25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puting Beliung | Cerpen Supartika

I Putu Supartika by I Putu Supartika
May 9, 2026
in Cerpen
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api itu berputar-putar. Juga roh-roh yang sedang mengalami siksaan, para algojo penyiksa, pengurus neraka, alat-alat penyiksaan, dan seisi neraka ikut diterbangkan dan digulung angin. Teriakan-teriakan dan benturan benda-benda, dan kobaran api menciptakan nada-nada aneh, seperti sebuah usaha untuk membuat nada absurd.

Neraka dilanda puting beliung pada Minggu pagi, pukul 07.12 waktu manusia. Tak ada tanda-tanda akan munculnya angin ini. Neraka berjalan seperti biasa hari itu dan semuanya sepertinya akan baik-baik saja. Beberapa roh berdosa baru didatangkan dari dunia dan ada sebagian dari mereka telah selesai disidang secara maraton atas segala dosa-dosa yang dibuatnya di dunia. Beberapa menyangkal, namun roh-roh itu tak bisa mengelak saat hakim memutar video dari hard disk tentang kejahatan yang dilakukannya di dunia. Memang selama ini, setiap gerakan manusia di dunia dipantau dengan alat perekam video dan videonya disimpan dalam sebuah hard disk berukuran besar dan diisi nama di bagian luarnya agar tak tertukar. Rekaman itulah yang digunakan sebagai bukti yang tak bisa disangkal oleh para roh. Mau tak mau, semua menerima vonis itu.

Barisan roh yang menunggu untuk disidang dan penjatuhan vonis hukuman sangatlah panjang. Begitu banyak kematian hari itu di dunia. Kebanyakan roh datang dari negeri selatan yang kebetulan baru saja dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan tak henti-hentinya turun selama lima hari. Saat hakim neraka akan memukulkan palu untuk memvonis bersalah roh seorang juragan sawit dari negeri selatan yang tertimbun longsor, angin tiba-tiba datang, menyambar dengan cepatnya, palu di tangan hakim lepas dan ikut tergulung, termasuk hakim dan roh-roh yang menunggu vonis.

Kekacauan dengan segera merebak di seluruh penjuru neraka. Angin bercampur api yang berputar itu bergerak sangat cepat, petir menyambar-nyambar di sampingnya dengan suaranya yang menggelegar. Angin itu terus berputar-putar di neraka sepanjang hari selama sepuluh hari, berkeliling, kembali menuju titik awal, lalu berkeliling lagi. Tak ada benda-benda atau roh yang diam, semuanya berputar-putar bersama angin. Beberapa roh muntah karena pusing, dan muntahannya tak sempat jatuh ke dasar neraka, karena langsung disambar angin.

Setiap benda yang tersentuh angin bercampur api langsung terbakar dan berputar. Untunglah roh tahan api, sehingga tak terbakar. Hanya terasa panas saja di badan dan itu makanan harian bagi mereka yang tengah menerima siksaan. Api besar membara di seluruh penjuru neraka. Tak ada yang bisa terselamatkan, dan tak ada yang mampu menyelamatkannya dari kehancuran itu.

Di hari terakhir, saat angin benar-benar padam dan hilang, roh-roh bertumpuk di dasar neraka. Mereka merasakan pusing yang hebat hingga tak kuasa untuk beranjak. Bahkan roh paling atas yang menindih roh-roh lainnya tak kuasa untuk bergerak. Di antara mereka juga tertindih hakim neraka, para algojo penyiksa, pengurus neraka, meja hakim yang gosong, catatan kejahatan yang terbakar, hard disk eksternal dengan kapasitas bertera-terabyte yang berisi rekaman kejahatan roh di dunia yang juga menghitam. Sebuah benda mirip kuali besar tempat api berkobar-kobar dan roh direbus juga terbalik. Apinya mengecil dan nyaris padam.

Seorang algojo mencoba menyadarkan diri dari rasa pusing hebat dan ingin menyelamatkan api agar tak mati. Baru bisa berdiri, langsung ambruk dan muntah. Ia tak hilang akal, merangkaklah menuju tempat api. Beberapa potongan benda yang bisa terbakar ditumpuknya hingga api kembali menyala. Butuh dua sampai lima hari agar semua sadar dari rasa pusing dan mual akibat putaran angin puting beliung itu. Neraka jadi penuh bau muntahan dan benda gosong. Semua hanya tinggal puing-puing dan beberapa telah jadi abu. Setelah semua sadar, raja neraka yang melakukan perjalanan dinas ke sorga dan telah kembali, dan tentu saja selamat dari amukan angin ini segera menggelar rapat darurat. Hasil rapat: neraka ditutup sementara sampai perbaikan tuntas. Sebagai gantinya, roh-roh yang baru datang dari bumi diungsikan ke surga, tak peduli ia berbuat baik atau jahat.

Untuk pembangunan kembali neraka yang porak-poranda, digelarlah gotong royong dengan melibatkan roh-roh dan semua penghuni neraka. Untuk pekerjaan ini, mereka dibebaskan dari hukuman selama neraka belum beres. Langkah pertama dari gotong royong ini adalah mengembalikan kuali besar tempat merebus roh ke posisi semula. Saking besarnya, semua roh harus berjuang keras. Tali tambang dipasang, dikatrol pada tiang-tiang besar agar kuali itu bisa tengadah. Teriakan saling menyemangati terdengar di antara mereka.

“Satu… dua… tiga… Tarikkk…!”
“Tarik…!”
“Tarik lagi! Tarik!”
“Sedikit lagi.”
“Tarik lebih kuat lagi.”
“Ayo tarik…”
“Tarik…”
“Iyaaaaa…”

Kuali besar berhasil ditengadahkan dan semua roh bersorak sambil tepuk tangan. Setelah tengadah, api yang kecil diperbesar oleh algojo penyiksa. Selesai dengan urusan kuali, kini roh-roh di neraka harus membangun neraka kembali seperti semula. Bangunan-bangunan yang roboh mau pun terbakar harus segera dibangun. Termasuk ruang sidang untuk vonis hukuman para roh, ruang tunggu, dan lainnya. Kaki meja yang patah dipaku, taman-taman ditata. Tak ada yang diam, semua bekerja keras.

Demi kelancaran bahan bangunan, yang harus segera dibereskan adalah persimpangan antara surga dan neraka. Terkhusus untuk jalan ke neraka yang rusak parah dan jembatannya putus. Selain karena kerusakan, akses ke neraka yang putus juga jadi alasan roh yang baru langsung diungsikan ke surga. Untunglah waktu itu raja neraka yang pulang dari kunjungan kerja ke surga naik kuda api terbang sehingga bisa melewati jembatan yang roboh. Roh-roh di neraka harus mengangkat batu-batu besar bersama para algojo dan pengurus neraka. Agar pekerjaan lebih mudah, mereka membuat barisan panjang, dan batu dikirim lewat barisan itu satu per satu. Roh yang lihai membangun saat masih di dunia bertugas membuat konstruksi. Di neraka kini, semua keahlian dalam bidang arsitektur, seni, dan ilmu hitung jadi sangat berguna.

Setelah menyelesaikan pembangunan jembatan dalam sebulan, penghuni neraka membangun gedung, dimulai dari gapura, ruang persidangan, ruang tunggu, rumah-rumah para algojo dan pengurus neraka dan bangunan lainnya. Berhari-hari, mereka saling membantu tanpa digaji. Berbulan-bulan mereka menguras tenaga. Berton-ton gelondongan kayu diangkut dari sorga dengan kereta yang ditarik kuda bersayap. Sesampainya di neraka, kayu itu dibelah sesuai kebutuhan. Sepanjang hari suara kapak, gergaji, pahat, dan palu menjadi semacam hiburan bagi mereka. Di sela-sela pekerjaannya, roh-roh yang punya keahlian menari, menyanyi, atau bermain sandiwara akan menawarkan hiburan yang cukup untuk menghapus rasa lelah mereka. Raja neraka dan semua pengurus termasuk algojo kadang ikut menonton di antara mereka, tertawa jika ada yang dirasa lucu.

Setelah gotong royong selama tiga tahun, pekerjaan perbaikan neraka usai. Sekali lagi, roh-roh bergotong royong membersihkan sisa pembangunan hingga jalanan menjadi licin, tak ada sisa cipratan cat atau bekas potongan kayu. Dengan selesainya pembangunan, neraka dibuka kembali secara normal, tentunya setelah dilakukan peresmian oleh raja neraka dengan pengguntingan pita di depan gapura yang turut disaksikan raja surga. Semua pengurus dan algojo bersorak atas peresmian itu, kecuali para roh. Begitu pita dipotong, terdengar suara dari pengeras suara yang memaksa para roh berkumpul di halaman. Semua roh berbaris tanpa berani menolak. Pimpinan algojo memberikan pengarahan, roh-roh yang sebelumnya sudah divonis dan tengah menjalani penyiksaan diwajibkan untuk kembali ke tempat penyiksaan masing-masing. Ancaman ditebar jika ada yang tak manut atau ketahuan berbohong. Di bawah ancaman, roh-roh itu menuju tempat penyiksaan, ada yang masuk ke dalam kuali besar yang apinya terus berkobar-kobar dan mendidih. Beberapa ada yang masuk ke bawah batu besar dan tubuhnya dijepit di sana. Yang lain menuju ke tiang gantungan, digantung dengan posisi kepala di bawah, seekor tikus terus menggigit tali, jika lepas, di bawah telah menunggu pisau tajam yang runcing menghadap ke atas.

Pengumuman juga ditujukan bagi roh yang sebelum puting beliung tengah antre untuk disidang, termasuk roh juragan kelapa sawit yang harus mengikuti persidangan ulang. Mereka berkumpul di ruang transit untuk menunggu antrian sidang. Beberapa pengurus neraka juga diutus untuk memanggil roh yang diungsikan ke surga untuk segera menjalani pemeriksaan dosa yang diperbuat saat jadi manusia di dunia. Jika terbukti tak melakukan dosa, mereka dikembalikan ke surga, jika banyak dosa, pantaslah mereka dilempar ke neraka.

Hakim neraka duduk di meja persidangan dan palu berada di sampingnya, jaksa dan saksi juga ada di sana. Mereka melakukan sidang perdana secara maraton pasca kehancuran neraka. Roh pertama, juragan kelapa sawit, duduk di kursi pesakitan. Banyak dosa yang ia lakukan saat hidup, termasuk menjadi penyebab banjir besar karena mengubah lima belas hektar hutan jadi kebun sawit, meracun warga yang menolak, sampai pada kongkalikong dengan bupati dan kementerian kehutanan untuk memuluskan rencananya. Ketika ditanya, roh juragan kelapa sawit melakukan pembelaan. Ia mengaku tak pernah melakukan kejahatan di dunia, malahan kebun sawitnya membantu banyak orang mendapat pekerjaan, termasuk menyerap para sarjana yang menganggur. Seperti biasa, jurus pamungkas dikeluarkan, video tentang kejahatan mereka yang tersimpan dalam hard disk pun diputar agar roh itu tak bisa menyangkal perbuatannya.

Pemutaran video gagal, hard disk itu rusak akibat terbakar saat bencana puting beliung. Hakim dan jaksa neraka saling lirik. [T]

Denpasar, April – Mei 2026

Penulis: Supartika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

Next Post

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

Pertama Kali Jadi Orang Tua  ---Wajar Jika Tak Sempurna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co