2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Rasta Sindhu, Penulis Asal Badung yang Melahirkan 250 Karya Puisi dan 85 Cerpen antara 1964-1972

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 30, 2025
in Khas
Membaca Rasta Sindhu, Penulis Asal Badung yang Melahirkan 250 Karya Puisi dan 85 Cerpen antara 1964-1972

Suasana “Membaca Rasta Sindhu: Mengenang 82 Tahun Sastrawan Bali” | Foto: tatkala.co/Budarsana

MENDISKUSIKAN Rasta Sindhu, sastrawan Bali tempo dulu yang tak banyak orang membicarakannya, tentu tak sedingin di pagi yang hujan itu. Meski tak banyak peserta yang hadir, namun suasana diskusi tetap hangat saat diskusi dibuka oleh Ketua Komunitas Kawiya Bali I Putu Suryadi, yang menggelar acara itu. Antara peserta dan narasumber terkesan tak ada jarak—walau posisi mereka dibatasi dengan meja dan tempat duduk. Mereka hadir saling mengisi, sehingga diskusi menjadi lebih menarik.

Diskusi sastra bertajuk “Membaca Rasta Sindhu: Mengenang 82 Tahun Sastrawan Bali” ini digelar Komunitas Kawiya Bali bekerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di Sekretariat Kawiya Bali, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat 29 Agustus 2025. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dekan FBS UPMI Bali I Made Sujaya dan sastrawan sekaligus wartawan Putu Supartika dengan moderator I Made Subrata dari Kawiya Bali.

Poster “Membaca Rasta Sindhu: Mengenang 82 Tahun Sastrawan Bali” | Foto: Dok. Panitia

I Nyoman Rasta Sindhu (1943–1972)—sastrawan berasal dari Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung , Bali—sengaja diangkat dan dibicarakan karena karya-karyanya yang menginspirasi, dan memengaruhi perlembangan sastra Bali. Nama Rasta Sindhu mungkin tak sefamiliar Putu Wijaya atau Panji Tisna, namun bagi pencinta sastra Indonesia, ia adalah sosok penting. Nyoman Rasta Sindhu lahir pada tanggal 31 Agustus 1943 di Denpasar dan meninggal pada tanggal 14 Agustus 1972.

Ketika moderator mempersilakan Putu Supartika memaparkan materinya, ia langsung menyebut Rasta Sindhu sebagai tonggak penting dalam sejarah sastra di Pulau Dewata. Karya-karyanya tersebar di media massa, antara lain Kompas, Sinar Harapan, majalah sastra Horison, Mimbar Indonesia, Basis, Sastra.

“Pada tahun 1969, Rasta Sindhu memenangkan Hadiah Sastra Horison lewat cerpen Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar. Sayang, usianya begitu singkat. Rasta Sindhu meninggal dunia pada 1972, ketika baru berumur 29 tahun,” ujarnya.

Sementara I Made Sujaya mengatakan, minimnya dokumentasi menjadi salah satu persoalan utama ketika membicarakan kembali sosok Rasta Sindhu. Banyak karyanya tersebar di majalah sastra, surat kabar, hingga kliping lama yang kini sulit dilacak. Ketika dirinya berencana melakukan penelitian, namun terhalang dengan sumber dokumentasi mengenai karya-karya Rasta Sindhu yang masih sangat terbatas.

“Ada catatan yang menyebutkan beliau menulis hingga 85 cerpen antara 1964–1972, juga sekitar 250 puisi. Namun yang berhasil saya temukan hanya 18 cerpen. Itu pun sudah cukup representatif, meski jelas masih banyak yang hilang,” ujarnya.

Dari kiri ke kanan: Putu Supartika, I Made Subrata, dan I Made Sujaya | Foto: tatkala.co/Budarsana

Karena itu, Sujaya menekankan pentingnya upaya sistematis untuk mendokumentasikan karya maupun profil Rasta Sindhu, baik dalam bentuk buku maupun audiovisual. Hal ini bukan hanya soal dokumentasi karya sastra, tetapi juga bagian dari sejarah kebudayaan Bali.

“Rasta Sindhu adalah sastrawan fenomenal yang menulis dalam tekanan hidup namun menghasilkan karya-karya yang kuat. Rasta Sindhu adalah contoh nyata penulis yang hidup dari tulisan,” paparnya.

Meski wafat muda pada usia 29 tahun, Rasta Sindhu dikenang sebagai penulis yang berani, tajam, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia menyoroti konflik sosial, menyinggung adat, bahkan mengkritik tahayul yang masih kuat dalam masyarakat Bali.

Karya-karyanya banyak mengangkat lokalitas Bali sekaligus kritik sosial, menjadikannya salah satu pionir dalam mengawinkan tradisi dengan realitas modern. “Ia sudah mengangkat lokalitas Bali ke dalam sastra jauh sebelum ramai dibicarakan tahun 1980-an,” ucap Sujaya.

Usai pemaparannya itu, I Kadek Adhi Dwipayana dan Gede Sidi Artajaya, dua dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, FBS, UPMI Bali secara bergantian bertanya sekaligus memberikan masukan.

Dwipayana mengakui Rasta Sindhu sebagai seorang sastrawan memang jarang dikenal masyarakat, utamanya penghobi sastra. Ketika mengajar, dan menyinggung nama Rasta Sindhu, tak ada respon dari mahasiswa. Itu menandakan mereka tak mengenal dan mengetahuinya.

Suasana “Membaca Rasta Sindhu: Mengenang 82 Tahun Sastrawan Bali” | Foto: tatkala.co/Budarsana

Sebagai sastrawan, nama Rasta Sindhu memang tak seterkenal Panji Tisna dan Putu Wijaya, meski ia telah melahirkan karya-karya yang menggelitik.

“Ke depan, ada niatan kita untuk mereproduksi Rasta Sindju. Saya memang tidak banyak mendapatkan karya-karya beliau yang bisa dibaca. Melalui kegiatan itu semoga karya-karyanya bisa dikumpulkan semua, sehingga bisa dibaca secara utuh dan dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam konteks akademik,” harapnya.

Sementara Sudi Artajaya mengatakan, acara diskusi sastra ini dapat menambah pengetahuan khususnya dalam bidang sastra. Karena itu, kegiatan diskusi ini jangan hanya dilakukan di komunitas, terapi mengundang dan melibatkan mahsiswa. Kegiatan seperi ini akan dapat membah pengetahuan mereka. Artinya, selain menimbal ilmu di kampus, mereka juga mengasah pengalamannya di masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Sejarah Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ni Nyoman Indrawati bersama Tim yang saat itu sedang melakukan verifikasi terhadap Kawiya sebagai syarat mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan diskusi sastra ini.

“Diskusi ini juga membuka wawasan baru bahwa ternyata ada sosok sastrawan besar dari Badung yang selama ini mungkin kurang mendapat perhatian,” ujarnya.

Suasana “Membaca Rasta Sindhu: Mengenang 82 Tahun Sastrawan Bali” | Foto: tatkala.co/Budarsana

Diskusi ini sekaligus menghasilkan kesepahaman bahwa perlu ada langkah nyata untuk mengawal program dokumentasi karya dan sosok Rasta Sindhu. Dengan demikian, jejaknya tidak hanya dikenang, tetapi juga dapat menjadi bahan kajian akademis maupun inspirasi bagi sastrawan muda Bali

“Kami berharap, ke depan, Kawiya Bali dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi, tidak hanya lewat media tulis, tetapi juga sebagai media sosialisasi budaya. Kami bangga bisa menyambut komunitas Kawiya Bali sebagai mitra strategis,” imbuhnya.

Komunitas Kawiya tentu telah melakukan pecarian data dan informasi sebelum menjadikannya berita. Hal itu sebagai bentuk sosialisasi sebagai penyambung lidah untuk masyarakat. Karena itu, nantinya bisa melakukan  kerjasama betkesinambungan untuk membangun Badung.

“Walau anggota komunitas ini tak semuanya dari Badung, tetapi domisili komunitas ini kan ada di Badung, sehingga informasi Badung ini akan bisa sampai di luar Badung,” harapnya.

Ketua Komunitas Kawiya Bali I Putu Suryadi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal menjalin kerja sama lebih intens dengan pemerintah daerah, sekaligus membuka peluang penggalian potensi sastra di desa-desa. “Kami berharap bisa berkontribusi melalui festival, kajian, maupun pemberitaan, serta melibatkan masyarakat luas,” paparnya.[T]

Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: asta SindhuBadungCerpensastrasastrawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Rakyat Dulu, Sebelum Perhelatan Internasional CHANDI 2025 Kementerian Kebudayaan Dimulai

Next Post

ACAB dan 1312, Simbol Protes Digital yang Menggema Usai Tragedi Affan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
ACAB dan 1312, Simbol Protes Digital yang Menggema Usai Tragedi Affan

ACAB dan 1312, Simbol Protes Digital yang Menggema Usai Tragedi Affan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co