1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

Sugi Lanus by Sugi Lanus
May 9, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026

Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka atau membiarkan beroperasinya fasilitas pembakaran sampah yang tidak standar adalah pemimpin yang tidak memahami pondasi spiritual Hindu Bali.

Napas sebagai Pondasi Suci Hindu Bali

Dalam lontar-lontar yang berisi pedoman sembahyang Hindu Bali dijelaskan bahwa: “Napas adalah pondasi spiritual yang sangat vital dalam Hindu Bali.”

Napas sebagai pondasi spiritual dikenal dengan istilah Pranayama.

Pranayama adalah teknik napas untuk memberikan kualitas udara terbaik kepada paru-paru, jantung, otak dan seluruh bagian tubuh kita. Pranayama akan berkualitas kalau udara sekitar bersih dan berkualitas.

Pranayama adalah aturan pernapasan untuk penyelarasan pikiran dan tubuh, untuk penyelarasan diri dengan alam semesta, sebelum memasuki doa atau tahapan bermantra atau meditasi. Suasana asri, tumbuhan rimbun, udara bersih sangat diperlukan untuk mendukung Pranayama.

Pranayama adalah jalan suci yang harus dilatih setiap hari. Pranayama adalah ajaran paling dasar dari ajaran Hindu Bali di dalamnya punya pesan yang sangat mendasar bahwa alam semesta dan tubuh manusia saling terikat. Bahkan tidak terpisahkan, satu kesatuan.

Ketika kita melakukan Pranayama — yang terdiri dari Puraka, Kumbhaka, dan Recaka (tarik napas, tahan napas, lepas napas) — fisik dan batin kita dibimbing secara alamiah memasuki unsur inti keberadaan kita yaitu Prana. “Prana” adalah inti tubuh dan batin manusia dan juga unsur inti dari alam semesta. Di sinilah semesta dan manusia adalah satu karena berinti sama yaitu “Prana”.

Membakar sampah dan polusi udara bertentangan dengan Hindu Bali karena ketika udara terpolusi maka kita memutus relasi suci dengan “Prana”, atau memutus diri kita dengan energi suci terdalam dari udara-oksigen yang kita jadikan kendaraan suci ke dalam jalan spiritual kita.

Bakar Sampah berarti Menyambut Kematian?

Ketika membakar sampah kita mencemari kesucian udara (bayu). Sang Hyang Bayu (kekuatan inti angin dan udara) adalah salah satu unsur Panca Maha Bhuta yang sangat halus. Membakar sampah berarti membuat Sang Hyang Bayu menjadi “cemer” (cemar secara ‘sekala-niskala’). Bayu (udara) yang terpolusi tidak akan mengandung “bayu” tapi membuat kita “layu”, dalam bahasa Bali disebut “kalayon” (menuju kematian atau menjadi mayat).

Membakar sampah bertentangan dengan pemuliaan Bhatara Bayu yang sangat penting dalam Hindu Bali, baik dalam pengobatan Usada dan teknik pernapasan prana untuk kekuatan Sekala-Niskala. Membakar sampah tidak selaras dengan ajaran suci menghidupkan Aksara Dasa Bayu yang prakteknya memadukan teknik napas dan bija-mantra suci.

Udara sebagai Kendaraan Mantra

Udara yang bersih adalah media atau “kendaraan” bagi vibrasi puja-mantra yang menjadi pokok agama Hindu Bali. Udara bersih adalah ruangan terbuka bagi jiwa. Udara tercemar sebaliknya menjadi hambatan doa-puja-mantra. Pencemaran udara secara fisik dan metafisik mengotori saluran energi (Nadi) dalam tubuh, akan menghambat proses penyucian batin.

Kesehatan Pernapasan sebagai Modal Sembahyang

Bagaimana mungkin kita bisa meditasi dengan berkualitas jika paru-paru kita menghirup polusi? Hindu secara universal mengajarkan konsep “Maneva Madhava” (melayani sesama manusia dan alam adalah melayani Tuhan). Di Bali dikenal istilah “ngardi kasukerta bhuana alit lan bhuana agung” (menjaga keselarasan dan keimbangan diri dan alam semesta). Menjaga udara tetap bersih sama dengan menjaga halaman Pura atau rumah ibadah kehidupan kita tetap sehat.

Menjaga lingkungan udara agar tidak terpolusi adalah bentuk yadnya/ibadah nyata untuk menjaga relasi harmonis antara manusia dengan alam. Sembahyang dan meditasi atau yoga yang berkualitas tidak dimulai saat kita duduk bersila, tetapi saat kita memastikan lingkungan sekitar kita bebas dari sampah dan polusi asap.

Pesan Moral Pranayama

Setiap kali kita melakukan Pranayama, kita diingatkan bahwa kita berhutang budi pada udara. Oleh karena itu, bagi masyarakat Hindu Bali, tidak mencemari udara bukan sekadar aturan pemerintah, melainkan kewajiban moral (Dharma) demi menjaga dan menopang kenyamanan sembahyang dan kualitas hidup manusia.

Api adalah Elemen Suci dalam Hindu Bali

Api adalah saksi suci yang selalu hadir dalam semua ritual Hindu Bali. Api bukan sebatas elemen biasa, sangat dihormati dan hanya boleh dinyalakan untuk tujuan mulia:

1.⁠ ⁠Api sebagai saksi suci – padupan dan padipan – dari persembahan atau Yadnya.
2.⁠ ⁠Api untuk menyalakan lampu di ruangan gelap atau obor untuk menerangi jalan.
3.⁠ ⁠Api untuk memasak makanan dan minuman.
4.⁠ ⁠Api untuk membuat peralatan dan perabotan dan sarana kehidupan — pandai besi, pembakaran periuk, genteng atau bata, dstnya.
5.⁠ ⁠Api untuk menegakkan kebenaran (selama perang) atau mempertahankan diri.

Di luar ketentuan ini, api tidak boleh digunakan sembarangan.

Membakar popok bayi, pembalut, plastik kontor dan barang buangan lainnya, apakah sejalan dengan prinsip memuliakan dan mesakralkan api (agni)?

Dalam agama Hindu Bali dan Jawa Kuno, terdapat konsep yang dikenal sebagai “agnida”, yaitu dosa yang tak terampuni karena menyalakan api untuk tujuan salah, seperti membakar hutan, membakar desa, membakar kebun, membakar rumah, harta benda, atau bahkan seseorang yang masih hidup. Agnida berasal dari kata “agni” (api) dan “da” (membakar) — dalam hal ini berarti dosa menyalakan api diluar tujuan dharma, dosa tidak terampuni karena menyalahgunakan api.

Menyalakan api untuk membakar bangkai, sampah, kotoran, atau unsur-unsur najis lainnya secara terbuka, bertentangan dengan prinsip penghormatan dan kesakralan elemen api dalam agama Hindu Bali.

Berbeda dengan membakar sampah untuk menghasilkan listrik, hal ini sejalan dengan prinsip menyalakan api untuk penerangan atau obor saat bepergian.

  • Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026, ini adalah versi bahasa Indonesia yang diperpanjang dari catatan awal yang dibuat dalam Bahasa Inggeris.

Tags: hinduHindu BalilingkunganSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Next Post

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co