JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turki dengan mengusung tema spirit, kekuatan dan futuristic. Putrayasa akan membuat tradisi anyaman logam yang unik dan bernilai tinggi. Proses pembuatannya tentu menggabungkan keterampilan tangan, nilai estetika, dan kearifan local.
Putrayasa kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional itu, berawal dari unggahan karya patung “Anak Elang” yang terpajang di dealer resmi Harley-Davidson Jakarta. Karya seni yang menarik itu, kemudian beredar di media social. Sejumlah perwakilan dari Besiktas Istanbul BAU University Turkey International kemduian tertarik untuk melihat langsung karya tersebut. “Ketertarikan itu mendorong mereka terbang langsung dari Turki ke Jakarta untuk menyaksikan secara dekat karya saya itu,” kata I Ketut Putrayasa, Minggu 7 Juni 2026.
Bahçeşehir University (BAU), sebuah universitas swasta terkemuka di Turki yang berpusat di distrik Beşiktaş, Istanbul. Universitas ini didirikan pada tahun 1998, dan dikenal luas melalui reputasinya sebagai “A World University in the Heart of Istanbul” berkat jaringan global yang kuat dan komunitas mahasiswa internasional yang sangat besar. “Kunjungan tersebut berbuah kepercayaan besar. Mereka kemudian memesan empat patung yang akan dijadikan ikon kampus dengan mengusung tema spirit, kekuatan dan futuristic,” ucapnya senang.

I Ketut Putrayasa mengaku, pengerjaan patung ini selama tiga bulan. Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam karya seni tiga dimensi dengan teknik anyaman berbahan logam. “Melalui pendekatan ini, saya ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Bali, memiliki tradisi menganyam yang telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap relevan dalam karya seni kontemporer,” paparnya bangga.
Pria asal Tibubeneng, Kerobokan, Kuta Utara – Badung ini menegaskan, karya tersebut bukan sekadar objek estetika, melainkan sebuah pernyataan bahwa seni adalah energi yang terus tumbuh dan berkembang dalam memaknai berbagai tantangan zaman dan seni akan selalu menjadi ruang yang hadir dalam setiap peristiwa kehidupan.
“Konsep spirit, kekuatan, dan kesatuan kami terjemahkan dalam bentuk karya tiga dimensi menggunakan teknik anyaman logam. Di sini saya ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Bali memiliki tradisi menganyam yang kaya nilai dan diwariskan dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Tradisi menganyam, lanjut I Ketut Putrayasa, mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan kehidupan modern, seperti fleksibilitas, kebersamaan (unity), dan ketangguhan (resilience). Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam penciptaan karya tersebut. Karya seni yang melintasi batas negara itu, menunjukkan seni tidak hanya menjadi medium ekspresi budaya, tetapi juga jembatan diplomasi yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa.
Maka itu, sebagai seniman, I Ketut Putrayasa berharap karya yang telah dipajang di Turki itu dapat menjadi penanda sekaligus pengingat eratnya hubungan antara Indonesia dan Turki yang telah terjalin sejak masa Kekaisaran Ottoman hingga saat ini. “Saya berharap karya ini menjadi simbol persahabatan dan pengingat bahwa hubungan Turki dan Indonesia telah terjalin sejak era Ottoman dan terus berkembang hingga hari ini,” ungkapnya.
Seni dapat semakin mendekatkan hubungan Indonesia dan Turki yang sudah menjadi kemitraan strategis yang berakar sejak abad ke-16 dan secara resmi menjadi hubungan diplomatik pada tahun 1950. Sebagai dua negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan kekuatan ekonomi yang terus berkembang, Indonesia dan Turki menjalin kerja sama erat di berbagai bidang strategis.

Salah satu pilar utama hubungan kedua negara adalah sektor pertahanan dan industri strategis, yang mencakup produksi bersama, transfer teknologi, hingga pengadaan alat utama sistem persenjataan. Selain itu, kerja sama perdagangan dan ekonomi juga terus meningkat sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan.






























