjana yang menganggur. Seperti biasa, jurus pamungkas dikeluarkan, video tentang kejahatan mereka yang tersimpan dalam hard disk pun diputar agar roh itu tak bisa menyangkal perbuatannya.

Pemutaran video gagal, hard disk itu rusak akibat terbakar saat bencana puting beliung. Hakim dan jaksa neraka saling lirik. [T]

Denpasar, April – Mei 2026

Penulis: Supartika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

Next Post

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails
Next Post
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

Pertama Kali Jadi Orang Tua  ---Wajar Jika Tak Sempurna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot
Esai

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
Terbang di Atas Sepi
Esai

Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

by Angga Wijaya
May 8, 2026
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single
Pop

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama
Esai

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan
Esai

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

by Sugi Lanus
May 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co