23 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

Hartanto by Hartanto
May 22, 2026
in Esai
King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

Ilustrasi King Lear

SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare.

Setelah mencoba memahami lakon Macbeth – selanjutnya saya membuka-buka lagi lakon King Lear. Buku terbitan Pustaka Jaya 1976 ini diterjemahkan oleh Trisno Sumardjo

Menurutku, King Lear adalah salah satu tragedi terbesar karya William Shakespeare. Karya ini menggambarkan kejatuhan seorang raja tua akibat kesombongan, pengkhianatan keluarga, dan kegilaan.

Ceritanya berpusat pada keputusan fatal Lear saat membagi kerajaannya berdasarkan pujian kosong, yang berujung pada kehancuran dirinya dan keluarganya.

King Lear, Raja Britania yang menua, ingin membagi kerajaannya kepada tiga putrinya: Goneril, Regan, dan Cordelia. Ia meminta mereka menyatakan seberapa besar cinta mereka kepadanya.

Goneril dan Regan memuji dengan kata-kata manis, sementara Cordelia menolak berpura-pura dan berkata ia mencintai ayahnya _“sebagaimana seharusnya seorang anak mencintai.”_ Lear marah, mengusir Cordelia, dan membagi kerajaan hanya kepada Goneril dan Regan.

Setelah berkuasa, Goneril dan Regan segera melemahkan ‘otoritas’ ayah mereka. Lear kehilangan ‘martabat’, ‘perlindungan’, dan akhirnya tersesat dalam badai di padang rumput, ditemani oleh Fool dan Kent (bangsawan setia yang menyamar).

Gloucester, seorang bangsawan, juga dikhianati oleh anaknya yang tidak sah, Edmund, yang menipu ayahnya agar percaya bahwa Edgar (anak sah) berusaha membunuhnya.

Gloucester dibutakan oleh Regan dan suaminya Cornwall, lalu ditolong oleh Edgar yang menyamar sebagai pengemis gila “Poor Tom.”

Cordelia kembali dengan pasukan Prancis untuk menyelamatkan ayahnya, tetapi mereka kalah. Lear dan Cordelia ditangkap. Intrik cinta dan kekuasaan membuat Goneril meracuni Regan, lalu bunuh diri.

Edmund terbunuh dalam duel melawan Edgar. Cordelia dieksekusi atas perintah Edmund, dan Lear mati karena kesedihan mendalam atas kehilangan putrinya.

Akhirnya, Kerajaan jatuh ke tangan Albany, Edgar, dan Kent, namun penuh duka dan penyesalan.

Karya ini ditulis sekitar tahun 1605–1606, saat Shakespeare berada di puncak karier tragedinya. King Lear, sering dibandingkan dengan Hamlet dan Macbeth dalam intensitas tragedi.

Saya tertarik karya ini, sebab King Lear sering dibaca sebagai refleksi tentang kekuasaan, usia tua, dan rapuhnya hubungan keluarga — tema ini tetap aktual hingga kini.

Selanjutnya, mari kita lihat King Lear sebagai refleksi politik dan moral yang relevan dengan konteks sosial Indonesia.

Menurut saya, tragedi King Lear bukan sekadar kisah tentang seorang raja tua yang salah menilai cinta anak-anaknya. Ia adalah alegori tentang rapuhnya kekuasaan ketika dilepaskan dari kebijaksanaan moral.

Lear percaya bahwa kata-kata manis bisa menjadi ukuran kesetiaan, padahal justru di sanalah jebakan ambisi dan pengkhianatan bersembunyi. Kesalahan penilaian ini membuatnya kehilangan otoritas, martabat, bahkan akal sehat.

Dalam konteks politik, King Lear mengingatkan bahwa kekuasaan yang hanya bertumpu pada simbol dan retorika, mudah runtuh. Sama seperti Lear yang terpesona oleh pujian kosong, banyak pemimpin tergoda oleh popularitas semu, survei, atau pencitraan media.

Namun, ketika badai datang — baik berupa krisis ekonomi, konflik sosial, atau bencana ekologis — yang bertahan bukanlah kata-kata manis, melainkan kesetiaan sejati dan integritas moral.

Di Indonesia, tragedi ini bisa dibaca sebagai peringatan terhadap praktik politik yang mengabaikan suara jujur demi retorika populis.

Cordelia, yang menolak berpura-pura, melambangkan keberanian moral yang sering kali dikorbankan dalam arena politik.

Sementara Goneril dan Regan mencerminkan bagaimana ambisi pribadi bisa menghancurkan tatanan keluarga maupun negara.

Lebih jauh, King Lear juga berbicara tentang usia tua dan generasi. Lear kehilangan kendali justru ketika ia menyerahkan kekuasaan tanpa mekanisme yang adil.

Ini menurut saya, relevan dengan perdebatan tentang regenerasi politik di Indonesia : bagaimana kekuasaan ditransfer, bagaimana generasi baru mengambil peran, dan bagaimana integritas dijaga agar tidak jatuh ke tangan mereka yang hanya pandai bersandiwara.

Akhirnya, tragedi Lear menegaskan bahwa kekuasaan tanpa kebijaksanaan adalah jalan menuju kehancuran. Ini sangat menarik bagi saya, sebab mengajarkan bahwa – demokrasi, seperti sebuah keluarga, membutuhkan kejujuran, kesetiaan, dan keberanian untuk berkata benar, meski tidak populer. [T]

Penulis: Hartanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: DramakekuasaanKing LearWilliam Shakespeare
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

Next Post

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
0
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

Read moreDetails

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails

Langsung ke Intinya: Siapa Juara Piala Dunia?

by Nur Inayah Yushar
July 19, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BAGI kelompok orang yang tidak mengikuti sepak bola, riuh rendah Piala Dunia sering kali terasa seperti latar belakang suara yang...

Read moreDetails

Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

by Agung Sudarsa
July 19, 2026
0
Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

"People will do anything, no matter how absurd, in order to avoid facing their own souls." Manusia rela melakukan apa...

Read moreDetails

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
0
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

Read moreDetails

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails
Next Post
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026
Ulas Pentas

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

by Chandra Manikan
July 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965
Khas

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]
Ulas Rupa

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

by Angga Wijaya
July 22, 2026
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia
Esai

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Khas

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co