2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penyalahgunaan AI, Privasi, dan Perspektif Psikologis

Isran Kamal by Isran Kamal
August 23, 2025
in Esai
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Isran Kamal

KECERDASAN buatan (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menghadirkan manfaat besar di bidang kesehatan, pendidikan, hingga layanan publik. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko baru, terutama dalam hal penyalahgunaan AI yang mengancam privasi dan keamanan data.

Kasus pencurian identitas digital, pengawasan berlebihan, hingga manipulasi psikologis melalui algoritma prediktif semakin sering muncul. Di balik isu teknologi ini, ada dimensi psikologis yang tak kalah penting, yakni bagaimana individu memaknai, merespons, dan menanggung dampak dari pelanggaran privasi di era digital.

Bentuk Penyalahgunaan AI dalam Privasi dan Data

Salah satu bentuk paling nyata adalah surveillance capitalism, di mana data pribadi dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi melalui iklan terarah atau prediksi perilaku. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk deepfake dan pencurian identitas, yang menimbulkan ancaman serius pada reputasi dan keamanan seseorang. Bahkan dalam konteks sehari-hari, penggunaan aplikasi berbasis AI yang meminta akses luas terhadap data pribadi memunculkan dilema etis: sejauh mana pengguna benar-benar memiliki kendali atas data mereka sendiri?

Dari perspektif psikologis, kondisi ini menyentuh aspek penting dalam teori self-determination, yakni kebutuhan dasar akan otonomi. Ketika data pribadi dikendalikan pihak luar tanpa persetujuan penuh, individu mengalami erosi sense of agency, yang dapat memicu stres, kecemasan, bahkan rasa tidak berdaya. Selain itu, fenomena deepfake atau pencurian identitas dapat menimbulkan identity threat, di mana seseorang merasa citra dirinya tidak lagi berada dalam kontrol personal.

Penelitian psikologi sosial juga menunjukkan bahwa ketidakpastian terkait siapa yang mengakses dan memanfaatkan data memperburuk rasa percaya terhadap institusi maupun teknologi itu sendiri. Akibatnya, relasi pengguna dengan teknologi berubah dari alat yang mempermudah hidup menjadi sumber potensi ancaman yang menggerogoti keamanan psikologis.

Perspektif Psikologis terhadap Privasi dan Penyalahgunaan Data

Dari sudut pandang psikologi, privasi tidak semata-mata merupakan isu teknis atau hukum, melainkan kebutuhan psikologis yang mendasar, berhubungan dengan rasa aman, kontrol atas diri, serta pembentukan identitas personal. Kehilangan privasi sering kali berarti kehilangan otonomi, karena individu tidak lagi bebas menentukan informasi mana yang pantas dibagikan dan kepada siapa. Kondisi ini dapat memicu stres, kecemasan, bahkan perasaan terancam, seolah ruang pribadi direbut paksa oleh pihak eksternal.

Konsep privacy calculus menjelaskan bahwa individu biasanya menimbang manfaat dan risiko ketika membagikan data mereka. Namun, kalkulasi ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti bias optimisme. Suatu keyakinan berlebihan bahwa risiko tidak akan menimpa dirinya atau cognitive overload akibat terlalu banyak informasi yang harus dipertimbangkan. Ketika penyalahgunaan data akhirnya terungkap, muncul perasaan dikhianati yang bukan hanya merusak kepercayaan pada institusi atau perusahaan, tetapi juga menggerus rasa percaya antarindividu dalam masyarakat digital.

Lebih jauh, fenomena learned helplessness dapat membantu menjelaskan reaksi pasif sebagian orang terhadap eksploitasi data. Ketika individu berulang kali merasa bahwa usahanya melindungi privasi tidak membuahkan hasil, misalnya meskipun sudah mengatur keamanan akun, datanya tetap bocor. Maka ia cenderung menyerah dan menerima kondisi tersebut. Rasa tak berdaya ini melanggengkan sikap permisif, bahkan normalisasi terhadap pelanggaran privasi. Akibatnya, masyarakat justru makin rentan terhadap penyalahgunaan data, karena mekanisme pertahanan psikologis mereka lumpuh sebelum sempat melawan.

Implikasi Etis dan Psikologis

Penyalahgunaan AI dalam ranah privasi dan data bukan sekadar masalah hukum atau regulasi teknis, melainkan menyentuh langsung pada dimensi psikologis dan moral masyarakat. Ketidakpastian mengenai siapa yang mengendalikan, mengakses, dan memanfaatkan informasi pribadi menimbulkan rasa tidak aman yang bersifat kronis.

Rasa diawasi secara terus-menerus dapat melahirkan fenomena pervasive surveillance anxiety, di mana individu merasa selalu diawasi sehingga perilaku sosial mereka berubah, menjadi lebih kaku, penuh kewaspadaan, dan kehilangan spontanitas. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan erosi kepercayaan sosial dan melemahkan kesehatan mental kolektif.

Secara etis, praktik semacam ini juga menggeser batas otonomi psikologis manusia. Algoritma yang dirancang untuk memprediksi dan memanipulasi pilihan dapat membuat individu merasa kehilangan kendali atas keputusan personalnya. Situasi tersebut melahirkan dilema serius: apakah manusia masih menjadi subjek yang bebas, atau sekadar objek dari kalkulasi data yang dijalankan mesin? Dengan kata lain, penyalahgunaan data bukan hanya mengurangi hak privasi, tetapi juga mereduksi martabat manusia sebagai agen moral yang otonom.

Karena itu, regulasi teknologi memang penting, tetapi tidak cukup jika hanya bersifat normatif-legal. Solusi yang ditawarkan harus mengintegrasikan pemahaman psikologis, etis, dan sosial agar lebih holistik. Regulasi yang hanya mengedepankan aspek teknis akan gagal merespons dampak laten pada kesehatan mental dan relasi sosial.

Sebaliknya, pendekatan yang menggabungkan dimensi psikologi, seperti pemulihan rasa kontrol, penguatan literasi digital, serta pencegahan efek learned helplessness akan lebih efektif dalam melindungi masyarakat dari dampak jangka panjang. Dengan cara inilah, perlindungan privasi tidak hanya menjadi upaya menjaga data, tetapi juga menjaga kualitas kemanusiaan itu sendiri.

Membaca Ulang Privasi sebagai Hak Psikologis

Era AI menghadirkan paradoks besar: di satu sisi menjanjikan efisiensi, kreativitas, dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya; namun di sisi lain membuka celah penyalahgunaan yang serius, terutama dalam hal privasi dan kesehatan psikologis manusia. Menyadari dimensi psikologis dari isu ini penting agar kita tidak sekadar menanganinya sebagai problem teknis, melainkan juga sebagai tantangan etis dan kemanusiaan.

Solusi yang ditawarkan tidak bisa berhenti pada regulasi hukum semata. Diperlukan pendekatan multidisipliner yang mencakup desain teknologi yang etis (ethical by design), edukasi publik tentang literasi digital, serta sistem pendukung psikologis bagi mereka yang terdampak oleh penyalahgunaan data. Dengan demikian, privasi tidak hanya dipahami sebagai hak legal, tetapi juga sebagai kebutuhan fundamental untuk menjaga identitas, rasa aman, dan kesehatan mental manusia di tengah laju digitalisasi yang tak terbendung.

Pada akhirnya, menjaga privasi berarti menjaga ruang kemanusiaan itu sendiri, suatu ruang di mana manusia dapat tetap memiliki otonom, sehat secara psikologis, dan mampu hidup bermakna di tengah arus teknologi yang semakin mendominasi kehidupan. [T]

Penulis: Isran Kamal
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 2]
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]
Ketika Jolly Roger “One Piece” Berkibar di Hari Kemerdekaan
“Digital Detox” sebagai Revolusi Eksistensial: Upaya Kembali ke Diri Sendiri di Tengah Era “Overconnectivity”
Tags: AIPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harimau Tua  | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Isran Kamal

Isran Kamal

Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co