24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penyalahgunaan AI, Privasi, dan Perspektif Psikologis

Isran Kamal by Isran Kamal
August 23, 2025
in Esai
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Isran Kamal

KECERDASAN buatan (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menghadirkan manfaat besar di bidang kesehatan, pendidikan, hingga layanan publik. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko baru, terutama dalam hal penyalahgunaan AI yang mengancam privasi dan keamanan data.

Kasus pencurian identitas digital, pengawasan berlebihan, hingga manipulasi psikologis melalui algoritma prediktif semakin sering muncul. Di balik isu teknologi ini, ada dimensi psikologis yang tak kalah penting, yakni bagaimana individu memaknai, merespons, dan menanggung dampak dari pelanggaran privasi di era digital.

Bentuk Penyalahgunaan AI dalam Privasi dan Data

Salah satu bentuk paling nyata adalah surveillance capitalism, di mana data pribadi dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi melalui iklan terarah atau prediksi perilaku. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk deepfake dan pencurian identitas, yang menimbulkan ancaman serius pada reputasi dan keamanan seseorang. Bahkan dalam konteks sehari-hari, penggunaan aplikasi berbasis AI yang meminta akses luas terhadap data pribadi memunculkan dilema etis: sejauh mana pengguna benar-benar memiliki kendali atas data mereka sendiri?

Dari perspektif psikologis, kondisi ini menyentuh aspek penting dalam teori self-determination, yakni kebutuhan dasar akan otonomi. Ketika data pribadi dikendalikan pihak luar tanpa persetujuan penuh, individu mengalami erosi sense of agency, yang dapat memicu stres, kecemasan, bahkan rasa tidak berdaya. Selain itu, fenomena deepfake atau pencurian identitas dapat menimbulkan identity threat, di mana seseorang merasa citra dirinya tidak lagi berada dalam kontrol personal.

Penelitian psikologi sosial juga menunjukkan bahwa ketidakpastian terkait siapa yang mengakses dan memanfaatkan data memperburuk rasa percaya terhadap institusi maupun teknologi itu sendiri. Akibatnya, relasi pengguna dengan teknologi berubah dari alat yang mempermudah hidup menjadi sumber potensi ancaman yang menggerogoti keamanan psikologis.

Perspektif Psikologis terhadap Privasi dan Penyalahgunaan Data

Dari sudut pandang psikologi, privasi tidak semata-mata merupakan isu teknis atau hukum, melainkan kebutuhan psikologis yang mendasar, berhubungan dengan rasa aman, kontrol atas diri, serta pembentukan identitas personal. Kehilangan privasi sering kali berarti kehilangan otonomi, karena individu tidak lagi bebas menentukan informasi mana yang pantas dibagikan dan kepada siapa. Kondisi ini dapat memicu stres, kecemasan, bahkan perasaan terancam, seolah ruang pribadi direbut paksa oleh pihak eksternal.

Konsep privacy calculus menjelaskan bahwa individu biasanya menimbang manfaat dan risiko ketika membagikan data mereka. Namun, kalkulasi ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti bias optimisme. Suatu keyakinan berlebihan bahwa risiko tidak akan menimpa dirinya atau cognitive overload akibat terlalu banyak informasi yang harus dipertimbangkan. Ketika penyalahgunaan data akhirnya terungkap, muncul perasaan dikhianati yang bukan hanya merusak kepercayaan pada institusi atau perusahaan, tetapi juga menggerus rasa percaya antarindividu dalam masyarakat digital.

Lebih jauh, fenomena learned helplessness dapat membantu menjelaskan reaksi pasif sebagian orang terhadap eksploitasi data. Ketika individu berulang kali merasa bahwa usahanya melindungi privasi tidak membuahkan hasil, misalnya meskipun sudah mengatur keamanan akun, datanya tetap bocor. Maka ia cenderung menyerah dan menerima kondisi tersebut. Rasa tak berdaya ini melanggengkan sikap permisif, bahkan normalisasi terhadap pelanggaran privasi. Akibatnya, masyarakat justru makin rentan terhadap penyalahgunaan data, karena mekanisme pertahanan psikologis mereka lumpuh sebelum sempat melawan.

Implikasi Etis dan Psikologis

Penyalahgunaan AI dalam ranah privasi dan data bukan sekadar masalah hukum atau regulasi teknis, melainkan menyentuh langsung pada dimensi psikologis dan moral masyarakat. Ketidakpastian mengenai siapa yang mengendalikan, mengakses, dan memanfaatkan informasi pribadi menimbulkan rasa tidak aman yang bersifat kronis.

Rasa diawasi secara terus-menerus dapat melahirkan fenomena pervasive surveillance anxiety, di mana individu merasa selalu diawasi sehingga perilaku sosial mereka berubah, menjadi lebih kaku, penuh kewaspadaan, dan kehilangan spontanitas. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan erosi kepercayaan sosial dan melemahkan kesehatan mental kolektif.

Secara etis, praktik semacam ini juga menggeser batas otonomi psikologis manusia. Algoritma yang dirancang untuk memprediksi dan memanipulasi pilihan dapat membuat individu merasa kehilangan kendali atas keputusan personalnya. Situasi tersebut melahirkan dilema serius: apakah manusia masih menjadi subjek yang bebas, atau sekadar objek dari kalkulasi data yang dijalankan mesin? Dengan kata lain, penyalahgunaan data bukan hanya mengurangi hak privasi, tetapi juga mereduksi martabat manusia sebagai agen moral yang otonom.

Karena itu, regulasi teknologi memang penting, tetapi tidak cukup jika hanya bersifat normatif-legal. Solusi yang ditawarkan harus mengintegrasikan pemahaman psikologis, etis, dan sosial agar lebih holistik. Regulasi yang hanya mengedepankan aspek teknis akan gagal merespons dampak laten pada kesehatan mental dan relasi sosial.

Sebaliknya, pendekatan yang menggabungkan dimensi psikologi, seperti pemulihan rasa kontrol, penguatan literasi digital, serta pencegahan efek learned helplessness akan lebih efektif dalam melindungi masyarakat dari dampak jangka panjang. Dengan cara inilah, perlindungan privasi tidak hanya menjadi upaya menjaga data, tetapi juga menjaga kualitas kemanusiaan itu sendiri.

Membaca Ulang Privasi sebagai Hak Psikologis

Era AI menghadirkan paradoks besar: di satu sisi menjanjikan efisiensi, kreativitas, dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya; namun di sisi lain membuka celah penyalahgunaan yang serius, terutama dalam hal privasi dan kesehatan psikologis manusia. Menyadari dimensi psikologis dari isu ini penting agar kita tidak sekadar menanganinya sebagai problem teknis, melainkan juga sebagai tantangan etis dan kemanusiaan.

Solusi yang ditawarkan tidak bisa berhenti pada regulasi hukum semata. Diperlukan pendekatan multidisipliner yang mencakup desain teknologi yang etis (ethical by design), edukasi publik tentang literasi digital, serta sistem pendukung psikologis bagi mereka yang terdampak oleh penyalahgunaan data. Dengan demikian, privasi tidak hanya dipahami sebagai hak legal, tetapi juga sebagai kebutuhan fundamental untuk menjaga identitas, rasa aman, dan kesehatan mental manusia di tengah laju digitalisasi yang tak terbendung.

Pada akhirnya, menjaga privasi berarti menjaga ruang kemanusiaan itu sendiri, suatu ruang di mana manusia dapat tetap memiliki otonom, sehat secara psikologis, dan mampu hidup bermakna di tengah arus teknologi yang semakin mendominasi kehidupan. [T]

Penulis: Isran Kamal
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 2]
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]
Ketika Jolly Roger “One Piece” Berkibar di Hari Kemerdekaan
“Digital Detox” sebagai Revolusi Eksistensial: Upaya Kembali ke Diri Sendiri di Tengah Era “Overconnectivity”
Tags: AIPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harimau Tua  | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Isran Kamal

Isran Kamal

Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co