15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
in Pameran
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

Pameran Tabula Rasa Vol 3 di UPMI Bali│Foto: Bagus Mahadhita

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembari tersenyum dan menunjuk karya tersebut. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah dokumentasi sederhana. Namun bagi mahasiswa yang terlibat, momen itu adalah bentuk kebanggaan. Karya yang lahir dari proses kreatif akhirnya menemukan ruang untuk dilihat dan dimaknai oleh publik.

Suasana itulah yang terasa dalam Pameran Seni Rupa Tabula Rasa Vol. 3 yang dibuka pada Jumat, 5 Juni 2026. Selama satu pekan, hingga 12 Juni 2026, ruang pamer di Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali menjadi tempat berkumpulnya beragam gagasan, ekspresi, dan kreativitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Memasuki area pameran, pengunjung akan disambut dengan berbagai karya. Ada lukisan, gambar, sketsa, hingga karya tiga dimensi yang menampilkan ragam pendekatan artistik. Di sudut lain, berdiri sejumlah karya berbentuk tapel dengan karakter yang kuat dan ekspresif. Sementara pada dinding-dinding galeri, karya-karya mahasiswa tersusun berdampingan, menghadirkan beragam cerita dan interpretasi yang lahir dari pengalaman, pemikiran, serta keberanian para perupa muda dalam mengekspresikan diri.

Pameran Tabula Rasa Vol 3 di UPMI Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Pameran ini diikuti oleh hampir seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa dari berbagai semester. Nama-nama seperti Ngurah Agung, Wideheri, Widebagus, De Putra, Risna, De Cakra, Peby, Anggreni, Cokorda Alit, Priskila, Whulan, Meldi, Putu Bali, Dwi, Desri, Jennifer, Dewa Sangging, Setya, Yogix, Nona, Dek Bawa, Komang, Arifin, Aziz, Ayu, De Ari, Nawang Wulan, Tyas, Devina, dan Gotawa turut ambil bagian dalam pameran tersebut.

Bagi para mahasiswa, pameran bukan sekadar tempat memajang hasil karya. Lebih dari itu, pameran menjadi ruang perjumpaan antara karya dan publik, sekaligus wadah pembelajaran untuk memahami bagaimana sebuah gagasan diterima oleh orang lain. Selain pameran, di antara mereka juga menyajikan karya lewat fashion show yang disajikan oleh Nona dan Tyas, serta art performance yang dipentaskan oleh Gotawa.

Pameran Tabula Rasa Vol 3 di UPMI Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Para pengunjung menikmati Pameran Tabula Rasa Vol 3 di UPMI Bali│Foto: Bagus Mahadhita

I Kadek Dwi Agus Laksmana Putra, selaku Ketua Panitia sekaligus peserta pameran, mengaku senang sekaligus bangga dapat terlibat dalam Tabula Rasa Vol. 3.

“Bagi saya, pameran ini sangat bermanfaat karena memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri secara bebas dan kreatif. Melalui kegiatan seperti ini, kami juga jadi lebih termotivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan yang kami miliki,” ujar mahasiswa Pendidikan Seni Rupa semester empat itu.

Dwi juga menyadari bahwa setiap karya seni selalu membuka ruang tafsir yang berbeda-beda. Tidak semua orang akan melihat sebuah karya dengan cara yang sama. Namun justru di situlah letak menariknya proses berkesenian.

“Banyak yang bilang karya saya vulgar, tetapi maknanya tidak demikian. Namun saya membiarkan setiap orang mengartikannya dengan cara mereka sendiri,” katanya.

Pandangan tersebut mencerminkan salah satu hakikat seni rupa: karya tidak selalu menghadirkan jawaban tunggal. Ia dapat memancing dialog, memunculkan perdebatan, bahkan mengundang rasa penasaran. Dalam ruang pamer, setiap pengunjung membawa pengalaman dan sudut pandangnya masing-masing saat berhadapan dengan karya yang dipajang.

Dwi Laksmana dan karyanya pada Pameran Tabula Rasa Vol.3│Foto: tatkala.co/Dede

Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Dr. Ni Putu Laras Purnamasari, S.Sn., M.A., menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian Tabula Rasa tahun 2026. Sebelumnya, pada Mei lalu, Program Studi Pendidikan Seni Rupa telah mengadakan lomba tapel ogoh-ogoh sebagai pembuka rangkaian kegiatan tersebut.

“Kegiatan Tabula Rasa tahun ini memang kami rancang dengan jeda di tiap bulannya, agar setiap kegiatan bisa lebih fokus dan maksimal dalam pelaksanaannya,” jelasnya.

Dengan pola pelaksanaan yang bertahap, setiap kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar memberi pengalaman bermakna bagi mahasiswa. Setelah pameran ini, rangkaian Tabula Rasa masih akan berlanjut pada bulan Juli melalui seminar yang dilaksanakan secara hybrid sebagai ruang diskusi dan pengembangan wawasan.

Lebih jauh, Laras menegaskan bahwa Tabula Rasa dirancang sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa seni rupa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inkubator dalam berkesenian. Tidak hanya mengasah keterampilan praktik, tetapi juga melatih kemampuan berorganisasi serta mengelola sebuah event secara profesional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses belajar mahasiswa seni rupa tidak berhenti di ruang kelas maupun studio. Melalui kegiatan seperti pameran, mahasiswa belajar menyusun konsep acara, mengatur tata pamer, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga berinteraksi dengan pengunjung. Semua pengalaman itu menjadi bekal penting ketika mereka terjun ke dunia profesional nantinya.

Fashion show pada Pameran Tabula Rasa Vol. 3│Foto: Bagus Mahadhita

Art performance oleh Gotawa pada Pameran Tabula Rasa Vol 3 di UPMI Bali│Foto: Bagus Mahadhita

 

Apresiasi juga datang dari Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyoroti semangat mahasiswa Pendidikan Seni Rupa yang terus terjaga meskipun jumlah mereka tidak besar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan lomba ini. Prodi Seni Rupa memang termasuk salah satu prodi yang paling aktif di Fakultas Bahasa dan Seni. Jumlah mahasiswanya mungkin kecil, tetapi semangat dan daya hidupnya tidak pernah kecil,” ungkapnya.

Ucapan tersebut seolah menjadi penegasan atas suasana yang tampak sepanjang pameran berlangsung. Di balik jumlah yang tidak besar, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa menunjukkan energi kreatif yang terus bergerak. Mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun ruang apresiasi, ruang belajar, dan ruang kolaborasi.

Pameran Tabula Rasa Vol 3 di UPMI Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Ketika pengunjung berjalan menyusuri setiap sudut galeri, yang terlihat bukan sekadar deretan karya seni. Ada proses panjang yang menyertainya: keberanian menuangkan gagasan, ketekunan menyelesaikan karya, serta kerja sama untuk menghadirkan sebuah pameran yang layak dinikmati publik.

Melalui Tabula Rasa Vol. 3, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali menunjukkan bahwa berkesenian bukan hanya soal menghasilkan karya yang indah. Berkesenian juga tentang membangun keberanian untuk berbicara melalui medium visual, membuka ruang dialog dengan masyarakat, dan terus menjaga semangat untuk tumbuh. Selama satu pekan penyelenggaraan pameran, semangat itulah yang memenuhi ruang galeri ꟷ nyala kreativitas yang terus hidup dan berkembang di tangan para perupa muda.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Tags: mahasiswaPameran Seni RupaPendidikanSeni RupaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

Next Post

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails
Next Post
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co