21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

Dody Widianto by Dody Widianto
May 22, 2026
in Cerpen
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

Ilustrasi: tatkala.co | Canva

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka 5, kau yang hidup hanya berdua dengan ibumu yang renta, dan sekarang kau dilema apakah ingin mengaku pada ibumu? Pada sebuah nyawa yang sekarang telah bersembunyi di rahimmu? Ibumu mulai pikun dan kala perkenalan pertama itu, kau terlalu cepat menentukan pilihan.

Kau dinikahi siri oleh orang asing itu. Tak ada buku nikah. Hanya selembar kertas di atas meterai 10 ribu. Hanya mahar emas 1 gram, yang saat itu jika dirupiahkan sekitar 1,6 juta saja. Kala itu pamanmu tak setuju dan memintamu membuat surat perjanjian kedua. Pamanmu meminta agar kau segera dinikahi resmi dalam rentang waktu yang ditentukan. Secepatnya. Namun, sebuah amplop tebal malah membungkam pamanmu dan bilang semua akan baik-baik saja. Uang kadang bisa membuat manusia berubah pikiran seketika. Lelaki itu menuliskan alamat rumahnya dan juga nomor telepon yang ternyata memang aktif. Ketika itu, keluargamu seolah telah berada dalam pelukan erat drama yang telah dirancangnya.

Kala itu, kalian pernah bersitatap dalam diam. Seolah ada gemuruh tak bernama yang terus bergejolak dalam dada serupa air mendidih. Kau terus memandang orang asing di depanmu dalam takjub yang bahkan kau sendiri belum pernah bertemu. Kau menoleh sedikit ke samping dan sebuah mobil sedan hitam mengilat terparkir di pinggir jalan teras warungmu.

Seseorang datang ke warung kecilmu di jalanan aspal sempit seberang pasar Cublak. Sebuah pasar di perbatasan provinsi yang dikelilingi pohon-pohon pinus. Seseorang berkacamata hitam, dengan sedikit cambang di pipi, kepala yang diikat sorban putih, baju jubah lengan panjang yang sama putihnya. Entah siapa dan ia hanya ingin membeli sesuatu yang sepele: kembang gula. Mulutnya terasa pahit karena mengaku kelelahan dalam acara yang padat di luar kota. Kepalanya terasa sedikit pening, katanya.

Dari kembang gula itu, dari beberapa butir permen, semula kau merasa cinta semanis kembang gula. Namun, saat ini kau merasa segalanya hanyalah khayalan belaka. Kau dilupakan dan cinta terasa sepahit biji mahoni. Apakah kau ingin diam saja? Atau ingin mengakui semuanya? Ia orang besar yang dielu-elukan dan tentu saja (terlihat) suci dari segala dosa. Setidaknya itu jawaban yang sering kaulihat di televisi atau media sosial.

Di depan warung, ketika orang lalu lalang dalam segala kegiatan pasar, kau masih melamun. Bukan tanpa sebab. Kau memikirlan seseorang yang dulu pernah menyinggahi hatimu, menikahimu, lalu menikmati tubuhmu. Kau menuduh dirimu bodoh kala itu. Serupa perempuan yang linglung dan terihipnotis oleh ketampanan orang asing yang bahkan kau pun tak tahu dari mana asalnya.

Kau mengingat-ingat lagi dengan cara apa untuk menyelesaikan masalah ini. Kau lihat beberapa renceng makanan ringan panganan bocah yang menggantung, bergoyang-goyang ke kanan kiri, diterpa angin dingin pegunungan. Kabut pekat perlahan turun dari arah barat. Warna remang putihnya segera menutupi jarak pandang. Orang-orang terus berjalan dalam keinginan masing-masing. Lalu suara tawar menawar dan canda terdengar serupa dengung lebah. Kau terus menggeleng, berpangku tangan di atas etalase kaca yang di dalamnya berisi gula pasir, minyak goreng, teh, kopi, roti kering, keripik tempe, dan makanan ringan lain.

Sebab masalah bertambah ketika temanmu Sruyun datang ke rumahmu. Ia temanmu sejak kecil yang ketika kecil dulu, dan belum mengenal malu, bermain di deras aliran air kali yang jernih di dusun sebelah dalam ketelanjangan. Ia temanmu mencari pakan rumput untuk kambing etawamu di belakang rumah ketika senja tiba. Kala itu, ketika kau menikah di bawah tangan pun, ia datang untuk jadi saksi di pernikahanmu. Namun, masalah bertambah runyam ketika kau tahu, lelaki yang menikahimu siri ternyata milik sah perempuan lain. Ia tak pernah cerita kepadamu tentang hal ini. Dan semula, cinta yang semanis madu, berubah sepahit empedu.

Dan ketika temanmu tahu, kau diam saja sore itu di tebing-tebing bukit pinus yang ditumbuhi rerumputan, kau masih lesu terdiam. Bahkan ketika temanmu merasa iba dan terus melihatmu terduduk bersandar pada satu batang pohon pinus yang tinggi menjulang. Kau meluruskan kaki dan ada yang mengembun di sudut matamu. Orang asing itu datang lagi ke rumahmu sebulan lalu, atas nama nafkah ia datang dengan uang dan tentu saja cinta. Uangnya memang tak seberapa, tetapi sebagai seorang istri kau memang merindukannya. Dan ketika kau sadar ada yang bersemayam dalam rahimmu, pikiramu makin bertambah-tambah. Mampukah kau mengurusi jabang bayimu dan ibumu yang renta bersamaan? Kau memang punya suami, tetapi ia serupa bunglon yang kadang ada dan kadang tidak ada.

Temanmu segera meletakkan karung dan arit hanya demi mendengar keluh kesahmu. Ketika ia tahu jika lelakimu sekarang ini jarang mampir ke rumah. Beralasan sibuk acara di luar kota biarpun kau pernah cerita tentang cikal bakal penerusnya di rahimmu. Dulu ia yang rajin setiap sebulan atau dua bulan datang, kini sering tanpa kabar bak ditelan bumi, bahkan hingga kandunganmu mulai bernyawa dan menyentuh angka bulan empat.

Temanmu di sebelah mengelus rambutmu dan bilang kau harus berani. Apa yang mereka anggap orang suci, kadang tak sebaik yang orang lain kira. Hormat dan kagum pada manusia semestinya biasa saja. Tak usah berlebihan, hingga menganggapnya serupa dewa yang kita tahu kadang mereka gila hormat demi status sosial. Kau tahu, hatimu bertambah-tambah serupa dicucuk duri-duri ketika kau tahu, berita di televisi, istri simpanannya lebih dari enam. Edan. Kau menggeleng. Hipnotis apa yang telah merasukimu kala itu hingga kau menyerahkan rahim suci untuknya dengan mahar dan janji manis serupa kembang gula.

Ketika temanmu menanyakan apakah ada waktu lagi lelaki itu datang ke rumah? Kau menggeleng pelan dan tak yakin. Barangkali hanya doa yang bisa membuatnya kangen dan mau datang ke rumah. Bukankah istrinya banyak? Ia bebas memilih di rumah mana yang ia sukai terlebih dahulu. Ia bebas menemui perempuan mana yang ia rindukan lebih dulu, yang bisa saja tersebar di segala pulau di nusantara. Mana ada yang tahu. Kau menggeleng pelan lagi, seolah kala itu harga wanita 1,6 juta saja. Begitu murahnya. Sekarang kau hanya bisa meratapi keadaanmu yang tak tahu harus bagaimana. Terlalu cepat menentukan pilihan kala itu.

Maka, ketika minggu kedua sejak kau curahkan segala perasaan dan keluh kesahmu ke sahabatmu itu, kau persiapkan segalanya. Lelakimu benar-benar datang dalam cinta. Lelakimu datang dalam nafsu yang memburu ketika melihat perutmu sedikit buncit. Namun, kau ingat pesan temanmu itu. Dalam bujuk rayu, kau meminta tanda tangan, kau rekam semua itu dengan ponsel yang ia tak tahu. Kau bilang hanya ingin meminta dijatah untuk biaya anaknya tiap bulan. Ketika lelakimu melihat 5 juta, dengan cepat ia menandatanganinya. Lalu setelah itu kalian tenggelam di kedalaman palung rindu yang paling dalam, di atas ranjang.

Sejak dua minggu kejadian itu, kau pergi ke rumah sahabatmu. Menceritakan semua kejadian dua minggu lalu sesuai arahannya. Lalu menanyakan di mana rumah pengacara teman Pak De-nya. Ia tahu sangat welas asih pada semua dan kadang tak meminta bayaran bantuan hukum. Warung di rumah biarkan ibunya yang menjaga. Kau telah menitip pada pamanmu untuk merawatnya dan mengawasi warungmu. Sahabatmu itu malah bingung dan bilang mau ke mana untuk menemukan lelakimu? Kau telah mengumpulkan segala data tentang lelakimu, istri-istrinya, juga rumah singgahnya. Untuk ke sana tentu butuh biaya besar. Namun, Pak De tahu keadaanmu, sebuah transfer uang datang untuk ongkos itu dan memulai semuanya.

Kau perlihatkan selembar kertas bermeterai kepada temanmu. Kau kelupas tempelan kertas kecil yang telah ditandatangani lelakimu. Ketikan kata “juta” berganti “milyar”. Dan kau akan meminta pertanggungjawaban. Entah berhasil entah tidak, entah di pengadilan, entah di mana, kau tahu, kau terlalu berharga untuk diremehkan dengan kata nafsu yang dibalut agama. Kelicikan harus dibayar kelicikan sekarang! [T]

Penulis: Dody Widianto
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

Next Post

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Dody Widianto

Dody Widianto

Lahir di Surabaya. Karyanya tersebar di berbagai media massa nasional seperti Koran Tempo, Republika, Media Indonesia, Suara Merdeka, Kompas.id, Kedaulatan Rakyat, Solo Pos, Radar Bromo, Radar Madiun, Radar Kediri, Radar Mojokerto, Radar Banyuwangi, Singgalang, Haluan, Rakyat Sumbar, Waspada, Sinar Indonesia Baru, Tanjungpinang Pos, Pontianak Post, Gorontalo Post, Fajar Makassar, Suara NTB, Rakyat Sultra, dll. Silakan kunjungi akun IG: @pa_lurah untuk kenal lebih dekat.

Related Posts

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co