19 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

Sugi Lanus by Sugi Lanus
May 9, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026

Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka atau membiarkan beroperasinya fasilitas pembakaran sampah yang tidak standar adalah pemimpin yang tidak memahami pondasi spiritual Hindu Bali.

Napas sebagai Pondasi Suci Hindu Bali

Dalam lontar-lontar yang berisi pedoman sembahyang Hindu Bali dijelaskan bahwa: “Napas adalah pondasi spiritual yang sangat vital dalam Hindu Bali.”

Napas sebagai pondasi spiritual dikenal dengan istilah Pranayama.

Pranayama adalah teknik napas untuk memberikan kualitas udara terbaik kepada paru-paru, jantung, otak dan seluruh bagian tubuh kita. Pranayama akan berkualitas kalau udara sekitar bersih dan berkualitas.

Pranayama adalah aturan pernapasan untuk penyelarasan pikiran dan tubuh, untuk penyelarasan diri dengan alam semesta, sebelum memasuki doa atau tahapan bermantra atau meditasi. Suasana asri, tumbuhan rimbun, udara bersih sangat diperlukan untuk mendukung Pranayama.

Pranayama adalah jalan suci yang harus dilatih setiap hari. Pranayama adalah ajaran paling dasar dari ajaran Hindu Bali di dalamnya punya pesan yang sangat mendasar bahwa alam semesta dan tubuh manusia saling terikat. Bahkan tidak terpisahkan, satu kesatuan.

Ketika kita melakukan Pranayama — yang terdiri dari Puraka, Kumbhaka, dan Recaka (tarik napas, tahan napas, lepas napas) — fisik dan batin kita dibimbing secara alamiah memasuki unsur inti keberadaan kita yaitu Prana. “Prana” adalah inti tubuh dan batin manusia dan juga unsur inti dari alam semesta. Di sinilah semesta dan manusia adalah satu karena berinti sama yaitu “Prana”.

Membakar sampah dan polusi udara bertentangan dengan Hindu Bali karena ketika udara terpolusi maka kita memutus relasi suci dengan “Prana”, atau memutus diri kita dengan energi suci terdalam dari udara-oksigen yang kita jadikan kendaraan suci ke dalam jalan spiritual kita.

Bakar Sampah berarti Menyambut Kematian?

Ketika membakar sampah kita mencemari kesucian udara (bayu). Sang Hyang Bayu (kekuatan inti angin dan udara) adalah salah satu unsur Panca Maha Bhuta yang sangat halus. Membakar sampah berarti membuat Sang Hyang Bayu menjadi “cemer” (cemar secara ‘sekala-niskala’). Bayu (udara) yang terpolusi tidak akan mengandung “bayu” tapi membuat kita “layu”, dalam bahasa Bali disebut “kalayon” (menuju kematian atau menjadi mayat).

Membakar sampah bertentangan dengan pemuliaan Bhatara Bayu yang sangat penting dalam Hindu Bali, baik dalam pengobatan Usada dan teknik pernapasan prana untuk kekuatan Sekala-Niskala. Membakar sampah tidak selaras dengan ajaran suci menghidupkan Aksara Dasa Bayu yang prakteknya memadukan teknik napas dan bija-mantra suci.

Udara sebagai Kendaraan Mantra

Udara yang bersih adalah media atau “kendaraan” bagi vibrasi puja-mantra yang menjadi pokok agama Hindu Bali. Udara bersih adalah ruangan terbuka bagi jiwa. Udara tercemar sebaliknya menjadi hambatan doa-puja-mantra. Pencemaran udara secara fisik dan metafisik mengotori saluran energi (Nadi) dalam tubuh, akan menghambat proses penyucian batin.

Kesehatan Pernapasan sebagai Modal Sembahyang

Bagaimana mungkin kita bisa meditasi dengan berkualitas jika paru-paru kita menghirup polusi? Hindu secara universal mengajarkan konsep “Maneva Madhava” (melayani sesama manusia dan alam adalah melayani Tuhan). Di Bali dikenal istilah “ngardi kasukerta bhuana alit lan bhuana agung” (menjaga keselarasan dan keimbangan diri dan alam semesta). Menjaga udara tetap bersih sama dengan menjaga halaman Pura atau rumah ibadah kehidupan kita tetap sehat.

Menjaga lingkungan udara agar tidak terpolusi adalah bentuk yadnya/ibadah nyata untuk menjaga relasi harmonis antara manusia dengan alam. Sembahyang dan meditasi atau yoga yang berkualitas tidak dimulai saat kita duduk bersila, tetapi saat kita memastikan lingkungan sekitar kita bebas dari sampah dan polusi asap.

Pesan Moral Pranayama

Setiap kali kita melakukan Pranayama, kita diingatkan bahwa kita berhutang budi pada udara. Oleh karena itu, bagi masyarakat Hindu Bali, tidak mencemari udara bukan sekadar aturan pemerintah, melainkan kewajiban moral (Dharma) demi menjaga dan menopang kenyamanan sembahyang dan kualitas hidup manusia.

Api adalah Elemen Suci dalam Hindu Bali

Api adalah saksi suci yang selalu hadir dalam semua ritual Hindu Bali. Api bukan sebatas elemen biasa, sangat dihormati dan hanya boleh dinyalakan untuk tujuan mulia:

1.⁠ ⁠Api sebagai saksi suci – padupan dan padipan – dari persembahan atau Yadnya.
2.⁠ ⁠Api untuk menyalakan lampu di ruangan gelap atau obor untuk menerangi jalan.
3.⁠ ⁠Api untuk memasak makanan dan minuman.
4.⁠ ⁠Api untuk membuat peralatan dan perabotan dan sarana kehidupan — pandai besi, pembakaran periuk, genteng atau bata, dstnya.
5.⁠ ⁠Api untuk menegakkan kebenaran (selama perang) atau mempertahankan diri.

Di luar ketentuan ini, api tidak boleh digunakan sembarangan.

Membakar popok bayi, pembalut, plastik kontor dan barang buangan lainnya, apakah sejalan dengan prinsip memuliakan dan mesakralkan api (agni)?

Dalam agama Hindu Bali dan Jawa Kuno, terdapat konsep yang dikenal sebagai “agnida”, yaitu dosa yang tak terampuni karena menyalakan api untuk tujuan salah, seperti membakar hutan, membakar desa, membakar kebun, membakar rumah, harta benda, atau bahkan seseorang yang masih hidup. Agnida berasal dari kata “agni” (api) dan “da” (membakar) — dalam hal ini berarti dosa menyalakan api diluar tujuan dharma, dosa tidak terampuni karena menyalahgunakan api.

Menyalakan api untuk membakar bangkai, sampah, kotoran, atau unsur-unsur najis lainnya secara terbuka, bertentangan dengan prinsip penghormatan dan kesakralan elemen api dalam agama Hindu Bali.

Berbeda dengan membakar sampah untuk menghasilkan listrik, hal ini sejalan dengan prinsip menyalakan api untuk penerangan atau obor saat bepergian.

  • Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026, ini adalah versi bahasa Indonesia yang diperpanjang dari catatan awal yang dibuat dalam Bahasa Inggeris.

Tags: hinduHindu BalilingkunganSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Next Post

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

by Angga Wijaya
June 18, 2026
0
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

Read moreDetails

Bung Karno di Rumah Petani   

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
0
Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

Read moreDetails

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

by Agung Sudarsa
June 17, 2026
0
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

by Dede Putra Wiguna
June 16, 2026
0
Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun...

Read moreDetails

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

by Ahmad Fatoni
June 15, 2026
0
Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa....

Read moreDetails

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

by Chusmeru
June 15, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa...

Read moreDetails

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
0
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

Read moreDetails

Bung Karno dalam Puisi   

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
0
Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

Read moreDetails
Next Post
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan
Panggung

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali
Bahasa

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

by I Made Sudiana
June 18, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang
Ulas Rupa

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

by Mahesa Putra
June 18, 2026
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda
Panggung

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas
Esai

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

by Pande Susan
June 18, 2026
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain
Esai

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

by Angga Wijaya
June 18, 2026
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’
Pop

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
Bung Karno di Rumah Petani   
Esai

Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar
Kuliner

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

by Jaswanto
June 17, 2026
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co