1 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puting Beliung | Cerpen Supartika

I Putu Supartika by I Putu Supartika
May 9, 2026
in Cerpen
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api itu berputar-putar. Juga roh-roh yang sedang mengalami siksaan, para algojo penyiksa, pengurus neraka, alat-alat penyiksaan, dan seisi neraka ikut diterbangkan dan digulung angin. Teriakan-teriakan dan benturan benda-benda, dan kobaran api menciptakan nada-nada aneh, seperti sebuah usaha untuk membuat nada absurd.

Neraka dilanda puting beliung pada Minggu pagi, pukul 07.12 waktu manusia. Tak ada tanda-tanda akan munculnya angin ini. Neraka berjalan seperti biasa hari itu dan semuanya sepertinya akan baik-baik saja. Beberapa roh berdosa baru didatangkan dari dunia dan ada sebagian dari mereka telah selesai disidang secara maraton atas segala dosa-dosa yang dibuatnya di dunia. Beberapa menyangkal, namun roh-roh itu tak bisa mengelak saat hakim memutar video dari hard disk tentang kejahatan yang dilakukannya di dunia. Memang selama ini, setiap gerakan manusia di dunia dipantau dengan alat perekam video dan videonya disimpan dalam sebuah hard disk berukuran besar dan diisi nama di bagian luarnya agar tak tertukar. Rekaman itulah yang digunakan sebagai bukti yang tak bisa disangkal oleh para roh. Mau tak mau, semua menerima vonis itu.

Barisan roh yang menunggu untuk disidang dan penjatuhan vonis hukuman sangatlah panjang. Begitu banyak kematian hari itu di dunia. Kebanyakan roh datang dari negeri selatan yang kebetulan baru saja dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan tak henti-hentinya turun selama lima hari. Saat hakim neraka akan memukulkan palu untuk memvonis bersalah roh seorang juragan sawit dari negeri selatan yang tertimbun longsor, angin tiba-tiba datang, menyambar dengan cepatnya, palu di tangan hakim lepas dan ikut tergulung, termasuk hakim dan roh-roh yang menunggu vonis.

Kekacauan dengan segera merebak di seluruh penjuru neraka. Angin bercampur api yang berputar itu bergerak sangat cepat, petir menyambar-nyambar di sampingnya dengan suaranya yang menggelegar. Angin itu terus berputar-putar di neraka sepanjang hari selama sepuluh hari, berkeliling, kembali menuju titik awal, lalu berkeliling lagi. Tak ada benda-benda atau roh yang diam, semuanya berputar-putar bersama angin. Beberapa roh muntah karena pusing, dan muntahannya tak sempat jatuh ke dasar neraka, karena langsung disambar angin.

Setiap benda yang tersentuh angin bercampur api langsung terbakar dan berputar. Untunglah roh tahan api, sehingga tak terbakar. Hanya terasa panas saja di badan dan itu makanan harian bagi mereka yang tengah menerima siksaan. Api besar membara di seluruh penjuru neraka. Tak ada yang bisa terselamatkan, dan tak ada yang mampu menyelamatkannya dari kehancuran itu.

Di hari terakhir, saat angin benar-benar padam dan hilang, roh-roh bertumpuk di dasar neraka. Mereka merasakan pusing yang hebat hingga tak kuasa untuk beranjak. Bahkan roh paling atas yang menindih roh-roh lainnya tak kuasa untuk bergerak. Di antara mereka juga tertindih hakim neraka, para algojo penyiksa, pengurus neraka, meja hakim yang gosong, catatan kejahatan yang terbakar, hard disk eksternal dengan kapasitas bertera-terabyte yang berisi rekaman kejahatan roh di dunia yang juga menghitam. Sebuah benda mirip kuali besar tempat api berkobar-kobar dan roh direbus juga terbalik. Apinya mengecil dan nyaris padam.

Seorang algojo mencoba menyadarkan diri dari rasa pusing hebat dan ingin menyelamatkan api agar tak mati. Baru bisa berdiri, langsung ambruk dan muntah. Ia tak hilang akal, merangkaklah menuju tempat api. Beberapa potongan benda yang bisa terbakar ditumpuknya hingga api kembali menyala. Butuh dua sampai lima hari agar semua sadar dari rasa pusing dan mual akibat putaran angin puting beliung itu. Neraka jadi penuh bau muntahan dan benda gosong. Semua hanya tinggal puing-puing dan beberapa telah jadi abu. Setelah semua sadar, raja neraka yang melakukan perjalanan dinas ke sorga dan telah kembali, dan tentu saja selamat dari amukan angin ini segera menggelar rapat darurat. Hasil rapat: neraka ditutup sementara sampai perbaikan tuntas. Sebagai gantinya, roh-roh yang baru datang dari bumi diungsikan ke surga, tak peduli ia berbuat baik atau jahat.

Untuk pembangunan kembali neraka yang porak-poranda, digelarlah gotong royong dengan melibatkan roh-roh dan semua penghuni neraka. Untuk pekerjaan ini, mereka dibebaskan dari hukuman selama neraka belum beres. Langkah pertama dari gotong royong ini adalah mengembalikan kuali besar tempat merebus roh ke posisi semula. Saking besarnya, semua roh harus berjuang keras. Tali tambang dipasang, dikatrol pada tiang-tiang besar agar kuali itu bisa tengadah. Teriakan saling menyemangati terdengar di antara mereka.

“Satu… dua… tiga… Tarikkk…!”
“Tarik…!”
“Tarik lagi! Tarik!”
“Sedikit lagi.”
“Tarik lebih kuat lagi.”
“Ayo tarik…”
“Tarik…”
“Iyaaaaa…”

Kuali besar berhasil ditengadahkan dan semua roh bersorak sambil tepuk tangan. Setelah tengadah, api yang kecil diperbesar oleh algojo penyiksa. Selesai dengan urusan kuali, kini roh-roh di neraka harus membangun neraka kembali seperti semula. Bangunan-bangunan yang roboh mau pun terbakar harus segera dibangun. Termasuk ruang sidang untuk vonis hukuman para roh, ruang tunggu, dan lainnya. Kaki meja yang patah dipaku, taman-taman ditata. Tak ada yang diam, semua bekerja keras.

Demi kelancaran bahan bangunan, yang harus segera dibereskan adalah persimpangan antara surga dan neraka. Terkhusus untuk jalan ke neraka yang rusak parah dan jembatannya putus. Selain karena kerusakan, akses ke neraka yang putus juga jadi alasan roh yang baru langsung diungsikan ke surga. Untunglah waktu itu raja neraka yang pulang dari kunjungan kerja ke surga naik kuda api terbang sehingga bisa melewati jembatan yang roboh. Roh-roh di neraka harus mengangkat batu-batu besar bersama para algojo dan pengurus neraka. Agar pekerjaan lebih mudah, mereka membuat barisan panjang, dan batu dikirim lewat barisan itu satu per satu. Roh yang lihai membangun saat masih di dunia bertugas membuat konstruksi. Di neraka kini, semua keahlian dalam bidang arsitektur, seni, dan ilmu hitung jadi sangat berguna.

Setelah menyelesaikan pembangunan jembatan dalam sebulan, penghuni neraka membangun gedung, dimulai dari gapura, ruang persidangan, ruang tunggu, rumah-rumah para algojo dan pengurus neraka dan bangunan lainnya. Berhari-hari, mereka saling membantu tanpa digaji. Berbulan-bulan mereka menguras tenaga. Berton-ton gelondongan kayu diangkut dari sorga dengan kereta yang ditarik kuda bersayap. Sesampainya di neraka, kayu itu dibelah sesuai kebutuhan. Sepanjang hari suara kapak, gergaji, pahat, dan palu menjadi semacam hiburan bagi mereka. Di sela-sela pekerjaannya, roh-roh yang punya keahlian menari, menyanyi, atau bermain sandiwara akan menawarkan hiburan yang cukup untuk menghapus rasa lelah mereka. Raja neraka dan semua pengurus termasuk algojo kadang ikut menonton di antara mereka, tertawa jika ada yang dirasa lucu.

Setelah gotong royong selama tiga tahun, pekerjaan perbaikan neraka usai. Sekali lagi, roh-roh bergotong royong membersihkan sisa pembangunan hingga jalanan menjadi licin, tak ada sisa cipratan cat atau bekas potongan kayu. Dengan selesainya pembangunan, neraka dibuka kembali secara normal, tentunya setelah dilakukan peresmian oleh raja neraka dengan pengguntingan pita di depan gapura yang turut disaksikan raja surga. Semua pengurus dan algojo bersorak atas peresmian itu, kecuali para roh. Begitu pita dipotong, terdengar suara dari pengeras suara yang memaksa para roh berkumpul di halaman. Semua roh berbaris tanpa berani menolak. Pimpinan algojo memberikan pengarahan, roh-roh yang sebelumnya sudah divonis dan tengah menjalani penyiksaan diwajibkan untuk kembali ke tempat penyiksaan masing-masing. Ancaman ditebar jika ada yang tak manut atau ketahuan berbohong. Di bawah ancaman, roh-roh itu menuju tempat penyiksaan, ada yang masuk ke dalam kuali besar yang apinya terus berkobar-kobar dan mendidih. Beberapa ada yang masuk ke bawah batu besar dan tubuhnya dijepit di sana. Yang lain menuju ke tiang gantungan, digantung dengan posisi kepala di bawah, seekor tikus terus menggigit tali, jika lepas, di bawah telah menunggu pisau tajam yang runcing menghadap ke atas.

Pengumuman juga ditujukan bagi roh yang sebelum puting beliung tengah antre untuk disidang, termasuk roh juragan kelapa sawit yang harus mengikuti persidangan ulang. Mereka berkumpul di ruang transit untuk menunggu antrian sidang. Beberapa pengurus neraka juga diutus untuk memanggil roh yang diungsikan ke surga untuk segera menjalani pemeriksaan dosa yang diperbuat saat jadi manusia di dunia. Jika terbukti tak melakukan dosa, mereka dikembalikan ke surga, jika banyak dosa, pantaslah mereka dilempar ke neraka.

Hakim neraka duduk di meja persidangan dan palu berada di sampingnya, jaksa dan saksi juga ada di sana. Mereka melakukan sidang perdana secara maraton pasca kehancuran neraka. Roh pertama, juragan kelapa sawit, duduk di kursi pesakitan. Banyak dosa yang ia lakukan saat hidup, termasuk menjadi penyebab banjir besar karena mengubah lima belas hektar hutan jadi kebun sawit, meracun warga yang menolak, sampai pada kongkalikong dengan bupati dan kementerian kehutanan untuk memuluskan rencananya. Ketika ditanya, roh juragan kelapa sawit melakukan pembelaan. Ia mengaku tak pernah melakukan kejahatan di dunia, malahan kebun sawitnya membantu banyak orang mendapat pekerjaan, termasuk menyerap para sarjana yang menganggur. Seperti biasa, jurus pamungkas dikeluarkan, video tentang kejahatan mereka yang tersimpan dalam hard disk pun diputar agar roh itu tak bisa menyangkal perbuatannya.

Pemutaran video gagal, hard disk itu rusak akibat terbakar saat bencana puting beliung. Hakim dan jaksa neraka saling lirik. [T]

Denpasar, April – Mei 2026

Penulis: Supartika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

Next Post

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

Pertama Kali Jadi Orang Tua  ---Wajar Jika Tak Sempurna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’
Ulas Pentas

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

by Sugi Lanus
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co