3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa Ini Tempat Penghakiman? | Cerpen Kadek Indra Putra

Kadek Indra Putra by Kadek Indra Putra
August 24, 2025
in Cerpen
Apa Ini Tempat Penghakiman? | Cerpen Kadek Indra Putra

Ilustrasi tatkala.co

SUARA tangis lirih terdengar hampir setiap malam dari arah dapur. Perempuan penghuni rumah tentu saja mendengarnya setiap malam, namun Ia pura-pura tidak tahu dan memilih mengabaikannya.

Sudah lama Ia tinggal sendiri di rumah ini. Awalnya tidak ada yang aneh dengan tempat ini – tenang, biasa saja. Hingga suatu hari, setelah kasus pembunuhan yang terjadi di rumah sebelah, mulai terdengar suara-suara aneh. Bukan jeritan, bukan teriakan melainkan isak yang dalam dan lambat. Tangisan seorang perempuan yang terdengar sangat sedih.

Ia tidak pernah mencari tahu maupun penasaran. Sudah seminggu ia mencoba terbiasa dengan keberadaan tamu tak diundang itu. Dalam pikirnya, mungkin makhluk itu hanya butuh tempat untuk meluapkan perasaannya tanpa takut dihakimi. Dan entah kenapa, rumah ini adalah pilihan yang tepat.

Gadis muda itu ditemukan bersimbah darah, dengan tujuh tusukan menyebar dari kepala hingga kaki. Kabar yang beredar, ia sempat berkelahi dengan pacarnya, entah iblis apa yang merasuki mereka hingga akhirnya maut datang. Malang sekali nasib gadis itu, ia menjadi korban. Tapi seperti biasa, tak peduli sekejam apa kejadiannya, perempuan akan tetap menjadi yang disalahkan. Mata sinis akan terus menuju padanya, perkataan pedas akan selalu membakar telinganya bahkan dari kaumnya sendiri.

Bayangkan jika kalian dihadapkan pada keadaaan dimana terdengar suara tangis dari salah satu sudut rumah kalian, pasti kalian akan merasa takut dan mungkin saja sudah lari terbirit-birit. Namun perempuan penghuni rumah malah merasa sangat sedih, perasaan yang dibawa oleh makhluk itu bisa ia rasakan sangat jelas. Kesedihan, ketakutan, dan benci.

Semua itu mengingatkannya dengan kejadian puluhan tahun silam. Mesin waktu membawanya kembali. Kejadiannya begitu cepat, tangisnya dianggap palsu, traumanya dipermainkan, ia disayat setiap hari oleh pandangan orang. Diklaim sebagai pemicu masalah, padahal ia hanya berdiri sedikit dekat. Dikatakan genit, padahal ia hanya tersenyum ke semua orang. Sejak itu ia diam, dan dunia senang dengan diamnya.

Waktu berjalan pelan, menyulam luka dalam diam. Luka tidak selalu berujung sembuh, kadang akan membusuk dan menanah. Tangis yang pelan menjadi jeritan yang tajam, menusuk ulu hati yang mendengarnya. Seakan ditusuk oleh bambu runcing yang tajam.  Dalam kepercayaan Hindu-Bali, roh manusia yang meninggal tidak akan langsung meninggalkan bumi, mereka akan tinggal sejenak di bumi sampai segala upacara dilakukan. Naasnya, gadis itu salah pati. Rohnya belum siap untuk meninggalkan dunia ini, terombang-ambing di antara dunia, tak sudi pergi. Ajalnya tidak datang secara alami. Sehingga doa, keiklashan dan keadilan yang membawanya pulang seperti seharusnya.

Hari ke hari berlalu sangat cepat, suara makhluk itu mengikis kewarasan perempuan penghuni rumah, sampai ia tidak lagi bisa membedakan mana suara makhluk itu, mana suara dalam kepalanya sendiri. Semuanya bercampur dalam jerit yang sama –- jerit luka yang tak kunjung sembuh. Dengan terpaksa ia mencoba untuk mendekat ke arah sumber suara. Tangisnya masih terdengar, raganya tidak terlihat sehelai rambutpun. Sudut dapur yang gelap hanya itu yang terlihat.

“Aku paham, jiwa yang terluka tidak mudah untuk pergi dengan tenang, kenangan yang masih melekat merantaimu di sini, tapi apa pantaskah kau mengganggu jiwa lain yang tidak kalah terlukanya darimu. Kumohon kembalilah ke tempatmu berasal, aku di sini tidak bisa membantumu, membantu diri sendiripun aku belum mampu!”

Sunyi, sepi. Tangis itu memudar terbawa angin, sejenak suara jangkrik terdengar sangat jelas.

“Apa yang kaudengar dari mereka?”

Terkejut. Suara Makhluk itu terdengar sangat keras menggema di setiap sudut telinganya, memasuki kepalanya. Lidahnya kelu, tubuhnya kaku tak berdaya. Hatinya berbicara, tapi kata-kata tidak terdengar dari mulutnya satu katapun. Seperti di hantam oleh dingin yang tepat mendarat di sekujur tubuhnya, tak bisa lari —  bergerakpun tak mampu walau hanya untuk mundur.

“Mereka hanya menilai, tanpa pernah tahu rasanya berjalan di jalan yang kulalui. Tidak akan pernah paham badai ini, jika hidupmu selalu cerah. Tidakkah kau marah dan membenci mereka? Jujur saja, sudah berapa lama kau memendam semua perasaan itu.”

Tatapan mereka tidak pernah melihat, keingintahuan mereka tidak akan menjadi empati. Sering sekali manusia hanya akan menyimpulkan tanpa pernah memahami bahkan tanpa pernah merasakan. Manusia akan mempercayai apa yang mereka ingin percayai, tak peduli seberapa salah dan merugikannya tingkah mereka bagi orang lain.

Tentu masih ada  tatapan yang menjadi empati dan merasakan sakit yang kita alami. Namun, apa menjamin ujungnya mereka tidak menjadi seperti perempuan penghuni rumah dan gadis malang itu? Tangis pecah di antara kesunyian malam, membelah dinginnya angin yang masuk dari jendela rumah. Mereka hanya bisa menangis dan mencari tempat yang tidak menghakimi mereka.

Semenjak itu perempuan penghuni rumah tidak pernah didatangi oleh makhluk itu lagi, mungkin doa, keikhlasan dan keadilan sudah membawanya pulang. Tapi dapur masih menjadi tempat favoritnya untuk meluapkan perasaannya menunggu ada teman untuknya berbagi kesedihan. Masih mengharapkan ada jiwa lain yang mau duduk dan berbagi sepi. [T]

Penulis: Kadek Indra Putra
Editor: Jaswanto

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketut Putrayasa Menciptakan Air Terjun Buatan Sepanjang 60 Meter dengan Tinggi 11 Mater di New Kuta Golf

Next Post

Uang, Komunikasi, dan Politik

Kadek Indra Putra

Kadek Indra Putra

Lahir di Singaraja pada 01 Oktober 1999, tinggal di Denpasar Barat. Mahasiswa Manajemen Undiksha, yang aktif di UKM Teater Kampus Seribu Jendela dan dalam beberapa pertunjukkan berperan sebagai aktor. Selain itu, ia juga aktif dalam kelompok diskusi buku yaitu, Singaraja Literet.

Related Posts

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Uang, Komunikasi, dan Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co