23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

Sugi Lanus by Sugi Lanus
May 9, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026

Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka atau membiarkan beroperasinya fasilitas pembakaran sampah yang tidak standar adalah pemimpin yang tidak memahami pondasi spiritual Hindu Bali.

Napas sebagai Pondasi Suci Hindu Bali

Dalam lontar-lontar yang berisi pedoman sembahyang Hindu Bali dijelaskan bahwa: “Napas adalah pondasi spiritual yang sangat vital dalam Hindu Bali.”

Napas sebagai pondasi spiritual dikenal dengan istilah Pranayama.

Pranayama adalah teknik napas untuk memberikan kualitas udara terbaik kepada paru-paru, jantung, otak dan seluruh bagian tubuh kita. Pranayama akan berkualitas kalau udara sekitar bersih dan berkualitas.

Pranayama adalah aturan pernapasan untuk penyelarasan pikiran dan tubuh, untuk penyelarasan diri dengan alam semesta, sebelum memasuki doa atau tahapan bermantra atau meditasi. Suasana asri, tumbuhan rimbun, udara bersih sangat diperlukan untuk mendukung Pranayama.

Pranayama adalah jalan suci yang harus dilatih setiap hari. Pranayama adalah ajaran paling dasar dari ajaran Hindu Bali di dalamnya punya pesan yang sangat mendasar bahwa alam semesta dan tubuh manusia saling terikat. Bahkan tidak terpisahkan, satu kesatuan.

Ketika kita melakukan Pranayama — yang terdiri dari Puraka, Kumbhaka, dan Recaka (tarik napas, tahan napas, lepas napas) — fisik dan batin kita dibimbing secara alamiah memasuki unsur inti keberadaan kita yaitu Prana. “Prana” adalah inti tubuh dan batin manusia dan juga unsur inti dari alam semesta. Di sinilah semesta dan manusia adalah satu karena berinti sama yaitu “Prana”.

Membakar sampah dan polusi udara bertentangan dengan Hindu Bali karena ketika udara terpolusi maka kita memutus relasi suci dengan “Prana”, atau memutus diri kita dengan energi suci terdalam dari udara-oksigen yang kita jadikan kendaraan suci ke dalam jalan spiritual kita.

Bakar Sampah berarti Menyambut Kematian?

Ketika membakar sampah kita mencemari kesucian udara (bayu). Sang Hyang Bayu (kekuatan inti angin dan udara) adalah salah satu unsur Panca Maha Bhuta yang sangat halus. Membakar sampah berarti membuat Sang Hyang Bayu menjadi “cemer” (cemar secara ‘sekala-niskala’). Bayu (udara) yang terpolusi tidak akan mengandung “bayu” tapi membuat kita “layu”, dalam bahasa Bali disebut “kalayon” (menuju kematian atau menjadi mayat).

Membakar sampah bertentangan dengan pemuliaan Bhatara Bayu yang sangat penting dalam Hindu Bali, baik dalam pengobatan Usada dan teknik pernapasan prana untuk kekuatan Sekala-Niskala. Membakar sampah tidak selaras dengan ajaran suci menghidupkan Aksara Dasa Bayu yang prakteknya memadukan teknik napas dan bija-mantra suci.

Udara sebagai Kendaraan Mantra

Udara yang bersih adalah media atau “kendaraan” bagi vibrasi puja-mantra yang menjadi pokok agama Hindu Bali. Udara bersih adalah ruangan terbuka bagi jiwa. Udara tercemar sebaliknya menjadi hambatan doa-puja-mantra. Pencemaran udara secara fisik dan metafisik mengotori saluran energi (Nadi) dalam tubuh, akan menghambat proses penyucian batin.

Kesehatan Pernapasan sebagai Modal Sembahyang

Bagaimana mungkin kita bisa meditasi dengan berkualitas jika paru-paru kita menghirup polusi? Hindu secara universal mengajarkan konsep “Maneva Madhava” (melayani sesama manusia dan alam adalah melayani Tuhan). Di Bali dikenal istilah “ngardi kasukerta bhuana alit lan bhuana agung” (menjaga keselarasan dan keimbangan diri dan alam semesta). Menjaga udara tetap bersih sama dengan menjaga halaman Pura atau rumah ibadah kehidupan kita tetap sehat.

Menjaga lingkungan udara agar tidak terpolusi adalah bentuk yadnya/ibadah nyata untuk menjaga relasi harmonis antara manusia dengan alam. Sembahyang dan meditasi atau yoga yang berkualitas tidak dimulai saat kita duduk bersila, tetapi saat kita memastikan lingkungan sekitar kita bebas dari sampah dan polusi asap.

Pesan Moral Pranayama

Setiap kali kita melakukan Pranayama, kita diingatkan bahwa kita berhutang budi pada udara. Oleh karena itu, bagi masyarakat Hindu Bali, tidak mencemari udara bukan sekadar aturan pemerintah, melainkan kewajiban moral (Dharma) demi menjaga dan menopang kenyamanan sembahyang dan kualitas hidup manusia.

Api adalah Elemen Suci dalam Hindu Bali

Api adalah saksi suci yang selalu hadir dalam semua ritual Hindu Bali. Api bukan sebatas elemen biasa, sangat dihormati dan hanya boleh dinyalakan untuk tujuan mulia:

1.⁠ ⁠Api sebagai saksi suci – padupan dan padipan – dari persembahan atau Yadnya.
2.⁠ ⁠Api untuk menyalakan lampu di ruangan gelap atau obor untuk menerangi jalan.
3.⁠ ⁠Api untuk memasak makanan dan minuman.
4.⁠ ⁠Api untuk membuat peralatan dan perabotan dan sarana kehidupan — pandai besi, pembakaran periuk, genteng atau bata, dstnya.
5.⁠ ⁠Api untuk menegakkan kebenaran (selama perang) atau mempertahankan diri.

Di luar ketentuan ini, api tidak boleh digunakan sembarangan.

Membakar popok bayi, pembalut, plastik kontor dan barang buangan lainnya, apakah sejalan dengan prinsip memuliakan dan mesakralkan api (agni)?

Dalam agama Hindu Bali dan Jawa Kuno, terdapat konsep yang dikenal sebagai “agnida”, yaitu dosa yang tak terampuni karena menyalakan api untuk tujuan salah, seperti membakar hutan, membakar desa, membakar kebun, membakar rumah, harta benda, atau bahkan seseorang yang masih hidup. Agnida berasal dari kata “agni” (api) dan “da” (membakar) — dalam hal ini berarti dosa menyalakan api diluar tujuan dharma, dosa tidak terampuni karena menyalahgunakan api.

Menyalakan api untuk membakar bangkai, sampah, kotoran, atau unsur-unsur najis lainnya secara terbuka, bertentangan dengan prinsip penghormatan dan kesakralan elemen api dalam agama Hindu Bali.

Berbeda dengan membakar sampah untuk menghasilkan listrik, hal ini sejalan dengan prinsip menyalakan api untuk penerangan atau obor saat bepergian.

  • Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026, ini adalah versi bahasa Indonesia yang diperpanjang dari catatan awal yang dibuat dalam Bahasa Inggeris.

Tags: hinduHindu BalilingkunganSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Next Post

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co